22/08/2026
🔥 KALIMANTAN TERBAKAR. KITA MASIH DIAM?
Bayangkan sebuah hutan yang selama puluhan tahun menjadi rumah bagi satwa, menyimpan air, menyerap karbon, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat…
Lalu dalam hitungan hari, api datang. 🔥
Pada 19 Agustus 2026, data pemantauan Kementerian Kehutanan mencatat 518 hotspot berkepercayaan tinggi hanya di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
📍 Kalimantan Barat: 259 titik
📍 Kalimantan Tengah: 242 titik
📍 Kalimantan Selatan: 17 titik
Jumlah itu bahkan lebih dari 4 kali lipat dibandingkan hari sebelumnya.
Dan ini bukan sekadar angka.
Asap telah mengganggu jarak pandang di sejumlah wilayah. Di Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, jarak pandang sempat turun hingga sekitar 400 meter pada 19 Agustus.
Di Kalimantan Barat, luas karhutla yang tercatat BPBD hingga 21 Agustus 2026 mencapai 38.310,86 hektare.
Tapi pertanyaannya:
Kenapa kita selalu sibuk memadamkan api setelah kebakaran terjadi?
Bagaimana dengan pencegahannya?
Bagaimana dengan pengawasan kawasan rawan?
Bagaimana memastikan kebakaran yang sama tidak terus berulang setiap musim kemarau?
Dan yang paling penting…
Siapa yang bertanggung jawab ketika hutan kita hilang?
Kita tidak perlu buru-buru menuduh siapa pun.
🔥 JANGAN CUMA TANYA “SIAPA YANG MEMBAKAR?”
🔥 TANYAKAN JUGA “KENAPA INI BISA TERUS TERJADI?”
Menurut kalian, apa yang paling harus dibenahi untuk mencegah karhutla berulang setiap tahun?
👇 Tulis pendapat kalian. Saya ingin baca.