Info.wonosobo

Call Directions

Info.wonosobo Ora obah ora madhang. info.wonosobo memberikan informasi seputar wonosobo dan sekitarnya

Kebakaran Hutan Perhutani di Perbatasan Wonosobo-Kebumen Terus Meluas, Cuaca Jadi Kendal PemadamanKebakaran hutan dan la...
25/09/2026

Kebakaran Hutan Perhutani di Perbatasan Wonosobo-Kebumen Terus Meluas, Cuaca Jadi Kendal Pemadaman

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan Perhutani di perbatasan Wonosobo dan Kebumen terus meluas.

Hingga Rabu (23/9/2026) malam, kobaran api terlihat membesar.

Kebakaran hutan ini awalnya dilaporkan muncul di petak 13F dan 13G, BKPH Kedu Selatan, RPH Ngadisono, KPH Kebumen di Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo.

Namun, kemudian merembet hingga wilayah Kedunggong, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen.

Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 7 hektare.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno mengatakan, tim gabungan kembali melakukan operasi pemadaman pada Rabu (23/9/2026) pagi.

"Pada pukul 14.00 WIB (Selasa), kebakaran belum bisa dipadamkan dan tim telah ditarik ke posko karena kondisi cukup membahayakan operasi," kata Sabarno saat dihubungi, Rabu.

Sabarno mengatakan, cuaca panas disertai angin kencang membuat api terus meluas.

Selain itu, asap yang cukup pekat juga mengganggu pernapasan dan jarak pandang petugas di lokasi.

Pohon yang terbakar juga mulai bertumbangan.

"Kebakaran terus meluas, kondisi cuaca cukup panas, angin cukup kencang dan asap cukup pekat sehingga cukup mengganggu pernapasan, penglihatan dan operasi," ujarnya.

Pada Rabu, upaya pemadaman menggunakan beberapa metode di antaranya gepyokan menggunakan ranting berdaun, penyemprotan air, serta pembuatan sekat atau ilaran untuk menghambat pergerakan api.

"Update (Rabu) pukul 16.00 WIB, sekitar 7 hektare (lahan hutan telah terbakar). Kemungkinan malam ini sudah bertambah," kata Sabarno.

Dalam penanganan karhutla tersebut, sejumlah unsur diterjunkan, di antaranya BPBD Wonosobo, Polres Wonosobo, Kecamatan Kaliwiro, Koramil Kaliwiro, Polsek Kaliwiro, Yonif TP 444/Satria Setjonegoro, Perhutani, Pemerintah Desa Kaliguwo, warga, RPB Kaliwiro, RPB Leksono, RPB Kepil, RPB Kejajar dan Bagana.

Posko penanganan kebakaran hutan itu dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Kaliguwo.

Sementara itu, operasi penanganan akan kembali dilanjutkan hari ini, Kamis (24/9/2026), mulai pukul 08.00 WIB.

Pemadaman hari ketiga kembali menggunakan metode gepyok, penyemprotan air, dan pembuatan sekat.
Sorotan
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/96386/kebakaran-hutan-perhutani-di-perbatasan-wonosobo-kebumen-terus-meluas-cuaca-jadi-kendal-pemadaman

Kebakaran di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) melalap 17 ...
13/09/2026

Kebakaran di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) melalap 17 bangunan.
Sebanyak 11 bangunan di antaranya merupakan rumah yang ludes tak bersisa, sementara satu rumah dan dua gudang rusak berat, dua rumah dan satu musala rusak ringan.

Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo Sumekto Hendra Kustanto mengatakan, satu warga menjadi korban.
"Korban bernama Afif Marzuki, 29 tahun, mengalami luka bakar sekitar 50 persen dan kini mendapatkan penanganan medis," kata Sumekto, Sabtu.
Saat ini, korban menjalani perawatan di RSUD Setjonegoro Wonosobo.

Saat kebakaran, kata Sumekto, korban yang berada di dalam rumah sempat berupaya memadamkan api secara mandiri namun api justru melukainya.
Tak Sempat Selamatkan Surat Berharga
Ahmad Siddiq hanya mampu memandangi api melalap rumahnya saat dia pulang dari ladang.
Kabar kebakaran di permukimannya membuat Siddiq bergegas pulang.

