Info.wonosobo

Info.wonosobo Ora obah ora madhang. info.wonosobo memberikan informasi seputar wonosobo dan sekitarnya

Ramaikan yuhWonosobo Expo 2026 Resmi Dibuka, 130 Stand Promosi UMKM dan Ekonomi KreatifRatusan stan berdiri rapi di Sasa...
23/04/2026

Ramaikan yuh
Wonosobo Expo 2026 Resmi Dibuka, 130 Stand Promosi UMKM dan Ekonomi Kreatif

Ratusan stan berdiri rapi di Sasana Adipura Wonosobo menghadirkan beragam produk lokal dari aroma kopi khas pegunungan hingga warna-warni batik dan kerajinan tangan yang memikat, Kamis (23/4/2026).

Di tengah geliat itu, Wonosobo Expo 2026 resmi dibuka Bupati Afif Nurhidayat sebagai panggung besar bagi UMKM dan ekonomi kreatif daerah.

Bupati Afif Nurhidayat pun menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam mendorong pelaku usaha kecil untuk berkembang.

"Ini bentuk kehadiran negara untuk membantu memacu semangat pelaku UMKM agar bisa naik kelas," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan seperti expo harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Dia juga optimistis ajang ini dapat menjadi ruang bertukar pengalaman antar pelaku usaha sekaligus sarana edukasi.

"Jualan kami tidak hanya tradisional. Hari ini jualan harus modern," tambahnya.

Pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar.

Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa pemanfaatan media sosial menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pasar.

Tanpa digitalisasi, pelaku usaha berisiko kehilangan peluang.

Dia juga menyebut bahwa momentum ini harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk meningkatkan literasi dan kualitas usaha, termasuk melalui penguatan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang dikembangkan di berbagai wilayah.

Kepala Disdagkp UKM Kabupaten Wonosobo, Achmad Fathoni menjelaskan, Wonosobo Expo 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi produk lokal.

Wonosobo Expo 2026 dirancang untuk mendukung gerakan nasional bangga buatan Indonesia serta mendorong masyarakat untuk berwisata di dalam negeri.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk memvisualisasikan berbagai produk dan layanan unggulan daerah.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya koperasi, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Wonosobo.

Tak hanya itu, expo ini diharapkan menjadi zona terpadu promosi potensi daerah sekaligus memperkuat branding Wonosobo sebagai daerah yang berbasis ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal.

“Ajang ini juga membuka peluang kerja sama lintas sektor,” ujar Fathoni.

Dia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, swasta, komunitas seni, hingga pelaku ekonomi kreatif menjadi kunci dalam memperluas jaringan bisnis serta meningkatkan kunjungan wisata.

130 stan turut meramaikan expo ini, diikuti berbagai peserta mulai dari koperasi desa, komunitas UMKM, perangkat daerah, BUMN dan BUMD, hingga pelaku usaha dari luar daerah.

Khusus untuk pelaku UKM lokal dan perangkat daerah, disediakan 26 stan yang menampilkan produk unggulan seperti makanan olahan, kopi, batik, hingga kerajinan tangan.

Tidak hanya pameran, rangkaian kegiatan juga dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi pengunjung dan peserta.

Mulai dari festival koperasi, workshop bagi pelaku UKM, sosialisasi program unggulan, hingga edukasi digitalisasi UMKM turut digelar selama acara berlangsung.

Sementara itu, panggung hiburan diisi dengan pagelaran seni dan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi lokal.

Digelar selama empat hari hingga Minggu (26/4/2026), expo ini dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga pukul 21.00.
semua orang
https://jateng.tribunnews.com/wonosobo-hebat/1250936/wonosobo-expo-2026-resmi-dibuka-130-stand-promosi-umkm-dan-ekonomi-kreatif :

Warga Wonosobo Ditangkap Polisi Gegara Jual Bensin Eceran di RumahSatuan Reserse Kriminal Polres Wonosobo mengungkap kas...
22/04/2026

Warga Wonosobo Ditangkap Polisi Gegara Jual Bensin Eceran di Rumah

Satuan Reserse Kriminal Polres Wonosobo mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Kasus ini terungkap saat anggota Unit II Satreskrim Polres Wonosobo melaksanakan patroli rutin pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 15.25 WIB dengan sasaran jalur Wonosobo–Purworejo, tepatnya di area SPBU.

