28/01/2026
TAS TUA INI SAKSI BlSU PERJUANGANKU, TAPI MENGAPA HARI ITU IA MENJADI SAKSI P∆HITNYA FlTN∆H🥺
Di bawah naungan topi yang sudah pudar warnanya, tersimpan sorot m4ta l£lah yang mem*ndam luk4. Seorang pria tua dengan tas termosnya, berharap rec£han demi rec£han terkumpul untuk dibawa pulang ke rumah.
Pria itu bukan seorang kri*inal, ia hanya seorang ayah yang sedang ber5du nasib dengan terik matahari. Namun hari itu, es warna-warni yang ia pikul dengan harapan bisa menjadi nasi, justru berbalik menjadi s£nj4ta yang mengh4kimi mart4batnya di depan banyak orang, hanya karena tekstur dag4ngannya yang k£nyal dan tak mudah h4ncur.
Semua bermula dari ker4guan yang tumbuh menjadi fi*nah. Seorang w4nita berbaju putih dan warga sekitar mulai men£kan sang ped4gang. Tanpa rasa ragu, w4nita itu menunjuk dag4ngan sang kakek dengan nada penuh keyakinan.
Warga: “C*wek, ini bahan apa?”
Mbak Baju Putih: (Mem£gang dan menarik es) “Ini spons, spons bedak.”
Warga: “Nah ya kan, nah ini cuma dibentuk spons bedak kan? Nah tapi dip£ras bisa ini."
Mbak baju putih: "Nah, masa agar bisa dip£ras sih? Makanya, itu kan spons, kalau agar-agar mah nggak kayak gini, h4ncur. Ih, ini spons. Spons bedak!"
Punc4k kes£dihan terjadi saat petug4s TNI mulai mengint£rog4si sang penju4l di tengah ket5kutan dan kebingungan, sang bapak memberikan alasan yang sangat memilukan tentang mengapa ia harus terus berjualan.
TNI: “Eh ini, bos lu bikin bahan dari mana?”
Penjual: “Dari hunkue.”
TNI: “Ini busa kan ini?”
Penjual: “Saya belum tahu, eh busa ini saya belum tahu, Pak.”
TNI: “Terus kenapa kamu ju4l?”
Penjual (dengan suara bergetar): “Kalau saya berhenti, saya an4k-an4k b!ni saya makan apaan, Pak?"
Untuk membuktikan tud*han tersebut, es tersebut kemudian dib4kar dan dip*ras habis-hab!san di hadapan bapak tersebut.
“Nah ini bahannya spons. Nah ini dib4kar meleleh dia nih, bisa gosong. Harap h4ti-h4ti untuk semuanya.”
Dengan nada memerintah, mereka mem5ksa pria tua itu mem4kan esnya sendiri yang telah mereka lab£li sebagai "busa b£r∆cun"
Di had4pan kamera yang terus mer£kam, sang bapak hanya bisa men£lan es tersebut. Bapak itu hanya bisa mengunyah pelan es. Es yang tadinya ia harap bisa menjadi nasi untuk keluarganya.
Tepung hunkue memang memiliki sifat k£nyal yang luar biasa jika dimasak dengan takaran tertentu, namun hari itu, ilmu pengetahuan kalah oleh asumsi yang terlanjur viral.