PUISI LAVENDARungu

PUISI LAVENDARungu Puisi merupakan karya sastera dari ungkapan @ curahan hati penyair. Karya ini dibuat berdasarkan ungkapan perasaan penyair. LAVENDARungu 💜

Dengan bahasa yang indah di dalamnya mengandungi makna, irama, rima, matra & bait.

KALAM QALBU 💜Tidak sedikitpun yang sudah aku lalui,yang aku tempuhiTidak sedikitpun yang sudah aku rasaiTidak sedikitpun...
07/07/2024

KALAM QALBU 💜

Tidak sedikitpun yang sudah aku lalui,
yang aku tempuhi
Tidak sedikitpun yang sudah aku rasai
Tidak sedikitpun yang sudah aku alami
Tidak sedikitpun yang sudah aku temui...

Aku mencari diri yang belum aku dambarkan
Aku merasai diri yang belum mampu aku raih
Aku mencuba jua yang belum dapat aku gapaikan sebuah nilai diri...

Dunia lakaran hidup ku
Malam kelam aku berkarya
Dalam keriuhannya aku tetap merasa keseorangan
Kerana semuanya tentang aku
Tentang kalam qalbuku...

Hanya rindu
Menerjah segenap benak
Insan istimewa nama tetap terpahat
Usai hilang tempat keluh kesahku
Tiada dua
Aku rindu...

Kalam qalbu
Mengapa bicaramu begitu
Sesak sendat
Tiada yang tahu
Hanya rindu...

Hujan ituKalam larakuSendu sebak dingin tiada rasaHanya beku melilit ragaGugur menimpa rerating masaDatang matahari hila...
02/10/2022

Hujan itu
Kalam laraku
Sendu sebak dingin tiada rasa
Hanya beku melilit raga
Gugur menimpa rerating masa
Datang matahari hilanglah ia..

Jauh fikir menggamit àkal
Jauh hati menyusur pergi
Hilang sudah rasa yang satu
Kembali fitrah seperti dahulu..🌸🌿

Kurajut kembali sisa-sisa harap Yang tersangkut pekatnya malamAku ingin menyunting bulanAwan jua menebar halang Menyusup...
02/01/2022

Kurajut kembali sisa-sisa harap
Yang tersangkut pekatnya malam
Aku ingin menyunting bulan
Awan jua menebar halang
Menyusup relung pusaran hati
Hingga boleh menyongsong pagi...

Menyulam kembali cebisan angan
Melakar impian sang raga buana
Melewati relung-relung kenangan
Mengatur langkah meniti akal
Tergelincir, tersempuh hilangnya arah
Merasa tepat tujuan asal
Rupanya ianya cereka semalam...

Lewat kelam menitip bayuPungguk tidak lagi menyanyi rinduRembesan gerimis terpercik di p**iSeakan mengerti gelodak di ha...
14/12/2021

Lewat kelam menitip bayu
Pungguk tidak lagi menyanyi rindu
Rembesan gerimis terpercik di p**i
Seakan mengerti gelodak di hati...

Bagaimana cahaya ingin terbias
Andai purnama jua menyepi
Kudup dan kelopak tiada mewangi
Seakan merajuk lara sendiri...

Sirna sudah mimpi semalam
Angan ingin menggapai kejora
Akal kusut tangan tak sampai
Terdampar lemas di relung waktu
Menunggu masa biduk berlalu... 🌸🌿

Senja nan jinggaTidak bisa tergapai oleh jemarikuTidak bisa tergapai oleh jutaan rinduNamun bisa tersemat di dalam kalbu...
22/09/2021

Senja nan jingga
Tidak bisa tergapai oleh jemariku
Tidak bisa tergapai oleh jutaan rindu
Namun bisa tersemat di dalam kalbu...

Kotak akalku sering bicara
Aku ingin menjadi semilir
Gah membawa bait-bait kenangan
Menyebar dengan megah
Yang membawa sekumit rasa...

Jadikan aku sejuta cahaya
Bisa membiaskan keindahanmu pada dunia
Cantik terhampar di langit senja
Dapat merawat segala duka...

Tersedar aku dari lamunan
Aku hanyalah aku
Yang hanya punya serpihan impian
Tidak tegar untuk aku merealisasikan...
🌸🌿

Condong ke ufuk barat,Susur galur denaimu,Penuh rahsia dan hikayat...Sungai berbatu yang dingin,Telah kureguk nikmatnya,...
07/07/2021

Condong ke ufuk barat,
Susur galur denaimu,
Penuh rahsia dan hikayat...

Sungai berbatu yang dingin,
Telah kureguk nikmatnya,
Bersama peluh2 yang berguguran,
Lalu menyusuri lorong2 perbukitan,
Ingin menari di atas permatang,
Menggapai awan tangan tak sampai...

Ingin bermimpi di belantara ini,
Menyusuri denai2 pergunungan,
Meninjau banjaran yang menjalar,
Menyorot hati menuju puncak,
Rupanya aku masih di sini,
Rapuh mindaku
Untuk berinteraksi dengan alam.. 🌿

🌿PALESTINE BERDARAH🌿Condong ke ufuk barat,Berdentum dentam bunyi bedilan,Di lorong-lorong runtuhan, Berdebu dan berseler...
09/06/2021

🌿PALESTINE BERDARAH🌿
Condong ke ufuk barat,
Berdentum dentam bunyi bedilan,
Di lorong-lorong runtuhan,
Berdebu dan berselerakan,
Ledakan demi ledakan,
Meranapkan rasa kasih dan sayang...

Ibubapa, anak2 kecil kecundang dihujung petaka,
Bermandikan darah dan airmata,
Tiada lagi bumi yg makmur,
Manusia rakus kejam bermaharajalela...