Dalam patroli tersebut, petugas yang dipimpin Kanit II Satreskrim Polres Wonosobo IPDA Andre Marco Julianto, S.Tr.K. bersama enam anggota mendapati sebuah kendaraan yang mencurigakan, yakni mobil Daihatsu Xenia warna silver dengan pelat nomor depan AA 1023 UZ, sementara pelat nomor belakang tidak terpasang.

Petugas mencurigai kendaraan tersebut sedang melakukan pembelian BBM bersubsidi dalam jumlah besar.

Untuk memastikan dugaan tersebut, anggota kemudian melakukan pembuntutan hingga kendaraan tersebut tiba di rumah pengemudi di Desa Pacekelan, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati kendaraan sudah terparkir di garasi rumah milik S (61).

Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan adanya modifikasi pada tangki kendaraan yang diduga digunakan untuk menampung BBM dalam jumlah lebih banyak.

Selain itu, petugas juga menemukan selang berwarna hijau sepanjang kurang lebih dua meter yang digunakan untuk menyedot BBM dari tangki kendaraan ke dalam jeriken.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui tersangka membeli Pertalite subsidi sebanyak dua kali di SPBU wilayah Wonosobo, masing-masing senilai Rp 350.000 atau sekitar 35 liter per transaksi.

Dengan demikian, total BBM yang dibeli mencapai sekitar 70 liter, yang kemudian dipindahkan ke tiga jeriken berukuran sekitar 35 liter untuk dijual kembali secara eceran di rumah tersangka.

“Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan membeli BBM subsidi jenis Pertalite menggunakan barcode kendaraan yang berbeda, kemudian BBM tersebut dipindahkan ke jeriken untuk diperjualbelikan kembali secara eceran di rumahnya,” kata IPDA Andre Marco Julianto

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan menambahkan, pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.

“Kami berkomitmen melakukan penindakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan BBM subsidi. BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, sehingga praktik seperti ini tentu merugikan masyarakat luas,” ujarnya.

Untuk memastikan jenis BBM yang diamankan, petugas bersama tersangka membawa barang bukti ke SPBU. Hasil pengecekan menunjukkan cairan tersebut benar diduga merupakan BBM jenis Pertalite.

Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Wonosobo guna proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang telah ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman paling lama 6 (enam) tahun.
semua orang
Sumber :
https://banyumas.tribunnews.com/jateng/90823/warga-wonosobo-ditangkap-polisi-gegara-jual-bensin-eceran-di-rumah?utm_content=headline-secondary&utm_medium=widget-homepage&utm_source=banyumas.tribunnews.com

Ini 5 Nama Kader yang Diajukan sebagai Calon Ketua DPC PKB WonosoboSejumlah lima kader terbaik diajukan sebagai Calon Ke...
20/04/2026

Ini 5 Nama Kader yang Diajukan sebagai Calon Ketua DPC PKB Wonosobo

Sejumlah lima kader terbaik diajukan sebagai Calon Ketua DPC PKB Wonosobo periode 2026-2031 pada Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Wonosobo, yang digelar di Hotel Horison Jl Raya Dieng Tambi Kejajar, Minggu sore (19/4/2026).

Mereka akan menggantikan Ketua DPC PKB Wonosobo sebelumnya yang kini menjadi Ketua DPW PKB Jawa Tengah dan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah.

Kelima kader yang diusulkan peserta Muscab DPC PKB, yakni Amir Husein (Bendahara DPC PKB dan kini menjabat Wakil Bupati Wonosobo), Ahmad Faqih (Sekretaris DPC PKB dan Wakil Ketua DPRD Wonosobo).

Selain itu, juga ada nama Amiroh Zaitun (tokoh PKB dan mantan anggota F-KB DPRD Wonosobo), Suwondo Yudhistiro (Wakil Ketua DPC PKB dan Ketua Komisi D DPRD) dan Hasan Asy'ari (Wakil Ketua DPC PKB dan mantan anggota DPRD Wonosobo dan DPRD Jateng).

