Info.wonosobo

Info.wonosobo Ora obah ora madhang. info.wonosobo memberikan informasi seputar wonosobo dan sekitarnya

Terungkap, Mantan Manajer Otaki Perampokan SPBU Selokromo WonosoboPolres Wonosobo mengungkap perkembangan penyidikan kas...
19/08/2026

Terungkap, Mantan Manajer Otaki Perampokan SPBU Selokromo Wonosobo

Polres Wonosobo mengungkap perkembangan penyidikan kasus pencurian dengan kekerasan di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.

Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi menyita satu senjata api rakitan jenis revolver beserta peluru serta barang bukti hasil kejahatan dengan nilai total mencapai Rp467,843 juta.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di ruang kantor SPBU Selokromo, Jalan Wonosobo–Banyumas, Desa Selokromo, Kecamatan Leksono. Perkara tersebut dilaporkan pada 10 Agustus 2026 dan kemudian ditangani oleh Polres Wonosobo.

Dalam perkembangan penyidikan, seorang tersangka berinisial AR, 53 tahun, menyerahkan diri kepada polisi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Polisi menyebut AR sebagai pelaku utama yang berperan dalam merencanakan dan mengatur pelaksanaan aksi, termasuk upaya menghilangkan barang bukti setelah kejadian.

AR diketahui pernah menjabat sebagai manajer SPBU Selokromo pada 2006 hingga 2009.

Dari tersangka tersebut, penyidik menyita uang hasil kejahatan sebesar Rp260,421 juta. Polisi juga mengamankan Toyota Vios dan Honda HRV yang diduga digunakan dalam rangkaian aksi.

Pengembangan kasus kemudian mengarah kepada tersangka RAT. Dari rumah RAT, polisi menemukan satu senjata api rakitan jenis revolver warna silver beserta peluru jenis PL22. Senjata tersebut kini diamankan polisi sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan mengatakan, penyitaan senjata api rakitan menjadi salah satu temuan penting dalam pengembangan perkara.

Polisi masih mendalami asal-usul senjata tersebut serta keterkaitannya dengan rangkaian aksi pencurian dengan kekerasan di SPBU Selokromo.

“Dalam pengembangan perkara, kami berhasil mengamankan satu senjata api rakitan jenis revolver beserta pelurunya. Saat ini senjata tersebut masih kami dalami, termasuk kepemilikan dan kaitannya dengan tindak pidana yang terjadi,” ujar Arif.

Selain senjata api, polisi menemukan lokasi yang diduga digunakan untuk membakar atau memusnahkan barang bukti di jembatan lama Rejasa, Desa Gayam, Kabupaten Banjarnegara. Dari lokasi tersebut ditemukan sisa pembakaran berupa kotak DVR CCTV dan bagian resleting rompi atau jaket.

Arif mengatakan, penyidik masih memburu satu orang DPO berinisial AD serta terus mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap satu orang DPO dan penelusuran terhadap barang bukti lainnya. Penyidik juga terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya,” katanya.

Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, polisi telah mengamankan uang tunai hasil kejahatan sebesar Rp408,743 juta.

Sejumlah barang hasil kejahatan juga disita, antara lain sepeda motor Yamaha NMAX, Honda Beat, tiga unit telepon seluler, serta sepatu dengan nilai taksiran Rp59,1 juta.

Total nilai barang bukti hasil kejahatan yang telah diamankan mencapai Rp467,843 juta. Polisi masih melakukan penelusuran terhadap uang maupun barang hasil kejahatan yang belum ditemukan.

Perkara tersebut disangkakan melanggar Pasal 479 ayat (2) huruf a, huruf b, dan huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.
Sorotan
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/95202/terungkap-mantan-manajer-otaki-perampokan-spbu-selokromo-wonosobo

Ditinggal Sarapan, Rumah Kayu Pasutri Lansia di Wonosobo Hangus TerbakarSebuah rumah kayu kepunyaan pasangan lanjut usia...
16/08/2026

Ditinggal Sarapan, Rumah Kayu Pasutri Lansia di Wonosobo Hangus Terbakar

Sebuah rumah kayu kepunyaan pasangan lanjut usia ludes terbakar di Dusun Lamuk RT 12 RW 05, Desa Kalidesel, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (15/8/2026).

Peristiwa amukan si jago merah tersebut terjadi sekira pukul 08.45 WIB dan mengakibatkan tiga rumah warga di sekitarnya ikut terdampak.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, menyampaikan bahwa kobaran api telah berhasil dipadamkan warga secara swadaya sebelum armada Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi.

