30/05/2020
Kalo direnungi, ternyata harta kita yang sesungguhnya hanya sedikit saja. Walaupun di dunia banyak orang bergelimang harta, tapi hakikatnya gak semuanya menjadi miliknya. Kebanyakan kita hanya mengaku-ngaku memiliki sesuatu, padahal sejatinya bukan milik kita
Harta yang kita makan misalnya, pada akhirnya hanya akan jadi kotoran
Harta yang kita simpan, ujung-ujungnya akan jadi warisan atau bahkan direbutkan ketika kita sudah meninggal
Tapi harta yang kita sedekahkan/infakkan di jalan Allah, maka inilah yang menjadi harta kita sebenarnya, menjadi tabungan akhirat kita
Rasulullah ﷺ bersabda, “Seorang hamba berkata, 'harta-hartaku'. Bukankah hartanya itu hanyalah tiga; yang ia makan & akan sirna, yang ia kenakan & akan usang, yang ia beri maka itulah sebenarnya harta yang ia kumpulkan. Harta selain itu akan sirna & diberi pada orang-orang yang ia tinggalkan” (HR. Muslim)
Misalkan kita punya uang 100rb, kemudian kita masukkan ke kotak amal 10rb. Maka harta kita sebenarnya adalah yang 10rb itu tadi, karena itulah yang menjadi tabungan kita di akhirat, menjadi pemberat timbangan amal
Bukan berarti seorang muslim harus miskin & gak boleh kaya. Tapi, gunakanlah kekayaan tersebut untuk membela agama Allah, gunakan untuk membantu orang lain, & gak lupa juga harta tersebut kita sisihkan untuk anak cucu kita sebagai warisan yang cukup bagi mereka agar mereka hidup layak & gak meminta-minta
Semakin tua usia kita harusnya kita sadar harta yang kita tumpuk akan kita tinggalkan dengan kematian. Bukannya semakin tamak mengumpulkan harta & melupakan bekal akhirat
Kalo mau bawa harta sebagai bekal mati, maka infaqkanlah. Dan itulah sebaik-baik muara harta
➖
Barakallahu fiikum & Semoga Bermanfaat