Selanjutnya, kelima nama tersebut akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilakukan DPP PKB. UKK digelar untuk mengetahui kapasitas dan integritas calon Ketua DPC PKB Wonosobo. Pelaksanaan UKK meliputi test psikologi dari tim psikolog independen dan wawancara oleh tim khusus DPP PKB.

Ketua DPW PKB Jateng Sarif Abdillah menyebut road show Muscab DPC PKB di Kabupaten dan Kota se-Jawa Tengah ini merupakan program konsolidasi internal untuk penguatan struktur partai. Muscab DPC PKB se-Jawa Tengah dimulai sejak Rabu (15/4) hingga Senin (20/4/2026).

"Muscab DPC PKB Wonosobo ini sudah di hari kelima. Besok Selasa, 20 April 2026, merupakan jadwal Muscab DPC PKB terakhir. Muscab DPC PKB saat ini tidak langsung melakukan pemilihan Ketua DPC PKB tapi mengajukan usulan nama calon ke DPP PKB. Jadi Muscab DPC PKB sekadar mengusulkan kader-kader partai yang potensial," katanya.

Menurut Sarif, kader PKB yang terjaring melalui Muscab DPC PKB harus benar-benar memiliki kapasitas, kapabilitas, kemampuan berkomunikasi dengan publik, punya network luas dan mempunyai kecakapan melakukan tata kelola pemerintahan serta organisasi partai.

"Skill itu yang kita tampilkan dulu. Kita dorong DPC PKB Kabupaten/Kota mengusulkan kader partai terbaik dan potensial. Minimal 3 kader bahkan bisa hingga 10 kader terbaik. Setelah itu, mereka wajib mengikuti UKK secara bertahap yang akan diselenggarakan oleh DPP PKB," jelasnya.

Tiga Prinsip
Setelah semua proses selesai, lanjut Sarif, DPP PKB akan menentukan calon Ketua DPC PKB terpilih sesuai hasil UKK yang telah diikuti. Penentuan Ketua DPC PKB terpilih dilakukan pada bulan Juni 2026 mendatang.

"Setelah itu, baru digelar pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten/Kota secara serentak di seluruh Indonesia di Jakarta. Pengukuhan pengurus DPC PKB dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Muskercab Kabupaten/Kota masing-masing," paparnya.

Dikatakan Sarif, setelah kepengurusan terbentuk, baik di jajaran Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz, semua harus kompak dan bekerjasama. Karena di PKB itu tidak ada supermen tapi yang ada adalah superteam.

Dalam menata langkah PKB ke depan, dibutuhkan strategi dan komitmen perjuangan yang termanifestasikan dalam tiga hal. Pertama, harus ada sinergitas total antara PKB-NU. PKB harus mengimplementasikan secara nyata hubungan NU dan PKB sebagaimana dirumuskan terdahulu bersifat historis, kultural dan aspiratif.

"Itu artinya bahwa PKB dan NU mengakui hubungan kesejarahan di antara keduanya. Di mana PKB dibentuk dan dibidani kelahirannya oleh PBNU. PKB juga mewakili kekhasan kultural NU di mana ajaran ahlussunnah wal jama'ah menjadi karakter dasarnya," tegas Sarif.

Kedua, lanjutnya, pengurus baru harus merangkul kembali tokoh-tokoh PKB yang dulu pernah berkiprah, baik dari generasi awal sampai generasi terkini, terlepas dari apapun. Hal ini harus dilakukan mengingat para tokoh pendahulu ini juga memiliki jasa yang besar dalam mengembangkan PKB.

Maka dari itu, lanjut Sarif, pengurus PKB harus meluaskan hati dan melapangkan maaf untuk kembali bersama-sama menatap masa depan PKB yang semakin bermanfaat bagi kemaslahatan ummat.

"Ketiga, membentuk dan memperluas jaringan pendidikan politik baru di kalangan pemilih Gen Z. PKB harus juga menyusun grand design sistem kaderisasi partai yang diseusaikan dengan kecenderungan alam bawah sadar dan pelibatan peran Gen Z dalam politik," paparnya.
semua orang
Sumber :
https://kuasakata.com/read/berita/123402-ini-5-nama-kader-yang-diajukan-sebagai-calon-ketua-dpc-pkb-wonosobo

Dua Rumah di Sapuran Wonosobo Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 400 JutaKebakaran melanda permukiman warga di Dusun Pin...
19/04/2026

Dua Rumah di Sapuran Wonosobo Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Pintuksari, Desa Sapuran, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (18/4/2026) malam.

