11/05/2026
Catatan;
Pesta Babi, itu judul filmnya. mengkisahkan sebuah kenyataan tentang Papua. perampasan, pemerkosaan, pembunuhan, dan kerusakan lingkungan memfaktakannya dalam cerita.
ada TNI, pengusaha, dan bisnis-bisnis reksasa yang berambisi "kemajuan negeri" tetapi habis-habisan menghabisi orang asli Papua, dimana manusia ber-ras melanesia itu tersingkir dan menjadi orang asing dalam tanah airnya sendiri. mereka berjalan ke hutan rimba untuk suatu pengungsian karena trauma, takut, karena air mata mereka sudah habis menetes. rumah mereka kemudian dicuri militerisme dan dijadikan markas militer.
mengapa takut dengan film dokumentar ini? apakah ceritanya terlalu mengisahkan kenyataan-kenyataan keji, dan melibatkan pengusaha, penguasa dan militerisme? apakah cerita film ini adalah kenyataan-kenyataan yang tak terbantahkan sehingga menjadi momok bagi militerime dan pemodal.?
ketahuilah, apabila sebuah film dokumenter semacam ini pada satu layar dilarang, maka bagi kami itu sama dengan sepuluh film akan hadir membentang. bahwa semakin dilarang penjahat maka bagi kami semakin ramai menyebar.
untuk para pengecut, kalian tidak bisa memb**gkam kebenaran! walau ribuan fitnah, tuduhan, hukum dan penjara sekalipun, sekali lagi bagi kami kebenaran punya jalannya sendiri untuk berdiri tegak tak gentar! kami telah lama bernazar untuk berdiri bersama kebenaran di atas segala-galanya, hingga melampaui demarkasi kecemasan, rasa takut dan ketidaknyamanan hidup.
kawan-kawan, ketahuilah bahwa pemb**gkaman dan kekerasan yang diperhadapkan kepada kita ini ialah suatu peristiwa keji yang merupakan—hanya sebagian kecil daripada apa yang sebenarnya dirasakan Rakyat Papua. di Papua ada ribuan orang mengungsi karena trauma karena anak dan bapak ibunya mati ditembak dan dianiaya militerisme di depan mata, hingga diperkosa dan sebagainya. bahkan ada perempuan-perempuan menjerit tangis melahirkan anak di tengah-tengah hutan rimba pengungsian. hal ini sudah lama terjadi sejak aneksasi Papua dan malapetaka trikora.
bila kita tidak mau bersolidaritas terhadap Papua, apalah arti hidup ini. mari membuka mata dan melihat kenyataan-kenyataan yang berdarah-darah, yang mengiris-iris ulu hati, yang tercabik-cabik derita dan kesengsaraan akibat ulah segelintir manusia-manusia berkepala iblis. bahwa ikutilah apa kata kemanusiaan dan bergeraklah untuk menjadi bagian dari orang Papua, untuk pembebasan Rakyat Papua dari ketertindasan yang dialaminya, dari kolonialisme yang dialaminya, untuk kemerdekaan Rakyat Papua dari keterjajahannya, untuk demokrasi daripada anti demokrasi, untuk perdamaian daripada agresi militer, untuk berbakti pada negeri kita supaya menjadi beradab dan makin manusiawi.
bergab**glah bersama pejuang-pejuang pembebasan yang pemberani dan tak takut mati itu, gab**glah bersama angkatan muda yang memiliki keteguhan prinsip seperti Aliansi Mahasiswa Papua, PEMBEBASAN, Free West Papua. dan sebagainya.
ayo kita tegakkan demokrasi!
ayo bersama-sama berdiri di atas kebenaran!
berorganisasilah, berpropaganda, dan berjuanglah demi pembebasan nasional.!
Puisi lentera merah.
Greenpeace Indonesia
berat