"Sesampainya di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga. Selanjutnya petugas melakukan pendinginan di area yang terbakar," kata Sabarno saat dihubungi.

Kronologi Kejadian Kebakaran

Berdasarkan catatan laporan BPBD Kabupaten Wonosobo, hunian yang dilalap api tersebut merupakan milik Mursono (77) yang tinggal berdua bersama istrinya, Suwarti (76).

Ketika insiden kebakaran berlangsung, Suwarti sedang menyantap sarapan pagi di dalam ruangan rumah.

Ia mendadak melihat kobaran api sudah membesar dan melahap area atap rumahnya.

Suwarti sontak berteriak histeris untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Mendengar jeritan tersebut, para tetangga bergegas gotong royong memadamkan api serta meneruskan laporan kedaruratan kepada jajaran Damkar Kabupaten Wonosobo.

Proses Pemadaman Damkar

"Informasi kebakaran diterima petugas pada pukul 09.43 WIB. Tim Damkar berangkat menuju lokasi pada pukul 10.14 WIB dan tiba sekitar pukul 11.04 WIB," jelasnya.

Personel pemadam kebakaran kemudian melangsungkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara api yang dapat memicu kobaran baru.

"Penanganan kebakaran selesai sekitar pukul 11.54 WIB," lanjutnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah kebakaran di kawasan permukiman tersebut.

Rincian Kerugian Materiil

Kendati demikian, amukan api menorehkan kerusakan parah pada kediaman Mursono serta tiga bangunan rumah di dekatnya.

Bangunan rumah kayu milik Mursono hangus dilalap api dengan estimasi nilai kerugian materiil mencapai Rp100 juta.

Imbas kobaran api juga merembet ke hunian milik Kusnanto (34) dengan kerusakan meliputi pecahan kaca, onderdil bengkel, serta bagian atap dengan kerugian sekira Rp25 juta.

Sementara itu, rumah milik Suryono (55) mengalami kerusakan pada bangunan dapur permanen, bagian atap, beserta perabotan rumah tangga dengan tafsiran kerugian Rp150 juta.

Adapun tempat tinggal kepunyaan Sutiyono (52) menderita kerusakan pada bagian atap seng dengan perkiraan kerugian sekitar Rp7 juta.

"Total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp282 juta," jelasnya.

Dugaan Pemicu dar Tungku

Berdasarkan laporan hasil penanganan musibah, percikan api diduga kuat bersumber dari tungku api di kediaman korban.

Penanganan darurat di lapangan melibatkan kolaborasi personel Damkar Wonosobo, TRC BPBD Wonosobo, RPB Watumalang, Redkar Wonosobo, TNI, Polri, Pemerintah Desa Kalidesel, serta warga setempat.

Guna menjinakkan api dan pendinginan, petugas menerjunkan Unit Thanos, unit armada tangki air, beserta unit siaga operasional.

Pihak BPBD Wonosobo mengingatkan masyarakat untuk senantiasa berhati-hati ketika mengoperasikan tungku masak maupun sumber api lain di rumah serta segera melapor saat menjumpai peristiwa kebakaran.
Suzuki Indonesia
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/news/95106/ditinggal-sarapan-rumah-kayu-pasutri-lansia-di-wonosobo-hangus-terbakar

Pemuda di Wonosobo Bawa Kabur Motor Musafir yang Pura-pura DitolongnyaPolres Wonosobo melalui Polsek Sapuran bersama Uni...
12/08/2026

Pemuda di Wonosobo Bawa Kabur Motor Musafir yang Pura-pura Ditolongnya

Polres Wonosobo melalui Polsek Sapuran bersama Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Wonosobo berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.

Pelaku diduga membawa kabur sepeda motor milik korban setelah sebelumnya berpura-pura menawarkan bantuan mengantarkan korban p**ang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di jalan umum turut Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.

Korban merupakan seorang pelajar berusia 17 tahun, warga Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo.

Kejadian bermula ketika korban bersama temannya tersesat saat hendak p**ang ke Bruno dan sampai di wilayah Sapuran.

Korban kemudian bertemu dengan tersangka yang menawarkan diri untuk mengantarkan korban p**ang menggunakan sepeda motor milik korban.