Peristiwa tersebut menghanguskan dua unit rumah dan berdampak pada sejumlah rumah di sekitarnya dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo Sumekto Hendra Kustanto mengatakan, tim bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga.

"Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan berhasil mengendalikan api setelah proses penanganan selama kurang lebih dua jam," ungkapnya, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran bermula ketika seorang warga, melihat kepulan asap dari salah satu atap rumah dan langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Warga kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Namun, karena bangunan rumah yang terbakar merupakan konstruksi semi permanen, api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Anas Panuntut, yang juga berada di lokasi saat kejadian mengaku melihat langsung kondisi api yang sudah membesar saat pertama kali diketahui.

“Sekitar pukul sembilan malam, saya mendengar tetangga teriak-teriak.

Saya langsung menuju lokasi dan naik ke lantai dua, namun api sudah cukup besar. Kemungkinan dari korsleting listrik.

Saya sempat mencoba memadamkan dengan air, tetapi tidak berhasil. Ada dua rumah yang terdampak,” ujarnya.

Menurutnya, api cepat membesar sehingga warga kesulitan melakukan pemadaman secara mandiri sebelum petugas datang.

BPBD Kabupaten Wonosobo mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit tangki suplai air, satu unit rescue Hilux, serta satu unit sarana prasarana pendukung untuk menangani kejadian tersebut.

Sebanyak 15 personel diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pengamanan area.

Dua rumah yang hangus terbakar diketahui milik Setriyono (40) dan Ibu Sumiyati (50). Sementara itu, kebakaran juga mengenai enam rumah lainnya, yakni milik Sukarman, Slamet, Moyo, Kadar, Muji, serta satu rumah kosong peninggalan almarhum Itri.

"Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi," ungkap Sumekto.

Pagi ini, warga melakukan pembersihan di lokasi kebakaran dengan menyingkirkan puing-puing bangunan yang hangus terbakar.

BPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan dengan bangunan semi permanen yang mudah terbakar.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/90702/dua-rumah-di-sapuran-wonosobo-hanguskan-terbakar-kerugian-capai-rp-400-juta

Polres Wonosobo Tangkap Kurir Sabu, Empat Paket Narkotika DiamankanSatuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo berhasil mengu...
18/04/2026

Polres Wonosobo Tangkap Kurir Sabu, Empat Paket Narkotika Diamankan

Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika dengan pengamanan seorang pria berinisal SA (28), warga Kabupaten Magelang, yang diduga berperan sebagai kurir sabu.

Penangkapan dilakukan pada Selasa (7/4/26) sekitar pukul 22.45 WIB di wilayah Kota Wonosobo. Petugas awalnya mengutip gerak-gerik pelaku sebelum akhirnya dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan empat paket sabu yang disembunyikan secara rapi dalam bungkus rokok. Barang bukti tersebut dikemas berlapis-lapis, mulai dari plastik klip kecil, dimasukkan ke plastik ukuran sedang, dibungkus jaringan putih, hingga dilakban berwarna merah untuk menghindari kualitas buruk.

Kasatresnarkoba Polres Wonosobo, Tegus Sukosso, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka mengaku memperoleh sabu dari seseorang berinisial OM yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Pelaku mengaku hanya sebagai perantara dan merencanakan barang tersebut akan mati di wilayah Magelang. Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk mengejar pemasok,” ujarnya, Jumat (17/4/26).

