17/08/2026
Di hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 ini terasa ada kesedihan dan kekecewaan rakyat. Meningkatnya terus korupsi yang merajalela dengan nilai yang luar biasa terus menerus menggerus kekayaan negri tercinta ini. Kaya nya sumber daya alam kita juga terus menerus tergerus, jauh tidak setimpal dengan kesejahteraan rakyat dan negara.
Rasa ini valid dan adalah kenyataan, bukan datang dari kebencian, melainkan dari cinta nya rakyat terhadap negri yang sudah diperjuangkan kemerdekaannya dan di raih 81 tahun yang lalu.
Negara kita sangat kaya.. Beban negara yang berat seharusnya mayoritas bisa di topang oleh penghasilan kekayaan sumber daya alam kita seperti minyak bumi, gas, batu bara, emas, nikel, hutan, laut, dan lainnya, dan minoritas dari kontribusi rakyatnya.. tapi kenyataannya kebalikan.. beban itu masih harus di topang oleh rakyatnya yang semakin lama terasa semakin bertanggung jawab untuk berkontribusi ke negara dengan berbagai cara seakan terus menerus tertekan untuk menebus hak sebagai warga negara. Tekanan-tekanan yang menjelma sebagai peraturan-peraturan. Sementara korupsi terus menerus menjadi masalah utama yang tidak terselesaikan malah meningkat, juga kemiskinan, sangat kurangnya pendidikan yang merata, gaji guru yang layak, lowongan kerja, serta hukum yang jelas dan adil.
Merdeka seharusnya bukan hanya dari penjajah. Kemerdekaan dari penjajah sudah di perjuangkan dan di rebut oleh pejuang-pejuang kemerdekaan.ย
Dirgahayu ke 81 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai. Perkembangan dan pertumbuhan negara kita jauh dari sebelum merdeka, tapi seharusnya negara kita saat ini sudah jauh lebih maju dan sejahtera dari saat ini. Mari kita bangun dan kelola secara baik dan jujur. Dengan satu tujuan untuk negara dan bangsa. Jangan menyerah putus harapan.
Doa saya untuk negri kita ini yang kita cintai ini, semoga kedepannya akan menjadi negara dan bangsa yang besar dan hebat di mata dunia.. Tetapi, pertama dan terutama, besar dan hebat di mata kita semua rakyatnya sendiri, dari Sabang sampai Merauke.
Mari kita juga doakan saudara-saudara kita di NTT, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah yang baru mengalami bencana alam.
17 Agustus 2026