Namun terlambat, saat tiba, kobaran api sudah merembet ke rumahnya.
"Pas saya pulang, ya api sudah membara, terbawa angin, angin kencang sekali," kata Siddiq.

Siddiq pun tak sempat menyelamatkan surat-surat berharga.
Sebelum memilih pasrah, dia dan keluarga sempat mengevakuasi sepeda motor, kulkas, dan mesin cuci.
"Surat surat sudah tidak bisa diselamatkan," kata Siddiq.
Kini, Siddiq dan keluarga mengungsi ke rumah saudara.

"Rumah habis terbakar semua. Sekarang tinggal di rumah saudara," ujarnya.

Posko dan Bantuan Sembako

BPBD Wonosobo mendirikan posko bagi warga terdampak kebakaran di Balai Desa Tieng.
Posko ini menjadi tempat pengungsian sementara warga yang kehilangan tempat tinggal.
Pemkab Wonosobo juga membuka dapur umum dan menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengecek langsung kondisi rumah warga terdampak kebakaran dan persiapan di posko.
"Terima kasih BPBD, Damkar, TNI, Polri, seluruh masyarakat, relawan gerak cepat untuk datang ke lokasi," kata Afif.
Sementara, bantuan bagi warga terdampak juga datang dari Polres Wonosobo.
Mereka mengirim bantuan bahan pokok dan tim trauma healing.
Bantuan diserahkan kepada warga lewat Kepala Desa Tieng Farhan.

"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Wonosobo kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah."

"Kami berharap, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga," kata Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito saat menyerahkan bantuan.
Saat ini, polisi masih menyelidiki terkait penyebab kebakaran.

Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/96021/11-rumah-di-krajan-wonosobo-ludes-terbakar-warga-mengungsi-di-balai-desa-dan-rumah-saudara

Puluhan Anggota Banser Gerebek Lapak Penjual Obat Terlarang di Wonosobo, Ratusan Pil DisitaPuluhan anggota Ranting Ansor...
07/09/2026

Puluhan Anggota Banser Gerebek Lapak Penjual Obat Terlarang di Wonosobo, Ratusan Pil Disita

Puluhan anggota Ranting Ansor dan Banser Kalianget menggerebek sebuah lapak bedengan di Kampung Argopeni, Kelurahan Kalianget, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (5/9/2026). Aksi penggerebekan tersebut dilakukan lantaran lokasi tersebut diduga kuat menjadi sarang peredaran obat terlarang yang menyasar kalangan pelajar.

Ketua Ansor Ranting Kalianget, Slamet Kurniadi menegaskan, aksi ini dipicu oleh keresahan masyarakat atas maraknya anak usia SMP dan SMA yang kedapatan mabuk atau fly saat acara keramaian. Pihaknya mengaku sempat melaporkan dugaan transaksi haram di lapak yang dikenal sebagai warung Aceh tersebut ke Polres Wonosobo, namun belum ada tindak lanjut.

“Kami sudah menyampaikan dan melapor ke Polres, namun tidak ada tindak lanjut. Akhirnya kami bergerak demi menyelamatkan anak-anak dan pelajar,” ujar Slamet.

Ia menegaskan, akan terus mengawal kasus ini hingga lingkungan Kalianget sepenuhnya bersih dari peredaran obat terlarang.

Lapak berukuran 2×3 meter yang berdiri di samping kandang unggas dan kolam ikan nila itu sebelumnya telah diintai oleh anggota Banser. Penggerebekan yang melibatkan 50 personel Banser ini berlangsung kondusif tanpa ada aksi perusakan.

