29/05/2020
Makanan yang cantik atau wajah yang cantik?
Ini salah satu produk makanan dari .kitchen yang saya "retouch". Retouching bagi saya pribadi adalah upaya untuk mengubah foto dalam rangka memerbaiki/menyempurnakan, meningkatkan kualitas, menjadikan sebuah foto agar terlihat lebih "cantik" maupun menarik dari sebelumnya.
Sepengetahuan saya, 2 bidang yang sering melakukan retouching ini adalah bidang "food" dan bidang "beauty". Food seputar makanan dan Beauty seputar kecantikan, wajah, dll. Tidak menutup kemungkinan selain 2 bidang tersebut juga melakukan retouching, akan tetapi 2 bidang tersebutlah yang mendominasi.
Kalau saat ini saya disuruh memilih antara food dan beauty, jelas saya akan memilih bidang makanan. Bagi saya, bidang makananlah yang jelas "aman". Bidang beauty, setiap saat jelas akan melihat wajah wanita (dominan foto wanita), tahap selanjutnya dihadapkan dengan melakukan tindakan seperti menghilangkan flek, menghilangkan atau mengurangi kerutan, menghaluskan kulit, menghilangkan jerawat, mempertajam mata, menambah highlight pada rambut, menambah gradasi shadow & highlight pada wajah, dll.
Jika menggeluti beauty yang seperti itu setiap saat, bahkan menjadikannya sebagai mata pencaharian, apakah tidak terbesit dalam benak kita, "apakah ini halal bagiku?". Belum lagi berbicara tentang lelaki yang memandang wanita, belum lagi tentang aurat, belum lagi tentang wanita yang menutup aurat tapi mengupload foto disosmed, dll.. dan... belum lagi tentang menafkahi istri dan anak-anak dengan penghasilan dari mata pencaharian tersebut..
"Apakah yang saya kerjakan ini halal?".. Saya pribadi memilih makanan yang cantik daripada wajah yang cantik.
-
@ Surabaya, Indonesia