Polisi menduga peredaran narkotika tersebut merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas. Oleh karena itu, penyidik ​​terus melakukan pendalaman guna mengungkap pihak lain yang terlibat.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyiapkan barang bukti berupa empat paket sabu yang siap edar. Selanjutnya SA dibawa ke Mapolres Wonosobo untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto peraturan terbaru terkait penyesuaian pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Polres Wonosobo menegaskan komitmennya dalam anggota peredaran narkotika serta mengimbau masyarakat untuk ikut aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar guna mendorong peredaran barang terlarang tersebut
semua orang
Sumber :
https://indonesiabuzz.com/polres-wonosobo-tangkap-kurir-sabu-empat-paket-narkotika-diamankan/

Pikap Maut Banjarnegara Tewaskan Anak di Wonosobo, Sopir Sempat KaburKecelakaan lalu lintas yang disertai aksi tabrak la...
16/04/2026

Pikap Maut Banjarnegara Tewaskan Anak di Wonosobo, Sopir Sempat Kabur

Kecelakaan lalu lintas yang disertai aksi tabrak lari terjadi di ruas Jalan Banjarnegara-Wonosobo, tepatnya di wilayah Kelurahan Kalierang, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo pada Kamis (16/4/2026).

Kasie Penmas Humas Polres Wonosobo, Aipda Nanang Wibowo, membenarkan adanya insiden maut tersebut.

“Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas disertai tabrak lari. Pengemudi sudah berhasil diamankan dan saat ini dalam penanganan Polres Wonosobo,” ujarnya mengonfirmasi.

Kronologi Awal Tabrakan

Peristiwa nahas itu melibatkan sebuah mobil pikap dengan nomor polisi T-8188-HL yang dikemudikan oleh pria berinisial S (35), seorang warga Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara.

Kendaraan roda empat tersebut bertabrakan dengan sepeda motor Honda Vario bernopol AA-2858-JZ yang dikendarai oleh IES (39), warga Leksono, Kabupaten Wonosobo.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh pihak kepolisian, kecelakaan ini bermula saat mobil pikap melaju dari arah Banjarnegara menuju arah Wonosobo.

Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi diduga kuat kurang waspada dan tidak memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya.

Hal ini mengakibatkan mobil tersebut menabrak bagian belakang sepeda motor yang sedang ditumpangi korban bersama dua penumpang lainnya.

Kondisi Korban Kecelakaan

Akibat hantaman keras dalam kejadian tersebut, pengendara motor berinisial IES mengalami luka memar di bagian kepala dan harus segera menjalani perawatan intensif di RSUD Wonosobo.

Salah satu penumpang anak yang berinisial UHD (8), juga mengalami luka terbuka sehingga turut mendapatkan perawatan medis dari pihak rumah sakit.

Sementara itu, nasib tragis menimpa penumpang lainnya, yakni AWN (11), yang menderita luka sangat berat.

Meski sempat mendapatkan penanganan medis darurat, nyawa korban akhirnya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di RSUD Wonosobo.

Pengejaran Pelaku Kabur

Usai memicu kecelakaan, pengemudi mobil pikap tersebut bukannya berhenti untuk menolong korban, namun justru tancap gas dan melarikan diri dari lokasi kejadian.

Tindakan tak bertanggung jawab tersebut sontak memicu reaksi dari warga sekitar dan saksi mata.

Mereka langsung melakukan pengejaran sambil berteriak memberi tahu pengguna jalan lain mengenai adanya aksi tabrak lari.

Aksi kejar-kejaran antara warga dan pelaku berlangsung dramatis hingga memasuki kawasan wilayah perkotaan Wonosobo.

Pelarian pengemudi pikap akhirnya harus terhenti.

Kendaraan pelaku berhasil dicegat dan dihentikan oleh sejumlah anggota Polres Wonosobo yang kebetulan saat itu sedang bersiap mengikuti kegiatan apel pagi di sekitar markas Mapolres Wonosobo.

"Pengemudi pun langsung diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya Aipda Nanang.

Selain menimbulkan korban luka dan satu korban jiwa, rentetan peristiwa kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan material pada kedua kendaraan yang terlibat.

Hingga saat ini, pihak kepolisian Unit Laka Lantas masih terus melakukan penyelidikan lebih mendalam guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
semua orang
Sumber :
https://banyumas.tribunnews.com/news/90611/pikap-maut-banjarnegara-tewaskan-anak-di-wonosobo-sopir-sempat-kabur

Evakuasi Dramatis Korban Longsor Wonosobo, Ditemukan 6 Km dari LokasiHujan deras yang mengguyur wilayah Sapuran pada Min...
14/04/2026

Evakuasi Dramatis Korban Longsor Wonosobo, Ditemukan 6 Km dari Lokasi

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sapuran pada Minggu (12/4) sore menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Dusun Larangan Banyumudal. Imbuh (42), seorang petani perempuan setempat, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah dilaporkan hilang saat pulang dari ladang. Jasad korban ditemukan terseret arus sejauh 6 kilometer dari titik awal kejadian.