Palestine,
Kau bumi penting,
Fizikal dan spiritual kpd kesucian Islam,
Al Quran telah menyatakan,
Nabi-nabimu yg mendiami bumi sucimu,
Ibrahim, Lut, Ismail, Ishak, Yaaqub, Yusuf, Salih, Daud, Sulaiman dan Isa AS...

Muhammad SAW rasul terakhir,
Diberi penghormatan,
Dalam pengembaraannya,
Ke bumi suci ini lalu,
Singgah di malam Israk,
Di Masjid Al-Aqsa dalam peristiwa bersejarah...

Malang sungguh kau Palestine,
Bumimu dikuasai Israel laknatulah,
Lantaran Arab kalah perang Jun 1967,
Kepahitannya jadi igauan,
Rentetannya kemusnahan demi kemusnahan hingga kini...

Palestine,
Usai bila bumimu terus berdarah dan menderita,
Hanya Allah yg maha merencana,
Menunggu saat Islam kembali berkuasa,
Di tanahair sendiri...

Mereka cakap aku pelikLantaran aku sering menanti gerimis mendung yang berarakMembawa hujan gugur dari langitTitis-titis...
20/12/2020

Mereka cakap aku pelik
Lantaran aku sering menanti gerimis mendung yang berarak
Membawa hujan gugur dari langit
Titis-titis kehidupan jatuh serentak
Bersenandung semarak alam...

Lantaran asyik berbicara pada hujan
Mereka selalu menjauh ketika rintik menyapa mengelus di p**i
Sementara aku selalu menyambutnya dengan bahagia
Kerana hujan bisa hatiku lapang
Kerana hujan menjadikan jiwaku damai...

Hembusan dinginmu ada aroma tanah yang terjamah
Belaian semilir dinginmu merungkai resahku
Ada rasa rindu bertaut antara gerimis dan hujan
Tika kecil wajah-wajah yang telah pergi
Muncul dalam kotak ingatan
Rinduku bertaut di dalam hujan...

Aku ingin menjadi seperti mu
Agar aku bisa mengubati hausmu
Dahagakan seluring rindu
Mengalir kedinginan di segenap raga...

Izinkan aku menjadi hujan
Kupersembahkan kedamaian
Agar kau dan aku
Kembali bertaut seumpama
Awan dan gerimis bersatu
Menghasilkan hujan dingin bersama
Tiada lelah berteleku di sudut jendela...

Sungai ini nadi hidupPelbagai hidupan menumpang rahmatAdakala menuju jayaBanyak juga kecundang harap... Rezeki itu ada m...
30/09/2020

Sungai ini nadi hidup
Pelbagai hidupan menumpang rahmat
Adakala menuju jaya
Banyak juga kecundang harap...

Rezeki itu ada melata
Janji rajin memerah keringat
Bersabar juga halangan datang...

Duduk terpesuk di sudut anjung
Melihat gelagat manusia sejagat
Ingin berinteraksi dengan alam
Membaca fikiran menyulam awan
Mengayam desiran semilir di kaki pepohonan... 🌸🌿

Bicara kasar tanpa noktahKomapun tidakYakin akulah yang benarPurnama sampai malap sinar Suria jadi sirna cahaya... Meras...
19/06/2020

Bicara kasar tanpa noktah
Komapun tidak
Yakin akulah yang benar
Purnama sampai malap sinar
Suria jadi sirna cahaya...

Merasa aku paling berkuasa
Lidah tak bertulang meluahkan cerca
Hilang segala sopan dan santun
Terpamir kendiri menipis
Teserlah sikap sendiri...

Merasa dunia dikuasai
Merasa lawan dikalahi
Walaupun merasa tertampar
Pura-pura menjadi bijak
Tak ada lagi rasa segan
Kuasa Tuhan cuba dicelar
Tiba saat sujud tersungkur
Baru sedar Allah itu SATU...🌸🌿

Menyelak gemawan di langit kelamHendak mengintai purnama bersinarHadir gerimis menghalang inginTermanggu aku di sudut di...
28/04/2020

Menyelak gemawan di langit kelam
Hendak mengintai purnama bersinar
Hadir gerimis menghalang ingin
Termanggu aku di sudut dinding..

Gugur hujan badai menghempas
Habis pepohon meliuk arahan
Bumi basah penghuni gelisah
Menanti pasrah tenangnya alam ...

Aku ke muara mengatur langkah
Menguis pepasir mengira cengkerang
Mencari sesuatu di sudut pantai
Mengharap kejora muncul cemerlang
Yang gugur selepas hujan
Rupanya ia hanya igauan
Mimpi semalam menghiris kenangan...

REMUK🍂Remuk sudahhhQalbu nan satu iniUmpama retak menunggu kecaiUmpama layang2 terputus talinya..Ini yang dipilihBagai d...
28/04/2020

REMUK🍂

Remuk sudahhh
Qalbu nan satu ini
Umpama retak menunggu kecai
Umpama layang2 terputus talinya..

Ini yang dipilih
Bagai duri menikam daging
Mengaduh sendiri sendiri
Tiada yang bisa peduli
Leka dan asyik dengan duniawi
Akhirat juga tempat yang abadi
Sampai bila harus terusan begini..

Haruskah jatuh tak bangun lagi
Tega melirih tubir pancaindera
Remuk luluh hati tersayat peri
Engkau tidak ingin mengerti
Dalam sanubari ini
Tawar hati membungkam diri
Segalanya berserah padaMu Illahi..

Address

Kuala Lumpur

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PUISI LAVENDARungu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category