08/10/2024
Suatu ketika dalam perbincangan nggak sengaja saya menceritakan tentang kanal youtube yang saya buat dengan beberapa konten yang yaa lumayan menyenangkan jika melihat jumlah tayangannya. lalu ada seseorang bertanya "udah dapet duit berapa lu dari youtube". saya membalasnya dengan tersenyum lalu berkata "apapun yang gua upload adalah apa yang gua inginkan dan menurut gua menyenangkan, kalau duit gua ada kerja juga lah". mungkin dalam benak orang tersebut kata "YOUTUBER" itu identik orang yang menghasilkan uang dengan upload video di youtube, tapi mungkin dia nggak terpikirkan bahwa fungsi youtube lebih dari itu.
Jujur, 2019 adalah awal saya ingin benar-benar mengunggah konten ke youtube meskipun sampai 2024 belum menerima surat cintanya, karena sempat nggak upload satu video pun dalam 3 tahun terakhir. kalau ditanya kenapa? yaa pertama, karena saya nggak mau bikin konten pada saat itu. kedua, karena nggak ada momen atau hal-hal yang ingin saya abadikan dalam bentuk video. ketiga, jam kerja. sampailah beberapa bulan belakangan ada materi untuk konten saya buat dalam 3 video.
Apa sih konten bagi saya?. Ya, konten adalah apa yang saya senangi atau yang ingin/sedang saya lakukan dalam bentuk video, suara, atau tulisan, lalu bisa disimpan atau dibagikan sebagai pengalaman. Isi konten juga bisa disebut adalah karakter channel (fb, yt, ig, tt, dsb) dalam dunia maya, mungkin bisa dibilang "apa yang lu upload adalah identitas diri lu sendiri di media sosial"
Kalimat mudahnya adalah lu seneng lu pengen lu punya materi konten ya tinggal lu bikin terus lu upload. kalau lu gak seneng dan lu gak punya materi konten ya jangan maksa upload konten yang gak ada hubungannya sama channel lu. karena, algoritma channel itu harusnya lu yang bikin bukan ngikut algoritma orang lain.
sekian dari saya, jangan baper jangan benci, karena ini juga pembelajaran buat diri saya sendiri sebagai pengingat berupa konten dalam bentuk tulisan.
HVZ IGB