Dari lokasi kejadian, massa berhasil mengamankan satu orang penjual beserta barang bukti berupa ratusan butir pil berwarna kuning dan putih, sebilah senjata tajam jenis badik, telepon genggam, serta sejumlah uang tunai senilai Rp1 juta. Pelaku dan seluruh barang bukti langsung diserahkan ke Polsek Wonosobo untuk diproses hukum.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubsi Penmas Humas Polresta Wonosobo, Aiptu Nanang Wibowo membenarkan adanya penyerahan pelaku dan barang bukti dari aksi penggerebekan warga tersebut. “Benar ada kejadian itu, saat ini kasusnya sedang ditangani Satnarkoba Polres Wonosobo,” singkat Nanang.
Sorotan
Sumber :
https;//joglojateng.com/2026/09/07/puluhan-anggota-banser-gerebek-lapak-penjual-obat-terlarang-di-wonosobo-ratusan-pil-disita/

Marak Kejahatan Jalanan, Tim URC Polres Wonosobo Sisir Titik Rawan Malam HariMenanggapi maraknya keresahan warga terkait...
23/08/2026

Marak Kejahatan Jalanan, Tim URC Polres Wonosobo Sisir Titik Rawan Malam Hari

Menanggapi maraknya keresahan warga terkait kejahatan jalanan, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Wonosobo mengintensifkan patroli malam berskala besar di sejumlah titik rawan perkotaan. Langkah pencegahan ini dilakukan mulai pukul 21.00 WIB hingga dini hari guna mengantisipasi aksi begal, tawuran, hingga kelompok geng bermotor.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Arif Kristiawan, menegaskan bahwa pengetatan pengamanan ini menyasar lokasi strategis dan pusat keramaian malam, salah satunya kawasan Taman Kalianget.

"Patroli URC ini kami fokuskan sebagai langkah preventif untuk mencegah tindak pidana sebelum terjadi, sekaligus memastikan kehadiran polisi pada jam-jam rawan," ujar AKP Arif Kristiawan saat memberikan keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Antisipasi Begal dan Imbauan untuk Orang Tua

Selain menyisir kawasan rawan, Tim URC difungsikan sebagai unit siaga cepat yang terintegrasi langsung dengan Call Center 110 Polri. Masyarakat diminta aktif melaporkan setiap potensi gangguan Kamtibmas yang ditemukan di lingkungan sekitar.

Pihak kepolisian juga memberikan perhatian khusus pada keterlibatan remaja dalam aksi kriminalitas jalanan. Orang tua diimbau untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka pada malam hari agar tidak terjerumus dalam aksi balap liar maupun aksi tawuran.

"Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jangan beri ruang dan kesempatan bagi pelaku kejahatan untuk beraksi," tegas Arif.

Hingga Jumat (21/8/2026) dini hari, hasil penyisiran Tim URC Polres Wonosobo memastikan situasi wilayah perkotaan Wonosobo berada dalam kondisi aman, kondusif, dan bebas dari tindak pidana menonjol.

Informasi Layanan Publik & Navigasi Pengaduan:

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian mendesak atau melihat potensi kejahatan jalanan, pengaduan dapat dilakukan melalui Call Center 110 atau memantau pembaruan situasi Kamtibmas melalui portal resmi Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Sorotan
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/95283/marak-kejahatan-jalanan-tim-urc-polres-wonosobo-sisir-titik-rawan-malam-hari

Terungkap, Mantan Manajer Otaki Perampokan SPBU Selokromo WonosoboPolres Wonosobo mengungkap perkembangan penyidikan kas...
19/08/2026

Terungkap, Mantan Manajer Otaki Perampokan SPBU Selokromo Wonosobo

Polres Wonosobo mengungkap perkembangan penyidikan kasus pencurian dengan kekerasan di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.

Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi menyita satu senjata api rakitan jenis revolver beserta peluru serta barang bukti hasil kejahatan dengan nilai total mencapai Rp467,843 juta.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di ruang kantor SPBU Selokromo, Jalan Wonosobo–Banyumas, Desa Selokromo, Kecamatan Leksono. Perkara tersebut dilaporkan pada 10 Agustus 2026 dan kemudian ditangani oleh Polres Wonosobo.

Dalam perkembangan penyidikan, seorang tersangka berinisial AR, 53 tahun, menyerahkan diri kepada polisi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Polisi menyebut AR sebagai pelaku utama yang berperan dalam merencanakan dan mengatur pelaksanaan aksi, termasuk upaya menghilangkan barang bukti setelah kejadian.

AR diketahui pernah menjabat sebagai manajer SPBU Selokromo pada 2006 hingga 2009.

Dari tersangka tersebut, penyidik menyita uang hasil kejahatan sebesar Rp260,421 juta. Polisi juga mengamankan Toyota Vios dan Honda HRV yang diduga digunakan dalam rangkaian aksi.

