Indo Keris Gallery

Indo Keris Gallery Membantu Anda Melengkapi Koleksi Keris Pilihan
(http://indokerisgallery.blogspot.com/)
HP 081 230 063 063

Keris Sepang MataramDhapur : Sepang Luk LurusPamor : KelengTangguh (Perkiraan Masa Pembuatan Keris) : Mataram NomJejeran...
20/01/2014

Keris Sepang Mataram
Dhapur : Sepang Luk Lurus
Pamor : Keleng
Tangguh (Perkiraan Masa Pembuatan Keris) : Mataram Nom
Jejeran (Handle/Pegangan Keris) : -
Warangka (Sarung Keris) : Jati
Wilah (Panjang Bilah) : 17,5 cm

Mahar : Rp.1.100.000,-

20/01/2014
13/01/2014

Di gallery ini kami perkenankan tawar menawar sebagai layaknya jual beli, karena menawarkan atau menawar, jika dilandasi "ilmu" bisa jadi berkah. Kami juga menghormati etika memaharkan keris, jika "tidak jodoh/tidak cocok ", bisa dikembalikan pada kami...

13/01/2014

Blarak Sineret, sabtu kemarin meluncur ke jakarta... "Semoga lancar, selamat sampai ke tujuan". Gambarmu masih disini, untuk kenang kenangan, "kamu" pernah tinggal disini... Jika tidak diterima disana?, silahkan kembali kesini (etika dunia perkerisan)

Rahasia Keris Berdiri
31/12/2013

Rahasia Keris Berdiri

Tuah Keris Mengenai Tuah Keris, setidaknya ada dua unsur yang menurut referensi yang ada jadi topik bahasan, yaitu Tuah ...
31/12/2013

Tuah Keris

Mengenai Tuah Keris, setidaknya ada dua unsur yang menurut referensi yang ada jadi topik bahasan, yaitu Tuah Dapur Keris dan Tuah Pamor Keris. Secara umum hal ini masuk wilayah pembahasan Aspek Esoteri Keris

Berikut ini saya sampaikan kutipan tentang Tuah Keris dari website yang bayak jadi rujukan, kutipan dimulai dari tulisan ini ke bawah.

TUAH KERIS

TUAH Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tuah antara lain berarti sakti, keramat; berkat (pengaruh) yang mendatangkan keuntungan (kebahagiaan, keselamatan, dsb). Secara umum, dalam dunia perkerisan tuah diartikan sebagai kesaktian, daya luwih, kekuatan magis, dan manfaat gaib yang terkandung dalam sebilah keris atau tosan aji lainnya.

Bagi mereka yang percaya akan adanya tuah pada sebilah keris, daya gaib yang terpancar atau 'sesuatu' yang dirasakan itulah yang disebut angsar. Pada dasarnya tuah keris itu selalu baik dan untuk kebaikan. Tetapi tuah keris belum tentu akan cocok manfaatnya bagi seseorang. Ilmu untuk mengenal dan mengetahui jenis-jenis angsar disebut ilmu tanjeng.

Untuk mengetahui cocok atau tidaknya sebilah keris bagi seseorang, digunakan ilmu tayuh. Kepercayaan akan adanya tuah, baik pada keris maupun pada benda lainnya, bukan hanya ada pada masyarakat Jawa, Indonesia, atau Asia saja juga pada banyak bangsa dari benua lainnya.

Bagi sebagian orang, terutama pecinta keris yang masih tergolong pemula, tuah keris dianggap dapat dibuktikan secara fisik, misalnya, lilin menyala dapat padam dengan sendirinya bila diacungi sebuah keris tertentu. Atau, bila keris tertentu direndam dalam air, di bawah sinar terang matahari, tampak seperti ular hidup. Atau, keris tertentu yang bilamana dipegang, rambut orang itu tidak dapat dipotong dengan pisau silet. Dan, atraksi-atraksi mirip sulap lainnya.

Namun sebagian besar pecinta keris menganggap bahwa tuah keris sebenarnya tidak bisa dilihat, namun dapat dirasakan. Misalnya, setelah mendapat sebilah keris, rumah tangga yang sebelumnya selalu ribut, jadi tenteram dan rukun. Atau, kariernya lebih lancar, atau usahanya lebih maju, dlsb. Yang jelas, pengertian tentang tuah keris ini terkadang bersifat subyektif, lain orang bias lain pendapatnya. Semua itu tergantung pada lingkungan dan pengalaman hidup masing-masing.

