21/08/2026
🚰💧 Sirin Farid Stevy (sirin farid stevy ) & Paseduluran Nandur Banyu (nandurbanyu ), Sumur Sinaba, 2026.
Sirin Farid Stevy dan Paseduluran Nandur Banyu menanggapi isu pengelolaan air di Gunungkidul melalui karya instalasi kolaboratif. Mengangkat kontradiksi antara dua sumur simulasi, karya ini menyampaikan harapan dan kekhawatiran warga, sekaligus menekankan pentingnya melindungi sumber air yang bermakna secara ekologis, sosial, dan politik bagi kawasan tersebut.
Dalam Meet The Artist (20/08), Farid bercerita bahwa kerja fisik ini didorong oleh bakti kepada tanah kelahirannya. Kolektif ini pun memaparkan bagaimana sejak awal Juni, mereka telah membersihkan, memperbaiki, dan merawat kembali beberapa titik sumur. Catatannya lalu mereka tuangkan ke dalam booklet yang dibagikan kepada para peserta.
Pertemuan ini berlanjut dalam “Sinau Ma(n)capat” pada petang hari. Mereka belajar membaca dan melagukan puisi tradisional Jawa sambil meresapi nilai tutur sebagai cara memulihkan ingatan kolektif dan upaya untuk bertahan hidup bersama.
—
Sirin Farid Stevy and Paseduluran Nandur Banyu address water management issues in Gunungkidul through a collaborative installation. Highlighting the contradictions within two simulated wells, the work conveys residents’ hopes and fears while emphasizing the importance of protecting water sources, which hold ecological, social, and political meaning for the region.
During Meet The Artist (20/08), Farid shared that this physical labor stemmed from a desire to honor their homeland. The collective also described how, since early June, they had been cleaning, repairing, and restoring several wells. They later compiled their notes into a booklet and distributed it to the participants.
The evening continued with “Sinau Ma(n)capat”. They learned to read and chant Javanese tembang (traditional poetry), absorbing the oral wisdom of Javanese language and literature as a way to restore collective memory and navigate mutual survival.🌱