Bale Rata

Bale Rata Bauwarna bab Kudha lan Rata hing Tanah Jawi, Indhiya Nederlan, lan sainthenging jagad.

Pada seri cikar ini ada beberapa istilah Bahasa Jawa yang mungkin pakenira belum paham, berikut adalah glosarium kecil t...
18/03/2024

Pada seri cikar ini ada beberapa istilah Bahasa Jawa yang mungkin pakenira belum paham, berikut adalah glosarium kecil tentang cikar😊
-

Cikar Pt. 2 : Tentang Kuda Ekstra dan Pelana Kayu-Di postingan kali ini, Bale Rata akan menyoroti kuda ekstra sebagai ta...
18/03/2024

Cikar Pt. 2 : Tentang Kuda Ekstra dan Pelana Kayu
-
Di postingan kali ini, Bale Rata akan menyoroti kuda ekstra sebagai tambahan bahan bakar dalam suatu perjalanan cikar dan tentang penggunaan pelana kayu cikar yang khas dan berbeda dari pelana dokar, sado, bendi dsb.
-
Lagi-lagi setiap daerah punya kekhasan masing-masing dalam wujud pelana cikar ini, "Desa mawa cara, nagara mawa tata"
-

Cikar : Dan Fakta Bahwa Bukan Hanya Sapi yang Menariknya (pt.1)-Ternyata cikar tak hanya ditarik oleh sapi dan kerbau, t...
15/03/2024

Cikar : Dan Fakta Bahwa Bukan Hanya Sapi yang Menariknya (pt.1)
-
Ternyata cikar tak hanya ditarik oleh sapi dan kerbau, tapi kuda juga bisa digunakan untuk menarik cikar, beberapa foto dari masa lalu di atas bisa menjadi buktinya.

Bukti lain andil si kuda dalam menarik cikar ya ada pada lirik atau cakepan Ladrang Cikar Bobrok ini

Cikar bobrok, Jaran bathil mas..
Cikar bobrok kangmas jarane bathil
Nubruk pathok ala mas jarane njondhil
Sakrekathak grobyak, sakrekathak brus...🎶

tuh kan kuda juga bisa narik cikar
-
Dalam rekaman sejarah, pedati bertenaga kuda ada di hampir seluruh penjuru Jawa dan Hindia Timur, kendaraan ini biasa digunakan untuk mengangkut barang, komoditas pertanian, perkebunan, dan hasil bumi yang lain.
*
Memang sudah cukup sulit menemukan cikar, pedhati, atau grobag bertenaga kuda di masa sekarang, lebih sulit dijumpai daripada yang ditarik sapi dan kerbau, tercatat daerah yang hingga kini masih mempunyai angkutan barang beroda dua ini salah satunya adalah Kebumen, Jawa Tengah, dan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat
-
Di Lombok, cikar (atau yang juga disebut "becak") masih digunakan sebagai alat angkut barang dan bahkan dilombakan untuk pacuan.
Sedang di Kebumen kebanyakan grobag telah beralih fungsi menjadi kendaraan yang hanya digunakan untuk bersenang-senang dalam tradisi merayakan bulan Syawal dalam suatu iring-iringan panjang.
-

Bale Rata ngaturaken ndherek mangayubagya wilujeng hambal warsa konjuk Gusti Kanjeng Ratu Wandansari (GRAy. Koes Murtiya...
01/11/2023

Bale Rata ngaturaken ndherek mangayubagya wilujeng hambal warsa konjuk Gusti Kanjeng Ratu Wandansari (GRAy. Koes Murtiyah Wirabumi), Rayi Dalem SSDISKS. Pakubuwana XIII, Penghageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, mapag yuswa kaping 63 warsa
-
Mugi Panjenengan-Dalem tansah pinaringan dirgayuswa lan kalancaran hanyengkuyung kuncaraning Karaton Surakarta Hadiningrat saisinipun
-
Berkah Dalem🙏🏻

Sedikit hal tentang Kagungan Dalem Kareta hing Karaton Surakarta Hadiningrat #-
21/10/2023