Dalam perjalanan, tersangka yang mengemudikan sepeda motor dengan posisi berboncengan tiga kemudian berpura-pura hendak buang air kecil. K

etiganya berhenti di pinggir jalan. Setelah selesai, tersangka lebih dahulu naik ke sepeda motor dan berusaha melarikan diri.

Korban yang mengetahui hal tersebut berusaha mencegah tersangka dengan mencengkeram pundaknya dari belakang. Tersangka kemudian mengayunkan tangan kirinya ke arah belakang untuk melepaskan cengkeraman tersebut.

Ayunan tangan itu mengenai wajah korban hingga menyebabkan luka di sekitar bibir.

Setelah berhasil melepaskan diri, tersangka melarikan diri menggunakan sepeda motor korban dan meninggalkan korban bersama temannya di lokasi kejadian.

Keduanya kemudian berjalan menuju Puskesmas Pembantu Kalikarung dan mendapat bantuan warga untuk menghubungi keluarga.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Sapuran bersama Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Wonosobo melakukan serangkaian penyelidikan. Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku sekaligus menelusuri keberadaan sepeda motor milik korban.

Tersangka berinisial A, 27 tahun, warga Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Tersangka berhasil diamankan pada 31 Juli 2026 di sekitar Alun-alun Sapuran.

Polisi juga berhasil mengamankan sepeda motor korban dari pihak lain. Kendaraan tersebut sebelumnya telah dijadikan jaminan utang oleh tersangka dan ditemukan dalam kondisi menggunakan nomor polisi yang tidak sesuai dengan aslinya.

Kapolsek Sapuran AKP Suryanto, S.H., M.H. mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama dan koordinasi antara Unit Reskrim Polsek Sapuran dengan Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Wonosobo.

“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan menelusuri keberadaan sepeda motor milik korban. Alhamdulillah, pelaku berhasil kami amankan dan barang bukti kendaraan juga berhasil ditemukan,” ujar AKP Suryanto.

“Dari kejadian ini kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya ketika berada di perjalanan dan bertemu dengan orang yang belum dikenal.

Jangan mudah percaya atau menyerahkan kendaraan kepada orang lain tanpa memastikan terlebih dahulu identitas dan maksudnya,” katanya.

Dalam perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, STNK, serta surat keterangan dari pihak leasing yang menerangkan bahwa BPKB sepeda motor masih menjadi jaminan kredit.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka juga tercatat pernah terlibat perkara pencurian dengan kekerasan pada 2023.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

AKP Suryanto mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana atau menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian, jangan ragu untuk menghubungi Polsek Sapuran atau kantor kepolisian terdekat maupun memanfaatkan layanan kepolisian 110 gratis dan 24 jam. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya.

Polres Wonosobo bersama jajaran juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan perjalanan dan berinteraksi dengan orang yang baru dikenal. Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya terhadap tawaran bantuan yang belum dapat dipastikan identitas maupun maksudnya.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/95005/pemuda-di-wonosobo-bawa-kabur-motor-musafir-yang-pura-pura-ditolongnya

SPBU Selokromo Wonosobo Diduga Dirampok, Uang Ratusan Juta RaibKabar dugaan perampokan terjadi di SPBU Selokromo, Kecama...
11/08/2026

SPBU Selokromo Wonosobo Diduga Dirampok, Uang Ratusan Juta Raib

Kabar dugaan perampokan terjadi di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, beredar melalui pesan WhatsApp pada Senin (10/8/2026).

Pesan tersebut menyebut adanya kejadian dugaan perampokan di SPBU Selokromo yang berlangsung pada Minggu malam (9/8/2026), sekitar pukul 23.30 WIB.

Dalam informasi yang beredar, korban dan saksi disebut mengalami ancaman serta tindakan kekerasan.

Pelaku kemudian mengambil sejumlah uang milik SPBU dan barang pribadi korban.

Saat dihubungi, Polres Wonosobo membenarkan adanya kejadian tersebut. Plt Kasi Humas Polres Wonosobo Ipda M. Wahyu Suprayono mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Kami membenarkan telah terjadi dugaan pencurian dengan kekerasan di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, pada Minggu malam, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 23.30 WIB," ungkapnya.

Menurut keterangan kepolisian, kerugian sementara pihak SPBU diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

"Kerugian sementara pihak SPBU diperkirakan mencapai ratusan juta," ujarnya.