Pengembangan kasus kemudian mengarah kepada tersangka RAT. Dari rumah RAT, polisi menemukan satu senjata api rakitan jenis revolver warna silver beserta peluru jenis PL22. Senjata tersebut kini diamankan polisi sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan mengatakan, penyitaan senjata api rakitan menjadi salah satu temuan penting dalam pengembangan perkara.

Polisi masih mendalami asal-usul senjata tersebut serta keterkaitannya dengan rangkaian aksi pencurian dengan kekerasan di SPBU Selokromo.

“Dalam pengembangan perkara, kami berhasil mengamankan satu senjata api rakitan jenis revolver beserta pelurunya. Saat ini senjata tersebut masih kami dalami, termasuk kepemilikan dan kaitannya dengan tindak pidana yang terjadi,” ujar Arif.

Selain senjata api, polisi menemukan lokasi yang diduga digunakan untuk membakar atau memusnahkan barang bukti di jembatan lama Rejasa, Desa Gayam, Kabupaten Banjarnegara. Dari lokasi tersebut ditemukan sisa pembakaran berupa kotak DVR CCTV dan bagian resleting rompi atau jaket.

Arif mengatakan, penyidik masih memburu satu orang DPO berinisial AD serta terus mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap satu orang DPO dan penelusuran terhadap barang bukti lainnya. Penyidik juga terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya,” katanya.

Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, polisi telah mengamankan uang tunai hasil kejahatan sebesar Rp408,743 juta.

Sejumlah barang hasil kejahatan juga disita, antara lain sepeda motor Yamaha NMAX, Honda Beat, tiga unit telepon seluler, serta sepatu dengan nilai taksiran Rp59,1 juta.

Total nilai barang bukti hasil kejahatan yang telah diamankan mencapai Rp467,843 juta. Polisi masih melakukan penelusuran terhadap uang maupun barang hasil kejahatan yang belum ditemukan.

Perkara tersebut disangkakan melanggar Pasal 479 ayat (2) huruf a, huruf b, dan huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.
Sorotan
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/95202/terungkap-mantan-manajer-otaki-perampokan-spbu-selokromo-wonosobo

Ditinggal Sarapan, Rumah Kayu Pasutri Lansia di Wonosobo Hangus TerbakarSebuah rumah kayu kepunyaan pasangan lanjut usia...
16/08/2026

Ditinggal Sarapan, Rumah Kayu Pasutri Lansia di Wonosobo Hangus Terbakar

Sebuah rumah kayu kepunyaan pasangan lanjut usia ludes terbakar di Dusun Lamuk RT 12 RW 05, Desa Kalidesel, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (15/8/2026).

Peristiwa amukan si jago merah tersebut terjadi sekira pukul 08.45 WIB dan mengakibatkan tiga rumah warga di sekitarnya ikut terdampak.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, menyampaikan bahwa kobaran api telah berhasil dipadamkan warga secara swadaya sebelum armada Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi.

"Sesampainya di lokasi, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga. Selanjutnya petugas melakukan pendinginan di area yang terbakar," kata Sabarno saat dihubungi.

Kronologi Kejadian Kebakaran

Berdasarkan catatan laporan BPBD Kabupaten Wonosobo, hunian yang dilalap api tersebut merupakan milik Mursono (77) yang tinggal berdua bersama istrinya, Suwarti (76).

Ketika insiden kebakaran berlangsung, Suwarti sedang menyantap sarapan pagi di dalam ruangan rumah.

Ia mendadak melihat kobaran api sudah membesar dan melahap area atap rumahnya.

Suwarti sontak berteriak histeris untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Mendengar jeritan tersebut, para tetangga bergegas gotong royong memadamkan api serta meneruskan laporan kedaruratan kepada jajaran Damkar Kabupaten Wonosobo.

Proses Pemadaman Damkar

"Informasi kebakaran diterima petugas pada pukul 09.43 WIB. Tim Damkar berangkat menuju lokasi pada pukul 10.14 WIB dan tiba sekitar pukul 11.04 WIB," jelasnya.

Personel pemadam kebakaran kemudian melangsungkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara api yang dapat memicu kobaran baru.