ETIKA DALAM KOMUNITAS PERKERISANSebagaimana halnya dengan cabang budaya lainnya, dunia perkerisan pun mempunyai beberapa...
25/12/2013

ETIKA DALAM KOMUNITAS PERKERISAN

Sebagaimana halnya dengan cabang budaya lainnya, dunia perkerisan pun mempunyai beberapa kebiasaan, aturan, norma, tata kesopanan, dan etika yang berkaitan dengan adat istiadat setempat. Bila ingin suatu ketika kita bergabung dengan komunitas perkerisan, pembelajaran etika ini dapat menjadi bekal yang berharga, selain masalah eksoteri dan isoterinya.

1. Melihat bilah keris

Dalam suatu pertemuan yang dihadiri lebih dari dua orang penggemar keris, melihat bilah keris yang bukan miliknya juga ada aturannya.

* Aturan Pertama adalah minta izin dari pemilik keris itu. Jika Anda langsung mengambilnya, mengeluarkan bilah keris itu dari sarungnya (warangkanya) dan mengamati bilahnya, besar kemungkinan akan menyinggung perasaan sang pemilik. Seolah-olah Anda telah mengabaikan si pemilik yang hadir disitu.

* Bila telah mendapat izin dari pemiliknya, maka Aturan Kedua adalah melolos pusaka bukan menghunus pusaka. Caranya pegang bagian pangkal gander warangka dengan tangan kiri, posisi tangan menghadap keatas, gunakan tangan kanan untuk memegang handle atau ukiran keris. Tekankan jempol tangan kanan pada tampingan warangka, sambil pelan-pelang menggerakkan tangan kiri keatas sehingga warangka itu bergerak naik, sementara tangan kanan tetap diam di tempat. Proses ini dinamakan melolos pusaka. Sebaliknya bila kita mencabut keris itu dari warangka dinamakan menghunus pusaka.

* Setelah keris lolos dari warangka, maka Aturan Ketiga adalah meletakkan warangka pada tempat yang aman. Sedangkan bilah keris di tangan kanan di angkat setinggi p**i kanan atau kening atau telinga kanan sebagai cara penghormatan kepada mpu pembuat keris itu sekaligus penghormatan kepada pemilik keris itu.

* Sesudah gerak penghormatan sudah dilakukan, maka Aturan Keempat dalam mengagumi dan mengamati bilah, ujung bilah diusahakn selalu menghadap keatas. Jagalah jangan sampai ujung bilah itu menghadap pada seseorang yang hadir disitu.

* Untuk melihat pamornya, maka keris lebih nyaman jika diletakkan secara miring, agar ujung keris tidak menuju ke arah orang lain, maka Aturan Kelima yaitu ujung bilah dapat ditempatkan pada ujung kuku jempol tangan kiri.

* Dalam memperhatikan pamor pada bilah, maka sebagai Aturan Keenam adalah jangan menyentuh atau mengelap dengan jari tangan kiri pada bilah itu, apalagi me-ninting (menjentik dengan jari) untuk mengetahui bunyinya.


2. Menyarungkan keris

Bila dalam meloloskan keris ada aturannya, maka dalam hal menyarungkan kembali pun ada aturannya.

* Aturan Pertama, bila Anda sebagai orang yang melolos pusaka itu, maka Anda jugalah yang wajib menyarungkan kembali. Prosesnya mirip dengan melolos pusaka, hanya saja dalam hal ini dibalik yaitu tangan kiri memegang warangka dan tangan kanan memegang bilah. Pelan-pelan masukan bilah ke warangka kira-kira 2cm, lalu gerakan warangka dengan tangan kiri untuk menyarungi keris itu.

* Dalam Aturan Kedua ini, tangan kanan yang memegang bilah harus tetap diam.


3. Menyerahkan keris

Aturan Pertama, selalu gunakan tangan kanan sebagai tangan yang aktif dalam menyerahkan atau menerima keris itu. Bila keris itu diketahui bersama sebagai keris yang istimewa, maka lebih baik jika serah terima menggunakan kedua belah tangan (kanan dan kiri aktif). Usahakan saat serah terima keris dalam keadaan dalam warangkanya. Secara detil proses serah terima adalah sebagai berikut:

* Jika Anda hendak memberikan kepada orang yang lebih tua atau dihormati. Peganglah warangka keris diujung gandarnya, sehingga beliau akan menerima ditengah atau di pangkal gandar.

* Jika Anda hendak memberikan kepada orang yang lebih muda Peganglah warangka keris di pangkal gandarnya, sehingga yang menerima akan memegang ujung gandarnya.