Meski korban dan saksi mengalami ancaman serta tindakan kekerasan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Saat ini, Polres Wonosobo melalui Polsek Leksono dan Satreskrim masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

Masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan kejadian tersebut diminta segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan apabila memiliki informasi terkait kejadian ini, segera sampaikan kepada pihak kepolisian," tandasnya.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/94941/spbu-selokromo-wonosobo-diduga-dirampok-uang-ratusan-juta-raib

Balon Udara Bergambar Wajah Presiden Prabowo Hingga Tulisan MBG Terbang di Langit WonosoboSebanyak 40 balon udara mengud...
09/08/2026

Balon Udara Bergambar Wajah Presiden Prabowo Hingga Tulisan MBG Terbang di Langit Wonosobo

Sebanyak 40 balon udara mengudara di langit Wonosobo dalam gelaran Tunas Bumi Fest 2026, Minggu (9/8/2026).

Yang membuat unik, sejumlah balon udara yang diterbangkan bergambar wajah Presiden Prabowo Subianto.

Ada juga lambang Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, dan wajah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

Festival ini memang bukan sekadar atraksi balon udara tetapi menjadi ajang menyosialisasikan program unggulan pemerintah pusat.

Panitia pelaksana Tunas Bumi Fest 2026, Mantep Abdul Ghoni mengatakan, balon udara menjadi media yang dipilih untuk mengenalkan program pemerintah kepada masyarakat.

"Hari ini, banyak sekali misinformasi di masyarakat (tentang program pemerintah)."

"Maka, hari ini, kami terbangkan semua program Pak Prabowo di balon," kata Mantep di sela kegiatan.

Menurutnya, sejumlah program yang diangkat melalui kegiatan tersebut di antaranya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), MBG, BGN, Jembatan Garuda, Sekolah Rakyat, hingga Batalyon TP.

Mantep mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai program pemerintah dan tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

Ia menilai, sejumlah program pemerintah berkaitan dengan upaya pemerataan ekonomi hingga tingkat desa.

"Hari ini, programnya adalah semua program Pak Prabowo akan kami naikkan untuk memberitahu kepada Indonesia bahwa dari kota kecil di Wonosobo, masih ada pendukungnya Pak Prabowo yang paham akan program-program Pak Prabowo," jelasnya.

Selain membawa pesan program pemerintah, kegiatan tersebut juga mengangkat tema pelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai pesan kepada masyarakat melalui kegiatan yang bersifat terbuka dan menarik perhatian.

"Hari ini, ada 40 balon kami terbangkan sebagai bukti bahwa Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) ikut serta dalam meramaikan Hari Ulang Tahun Wonosobo yang ke-201," imbuhnya.

Gerakkan Wisata Daerah

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, festival balon udara menjadi bagian dari upaya menggerakkan sektor pariwisata daerah.

Menurutnya, Wonosobo memiliki potensi alam yang melimpah.

Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk menarik semakin banyak wisatawan.

"Kita harus memulai karena memang Wonosobo memiliki alam yang melimpah," kata Afif.

Menurut Afif, pengembangan wisata Wonosobo tidak hanya berkaitan dengan mendatangkan wisatawan, tetapi juga harus berjalan bersama upaya menjaga lingkungan.

Ia menyebut, konsep sport tourism dan ekowisata sebagai bagian dari pengembangan pariwisata di Wonosobo.

Potensi tersebut semakin besar karena wilayah Wonosobo memiliki kawasan pegunungan dengan bentang alam yang menjadi daya tarik wisata.

Afif juga menyoroti penanaman kopi di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing dalam rangkaian festival ini.

Menurutnya, tanaman kopi dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

Kopi yang ditanam di kawasan lereng gunung diharapkan dapat membantu menjaga lingkungan dan air, sementara hasil panennya dapat meningkatkan perekonomian warga.

Ia berharap, pengelolaan potensi alam tersebut mampu membuat wisatawan yang datang ke Wonosobo semakin banyak dan mendapatkan pengalaman berkesan.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat yang turut hadir dalam penerbangan balon udara program Prabowo ini memberikan perhatian terhadap pengembangan pariwisata Wonosobo.

Ia menilai, Festival Balon Wonosobo merupakan kegiatan rutin yang berpotensi menarik wisatawan, termasuk wisatawan dari luar negeri.

"Saya optimistis Wonosobo akan tetap berjaya," kata Jumhur Hidayat.

Menurutnya, tren masyarakat yang kini mencari tempat untuk beristirahat dan melakukan healing dapat menjadi peluang bagi daerah yang memiliki kekayaan alam seperti Wonosobo.

