01/06/2026
Seorang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) bernama Sutrisno (58) dilaporkan hilang akibat terseret arus di aliran Sungai Batanghari, kawasan Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat.
Korban dilaporkan hilang pada Sabtu (30/5/2026). Namun, hingga Minggu (31/5/2026) korban belum behasil ditemukan.
Sekretaris BPBD Solok Selatan, Sonni Patrisia, membenarkan kejadian tersebut. Bahwasanya ada seorang guru dilaporkan hanyut di aliran sungai Batanghari.
Ia menyampaikan informasi awal terkait hilangnya salah seorang warga di aliran Sungai Batanghari.
"Memang benar ada warga kami yang dilaporkan hanyut di daerah Dusun Tangah. Berdasarkan laporan, korban awalnya pergi ke area sungai untuk memancing ikan," ujar Sonni Patrisia saat memberikan keterangan.
Sonni menjelaskan bahwa peristiwa naas itu bermula ketika korban hendak menyalurkan hobinya. Namun, situasi di lapangan berubah menjadi petaka dalam waktu yang sangat singkat.
Mengenai kronologi kejadian, peristiwa ini bermula ketika Sutrisno berniat untuk memasang pukek (alat penangkap ikan sejenis jaring) di salah satu sudut aliran Sungai Batanghari. Kegiatan ini dilakukan korban pada Sabtu sore.
Nahas, saat sedang memasang jaring penangkap ikan tersebut, tubuh korban justru terseret dan hanyut hingga ke bagian tengah sungai. Kuatnya arus sungai membuat korban kesulitan untuk menyelamatkan diri ke tepi.
Melihat korban yang mulai tenggelam dan terseret arus, seorang saksi mata di lokasi kejadian yang diketahui bernama Jon langsung berupaya memberikan pertolongan.
Saksi mencoba menjangkau tubuh korban yang terus terbawa arus. Saksi sempat berusaha sekuat tenaga untuk menarik korban agar bisa kembali ke daratan.
Namun sayang, takdir berkata lain karena kondisi arus sungai pada saat itu terbilang cukup kuat dan berbahaya.
"Korban sempat ditolong oleh saksi bernama Jon. Akan tetapi, tubuh korban justru tertarik oleh pusaran arus yang deras hingga akhirnya hanyut dan hilang dari pandangan," urai Sonni.
Berdasarkan catatan waktu dari pihak berwenang, insiden kecelakaan air ini diperkirakan terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 17.59 WIB, tepat beberapa menit sebelum waktu magrib tiba.
Pihak BPBD Solok Selatan bersama tim SAR gabungan, relawan, dan masyarakat setempat langsung berkoordinasi untuk melakukan tindakan darurat.
"Korban sempat ditolong oleh saksi bernama Jon. Akan tetapi, tubuh korban justru tertarik oleh pusaran arus yang deras hingga akhirnya hanyut dan hilang dari pandangan," urai Sonni.
Berdasarkan catatan waktu dari pihak berwenang, insiden kecelakaan air ini diperkirakan terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 17.59 WIB, tepat beberapa menit sebelum waktu magrib tiba.
Pihak BPBD Solok Selatan bersama tim SAR gabungan, relawan, dan masyarakat setempat langsung berkoordinasi untuk melakukan tindakan darurat.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan korban dilaporkan hanyut pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 17.59 WIB saat memasang pukat di Sungai Batang Hari
Korban saat itu sedang memasang pukat ikan di sungai. Korban kemudian hanyut terbawa arus. Rekannya yang bernama Jon sempat berusaha memberikan pertolongan, namun korban tetap terseret arus dan hilang," kata Abdul Malik dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan, sebelum laporan diterima petugas, warga setempat telah melakukan upaya pencarian secara mandiri.
Namun hingga malam hari korban belum ditemukan. Informasi kejadian kemudian diterima Kantor SAR Padang dari saksi bernama Jon pada Sabtu malam sekitar pukul 19.32 WIB.
Memasuki hari kedua pencarian, Minggu (31/5/2026), tim SAR gabungan mulai melakukan operasi pencarian sejak pukul 07.30 WIB.
Area pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan jangkauan sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian
SRU 1 melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban dilaporkan hanyut menggunakan perahu rafting
Sementara SRU 2 menyisir aliran sungai sejauh tiga kilometer dari titik lokasi kejadian menuju titik pencarian berikutnya menggunakan perahu LCR
Operasi SAR hari kedua telah dilaksanakan sesuai rencana operasi. Tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga radius tiga kilometer," ujarnya.
Meski pencarian dilakukan sepanjang hari dengan melibatkan berbagai unsur, hasil yang diperoleh masih nihil.
"Hingga pukul 18.00 WIB korban belum berhasil ditemukan. Operasi SAR hari kedua dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Senin (1/6/2026) pukul 07.30 WIB," kata Abdul Malik.
Operasi pencarian melibatkan personel dari TNI, Polri, BPBD, perangkat nagari, masyarakat setempat, serta tim dari Unit Siaga SAR Solok Selatan.
Sejumlah peralatan turut dikerahkan dalam operasi tersebut, di antaranya Rescue Carrier, perahu LCR, perahu rafting, peralatan evakuasi, peralatan medis, peralatan komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Abdul Malik menambahkan, cuaca selama pelaksanaan pencarian terpantau cerah berawan. Namun, tim menghadapi kendala berupa tidak tersedianya sinyal komunikasi di lokasi operasi.
Pencarian terhadap korban akan kembali dilanjutkan pada hari ketiga dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Hari.