Kejadian memilukan ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi petani Wonosobo saat cuaca ekstrem melanda wilayah pegunungan.

Tragedi bermula pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban tengah dalam perjalanan pulang dari ladang di tengah guyuran hujan lebat. Namun, hingga malam menjemput, Ibu Imbuh tak kunjung sampai di rumah.

Pihak keluarga dan warga yang melakukan penyisiran awal menemukan pemandangan mengerikan, terdapat titik longsor di area ladang yang mengarah langsung ke aliran sungai. Di sekitar lokasi longsor, warga menemukan bekal milik korban yang masih tertinggal.

"Informasi yang didaptkan, longsoran tersebut langsung mengarah ke Sungai Bogowonto atau yang warga setempat sebut Kali Cengeng Silawe. Saat kejadian, debit air sungai sedang meningkat tajam," ungkap Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto, kemarin

Petunjuk keberadaan korban mulai terkuak saat kain milik korban ditemukan tersangkut 200 meter dari titik longsor. Tak jauh dari sana, sekitar 1 kilometer, warga kembali menemukan jaket dan sisa bekal lainnya, yang memperkuat dugaan bahwa korban terhempas material longsor dan terseret arus sungai.

Tim Gabungan SAR , segera mengerahkan tim BKO Operasi Pencarian dan Pertolongan. Operasi yang dimulai sejak Senin (13/4) pagi ini melibatkan dua SRU (Search and Rescue Unit) untuk menyisir aliran Sungai Bogowonto yang memisahkan Dusun Krajan dan Dusun Larangan.

Setelah penyisiran intensif selama beberapa jam, tim akhirnya membuahkan hasil. Pukul 12.30 WIB, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) di aliran sungai, berjarak sekitar 6 km dari lokasi jatuhnya longsoran.

Pukul 14.00 WIB Setelah proses evakuasi yang cukup dramatis karena medan sungai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Dusun Larangan untuk dimakamkan.

Tragedi yang menimpa Ibu Imbuh menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah dan masyarakat mengenai kerawanan bencana di wilayah perbukitan Sapuran. Cuaca yang sulit diprediksi dan peningkatan debit sungai secara mendadak seringkali luput dari antisipasi warga saat beraktivitas di ladang.

BPBD kembali mengimbau warga, terutama para petani yang memiliki lahan di lereng curam atau tepian sungai, untuk segera meninggalkan lokasi jika hujan turun dengan intensitas tinggi demi menghindari risiko longsor susulan atau banjir bandang.
semua orang
Sumber :
https://magelangekspres.disway.id/wonosobo-ekspres/read/676194/evakuasi-dramatis-korban-longsor-wonosobo-ditemukan-6-km-dari-lokasi

Tim SAR Wonosobo Temukan Jenazah Korban Longsor di Sungai Bogowonto, Kaki Kanan Masih HilangKabar duka menyelimuti warga...
13/04/2026

Tim SAR Wonosobo Temukan Jenazah Korban Longsor di Sungai Bogowonto, Kaki Kanan Masih Hilang

Kabar duka menyelimuti warga Dusun Larangan, Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

Imbuh (42), seorang perempuan yang dilaporkan hilang usai tersapu tanah longsor, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Senin (13/4/2026).

Tragedi memilukan ini bermula ketika korban tengah dalam perjalanan pulang dari ladang di bawah guyuran hujan deras pada Minggu (12/4/2026) sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

Namun, hingga petang tiba, Imbuh tak kunjung sampai di rumah.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Sabarno, menuturkan bahwa warga setempat yang curiga langsung melakukan penyisiran mandiri.

Kepanikan memuncak saat warga menemukan barang-barang milik korban berserakan di area tebing yang baru saja longsor.

"Diduga kuat, korban tersapu material longsoran yang langsung mengarah ke aliran Sungai Bogowonto di bawahnya," terang Sabarno memberikan konfirmasi.

