Qiproduction

Qiproduction Yo, korang semua! Selamat datang ke "Sembang Sakan," tempat untuk korang sembang apa saja, dari pasal hati yang koyak sampai politik yang buat kepala sakit.

Kat sini, semua benda boleh diluahkan, tak ada tapis-tapis, straight to the point.

19/03/2026
RANGKING CADANGAN EMAS NEGARA NEGARA ASIA TENGGARA PERKAPITASingapura mendominasi jauh, dengan ~38,7 gram per orang — ha...
18/03/2026

RANGKING CADANGAN EMAS NEGARA NEGARA ASIA TENGGARA PERKAPITA

Singapura mendominasi jauh, dengan ~38,7 gram per orang — hampir 12× lebih banyak dari Thailand yang berada di posisi ke-3. Ini mencerminkan strategi kota-negara kecil yang agresif dalam menumpuk cadangan.

Brunei menempati posisi ke-2 berkat populasinya yang sangat kecil (~470 ribu jiwa), meski cadangan emasnya tidak terlalu besar secara absolut.

Indonesia, meski cadangan absolutnya cukup besar (ke-4 di ASEAN), jatuh ke posisi bawah karena populasinya yang sangat besar (278 juta), hanya ~0,31 gram per orang.

Thailand unggul secara absolut bersama Singapura, tetapi per kapitanya jauh lebih rendah karena populasinya 10× lebih besar dari Singapura.

18/03/2026

Meski berkali-kali dikuasai bangsa Turk-Mongol, budaya dan bahasa Persia justru tetap bertahan bahkan mempengaruhi para penguasa Turk itu sendiri — fenomena ini dikenal sebagai "Persian cultural dominance" atau Persianisasi.

06/11/2024

In Malaysia, a nation predominantly Muslim, ancient beliefs and practices rooted in mysticism and black magic continue to persist in certain communities. Despite the clear prohibition of such practices within Islam, many still turn to these ancient traditions to settle disputes or seek vengeance. Sorcery and witchcraft are believed to hold power over their enemies, causing harm, illness, or misfortune, reinforcing a deep connection between the past and present.

This enduring belief in the supernatural presents a paradox in a modern, predominantly Muslim society. Rather than fostering unity, these practices often breed fear and division, undermining the efforts of the Muslim community to uphold the core values of their faith. In this way, the shadow of ancestral mysticism lingers, challenging the modernization of social and religious norms in Malaysia.

Sebagai seorang rakyat Malaysia yang amat mencintai tanah air, saya merasa sedikit sedih dan malu apabila mendengar isu ...
03/11/2024

Sebagai seorang rakyat Malaysia yang amat mencintai tanah air, saya merasa sedikit sedih dan malu apabila mendengar isu bahawa angklung diklaim sebagai alat muzik “khas” Malaysia. Alangkah baiknya jika kita dapat menghormati budaya negara jiran kita dengan penuh keikhlasan dan kejujuran.

Budaya memang sesuatu yang amat berharga, namun ia juga adalah hasil dari sejarah dan perjalanan panjang setiap bangsa. Seperti mana kita maklum, ada sesetengah budaya yang memang telah menjadi sebahagian daripada masyarakat kita sejak dahulu. Contohnya, reog dari Jawa Timur atau zapin dari Sumatera yang diwariskan oleh masyarakat Jawa atau pedagang Melayu nusantara yang menetap di Semenanjung. Kita faham dan bangga akan warisan ini kerana ada asas dan sejarahnya.

Namun, apabila bicara soal angklung, kita harus jujur dan terbuka. Angklung itu berasal dari budaya Sunda, dan setahu kita tidak ada migrasi besar masyarakat Sunda ke Malaysia yang membawa alat muzik itu bersama mereka. Ramai mungkin tidak tahu bahawa suku Sunda itu wujud di Pulau Jawa. Jadi, alangkah baiknya jika kita mengenali asal-usulnya dengan sebenar, menghormati budaya yang ada tanpa perlu mengklaimnya sebagai milik sendiri.