"Penanganan kebakaran selesai sekitar pukul 11.54 WIB," lanjutnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah kebakaran di kawasan permukiman tersebut.

Rincian Kerugian Materiil

Kendati demikian, amukan api menorehkan kerusakan parah pada kediaman Mursono serta tiga bangunan rumah di dekatnya.

Bangunan rumah kayu milik Mursono hangus dilalap api dengan estimasi nilai kerugian materiil mencapai Rp100 juta.

Imbas kobaran api juga merembet ke hunian milik Kusnanto (34) dengan kerusakan meliputi pecahan kaca, onderdil bengkel, serta bagian atap dengan kerugian sekira Rp25 juta.

Sementara itu, rumah milik Suryono (55) mengalami kerusakan pada bangunan dapur permanen, bagian atap, beserta perabotan rumah tangga dengan tafsiran kerugian Rp150 juta.

Adapun tempat tinggal kepunyaan Sutiyono (52) menderita kerusakan pada bagian atap seng dengan perkiraan kerugian sekitar Rp7 juta.

"Total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp282 juta," jelasnya.

Dugaan Pemicu dar Tungku

Berdasarkan laporan hasil penanganan musibah, percikan api diduga kuat bersumber dari tungku api di kediaman korban.

Penanganan darurat di lapangan melibatkan kolaborasi personel Damkar Wonosobo, TRC BPBD Wonosobo, RPB Watumalang, Redkar Wonosobo, TNI, Polri, Pemerintah Desa Kalidesel, serta warga setempat.

Guna menjinakkan api dan pendinginan, petugas menerjunkan Unit Thanos, unit armada tangki air, beserta unit siaga operasional.

Pihak BPBD Wonosobo mengingatkan masyarakat untuk senantiasa berhati-hati ketika mengoperasikan tungku masak maupun sumber api lain di rumah serta segera melapor saat menjumpai peristiwa kebakaran.
Suzuki Indonesia
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/news/95106/ditinggal-sarapan-rumah-kayu-pasutri-lansia-di-wonosobo-hangus-terbakar

Pemuda di Wonosobo Bawa Kabur Motor Musafir yang Pura-pura DitolongnyaPolres Wonosobo melalui Polsek Sapuran bersama Uni...
12/08/2026

Pemuda di Wonosobo Bawa Kabur Motor Musafir yang Pura-pura Ditolongnya

Polres Wonosobo melalui Polsek Sapuran bersama Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Wonosobo berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.

Pelaku diduga membawa kabur sepeda motor milik korban setelah sebelumnya berpura-pura menawarkan bantuan mengantarkan korban pulang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di jalan umum turut Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo.

Korban merupakan seorang pelajar berusia 17 tahun, warga Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo.

Kejadian bermula ketika korban bersama temannya tersesat saat hendak pulang ke Bruno dan sampai di wilayah Sapuran.

Korban kemudian bertemu dengan tersangka yang menawarkan diri untuk mengantarkan korban pulang menggunakan sepeda motor milik korban.

Dalam perjalanan, tersangka yang mengemudikan sepeda motor dengan posisi berboncengan tiga kemudian berpura-pura hendak buang air kecil. K

etiganya berhenti di pinggir jalan. Setelah selesai, tersangka lebih dahulu naik ke sepeda motor dan berusaha melarikan diri.

Korban yang mengetahui hal tersebut berusaha mencegah tersangka dengan mencengkeram pundaknya dari belakang. Tersangka kemudian mengayunkan tangan kirinya ke arah belakang untuk melepaskan cengkeraman tersebut.

Ayunan tangan itu mengenai wajah korban hingga menyebabkan luka di sekitar bibir.

Setelah berhasil melepaskan diri, tersangka melarikan diri menggunakan sepeda motor korban dan meninggalkan korban bersama temannya di lokasi kejadian.

Keduanya kemudian berjalan menuju Puskesmas Pembantu Kalikarung dan mendapat bantuan warga untuk menghubungi keluarga.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Sapuran bersama Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Wonosobo melakukan serangkaian penyelidikan. Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku sekaligus menelusuri keberadaan sepeda motor milik korban.

Tersangka berinisial A, 27 tahun, warga Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Tersangka berhasil diamankan pada 31 Juli 2026 di sekitar Alun-alun Sapuran.