Sedikit hal tentang Kagungan Dalem Kareta hing Karaton Surakarta Hadiningrat
#-

Bale Rata | Bale Rata di Karaton Surakarta : Garasi Kereta Kuda Sang Raja (pt.3)-Selain di Palataran Kamandhungan Ler, t...
18/10/2023

Bale Rata | Bale Rata di Karaton Surakarta : Garasi Kereta Kuda Sang Raja (pt.3)
-
Selain di Palataran Kamandhungan Ler, tercatat Karaton Surakarta juga mempunyai garasi kereta kuda di tempat lain, tepatnya di Jalan Sasana Mulya. Lokasinya tidaklah jauh dari Bale Rata di Kamandhungan, kita hanya perlu berjalan ke arah barat melewati Kori Gapit Kilen dan Masjid Suranata Paramasana, tepat di depan Kori Talang Paten/Kori Reksadwara dan seberang utara Panggung Endra terdapat los-los garasi kereta.
-
Selain itu terdapat satu lagi garasi di sebelah barat Ndalem Sasana Mulya, namun garasi yang ini ukurannya lebih kecil (hanya terdapat empat los). Kedua garasi di jalan ini mengapit Ndalem Sasana Mulya.
Keunikan dari kedua "Koetshuis" ini adalah terdapat reca/arca di setiap sela antar pintunya.
-
Pada 25 April 2018 atap garasi ini pernah roboh karena kurangnya perawatan, syukurlah ada kabar bahwa robohnya atap tidak menimpa kereta karena sebelumnya sudah dilakukan pemindahan kereta ke Gitaswandhana. Adapun sejumlah kereta yang pernah disimpan di bangunan ini adalah Kyahi Puspaka Retna, Kyahi Warsiki, Kyahi Retna Dumilah, dan beberapa Kereta Jenazah (hearse) untuk Raja dan Putra-putri Dalem, serta yang menarik tapi minim publikasi adalah koleksi Kereta Pemadam Kebakaran milik kraton.
-
Foto 1 :
Bregada Prajurit Musikan dan Tamtama dipimpin oleh KRAT. Rajana Yudanagara sebagai kumendan berjalan defile melewati "Koetshuis" sisi timur dan Kori Talang Paten hendak mengikuti gladhen seton di Kamandhungan

Foto 2 :
"Koetshuis" sisi timur Ndalem Sasana Mulya

Foto 3 :
Kondisi Koetshuis setelah atap roboh pada 25 April 2018
-

Bale Rata | Bale Rata di Karaton Surakarta : Garasi Kereta Kuda Sang Raja (pt.2)-Aktivitas "padinan" yang sering dilakuk...
18/10/2023

Bale Rata | Bale Rata di Karaton Surakarta : Garasi Kereta Kuda Sang Raja (pt.2)
-
Aktivitas "padinan" yang sering dilakukan abdi dalem Karaton Surakarta di Bale Rata/Gedhong Gitaswandhana salah satunya tentu saja "makehi" dan "ngothaki" kuda rakitan kereta, hal tersebut bisa dilihat pada foto di atas.
-
Foto tahun 1930-an di atas menunjukkan aktivitas para Abdi Dalem Gamel Karaton Surakarta Hadiningrat yang tengah menyiapkan sebuah kereta kuda untuk sarana transportasi bangsawan keraton.
-
Sang Kusir dengan kuluk berupa "top hat" atau "hoge hoed" telah siap dan duduk terlebih dulu di atas kereta dengan pecut yang masih berada di wadhah-nya (Inggris : whip socket). Nampak p**a dua abdi dalem lain (kemungkinan keduanya sesama abdi dalem gamel dan satu orang yang mengenakan pakaian berkerah ala barat kemungkinan adalah kenek kereta) mereka berdua terlihat memegangi "bum", sepertinya sedang menunggu dan hendak membantu pemasangan kuda ke kereta.
-
Di saat bersamaan, terlihat aktivitas "makehi" (memasang pakaian kuda) yang dilakukan oleh Abdi Dalem Gamel, nantinya mereka juga akan bertugas sebagai pakathik dalam perjalanan kereta tersebut (nampak dari seragam livrei yang dikenakan). Kuda penarik kereta berpostur tinggi, kemungkinan jenis "Jaran weton Astraliyah" atau peranakannya.
-
Kondisi Kagungan Dalem Bale Rata yang dilengkapi selasar dan kolom-kolom penyangga pada foto di atas terlihat berbeda dengan Bale Rata saat ini, itu karena wujud Bale Rata saat ini adalah hasil renovasi (kamulyaaken) oleh Ingkang Wicaksana Kanjeng Susuhunan Pakubuwana X
-
Selain di Kamandhungan Ler, tercatat Karaton Surakarta juga mempunyai garasi kereta di tempat lain, akan kami bahas di postingan selanjutnya ya..
-
Oh iya, FYI Bale Rata Kraton Sala menjadi salah satu inspirasi kami dalam penamaan akun instagram 😊🙏🏻
-

