23/05/2020
Ramai riuh perdebatan diberbagai ruang sudut kepentingan, sudahkah mata hati mendengar lagu lawas peratapan? Dikala kesibukan tergantikan oleh segala bentuk keprihatinan, panggung penindasan tetap berlangsung khidmat penuh kekusyukan. Saudara-saudara kita yang diasingkan jauh dari kata kemerdekaan. Ditengah segala keterbatasan, dipercepat iramanya dalam kekejian, dilantunkan oleh rezim apartheid penuh kerakusan. Sudah jelas siapa yang berulah, sudah nyata siapa bertingkah, daripadanya nyata kelakuan penjajah.
Seketika itu p**a keheningan, mendadak hilang terkubur diatas ego kekhawatiran. Menjilati kaki-kaki pereka agenda, dengan banyolan perdebatan sesama. Warta adu domba penuh terka, hilang di atas kewarasan serta naluri akal logika. Sandiwara lama yang sengaja dilestarikan, dipertontonkan, pembodohan yang berkelanjutan. Masih pantaskah yang berjiwa diam tak memikirkan? atau larut dalam retorika agenda kemunafikan?
Bergemalah suara kemerdekaan, pada jiwa yang terang penuh kemawasan, kewarasan, kepada yang hari-harinya bersahabat dengan suara perjuangan. Pada jiwa-jiwa yang tulus terpatri penuh suara perdamaian. Melawan segala sifat penindasan, melawan segala bentuk kemungkaran. Di ujung Bumi Pertiwi kami ucapkan hari kemenangan, hari yang kelak kan benar-benar terang tak sekedar harapan. Di bumi mereka kan dimerdekakan oleh Yang Maha Memerdekakan. Hari dimana ketidakadilan sirna dalam pandangan.
by : Lot Fante