Polisi juga berhasil mengamankan sepeda motor korban dari pihak lain. Kendaraan tersebut sebelumnya telah dijadikan jaminan utang oleh tersangka dan ditemukan dalam kondisi menggunakan nomor polisi yang tidak sesuai dengan aslinya.

Kapolsek Sapuran AKP Suryanto, S.H., M.H. mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama dan koordinasi antara Unit Reskrim Polsek Sapuran dengan Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Wonosobo.

“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan menelusuri keberadaan sepeda motor milik korban. Alhamdulillah, pelaku berhasil kami amankan dan barang bukti kendaraan juga berhasil ditemukan,” ujar AKP Suryanto.

“Dari kejadian ini kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya ketika berada di perjalanan dan bertemu dengan orang yang belum dikenal.

Jangan mudah percaya atau menyerahkan kendaraan kepada orang lain tanpa memastikan terlebih dahulu identitas dan maksudnya,” katanya.

Dalam perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, STNK, serta surat keterangan dari pihak leasing yang menerangkan bahwa BPKB sepeda motor masih menjadi jaminan kredit.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka juga tercatat pernah terlibat perkara pencurian dengan kekerasan pada 2023.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

AKP Suryanto mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana atau menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian, jangan ragu untuk menghubungi Polsek Sapuran atau kantor kepolisian terdekat maupun memanfaatkan layanan kepolisian 110 gratis dan 24 jam. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya.

Polres Wonosobo bersama jajaran juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan perjalanan dan berinteraksi dengan orang yang baru dikenal. Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya terhadap tawaran bantuan yang belum dapat dipastikan identitas maupun maksudnya.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/95005/pemuda-di-wonosobo-bawa-kabur-motor-musafir-yang-pura-pura-ditolongnya

SPBU Selokromo Wonosobo Diduga Dirampok, Uang Ratusan Juta RaibKabar dugaan perampokan terjadi di SPBU Selokromo, Kecama...
11/08/2026

SPBU Selokromo Wonosobo Diduga Dirampok, Uang Ratusan Juta Raib

Kabar dugaan perampokan terjadi di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, beredar melalui pesan WhatsApp pada Senin (10/8/2026).

Pesan tersebut menyebut adanya kejadian dugaan perampokan di SPBU Selokromo yang berlangsung pada Minggu malam (9/8/2026), sekitar pukul 23.30 WIB.

Dalam informasi yang beredar, korban dan saksi disebut mengalami ancaman serta tindakan kekerasan.

Pelaku kemudian mengambil sejumlah uang milik SPBU dan barang pribadi korban.

Saat dihubungi, Polres Wonosobo membenarkan adanya kejadian tersebut. Plt Kasi Humas Polres Wonosobo Ipda M. Wahyu Suprayono mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Kami membenarkan telah terjadi dugaan pencurian dengan kekerasan di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, pada Minggu malam, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 23.30 WIB," ungkapnya.

Menurut keterangan kepolisian, kerugian sementara pihak SPBU diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

"Kerugian sementara pihak SPBU diperkirakan mencapai ratusan juta," ujarnya.

Meski korban dan saksi mengalami ancaman serta tindakan kekerasan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Saat ini, Polres Wonosobo melalui Polsek Leksono dan Satreskrim masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

Masyarakat yang mengetahui informasi berkaitan dengan kejadian tersebut diminta segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan apabila memiliki informasi terkait kejadian ini, segera sampaikan kepada pihak kepolisian," tandasnya.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/94941/spbu-selokromo-wonosobo-diduga-dirampok-uang-ratusan-juta-raib

Balon Udara Bergambar Wajah Presiden Prabowo Hingga Tulisan MBG Terbang di Langit WonosoboSebanyak 40 balon udara mengud...
09/08/2026

Balon Udara Bergambar Wajah Presiden Prabowo Hingga Tulisan MBG Terbang di Langit Wonosobo

Sebanyak 40 balon udara mengudara di langit Wonosobo dalam gelaran Tunas Bumi Fest 2026, Minggu (9/8/2026).

Yang membuat unik, sejumlah balon udara yang diterbangkan bergambar wajah Presiden Prabowo Subianto.