Ekowisata dinilai dapat terus berkembang seiring meningkatnya minat terhadap wisata yang menawarkan keindahan alam dan lingkungan.

Jumhur Hidayat mengatakan, pemerintah juga tengah membicarakan pengembangan ekowisata yang berkaitan dengan pemulihan lingkungan.

Ia menyinggung konsep jasa lingkungan yang menurutnya memiliki nilai ekonomi.

"Jadi, jasa lingkungan itu enggak gratisan sebetulnya," ujarnya.

Ia mengatakan, konsep tersebut dapat menjadi salah satu keunggulan Wonosobo dalam mengembangkan pariwisata berbasis keindahan dan kebaikan lingkungan.

Selain pengembangan ekowisata, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian.

Pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memastikan persoalan sampah dapat diselesaikan.

"Memastikan tuntas, sebelum akhir 2027 harus sudah tuntas," katanya.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/94888/balon-udara-bergambar-wajah-presiden-prabowo-hingga-tulisan-mbg-terbang-di-langit-wonosobo

Total Hadiah Rp10 Juta! Intip Syarat dan Ketentuan Karnaval Kemerdekaan Wonosobo 2026 HUT ke-81 RIDalam rangka memeriahk...
08/08/2026

Total Hadiah Rp10 Juta! Intip Syarat dan Ketentuan Karnaval Kemerdekaan Wonosobo 2026 HUT ke-81 RI

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi menghadirkan acara karnaval kemerdekaan.

Dengan mengusung tema “Bergerak dengan Empati, Mengabdi dengan Sinergi, Lestari untuk Negeri”. Acara meriah ini akan berlangsung pada Selasa (18/8/2026), dimulai pukul 12.30 WIB.

Bagi Anda yang yang ingin berpartisipasi dalam kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Wonosobo, simak syarat dan ketentuannya!

Informasi Pendaftaran
Jadwal pendaftaran acara kemeriahan Kemerdekaan akan dibuka mulai tanggal 2 Agustus 2026 sampai dengan 10 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB. Tambahan informasi, bahwa pendaftaran akan ditutup apabila jumlah peserta kontingen sudah penuh.

Untuk membangkitkan semangat para peserta, acara ini menyediakan total hadiah yang fantastis sebesar Rp10 juta. Penasaran? Yuk simak panduan mengenai syarat dan ketentuan yang perlu anda ketahui untuk pendaftaran.

Syarat dan Ketentuan Pendaftaran

Semarak Karnaval Kemerdekaan
Pendaftaran peserta dapat mewakili Perangkat Daerah/RSUD/ BUMN/BUMD/Sekolah (SMP/SMA sederajat) /Perguruan Tinggi/Instansi Vertikal/Kecamatan/ Desa/Kelurahan/komunitas/kelompok lainnya di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Para instansi/lembaga/komunitas diperbolehkan hanya mengirimkan 1 (satu) kontingen terdiri dari:

*Peserta wajib berjalan kaki.

*Kendaraan hias: bersifat TIDAK WAJIB, hanya dibatasi 1 unit kendaraan roda 4, bak terbuka, maksimal sekelas “isuzu elf”.

*Dilarang menggunakan sepeda/sepeda motor.

*Peserta Perangkat Daerah yang berjalan kaki, minimal sejumlah pegawai Perangkat Daerah, dan maksimal berjumlah 50 orang.

*Khusus peserta diluar Perangkat Daerah dari instansi/lembaga/komunitas, minimal jumlah peserta 30 orang dan maksimal 50 orang.

*Seluruh kontingen calon peserta diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

*Bagi kontingen yang akan menyertakan kendaraan hias, WAJIB mengirimkan DESAIN saat melakukan pendaftaran, dengan ketentuan:

1. Selaras dengan tema karnaval (mengusung unsur budaya, perjuangan, lingkungan hidup secara lengkap).
2. Batasan hiasan pada kendaraan hanya diperbolehkan melebihi lebar
kendaraan.

Link Pendaftaran dan Kontak Panitia
Sebagai informasi tambahan bagi calon peserta, pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah melalui https://w-sb.org/DaftarKarnavalWSB2026
Sebelum batas waktu pendaftaran berakhir, seluruh berkas pendaftaran harus dilengkapi.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi panitia di nomor 0831-4689-1052.

