16/04/2026
Kisah Burung Pak Pendeta
Pak Pendeta punya hobi memelihara burung bermacam2 jenisnya. Pada suatu pagi, burungnya hilang semua. Merasa ulah si maling udah keterlaluan, si Pak Pendeta berencana utk membawa masalah ini di pertemuan Jemaat dan warga Desa bersama Aparat Penegak Hukum dan Aparat Pemerintah.
Sekitar 200 warga hadir. Setelah berbicara panjang lebar soal moral, Si Pak Pendeta bertanya,
“Siapa yg punya burung??”
Seluruh laki2 termasuk Polisi dan Camat, Kepala Desa yang hadir segera berdiri.
Menyadari kesalahannya dalam cara bertanya.
“Bukan itu maksud saya? Maksud saya adalah, siapa yg pernah lihat burung??” kata pak Pendeta.
Seluruh warga wanita berdiri.
“Wah, gawat”, pikir si Pak Pendeta.
Dengan muka merah dia berkata: “Maksud saya siapa yang pernah lihat burung bukan miliknya?”
Separuh wanita berdiri.
Muka Pak Pendeta makin merah, dan juga makin gugup, segera berkata lagi: “Maaf sekali lagi, bukan ke arah situ pertanyaan saya, maksud saya adalah, siapa yang pernah lihat burung saya??”
Segera 5 wanita berdiri.
Pak Pendeta langsung lari pontang panting. Lima laki-laki dari warga spontan emosi mengejar pak pendeta dan warga yang lain pun ikut mengejar pak Pendeta.
Pak Kades dan Camat spontan cari burung dierek-erek..
" Burung nomor berapa ya?" saling bertanya..