Ada juga lambang Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, dan wajah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

Festival ini memang bukan sekadar atraksi balon udara tetapi menjadi ajang menyosialisasikan program unggulan pemerintah pusat.

Panitia pelaksana Tunas Bumi Fest 2026, Mantep Abdul Ghoni mengatakan, balon udara menjadi media yang dipilih untuk mengenalkan program pemerintah kepada masyarakat.

"Hari ini, banyak sekali misinformasi di masyarakat (tentang program pemerintah)."

"Maka, hari ini, kami terbangkan semua program Pak Prabowo di balon," kata Mantep di sela kegiatan.

Menurutnya, sejumlah program yang diangkat melalui kegiatan tersebut di antaranya Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), MBG, BGN, Jembatan Garuda, Sekolah Rakyat, hingga Batalyon TP.

Mantep mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai program pemerintah dan tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

Ia menilai, sejumlah program pemerintah berkaitan dengan upaya pemerataan ekonomi hingga tingkat desa.

"Hari ini, programnya adalah semua program Pak Prabowo akan kami naikkan untuk memberitahu kepada Indonesia bahwa dari kota kecil di Wonosobo, masih ada pendukungnya Pak Prabowo yang paham akan program-program Pak Prabowo," jelasnya.

Selain membawa pesan program pemerintah, kegiatan tersebut juga mengangkat tema pelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai pesan kepada masyarakat melalui kegiatan yang bersifat terbuka dan menarik perhatian.

"Hari ini, ada 40 balon kami terbangkan sebagai bukti bahwa Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) ikut serta dalam meramaikan Hari Ulang Tahun Wonosobo yang ke-201," imbuhnya.

Gerakkan Wisata Daerah

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, festival balon udara menjadi bagian dari upaya menggerakkan sektor pariwisata daerah.

Menurutnya, Wonosobo memiliki potensi alam yang melimpah.

Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk menarik semakin banyak wisatawan.

"Kita harus memulai karena memang Wonosobo memiliki alam yang melimpah," kata Afif.

Menurut Afif, pengembangan wisata Wonosobo tidak hanya berkaitan dengan mendatangkan wisatawan, tetapi juga harus berjalan bersama upaya menjaga lingkungan.

Ia menyebut, konsep sport tourism dan ekowisata sebagai bagian dari pengembangan pariwisata di Wonosobo.

Potensi tersebut semakin besar karena wilayah Wonosobo memiliki kawasan pegunungan dengan bentang alam yang menjadi daya tarik wisata.

Afif juga menyoroti penanaman kopi di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing dalam rangkaian festival ini.

Menurutnya, tanaman kopi dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

Kopi yang ditanam di kawasan lereng gunung diharapkan dapat membantu menjaga lingkungan dan air, sementara hasil panennya dapat meningkatkan perekonomian warga.

Ia berharap, pengelolaan potensi alam tersebut mampu membuat wisatawan yang datang ke Wonosobo semakin banyak dan mendapatkan pengalaman berkesan.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat yang turut hadir dalam penerbangan balon udara program Prabowo ini memberikan perhatian terhadap pengembangan pariwisata Wonosobo.

Ia menilai, Festival Balon Wonosobo merupakan kegiatan rutin yang berpotensi menarik wisatawan, termasuk wisatawan dari luar negeri.

"Saya optimistis Wonosobo akan tetap berjaya," kata Jumhur Hidayat.

Menurutnya, tren masyarakat yang kini mencari tempat untuk beristirahat dan melakukan healing dapat menjadi peluang bagi daerah yang memiliki kekayaan alam seperti Wonosobo.

Ekowisata dinilai dapat terus berkembang seiring meningkatnya minat terhadap wisata yang menawarkan keindahan alam dan lingkungan.

Jumhur Hidayat mengatakan, pemerintah juga tengah membicarakan pengembangan ekowisata yang berkaitan dengan pemulihan lingkungan.

Ia menyinggung konsep jasa lingkungan yang menurutnya memiliki nilai ekonomi.

"Jadi, jasa lingkungan itu enggak gratisan sebetulnya," ujarnya.

Ia mengatakan, konsep tersebut dapat menjadi salah satu keunggulan Wonosobo dalam mengembangkan pariwisata berbasis keindahan dan kebaikan lingkungan.