Tertarik mengikuti kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Wonosobo? Segera daftarkan kontingen Anda sebelum kuota terpenuhi!
semua orang
Sumber :
https;//serayunews.com/total-hadiah-rp10-juta-intip-syarat-dan-ketentuan-karnaval-kemerdekaan-wonosobo-2026-hut-ke-81-ri

DPRD Wonosobo Bakal Panggil Dinsos Soal Penyelewengan PKH di KalikajarPimpinan DPRD Kabupaten Wonosobo berencana memangg...
07/08/2026

DPRD Wonosobo Bakal Panggil Dinsos Soal Penyelewengan PKH di Kalikajar

Pimpinan DPRD Kabupaten Wonosobo berencana memanggil Dinas Sosial Wonosob terkait dugaan penyimpangan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Kalikajar.

Wakil Ketua DPRD Wonosobo Mugi Sugeng mengatakan, pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta penjelasan pemerintah daerah terkait persoalan tersebut lewat rapat dengar pendapat (RDP).

"Kami ingin mengundang (lewat) RDP, pemerintah, baik Dinas Sosial maupun lainnya," kata Mugi Sugeng ditemui dalam acara di Kejiwan, Kabupaten Wonosob, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026).

Politisi dari Partai Demokrat ini mengatakan, DPRD Wonosobo perlu mengetahui duduk persoalan terkait dugaan penyimpangan penyaluran PKH sebelum memberikan komentar lebih jauh.

Terlebih, program PKH merupakan program pemerintah pusat dan berkaitan dengan pendamping yang berada di bawah Kementerian Sosial.

"Kami memposisikan diri sebagai wakil rakyat ya, yang pertama bahwa ini kan program nasional," ujarnya.

Ia menjelaskan, dana PKH juga disalurkan langsung ke rekening penerima manfaat dan tidak masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Mugi menilai, kondisi tersebut membuat DPRD Wonosobo perlu mendapatkan penjelasan dari pihak-pihak terkait agar persoalan dapat dipahami secara utuh.

"Untuk komentar lebih rincinya kan kami akan mengundang Dinas Sosial dan objek lainnya," katanya.

Keluhan Soal Update Data

Mugi juga mengungkapkan bahwa DPRD Wonosobo selama ini cukup sering menerima keluhan masyarakat terkait program PKH.

Di antaranya, soal warga miskin yang belum terdata sebagai penerima manfaat maupun persoalan pembaruan data penerima bantuan.

"Ya sering sih, artinya, keluhan yang masuk ke kami ini kan ada, mungkin belum terserapnya ataupun belum terdatanya data yang terbaru," ujarnya.

Update data penerima PKH, katanya, menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

"Sementara, kadang, pembaharuan data dari kita itu belum bisa mempengaruhi itu secara signifikan," imbuhnya.

Terkait dugaan penyimpangan PKH di Kalikajar yang saat ini telah masuk dalam proses hukum, Mugi mengatakan, DPRD Wonosobo akan berhati-hati dalam memberikan pernyataan.

"Karena ini sudah masuk ranah hukum sehingga tentu juga tidak etis ketika biicara apa sih sebetulnya persoalan yang sebelum kita nanti tahu dari mitra kita tadi," jelasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosobo tengah menyidik dugaan penyimpangan penyaluran PKH di Kecamatan Kalikajar.

Dalam penyidikan tersebut, Kejari Wonosobo telah memeriksa sekitar 20 saksi dan menemukan hampir 600 kartu ATM beserta buku rekening milik penerima manfaat yang diduga belum diserahkan kepada pemiliknya.

Hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap alat bukti dan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/94828/dprd-wonosobo-bakal-panggil-dinsos-soal-penyelewengan-pkh-di-kalikajar?page=2

Balon Udara Wonosobo Bakal Mengudara di Langit Meksiko, Jadi Satu-satunya Wakil IndonesiaBalon udara Wonosobo bakal tamp...
03/08/2026

Balon Udara Wonosobo Bakal Mengudara di Langit Meksiko, Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia

Balon udara Wonosobo bakal tampil dan mengudara di langit Meksiko dalam Festival Del Globo Tahmek Yucatan.

Komunitas Balon Udara Wonosob menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang diundang dalam festival internasional itu.

Festival Del Globo Tahmek Yucatan akan berlangsung 22-23 Agustus 2026.

Fesvital ini akan diikuti enam negara, yakni Meksiko sebagai tuan rumah, Prancis, Kolombia, El Salvador, Brasil, serta Indonesia yang diwakili Wonosobo.

Ketua Komunitas Balon Udara Wonosobo, Agam Setyobudi mengatakan, keikutsertaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus kesempatan memperkenalkan budaya balon udara Wonosobo ke dunia internasional.

