09/10/2021
Parenting adalah cara mengasuh dan mendidik anak. Momskids dan poskids tentu sering mendengar istilah ini dalam kehidupan sehari-hari. Namun sudah tepatkah pemahaman Anda tentang konsep parenting itu sendiri? Berikut ini penjelasan singkat tentang pengertian parenting beserta jenis-jenisnya.
Mengenal Parenting
Apa jawaban momskids dan popskids jika diberi pertanyaan tentang apa itu parenting? Anda mungkin akan menjawab parenting adalah cara mendidik anak. Jawaban tersebut memang tapat, namun cara mendidik seperti apakah yang dimaksud dis ini?
Jika merujuk pada definisi dari APA (American Psychological Association), Parenting adalah suatu pola pengasuhan anak oleh orang dewasa (tak terbatas dengan hubungan biologis) yang memiliki tiga tujuan utama;
Memastikan anak selalu dalam kondisi sehat dan aman,
Mempersiapkan anak agar tumbuh menjadi produktif, dan
Menurunkan atau mewariskan nilai-nilai budaya kepada anak.
Sedangkan, jika mengikuti definisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), parenting dipahami sebagai suatu interaksi yang terjadi antara orang tua dan anak dengan tujuan mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial, intelektual dan spiritual. Dalam definisi ini juga dijelaskan bahwa parenting terjadi sejak anak masih berada dalam kandungan hingga ia dewasa.
Dari kedua definisi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa parenting adalah cara bagaimana mendidik anak agar ia siap menjadi pribadi dewasa yang mandiri fan berdiri pada kakinya sendiri. Parenting mencakup pola pengasuhan yang mendukung perkembangan emosi, fisik, sosial, intelektual, dan spiritual anak.
Jenis-jenis Parenting
Setelah memahami tentang konsep parenting, momskids dan popskids juga perlu tahu tentang jenis-jenisnya. Ya, parenting memang dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan bagaimana pola interaksi orang tua yang mengasuh anak. Terdapat 4 jenis parenting yang umum ditemukan dalam prakteknya, berikut ini penjelasannya;
• Authoritarian parenting
Jenis parenting yang pertama adalah authoritarian parenting (parenting otoriter). Dalam model ini ciri utamanya adalah orang tua yang berlaku otoriter, memerintah dan memaksa kepada anak. Tipikal orang tua yang menganut parenting jenis ini menganggap bahwa semua keinginannya harus dipenuhi sang anak, merasa selalu benar, hingga terlalu membatasi ruang gerak anak.
Anak yang tumbuh dalam parenting model ini dikhawatirkan akan menjadi pribadi yang cenderung pasif. Kebiasaan orang tua yang menekan pendapat akan membuat sang anak merasa bahwa pendapat dan pemikirannya tidak berarti.
• Authoritative parenting
Sementara, tipe parenting otoritatif bisa dibilang bekebalikan dengan tipe otoriter. Jika dalam authoritarian parenting orang tua cenderung memaksakan kehendaknya, dalam authoritative parenting orang tua justri memberikan dukungan terhadap pilihan yang diambil anak.
Model parenting seperti ini dianggap ideal karena akan membuat anak lebih percaya diri. Ia juga akan lebih mudah menyampaikan opininya sendiri karena tidak dihalang-halangi oleh paksaan orang tua.
• Indulgent parenting
Berikutnya, jenis parenting indulgent melibatkan orang tua sepenuhnya dalam mengasuh anak. Mereka bertindak amat permisif terhadap pilihan atau pemikiran anak. Pola pengasuhan ini memang baik untuk membuat anak percaya diri, namun di sisi lain mereka menjadi manja karena keinginannya selalu dituruti orang tua.
Model parenting ini biasanya muncul jika di masa kecil orang tua selalu dibatasi pergerakannya. Menjadi indulgent (terlalu pemurah) dan permisif (serba membolehkan) adalah cara mereka untuk “membalas” perlakuan orang tua di masa lalu.
• Neglectful parenting
Terakhir adalah neglectful parenting. Tipe parenting abai ini harus dihindari karena dapat menimbulkan jarak antara orang tua dan anak. Dalam neglectful parenting, orang tua jarang atau bahkan tidak terlibat sama sekali dalam pengasuhan anak. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari kesibukan pekerjaan hingga keadaan lain yang memaksa orang tua untuk bertindak demikian.
Selain menimbulkan jarak antara orang tua dan anak, neglectful parenting juda berpotensi membuat anak menjadi pribadi yang kurang perhatian. Lebih jauh lagi ini bisa berdampak pada broken home yang bisa dialami anak dalam perkembangan ke depannya.
Nah, dari sini momskids dan popskids bisa mengetahui bahwa parenting adalah proses yang kompleks dan tidak mudah. Tak ada rumus pasti untuk menentukan seperti apa parenting yang tepat. Banyak hal dan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis parenting yang hendak diterapkan kepada anak.
Walau begitu, bukan berarti Anda tidak bisa belajar menjadi orang tua yang baik bagi si buah hati. Intinya, tetap semangat dan teruslah belajar menambah serta mengembangkan pengetahuan parenting. Jangan ragu berkonsultasi kepada pakar atau bertukar pikiran dan pengalaman dengan sesama orang tua jika mengalami kendala dalam mengasuh dan mendidik anak anda.
.com
https://kidspirasi.com/2021/10/09/pengertian-parenting-dan-jenis-jenisnya/