18/06/2021
Petromaks adalah sejenis alat penerangan (lampu) yang menggunakan bahan bakar minyak tanah bertekanan, dan dalam menyalakannya dibantu dengan spiritus (kerosin, parafin). Desain lampu ini ditemukan pada tahun 1910 oleh Max Graetz (1851-1937), CEO dari perusahaan Ehrich & Graetz yang berpusat di Berlin.
Nama Petromax sendiri merupakan gabungan kata dari βPetroleumβ dan βMax Graetzβ. Nama Petromax yang awalnya merupakan merek dagang, karena penggunaannya yang sangat luas sehingga menjadi nama umum untuk menyebut desain alat penerangan sejenis.
Di Indonesia alat ini banyak dipakai sebagai penerangan baik untuk rumah-rumah di daerah pedesaan maupun oleh pedagang kaki lima yang berjualan di malam hari.
Awalnya Max Graetz ingin menciptakan sebuah alat penerangan dengan bahan bakar parafin untuk dijadikan produk baru di perusahaannya. Selanjutnya Graetz menemukan proses untuk membuat gas keluar dari parafin, memiliki energi kalor yang sangat tinggi dan bisa membuat api biru yang sangat panas.
Sebuah jaring-jaring keramik (terbuat dari campuran dari oksida-oksida logam yang mirip sekali dengan kandungan tanah liat yang sekarang dikenal dengan kaus lampu) dipanaskan dengan spiritus. Kemudian parafin ditekan dengan p***a tangan di dalam tangki tertutup (yang terletak di bawah jaring-jaring keramik) agar bisa mengalir melalui p**a yang mengarah pada jaring-jaring tersebut. Parafin tersebut akan menguap (karena posisi p**a yang sangat dekat dengan jaring-jaring yang dibakar spiritus tadi) dan menjadi bahan bakar jaring-jaring keramik sehingga menghasilkan cahaya yang terang. Selama pasokan gas parafin dari tangki terus mengalir, jaring-jaring keramik atau kaus lampu akan terus berpijar menghasilkan cahaya. Bila tekanan habis, terdapat sebuah p***a tangan yang berguna untuk menambah tekanan uap parafin ke kaus lampu.
Sumber : Wikipedia
Foto : Ismarley Marley
Model : Ki Joko Tumut
Pengarah gaya : Doni Aria Farma Tri Wahyudi Charles Mawa
Lokasi : Desa Selotapak, Trawas - Mojokerto