Dugaan tersebut diperkuat dengan kondisi Sungai Bogowonto yang sore itu debit airnya tengah meluap ekstrem akibat tingginya curah hujan.

Dalam pencarian awal, sehelai kain milik korban ditemukan tersangkut sekitar 200 meter dari titik longsor.

Tak jauh dari situ, jaket dan bekal makan korban juga ditemukan di radius satu kilometer.

Ditemukan Sejauh 6 Kilometer

Memasuki hari Senin (13/4/2026) pagi, operasi pencarian (SAR) gabungan resmi digelar.

Petugas membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir aliran sungai yang deras berbatu.

Kerja keras tim membuahkan hasil.

Pada pukul 12.30 WIB, jasad korban berhasil ditemukan tersangkut di aliran sungai, berjarak sekitar enam kilometer dari titik awal kejadian.

Jasad Imbuh langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga yang tak kuasa menahan tangis pada pukul 14.00 WIB.

Namun, di tengah evakuasi tersebut, tim SAR memastikan bahwa bagian kaki kanan korban masih belum ditemukan, diduga terputus akibat benturan bebatuan sungai yang deras.

"Terkait bagian tubuh korban yang belum ditemukan, pencarian akan dilanjutkan secara mandiri oleh pihak desa dan keluarga. Operasi SAR dari tim gabungan resmi dihentikan hari ini," jelas Sabarno.

Menyusul insiden nahas ini, BPBD Kabupaten Wonosobo mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh warga agar menahan diri beraktivitas di area lereng curam maupun bantaran sungai, terlebih saat cuaca ekstrem melanda.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/news/90450/tim-sar-wonosobo-temukan-jenazah-korban-longsor-di-sungai-bogowonto-kaki-kanan-masih-hilang

Warga Wonosobo Mulai Bersih-bersih dan Tata Kembali Bangunan yang Rusak Diterjang Angin Kencang"Suasananya gelap, anginn...
11/04/2026

Warga Wonosobo Mulai Bersih-bersih dan Tata Kembali Bangunan yang Rusak Diterjang Angin Kencang

"Suasananya gelap, anginnya muter seperti menggulung. Kejadiannya cuma sekitar dua menit saja," kenang Slamet, warga Dusun Siwadas, Desa Tegalsari, saat menceritakan detik-detik angin kencang merobohkan tenda hajatan di rumahnya, Jumat (10/4/2026).

Meski persiapan acara sudah mencapai 80 persen, terjangan angin hanya dalam hitungan menit memaksa warga bergotong royong melakukan pemulihan darurat demi kelangsungan acara.

Hingga Sabtu (11/4/2026), suasana pasca-bencana masih menyelimuti Desa Tegalsari, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo.

Warga tampak sibuk menjemur kasur, perabotan, hingga karpet mushala di bawah terik matahari, sementara suara perbaikan atap terdengar bersahut-sahutan dari rumah-rumah yang terdampak.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, sedikitnya 20 rumah di Desa Tegalsari mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur selama kurang lebih empat jam.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kediaman Slamet. Tenda hajatan yang sedianya digunakan untuk acara esok hari, hancur berantakan saat ditinggal para pria menunaikan salat Jumat.

"Pas ditinggal jumatan, tiba-tiba datang angin. Di rumah tidak ada laki-laki, hanya ibu-ibu," jelas Slamet.

Ditawari untuk Pindah

Meski sempat ditawari pindah ke aula kecamatan, Slamet memilih bertahan dan langsung melakukan perbaikan total menggunakan atap terpal sejak Jumat malam untuk mengantisipasi potensi angin susulan.

Selain kerusakan bangunan di Desa Tegalsari, BPBD juga melaporkan kejadian tanah longsor di Kecamatan Watumalang dan Kepil yang sempat memutus akses jalan serta saluran irigasi.

Meski petugas telah berhasil menangani titik-titik longsor tersebut, ancaman cuaca ekstrem dinilai belum berakhir.

