Dhika Utama Nainggolan

Dhika Utama Nainggolan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Dhika Utama Nainggolan, Art, jln. sisingamangaraja, Sidikalang.

17/01/2018

Kadang aku rindu masa kecil dimana soreku habis untuk menghitung satu per satu kendaraan melintasi jalan raya, bukan tertunduk ditelan senja menghitung satu per satu mantan menikah dengan seseorang yang dia agungkan sebagai kekasihnya.

~Wira Nagara~

16/01/2018

Kau bisa patahkan kakiku
Tapi tidak mimpi-mimpiku
Kau bisa lumpuhkan tanganku
Tapi tidak mimpi-mimpiku

Kau bisa merebut senyumku
Tapi sungguh tak akan lama
Kau bisa merobek hatiku
Tapi aku tahu obatnya

Manusia-manusia kuat itu kita
Jiwa-jiwa yang kuat itu kita
Manusia-manusia kuat itu kita
Jiwa-jiwa yang kuat itu kita

Kau bisa hitamkan putihku
Kau takkan gelapkan apapun
Kau bisa runtuhkan jalanku
Kan ku temukan jalan yang lain

Manusia-manusia kuat itu kita
Jiwa-jiwa yang kuat itu kita
Manusia-manusia kuat itu kita
Jiwa-jiwa yang kuat itu kita

Bila bukan kehendakNya huuu
Tidak satu pun culasmu akan bawa bahagia

Manusia-manusia kuat itu kita, jiwa-jiwa yang kuat itu kita
Manusia-manusia kuat itu kita, jiwa-jiwa yang kuat itu kita
Manusia-manusia kuat itu kita, jiwa-jiwa yang kuat itu kita
Manusia-manusia kuat itu kita, jiwa-jiwa yang kuat itu kita

Kau bisa patahkan kakiku, patah tanganku rebut senyumku
Hitamkan putihnya hatiku, tapi tidak mimpi-mimpiku

Tulus - Manusia Kuat

15/01/2018

GUS DUR BERWAJAH CINTA

berkatalah dengan bahasa
tetapi ia akan berhenti kepada suatu jalan
dan kebingungan kemanakah arah
pulang?

kau aku tersesat di sebuah muara
ada banyak sungai bertemu
dan lautan maha luas menambah
hilangnya semua arah

kau aku di muara itu
bertemu dengan seorang yang
bergantiganti wajah

dia pembela kaum tertindas
dia pendukung kaum minoritas

dia yang humanis
yang pluralis
yang nasionalis
dia sangat kritis

dia yang demokrat sejati
yang kontroversi
yang sulit dipahami

dia yang nyeleneh
tetapi dia juga sederhana

lalu kau aku diajaklah berjalan
menyusuri tepian pantai
lalu kau aku tampaklah heran
mengapa tidak ada ikan?

yang ada justru bunga dan taman
di tengahnya jalan sunyi para kekasih
di ujungnya ada sebuah hati yang
bernama Sinta Nuria

lalu kau aku diajaklah berjalan
menyusuri tepian pantai
lalu kau aku bertambah heran
dari manapun kau aku pulang memandang

Gus Dur berwajah cinta

yogyakarta, 23 juli 2001-23 juli 2016

19/12/2017

NEGERI BERTUAH INI

Negeri bertuah ini
Tanah air tercinta
Di sini kita dilahirkan
Di sini kita dibesarkan
Di sini taat setia dicurahkan.

Negeri bertuah ini
Warisan nenek moyang
Kaya dengan budaya
Kaya dengan adat dan suku
Air setitik menjadi tasik
Tanah sekepal menjadi gunung
Rakyat dididik hidup muafakat
Bijak dijadikan panglima
Alim dijadikan imam.

Negeri bertuah ini
Pernah terjajah dan dijajah
Demi maruah bangsa dan tanah air tercinta
Rakyat bangun menentang
Darah tumpah merata.

Negeri bertuah ini
Sudah merdeka
Yang gagah tidak lagi mengunus senjata
Yang berani tidak lagi bermaharajalela
Rakyat bangun berjuang
Melawan kemiskinan
Membasmi kejahilan.

Negeri bertuah ini
Rakyat belajar berdikari
Hutan diteroka menjadi ladang
Desa dibangunkan
Bandar dimodenkan
Rakyat bersama mengecap pembangunan

Negeri bertuah ini
Tanah air tercinta
Pesan nenek moyang
Di mana bumi dipijak
Di situ jejak bertapak
Di mana tempat bernaung
Di situ taat dijunjung
Di mana darah tumpah
Di situ kasih dicurah.

Negeri bertuah ini
Negeri kita
Mari kita bangunkan
Mari kita makmurkan
Mari kita pertahankan.

A. Latip Talib
Negeri Sembilan.

19/12/2017

PADA TANAH MERDEKA INI

Kami kenal tanah ini
selutnya pernah berbaur
hanyar darah yang tumpah
daripada liang derita para pejuang
lumpurnya pernah tersimbah
daripada batang tumbuh para pahlawan
relung tanah ini pernah bergegar
dek jerit pekik pejuang kemerdekaan
yang mencari benih kebebasan
dadanya pernah mengambus
kujuran kaku anak nusa
yang bangkit membina benteng
bersama keris dan tombahk bersahaja
menyambung nyawa – demi tanah ini
tidak diragut ganas.

Pada tanah merdeka ini
telah tumbuh rimba kemajuan
dan manusia kian lupa asal diri – lalu
api nasionalisme yang lantang bertiup
sejak berdekad lalu kini terpaksa
menunggu sepi mentari Ogos
untuk bernyala kembali
yang membelah relung tanah ini dahulu
kini kian lenyap ditawan arus duniawi
erti kemerdekaan kian kabur
dalam mata fikir anak-anak kini.

Namun kami tetap bersyukur
kerana dengan korban suci

Nukilan:
Wan Muhamad Shukri Wan Abd Rahman

09/12/2017

ku duduk di sudut pelamunan
menyandarkan segala kegundahan
terhempas jarak yg menikam bayangan
setitik berkas paling terdalam
ku menjerit dalam kesunyian
titik fokus terpanah kearahnya
air matapun seolah merasakan
sayang, terlalu beku tuk dikeluarkan

bagaimana denganku ?
duri tajam menancap relungku
hempaskan duka menimpa sembilu
sungguh membayangkannya pun buatku bisu
karna tangan ini tak kuasa lagi
mendekap mesra segala mimpi

aku tak mampu
bukan tak mau

Satu belum tentu bisa jadi tiga Tapi tiga bisa jadi satu
23/10/2017

Satu belum tentu bisa jadi tiga Tapi tiga bisa jadi satu

Untuk orang yang baru patah hati ..
02/09/2017

Untuk orang yang baru patah hati ..

Senja atau maghrib adalah bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam,[1] keti...
30/08/2017

Senja atau maghrib adalah bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam,[1] ketika piringan matahari secara keseluruhan telah hilang dari cakrawala. Waktu ini dimulai setelah matahari tenggelam saat cahaya masih terlihat di langit hingga datangnya waktu malam (isya) saat cahaya merah (syafak) benar-benar hilang........

Address

Jln. Sisingamangaraja
Sidikalang
21222

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dhika Utama Nainggolan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Dhika Utama Nainggolan:

Share

Category