"Kebetulan, yang Indonesia hanya dari Wonosobo," ungkapnya, Minggu (2/8/2026).

Agam menjelaskan, keikutsertaan Wonosobo bukan melalui proses pendaftaran, melainkan undangan langsung dari panitia di Meksiko.

Undangan tersebut berawal dari rekomendasi peserta asal Brasil yang pernah mengikuti Festival Mudik Wonosobo pada 2025.

Dari pertemuan itu, panitia Meksiko akhirnya memilih Indonesia untuk ikut serta dengan menunjuk komunitas balon udara dari Wonosobo.

"Kita dapat undangan dari teman-teman Meksiko," ucapnya.

Dalam festival nanti, Komunitas Balon Udara Wonosobo akan membawa dua balon udara.

Satu di antara balon itu dibuat khusus dengan desain kolaborasi Indonesia dan Meksiko sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Desain tersebut telah dipersiapkan selama proses produksi yang saat ini masih berlangsung.

Berangkatkan Dua Orang

Menurut Agam, produksi balon kali ini berbeda dibanding sebelumnya karena melibatkan sekitar 20 tim dari berbagai komunitas agar lebih banyak pihak ikut berpartisipasi mendukung Wonosobo di tingkat internasional.

Agam akan bertugas sebagai perwakilan komunitas, sementara satu orang lain bertanggung jawab mendokumentasikan seluruh perjalanan mulai keberangkatan, pelaksanaan festival hingga kep**angan.

Meski hanya datang berdua, proses penerbangan balon tidak dilakukan sendiri.

Panitia di Meksiko telah menyiapkan kru lokal yang akan membantu seluruh kebutuhan teknis selama festival berlangsung.

"Teman-teman yang ada di sana siap membantu, walaupun kita hanya berangkat berdua," jelasnya.

Agam menjelaskan, festival balon udara di Meksiko memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan penyelenggaraan di Wonosobo.

Di Indonesia, balon udara diterbangkan sesuai regulasi dengan sistem ditambatkan demi alasan keselamatan penerbangan.

Sementara, di Meksiko, balon diterbangkan secara bebas menggunakan metode modern.

Selain itu, waktu penerbangannya juga berbeda.

Jika di Wonosobo balon diterbangkan pada pagi hari, di Meksiko, kegiatan berlangsung menjelang sore hingga malam.

"Perbedaan tersebut dipengaruhi aturan dan kondisi cuaca di masing-masing negara," lanjutnya.

Persiapan menuju festival internasional juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Agam mengungkapkan, satu balon membutuhkan biaya produksi sekitar Rp10 juta.

Biaya tersebut dipengaruhi desain yang cukup rumit serta penggunaan berbagai warna kertas khusus yang tidak tersedia di Wonosobo sehingga harus dipesan terlebih dahulu.

Selain biaya produksi, perjalanan menuju Meksiko juga menjadi tantangan tersendiri karena waktu tempuh penerbangan mencapai sekitar 38 jam.

Meski menghadapi berbagai tantangan, dukungan dari anggota komunitas terus mengalir.

Mereka bergotong-royong menyelesaikan produksi balon sebagai bentuk kebanggaan membawa nama Wonosobo dan Indonesia ke ajang internasional.

Agam berharap, keikutsertaan tersebut membuktikan kualitas balon udara Wonosobo mampu bersaing dengan negara lain.

Agenda dari Desa Hingga Kabupaten

Selain tampil di luar negeri, Wonosobo juga memiliki agenda tahunan yang menjadi daya tarik wisata.

Festival pertama adalah Festival Mudik, yang digelar pada momentum Syawalan selama lebih dari satu pekan di lebih dari 15 lokasi dengan puncak acara berlangsung di Alun-alun Wonosobo.

Agenda kedua ialah Java Balloon Attraction yang rutin digelar sekitar Juli hingga Agustus.

Selain dua agenda utama tersebut, berbagai festival balon juga digelar dalam skala desa melalui kegiatan tradisi seperti Merdi Dusun dan peringatan lainnya.

Balon udara Wonosobo kini tidak hanya menjadi tradisi masyarakat, tetapi juga telah memperoleh pengakuan resmi.

"Budaya balon udara Wonosobo telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda serta memiliki hak Kekayaan Intelektual Komunal (KIK)," imbuhnya.

Hal tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya Wonosobo.