* Jika Anda hendak menerima dari orang yang lebih tua atau dihormati. Terima warangka keris itu pada ujung gandarnya, karena beliau menyerahkannya dengan memegang pangkal gandarnya

* Jika Anda hendak menerima dari orang yang lebih muda Terima warangka keris itu di pangkal gandarnya, karena dia akan memegang ujung gandarnya.

* Jika Anda hendak menyerahkan/menerima dari teman sebaya Bisa lebih fleksibel sesuai dengan karakteristik teman Anda

* Jika serah terima keris dalam keadaan tanpa warangka Sebaliknya jika menyerahkan keris dalam keadaan tanpa warangka (telanjang), maka yang dipergunakan adalah telunjuk dan ibu jari tangan kanan dengan cara menjepit erat-erat di dekat mendaknya. Yang akan menerima nanti akan memegang ukiran atau handle-nya yang dibagian bawah. Khusus yang ini tidak ada aturan tua dan muda alias semua sama.

4. Pantangan

* Meskipun Anda merasa sebagai seorang ahli, tetapi dalam komunitas keris dilarang untuk memberikan penilaian buruk pada keris yang bukan milik Anda. Bagi orang Jawa, tingkat ketersinggungannya akan tinggi apabila ada orang lain men-cacad (menjelek-jelekan) keris miliknya.

* Tosan aji bukanlah barang dagangan, sehingga untuk memilikinya agar diperhalus dengan kata meminang atau memahar dengan mas kawin senilai tertentu. Bagi orang Jawa, keris memiliki jodohnya masing-masing, sehingga apabila tidak cocok dapat dikembalikan kepada orang yang telah menerima pinangan itu.


Demikian aturan dan etika di komunitas perkerisan tingkat rakyat biasa seperti saya, tentu saja ini sangat jauh berbeda dengan yang terjadi di keraton. Urusan pendok, warangka dan ukiran saja ada aturannya bahwa yang berhak membawa adalah kriteria orang tertentu.

Tulisan sederhana ini didorong oleh sahabat saya mas Panca Syailendra, semoga bermanfaat bagi siapa saja. Salam Budaya

Sumber :
1. http://indokeris.blogspot.com/2013/01/etika-komunitas-perkerisan.html
2. http://jadul1972.multiply.com/journal/item/130/ETIKA-DALAM-KOMUNITAS-PERKERISAN

Rahasia Membuat Pamor Keris Blarak Sineret Saat anda browsing dengan key word "Pamor Keris" dan anda cari pamor keris da...
11/12/2013

Rahasia Membuat Pamor Keris Blarak Sineret

Saat anda browsing dengan key word "Pamor Keris" dan anda cari pamor keris dan tuahnya tentang pamor Blarak Ngirid/Blarak Sineret/Blarak Sinered akan anda dapatkan informasi tentang tuah Blarak Sineret, "tuah utamanya menambah kewibawaan dan juga baik untuk pergaulan karena disayang orang sekelilingnya, baik pihak atasan atau bawahan" dan banyak lagi informasi tentang Pamor Keris.

Namun pada posting kali ini tidak akan saya bahas tentang hal tersebut, melainkan tentang teknik pembuatan pamor blarak sineret.

Seperti kita ketahui, jika dilihat dari teknik pembuatan pamor keris dapat dikelompokkan menjadi pamor mlumah, pamor miring, dan pamor puntiran.

Dan kalaupun toh saya menulis ini bukan berarti saya mengerti benar tentang hal tersebut, melainkan berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari seorang teman yang baru saja ketemu dengan seorang mantan panjak keris (pembantu empu keris), dan bersedia menceritakan pengalamannya.

Intinya, kalau teknik pembuatan pamor banyu mili, ngulit semangka.... menurut mantan panjak keris ini, relatif lebih mudah karena teknik pembuatannya dapat dikelompokkan pada teknik pembuatan pamor mlumah....hanya melipat berkali-kali besi dan bahan pamor yang telah di masukkan didalam lipatannya bahan pamor keris.

Yang lebih sulit dari pamor semacam banyu mili, ngulit semangka adalah teknik pembuatan pamor s**o lanang, pancuran mas dan tejo kinurung karena menggunakan tekknik pamor miring. Setelah bahan pamor dimasukkan dan dilipat beberapa kali, dilakukan penempaan pada bagian miring, sehingga andai kata kita punya kekuatan untuk melipat keris seperti melipat tanah liat, maka akan dapat kita belah menjadi dua bagian keris memanjang dari bagian ujung (atas) keris dan bagian sor soran (bawah) keris.

Nah, kalau ingin membuat pamor blarak sineret, setelah apa yang dilakukan dua jenis teknik pembuatan keris diatas, bagian yang miring ini ditempa lagi sehingga muncul pamor blarak sineret.