Marilah kita belajar untuk menghargai budaya serumpun dengan jiwa yang ikhlas dan hati yang besar. Usahlah kita mencalarkan imej kita dengan hal-hal yang boleh meretakkan persaudaraan. Sebagai rakyat Malaysia yang bertanggungjawab, biarlah kita menjadi contoh dalam memelihara keharmonian budaya yang kita sanjungi.

31/10/2024
"Malaysia Truly Asia atau Truly Bangla ? Turis China Buka Aib Tentang Identiti Sebenar Kita!"Mari kita bicara terus tera...
27/10/2024

"Malaysia Truly Asia atau Truly Bangla ? Turis China Buka Aib Tentang Identiti Sebenar Kita!"

Mari kita bicara terus terang. Bila Malaysia gunakan slogan “Truly Asia”, kita tak boleh hanya berpegang pada identiti Melayu semata-mata. Bila pelancong China rasa tak puas hati sebab tak banyak signboard beraksara Cina di sini, itu sebenarnya cerminan dari kegagalan kita menghayati makna sebenar “Asia”. Kalau betul Malaysia nak dikenali sebagai negara yang melambangkan Asia, mengapa bahasa dan budaya etnik lain masih dipinggirkan?

Kita lihat fakta: lebih 60% penduduk Asia terdiri daripada keturunan Cina, dan di Malaysia sendiri, hampir 25% rakyat kita adalah etnik Cina. Logiknya, bahasa Mandarin patut diangkat sebagai bahasa rasmi kedua. Bukan hanya dalam sektor perniagaan, tetapi dalam ruang-ruang formal seperti politik dan pentadbiran.

Ramai mungkin kurang senang bila lihat bendera China dikibarkan atau tanda-tanda beraksara Cina di sekitar negara kita. Tapi, ini bukan soal “menggadai identiti.” Ini soal menerima kepelbagaian, menghargai peranan setiap kaum yang membina Malaysia hingga ke tahap ini. Tak salah kita meraikan semua elemen dalam masyarakat kita—bukankah itu semangat “Malaysia Truly Asia” yang kita bangga-banggakan?

Jadi, persoalannya sekarang, adakah kita benar-benar bersedia untuk menjadi wajah Asia yang sebenar, atau masih mahu terperangkap dalam mentaliti lama yang sempit?

26/10/2024

"Dewasa itu… adalah ketika kita berhenti melarikan diri dari kenyataan. Saat di mana kita belajar menerima, bukan hanya yang manis, tapi juga yang perit dan pedih. Bila kita tak lagi memaksa mimpi yang mungkin tak sehaluan dengan takdir kita.

Dalam kedewasaan, kita temui keberanian untuk hadapi, dan keikhlasan untuk lepaskan. Hidup ini bukan sekadar tentang mengejar apa yang kita mahu, tapi tentang merangkul apa yang perlu kita tempuh. Di situlah, pada saat kita reda, kita temui makna sebenar kehidupan. Mungkin, ketenangan itu bukan hadir bila kita miliki segalanya, tapi bila kita berdamai dengan apa pun yang terbentang di depan."

26/10/2024

Menurut Menteri Besar Perak, Datuk Seri Saarani Mohamad, warga Malaysia di London juga membawa bendera Malaysia ketika berhimpun dan perbuatan itu tidak salah.

"Saya berfikir, adakah rakyat negeri China yang datang ke Malaysia lalu mengibarkan bendera negaranya, adalah jenayah? Pada saya tiada masalah dan bukan jenayah sebab dia bukan rakyat Malaysia.

"Yang menjadi salah adalah kalau rakyat Malaysia yang berketurunan Cina, tiba-tiba bawa bendera China, kerana itu gambaran salah seolah-olah dia mengagungkan bendera negara luar.”

Kredit: Berita Harian

Address

Jalan Ulu Melaka
Langkawi
07090

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Qiproduction posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share