Selain pengembangan ekowisata, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian.

Pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memastikan persoalan sampah dapat diselesaikan.

"Memastikan tuntas, sebelum akhir 2027 harus sudah tuntas," katanya.
semua orang
Sumber :
https;//banyumas.tribunnews.com/jateng/94888/balon-udara-bergambar-wajah-presiden-prabowo-hingga-tulisan-mbg-terbang-di-langit-wonosobo

Total Hadiah Rp10 Juta! Intip Syarat dan Ketentuan Karnaval Kemerdekaan Wonosobo 2026 HUT ke-81 RIDalam rangka memeriahk...
08/08/2026

Total Hadiah Rp10 Juta! Intip Syarat dan Ketentuan Karnaval Kemerdekaan Wonosobo 2026 HUT ke-81 RI

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi menghadirkan acara karnaval kemerdekaan.

Dengan mengusung tema “Bergerak dengan Empati, Mengabdi dengan Sinergi, Lestari untuk Negeri”. Acara meriah ini akan berlangsung pada Selasa (18/8/2026), dimulai pukul 12.30 WIB.

Bagi Anda yang yang ingin berpartisipasi dalam kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Wonosobo, simak syarat dan ketentuannya!

Informasi Pendaftaran
Jadwal pendaftaran acara kemeriahan Kemerdekaan akan dibuka mulai tanggal 2 Agustus 2026 sampai dengan 10 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB. Tambahan informasi, bahwa pendaftaran akan ditutup apabila jumlah peserta kontingen sudah penuh.

Untuk membangkitkan semangat para peserta, acara ini menyediakan total hadiah yang fantastis sebesar Rp10 juta. Penasaran? Yuk simak panduan mengenai syarat dan ketentuan yang perlu anda ketahui untuk pendaftaran.

Syarat dan Ketentuan Pendaftaran

Semarak Karnaval Kemerdekaan
Pendaftaran peserta dapat mewakili Perangkat Daerah/RSUD/ BUMN/BUMD/Sekolah (SMP/SMA sederajat) /Perguruan Tinggi/Instansi Vertikal/Kecamatan/ Desa/Kelurahan/komunitas/kelompok lainnya di wilayah Kabupaten Wonosobo.

Para instansi/lembaga/komunitas diperbolehkan hanya mengirimkan 1 (satu) kontingen terdiri dari:

*Peserta wajib berjalan kaki.

*Kendaraan hias: bersifat TIDAK WAJIB, hanya dibatasi 1 unit kendaraan roda 4, bak terbuka, maksimal sekelas “isuzu elf”.

*Dilarang menggunakan sepeda/sepeda motor.

*Peserta Perangkat Daerah yang berjalan kaki, minimal sejumlah pegawai Perangkat Daerah, dan maksimal berjumlah 50 orang.

*Khusus peserta diluar Perangkat Daerah dari instansi/lembaga/komunitas, minimal jumlah peserta 30 orang dan maksimal 50 orang.

*Seluruh kontingen calon peserta diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

*Bagi kontingen yang akan menyertakan kendaraan hias, WAJIB mengirimkan DESAIN saat melakukan pendaftaran, dengan ketentuan:

1. Selaras dengan tema karnaval (mengusung unsur budaya, perjuangan, lingkungan hidup secara lengkap).
2. Batasan hiasan pada kendaraan hanya diperbolehkan melebihi lebar
kendaraan.

Link Pendaftaran dan Kontak Panitia
Sebagai informasi tambahan bagi calon peserta, pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah melalui https://w-sb.org/DaftarKarnavalWSB2026
Sebelum batas waktu pendaftaran berakhir, seluruh berkas pendaftaran harus dilengkapi.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi panitia di nomor 0831-4689-1052.

Tertarik mengikuti kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Wonosobo? Segera daftarkan kontingen Anda sebelum kuota terpenuhi!
semua orang
Sumber :
https;//serayunews.com/total-hadiah-rp10-juta-intip-syarat-dan-ketentuan-karnaval-kemerdekaan-wonosobo-2026-hut-ke-81-ri

Address

Jalan Pemuda
Wonosobo

Telephone

+81318221455

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info.wonosobo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category