Intinya, untuk membuat pamor blarak sineret, tingkat kesulitan pengerjaannya relatih lebih rumit dan memerlukan waktu yang panjang.

Hal inilah mengapa, keris pamor blarak sineret, meskipun itu sama sekali baru jika kita memesan akan mahal, karena dengan sendirinya jika dilihat tetang kesulitan tingkat pengerjaannya, dan sering kali kita lihat mahar pamor 2 kali lipat atau lebih jika dibandingkan pamor umum lainnya.

Semoga, sekelumit cerita ini dapat menambah wacana kita tetang keris, jika anda ada kekurangan dalam penulisan ini dan mungkin juga apa yang saya dapat tidak sama dengan pengalaman orang-orang terjun langsung dalam pembuatan keris, dapat menambahkan/melengkapi tulisan pada kolom komentar.

http://indokeris.blogspot.com/2013/03/rahasia-membuat-pamor-keris-blarak.html

Keris Blarak SineretDhapur : Sempana Luk 9Pamor : Blarak SineretTangguh (Perkiraan Masa Pembuatan Keris) : Mataram NomJe...
11/12/2013

Keris Blarak Sineret
Dhapur : Sempana Luk 9
Pamor : Blarak Sineret
Tangguh (Perkiraan Masa Pembuatan Keris) : Mataram Nom
Jejeran (Handle/Pegangan Keris) : -
Warangka (Sarung Keris) : Jati
Wilah (Panjang Bilah) : 36 cm

Mahar : Rp. 2.500.000,-

Pengertian Keris Pengetian Keris menurut Web Wikipedia" Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan...
10/12/2013

Pengertian Keris

Pengetian Keris menurut Web Wikipedia

" Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya memiliki pamor (damascene), yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah. Jenis senjata tikam yang memiliki kemiripan dengan keris adalah badik. Senjata tikam lain asli Nusantara adalah kerambit".

Pengertian Keris menurut Web Java Keris

Sebuah benda dapat digolongkan sebagai keris bilamana benda itu memenuhi kriteria berikut:

Keris harus terdiri dari dua bagian utama, yakni bagian bilah keris (termasuk pesi) dan bagian g***a. Bagian bilah dan pesi melambangkan ujud lingga, sedangkan bagian g***a melambangkan ujud yoni. Dalam falsafah Jawa, yang bisa dikatakan sama dengan falsafah Hindu, persatuan antara lingga dan yoni merupakan perlambang akan harapan atas kesuburan, keabadian (kelestarian), dan kekuatan.
Bilah keris harus selalu membuat sudut tertentu terhadap g***a. Bukan tegak lurus. Kedudukan bilah keris yang miring atau condong, ini adalah perlambang dari sifat orang Jawa, dan juga suku bangsa Indonesia lainnya, bahwa seseorang, apa pun pangkat dan kedudukannya, harus senantiasa tunduk dan hormat bukan saja pada Sang Pencipta, juga pada sesamanya. Ilmu padi, kata pepatah, makin berilmu seseorang, makin tunduklah orang itu.
Ukuran panjang bilah keris yang lazim adalah antara 33 - 38 cm. Beberapa keris luar Jawa bisa mencapai 58 cm, bahkan keris buatan Filipina Selatan, panjangnya ada yang mencapai 64 cm. Yang terpendek adalah keris Buda dan keris buatan Nyi Sombro Pajajaran, yakni hanya sekitar 16 - 18 cm saja.
Tetapi keris yang dibuat orang amat kecil dan pendek, misalnya hanya 12 cm, atau bahkan ada yang lebih kecil dari ukuran fullpen, tidak dapat digolongkan sebagai keris, melainkan semacam jimat berbentuk keris-kerisan.
Keris yang baik harus dibuat dan ditempa dari tiga macam logam,- minimal dua, yakni besi, baja dan bahan pamor. Pada keris-keris tua, semisal keris Buda, tidak menggunakan baja.

Dengan demikian, keris yang dibuat dari kuningan, seng, dan bahan logam lainnya, tidak dapat digolongkan sebagai keris. Begitu juga "keris" yang dibuat bukan dengan cara ditempa, melainkan dicor, atau yang dibuat dari guntingan drum bekas aspal tergolong bukan keris, melainkan hanya keris-kerisan.
Meskipun masih ada beberapa kriteria lain untuk bisa mengatakan sebuah benda adalah keris, empat ketentuan di atas itulah yang terpenting.

Sumber : http://indokeris.blogspot.com/2013/01/pengertian-keris.html

Address

Tuban
62351

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Indo Keris Gallery posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share