04/08/2026
Kondisi bangunan kelas jauh Sekolah Dasar (SD) di Sulawesi Barat ini sungguh memprihatinkan.
Itulah SD DDI Toppong yang terletak di Dusun Seppong Batu, Desa Landi Kannusuang, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Daerah ini letaknya sekitar 195 km ke arah selatan dari Mamuju Ibu kota Provinsi Sulawesi Barat atau sekitar 246–250 km ke arah utara dari Kota Makassar Ibu Kota Sulawesi Selatan.
Bisa dilalui jalur darat dengan perjalanan kurang lebih 6 jam.
Sekolah nyaris ambruk, lantai dari tanah
Sekolah SD ini bahkan nyaris ambruk.
Pantauan Tribun Sulbar (Tribunnews.com Network) pada 28 Juli 2026 lalu memperlihatkan kelas jauh tersebut berjarak sekitar 15 kilometer dari sekolah induk yang berada di Dusun Toppong.
Bisa dilalui jalur darat dengan perjalanan kurang lebih 6 jam.
Sekolah nyaris ambruk, lantai dari tanah
Sekolah SD ini bahkan nyaris ambruk.
Pantauan Tribun Sulbar (Tribunnews.com Network) pada 28 Juli 2026 lalu memperlihatkan kelas jauh tersebut berjarak sekitar 15 kilometer dari sekolah induk yang berada di Dusun Toppong.
Bangunan kelas ini berukuran sekitar 3x5 meter dan terbagi menjadi dua ruangan.
Namun satu ruangan sudah tidak lagi digunakan karena kondisinya mengalami kerusakan parah.
Sementara satu ruangan lainnya masih dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar.
Tiang dan dinding bangunan terbuat dari kayu, sedangkan bagian atap menggunakan seng bekas.
Lantai ruangan masih berupa tanah dan kerap becek saat musim hujan.
Sejumlah bagian dinding dan tiang juga telah rusak hingga terlepas akibat papan serta balok kayu yang lapuk dimakan usia.
Kondisi bangunan yang memprihatinkan itu membuat murid terpaksa belajar di ruangan yang tidak layak.
Bukan hanya kondisi bangunan, fasilitas pembelajaran di sekolah tersebut juga sangat terbatas.
Hanya terdapat sejumlah meja, kursi, papan tulis, serta beberapa buku bacaan yang sebagian kondisinya sudah usang.
Kondisi bangunan tersebut membuat orang tua siswa khawatir, terutama saat hujan deras disertai angin kencang
"Kita takut, apalagi kalau ada angin kencang atau hujan deras, kita takut, tapi mau mi diapa," ujar salah satu orang tua siswa, Rusmiati, kepada wartawan.
Rusmiati menuturkan kelas jauh tersebut hanya memiliki seorang guru.
Saat guru berhalangan hadir, para siswa terpaksa tidak mengikuti proses belajar mengajar dan kembali ke rumah.
Menurut Rusmiati, bangunan kelas jauh tersebut dibangun secara swadaya oleh warga sekitar dan hingga kini belum pernah mendapatkan perbaikan.
Sementara itu, guru SD DDI Toppong, Sugianto, menuturkan kelas jauh tersebut memiliki sekitar 14 murid yang terdiri dari kelas I hingga kelas VI.
Selain itu, terdapat seorang anak yang masih berstatus sebagai murid taman kanak-kanak (TK) dan seorang lainnya berstatus sebagai siswa sekolah menengah pertama (SMP).
Sugianto menjelaskan, bangunan kelas jauh tersebut dibangun dengan difasilitasi warga sekitar pada 2012 lalu.
Pembangunan dilakukan agar anak-anak di wilayah tersebut tetap dapat mengenyam pendidikan, sebab sekolah lain memiliki jarak cukup jauh dan harus melewati kawasan hutan.
Pihak sekolah tidak dapat berbuat banyak untuk memperbaiki bangunan yang kondisinya sudah nyaris ambruk tersebut.
Sementara bantuan yang diharapkan dari pemerintah terkendala status sekolah yang merupakan sekolah swasta.
"Memang kondisi sekolah sudah sangat membahayakan, bahkan hampir roboh, tapi apa daya kami. Selama ini belum ada perhatian. Kendalanya karena status sekolah swasta," ucapnya.
Ia berharap pemerintah segera membantu perbaikan bangunan ruang kelas yang sudah tidak layak tersebut.
Dikunjungi Kepala Dinas
Setelah ramai diberitakan media hingga viral di media sosial, Kepala Dinas Pendidikan Polman Arifin Yambas bersama jajarannya turun langsung meninjau lokasi pada Jumat (31/7/2026) lalu.
Kedatangan mereka untuk melihat kondisi bangunan sekaligus memastikan keamanan para murid yang selama ini memanfaatkan bangunan tersebut sebagai tempat belajar.
Arifin mengatakan Bupati Polman Samsul Mahmud telah menginstruksikan jajarannya untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pendidikan di daerah ini berada dalam kondisi baik.
Instruksi tersebut tidak hanya menyangkut bangunan sekolah, tetapi juga memastikan anak-anak di wilayah terpencil tetap mendapatkan hak pendidikan, termasuk memperhatikan kondisi guru dan kepala sekolah.
“Bupati menginstruksikan untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana sekolah, memastikan anak-anak belajar dengan baik, keadaan guru, keadaan kepala sekolah,” ungkapnya.
Kritik Prabowo untuk Media
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengkritik tajuk pemberitaan sejumlah media massa yang dinilainya bias dan tendensius.
Ia secara spesifik merujuk pada program perbaikan puluhan ribu bangunan sekolah rusak yang saat ini sedang dikebut oleh pemerintahannya.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam melihat kondisi infrastruktur pendidikan.
Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang terbengkalai tersebut.
"Sekolah-sekolah roboh. Roboh. Sampai akhir tahun kita sudah akan memperbaiki 67.000 lebih sekolah. Saya instruksikan harus lebih, 100.000 sekolah."
"Yang sekian belas tahun tidak disentuh," ucap Prabowo saat acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Namun, Prabowo sangat menyayangkan framing pemberitaan media yang justru sengaja mencari-cari sebagian kecil sekolah yang belum diperbaiki untuk dijadikan berita utama.
"Saudara-saudara, ada juga media-media yang walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar taruh di halaman pertama. Aduh. Dia kira kita nggak ngerti."
"Saya nggak sebutlah media mana ya. Kalau saya sebut ya pada saatnya akan saya sebut. Kalian sudah tahulah," sentilnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunsulbar.com dengan judul Viral, Bangunan SD DDI Toppong Polman Nyaris Ambruk Segera Diperbaiki