Usai mengikuti festival di Meksiko, Komunitas Balon Udara Wonosobo dijadwalkan langsung memenuhi undangan kegiatan balon udara di Gorontalo sebagai bagian dari kerja sama promosi budaya.

"Semoga, balon udara mendunia dan tetap diteruskan oleh generasi berikutnya agar bisa memperkenalkan Wonosobo di Indonesia bahkan di dunia," katanya.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/94640/balon-udara-wonosobo-bakal-mengudara-di-langit-meskiko-jadi-satu-satunya-wakil-indonesia

Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Wonosobo Diwarnai Haru Orang Tua SiswaTangis haru menyelimuti orang tua siswa saat menghad...
01/08/2026

Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Wonosobo Diwarnai Haru Orang Tua Siswa

Tangis haru menyelimuti orang tua siswa saat menghadiri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (31/7). Momen tersebut dirasakan para orang tua yang merasa bersyukur karena anaknya dapat melanjutkan pendidikan secara gratis.
Saat berdialog dengan Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, salah satu orang tua siswa, Tri Murniyati, mengaku tidak dapat menahan air mata bahagianya ketika mengetahui putranya, Muhammad Daud, resmi diterima di Sekolah Rakyat.

"Kagem (kepada) bapak Presiden, matur nuwun sanget, terima kasih banyak sudah menyediakan gedung (Sekolah Rakyat), untuk pendidikan anak-anak kami yang kurang mampu, kami bisa meraih cita-cita melalui anak-anak kami," katanya saat berdialog dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Tri adalah orang tua tunggal yang menanggung lima anggota keluarga. Sehari-hari ia bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan hanya sekitar Rp700 ribu per bulan.

Dengan penghasilan sekecil itu, dirinya mengaku kesulitan membiayai sekolah anak-anaknya. Kehadiran Sekolah Rakyat pun menjadi jawaban atas kesulitan tersebut, hingga salah satu anaknya bisa melanjutkan pendidikan di sana.

"Karena anak-anak saya ingin sekali maju, ingin sekali menjadi anak-anak yang membanggakan orang tua. Buat saya, ini adalah kesempatan untuk kami bisa mendidik anak-anak menjadi lebih baik lagi," ucap dia sambil meneteskan air mata.

Rasa syukur serupa juga dirasakan Turmudi, orang tua dari Syekh M***i yang turut menjadi siswa Sekolah Rakyat. Turmudi berprofesi sebagai buruh tani dengan penghasilan tak menentu, terkadang hanya Rp50 ribu per hari saat ada lahan yang digarap.

Baginya, Sekolah Rakyat sangat meringankan beban ekonomi keluarga karena anak pertamanya bisa melanjutkan pendidikan secara gratis dan berkualitas. Ia pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, saya merasa senang, saya rakyat kecil, dibantu sama Bapak Presiden Prabowo, semoga lancar dan anak-anak saya jadi pintar," kata Turmudi haru.

Di sisi lain, Agus Jabo menyampaikan program Sekolah Rakyat merupakan gagasan Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan. Program ini dirancang agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa bersekolah.

"Maka negara kemudian menjemput, menjemput anak-anak dari Bapak dan Ibu ke rumah-rumah untuk disekolahkan di Sekolah Rakyat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Ia menyebut keluarga Tri dan Turmudi hanya dua dari banyak keluarga yang kesulitan menyekolahkan anak akibat keterbatasan ekonomi. Kondisi ini merupakan gambaran persoalan pendidikan yang lebih besar di Indonesia.

Menurut Agus Jabo, saat ini terdapat 4,1 juta anak Indonesia yang belum, tidak, atau putus sekolah akibat kendala ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk meningkatkan daya tampung gedung Sekolah Rakyat dari seribu menjadi minimal dua ribu siswa per sekolah.

"Pak Presiden kemarin perintahnya adalah setiap sekolah harus bisa menampung seribu siswa. Sekarang ini kita diperintahkan satu sekolah harus bisa menampung minimal dua ribu siswa, karena saking banyaknya anak-anak kita yang tidak sekolah," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara pembukaan MPLS turut dihadiri Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, dan Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna. Hadir p**a Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, serta pejabat terkait
semua orang
Sumber :
https;//www.cnnindonesia.com/nasional/20260731162811-25-1387158/pembukaan-mpls-sekolah-rakyat-wonosobo-diwarnai-haru-orang-tua-siswa

Address

Jalan Pemuda
Wonosobo

Telephone

+81318221455

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info.wonosobo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category