06/01/2026
Emang iya yang terkenal dari kota Banyuwangi hanya kulinernya saja!
Jangan telan mentah-mentah, pikir lagi masak-masak
Seperti karyaku ini Judul Karya: "Manunggaling Jagad Blambangan"
(Atau bisa gunakan judul: "Napas Bumi Sritanjung") Melalui komposisi yang dinamis, karya ini tidak hanya menampilkan keindahan estetika, tetapi juga merekam dialektika antara manusia, alam, dan tradisi yang telah mengakar kuat di tanah Blambangan.
Di dalamnya, saya memadukan elemen-elemen ikonik yang mewakili spektrum kehidupan di Banyuwangi: dari gemuruh Air Laut yang menghidupi para nelayan, hingga pijar Api yang melambangkan semangat dan keberanian. Kehadiran figur-figur sakral dan kesenian rakyat seperti Barong Banyuwangi, Kebo-keboan, Jaranan, Tari Gandrung, hingga ritual Seblang, disusun sedemikian rupa untuk menciptakan harmoni visual yang bercerita tentang keseimbangan alam
Makna dan Filosofi Elemen:
Air Laut & Petik Laut: Melambangkan rasa syukur kepada Tuhan. Petik Laut adalah simbol penghormatan kepada laut yang telah memberikan keberlimpahan, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Api: Mewakili energi vital, transformasi, dan semangat pantang menyerah masyarakat Banyuwangi (terinspirasi dari Blue Fire Ijen dan semangat perjuangan sejarah Blambangan).
Barong Banyuwangi: Simbol pelindung dan penolak bala. Barong adalah representasi nilai kebaikan yang menjaga desa dari marabahaya.
Kebo-keboan: Melambangkan kesuburan tanah dan rasa syukur masyarakat agraris. Elemen ini menekankan identitas Banyuwangi sebagai tanah yang gemah ripah loh jinawi.
Jaranan: Representasi dari kekuatan fisik, ketangkasan, dan sisi magis yang menjadi bagian dari hiburan rakyat sekaligus pelestarian tradisi luhur.
Tari Gandrung: Sebagai ikon "Land of Happiness", Gandrung adalah simbol pesona, penghormatan, dan diplomasi budaya yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Tari Seblang: Unsur paling sakral dalam karya ini, melambangkan pembersihan diri (bersih desa).