06/08/2026
Pernyataan pengamat politik Ray Rangkuti kembali menjadi sorotan publik. Dalam pandangannya, seorang mantan presiden dinilai belum menunjukkan langkah sebagai negarawan sepenuhnya karena masih memberikan perhatian besar terhadap dinamika dan posisi politik keluarganya.
Menurut Ray Rangkuti, fokus yang terlihat saat ini masih berkaitan dengan upaya menjaga serta mengamankan pengaruh politik keluarga di tengah perubahan peta kekuatan nasional. Pandangan tersebut memicu beragam respons dari masyarakat dan pengamat lainnya.
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai keterlibatan keluarga dalam dunia politik merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi selama tetap mengikuti aturan yang berlaku. Perdebatan pun terus berkembang mengenai batas antara kepentingan keluarga, warisan politik, dan peran seorang tokoh nasional setelah tidak lagi menjabat.
Apakah langkah tersebut merupakan strategi politik yang wajar, atau justru menjadi alasan mengapa sosok mantan presiden itu belum dianggap sepenuhnya berperan sebagai negarawan? Perdebatan ini masih menjadi perhatian publik hingga saat ini.