Bale Rata | Bale Rata di Karaton Surakarta : Garasi Kereta Kuda Sang Raja. (pt.1)-Saat mendengar kata "Karaton Surakarta...
18/10/2023

Bale Rata | Bale Rata di Karaton Surakarta : Garasi Kereta Kuda Sang Raja. (pt.1)
-
Saat mendengar kata "Karaton Surakarta", gambaran visual yang pertama terekam dan terlintas di pandangan otak kita barangkali adalah kemegahan dan keindahan "Kagungan Dalem Kori Kamandhungan Ler". Kori Kamandhungan Ler ini sejatinya merupakan sebuah pintu gerbang untuk masuk ke dalam benteng lapis dalam keraton yang di sebut "Cepuri Kedhaton" tepatnya di Palataran Srimanganti. Kori ini terdiri dari gerbang dengan tiga pintu besar yang dilengkapi bangsal kecil di depannya yang sarat dengan ukir-ukiran. Kori ini juga diapit oleh dua bangunan sayap berupa gedung memanjang dengan pintu yang cukup banyak dan berwarna biru khas Kraton Sala.
-
Tapi tahukah pakenira sadaya apa fungsi bangunan sayap di kanan kiri Kori Kamandhungan Ler? Dua bangunan sayap itu dikenal dengan nama "Bale Rata" atau "Gedhong Gitaswandhana" yang berfungsi sebagai "koets huis" atau garasi kereta kerajaan.
-
Perlu diingat bahwa pada era sebelum sekarang ini, kereta kuda merupakan salah satu alat transportasi yang paling diandalkan di Karaton, tak heran karaton-pun memiliki banyak kereta berikut kuda dan perlengkapannya. Nah apabila sedang tidak dipakai, kereta-kereta tersebut akan disimpan di Bale Rata. Nama "Bale Rata" sendiri terdiri dari dua kata, "Bale" yang berarti tempat atau bangunan, dan "Rata" dari kata "Kareta".
-
Selain "Bale Rata", bangunan ini juga dinamakan "Gedhong Gitaswandhana" (nama ini admin yakini diberikan oleh Sinuhun PB X). Nama bangunan terdiri dari tiga kata "Gedhong" berarti bangunan berdinding tembok, "Gita" berarti "rikat" atau cepat, dan "Swandhana" berarti kereta kuda. Sumangga pakenira artikan sendiri makna nama tersebut dengan "othak-athik gathuk" nya masing-masing...
-
Perlu diketahui juga bahwa terdapat pendapat lain mengenai nama bangunan Bale Rata. Ada yang berpendapat bahwa bangunan yang bernama "Bale Rata" justru adalah bangsal yang ada di depan kori. Hal ini sejurus dengan arti harfiah "bale" yang berarti bangunan tanpa dinding yang terletak di depan bangunan utama (mirip dengan bangsal/pendhapa). hal ini masuk akal melihat bentuk arsitektur bangunan tersebut.
-

Bale Rata :Bauwarna bab Kudha lan Rata hing Tanah Jawi, Indhiya Nederlan, lan sainthenging jagad.-Ensiklopedia tentang K...
13/10/2023

Bale Rata :Bauwarna bab Kudha lan Rata hing Tanah Jawi, Indhiya Nederlan, lan sainthenging jagad.
-
Ensiklopedia tentang Kuda dan Kereta di Tanah Jawa, Hindia, dan dunia.

Address

Kadipatèn Berbek
Surakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bale Rata posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share