Kepala BPBD setempat mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat informasi dari BMKG menunjukkan potensi angin kencang dan hujan lebat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah Wonosobo dan sekitarnya.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/90376/warga-wonosobo-mulai-bersih-bersih-dan-tata-kembali-bangunan-yang-rusak-diterjang-angin-kencang

Bener ikiiPara Tokoh Dieng Kompak Tolak Peredaran Miras, Bikin Deklarasi BersamaBerbagai elemen masyarakat, mulai dari t...
10/04/2026

Bener ikii
Para Tokoh Dieng Kompak Tolak Peredaran Miras, Bikin Deklarasi Bersama

Berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan, mendeklarasikan komitmen mewujudkan wilayah "Batur Zero Miras" (Nol Persen Miras) dalam forum musyawarah di Aula Kecamatan Batur, Kamis (9/4/2026).

Camat Batur, Agung Hermawan mengatakan gerakan ini merupakan aspirasi murni dari bawah. Dukungan mengalir dari berbagai pihak, termasuk MWC NU, PCM Muhammadiyah, unsur pendidikan, hingga organisasi perempuan.

"Kami ingin memastikan generasi muda Batur unggul, berakhlak, dan tidak terkontaminasi miras, langkah ini telah kami laporkan kepada Ibu Bupati dan mendapatkan dukungan penuh," Kata Agung.

Enam Tuntutan

Dalam deklarasi tersebut, koordinator aksi Muhammad Hadi Purwanto, membacakan enam poin tuntutan aksi yang menjadi landasan gerakan.

Tuntutan ini bertujuan menciptakan payung hukum yang kuat dan efek jera bagi para pelanggar.

Adapun poin-poin utama tuntutan tersebut meliputi Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) di seluruh wilayah Kecamatan Batur terkait larangan peredaran miras dan obat terlarang, Komitmen Kolektif antara Forkopimcam, ormas, dan tokoh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dari miras.

Serta pembinaan tegas terhadap pihak yang diduga terlibat penjualan miras melalui pernyataan berhenti secara terbuka dan tertulis.

Tuntutan lainnya yaitu Integritas Aparat melalui pernyataan resmi untuk tidak terlibat dalam peredaran miras dan Mekanisme Pengawasan yang menjamin perlindungan bagi pelapor, serta adanya hak partisipasi masyarakat dalam penertiban yang terkoordinasi dengan aparat berwenang.

Hadi juga mengingatkan bahwa pengedar miras bekerja secara terorganisir, sehingga masyarakat harus lebih kompak.

"Jika kita pecah sementara mereka bekerja sama, tentu kita akan kalah," tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa gerakan ini lahir dari keresahan masyarakat terhadap potensi tindak kriminalitas yang dipicu oleh miras, seperti kekerasan dan pencurian.

"Minuman keras adalah biang kejahatan. Kami ingin memperbaiki personal yang terlibat agar bisa berubah menjadi baik dan tidak mengulangi perbuatannya," tutur Hadi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kasatpol PP Banjarnegara, Fajar Nidaul Syarifah, memberikan apresiasi tinggi.

Ia berharap Kecamatan Batur dapat menjadi role model bagi wilayah lain di Banjarnegara dalam hal ketertiban umum.

"Satpol PP berkomitmen melakukan patroli rutin dan menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Saat ini, kami juga tengah mengkaji revisi Perda agar selaras dengan KUHP Baru (UU No. 1/2023), untuk memastikan penegakan hukum di lapangan memiliki dasar yang lebih kuat," kata Fajar.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan naskah rumusan tuntutan kepada pihak Kecamatan. Masyarakat berharap, deklarasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal baru bagi Batur yang lebih religius, aman, dan bersih dari pengaruh negatif alkohol.

Deklarasi Kecamatan Batur bebas Miras juga dihadiri Anggota DPRD Banjarnegara Ibrahim, Perwakilan Kesbangpolinmas Banjarnegara, Satpol PP Banjarnegara, Forkompimca Kecamatan Batur, Kepala Desa se Kecamatan Batur,Tokoh Masyarakat, tokoh agama , Pemuda dan organisasi wanita Kecamatan Batur.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/barlingmascakeb/90323/para-tokoh-dieng-kompak-tolak-peredaran-miras-bikin-deklarasi-bersama?utm_content=headline-secondary&utm_medium=widget-homepage&utm_source=banyumas.tribunnews.com

Address

Jalan Pemuda
Wonosobo

Telephone

+81318221455

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info.wonosobo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category