INSOMNIA ENT

INSOMNIA ENT INSOMNIA ENTERTAINMENT berdiri pada bulan september 2008. Terbentuknya INSOMNIA ENT didasari oleh ke

INSOMNIAEnt.id – Kausa resmi merilis EP terbaru berjudul Merangkul Sakaratul, sebuah karya yang lahir dari kegelisahan d...
13/05/2026

INSOMNIAEnt.id – Kausa resmi merilis EP terbaru berjudul Merangkul Sakaratul, sebuah karya yang lahir dari kegelisahan dan kemarahan terhadap realitas sosial yang semakin kompleks. EP ini menjadi representasi suara yang lantang terhadap berbagai isu, mulai dari kekecewaan terhadap pemerintahan, semangat pembangkangan, hingga kritik terhadap kerusakan alam yang disebabkan oleh rezim yang berkuasa.

Judul Merangkul Sakaratul menggambarkan fase penerimaan terhadap kondisi yang berada di ambang kehancuran, baik secara sosial, moral, maupun ekologis. Alih-alih menyerah, Kausa mengajak pendengar untuk menghadapi dan merangkul realitas tersebut sebagai bentuk kesadaran dan perlawanan.

Bersamaan dengan perilisan EP ini, Kausa juga merilis video klip untuk salah satu lagu berjudul Contra Potestatem. Lagu ini menjadi titik fokus dari keseluruhan narasi dalam EP, dengan pesan kuat tentang perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas. Visual dalam video klip tersebut memperkuat atmosfer gelap dan simbolik, menghadirkan interpretasi tajam terhadap dominasi, ketidakadilan, dan dampak dari sistem yang rusak.

Secara musikal, Merangkul Sakaratul menggabungkan nuansa gelap, minimalis, dan intens, menciptakan pengalaman mendengar yang emosional. Setiap trek dirancang sebagai bagian dari satu kesatuan cerita yang saling terhubung, membawa pendengar masuk ke dalam ruang kontemplasi sekaligus konfrontasi.

Melalui karya ini, Kausa tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga membuka ruang dialog serta mengajak pendengar untuk berpikir, merasakan, dan mempertanyakan kembali realitas yang selama ini dianggap biasa.

EP Merangkul Sakaratul telah tersedia di kanal YouTube Kausa Musik sejak 5 Mei 2026, dan akan dirilis di berbagai DSP pada pertengahan Juni 2026, bersamaan dengan video klip Contra Potestatem yang dapat disaksikan melalui kanal resmi Kausa.

Tentang Kausa

Kausa adalah proyek musik yang mengusung pendekatan artistik gelap, minimalis, dan sarat makna simbolik. Karya-karyanya berfokus pada eksplorasi tema eksistensial, sosial, serta kritik terhadap struktur kekuasaan.

INSOMNIAEnt.id – Unit Duo Hip Dut Mikky Zia berkolaborasi dengan Club Dangdut Racun (CDR)  merilis karya baru berjudul “...
12/05/2026

INSOMNIAEnt.id – Unit Duo Hip Dut Mikky Zia berkolaborasi dengan Club Dangdut Racun (CDR) merilis karya baru berjudul “Skip Dulu”, sebuah lagu dengan konsep segar yang memadukan unsur dangdut dan hip hop atau hipdut. Mikky Zia dan Club Dangdut Racun sepakat kalau lagu “Skip Dulu” diisi dengan eksplorasi musik hiphop, dangdut mulai dari koplo hingga sentuhan DJ remix ala Gen - Z. Proses penciptaannya terinspirasi dari fenomena yang dekat dengan kehidupan anak muda saat ini : rasa lelah menghadapi drama, toxic relationship, hingga overthinking yang menguras energi.

“‘Skip’ itu sekarang sudah jadi bahasa sehari-hari anak muda buat hal-hal yang nggak penting. Dari situ kita merasa konsep ini sangat relate dan layak diangkat jadi lagu,” ungkap Zia. Lewat lagu ini Mikky Zia dan CDR ingin mengajak pendengar untuk lebih santai dalam menjalani hidup. Pesan ini dikemas dengan cara yang ringan, fun, dan tetap menghibur, sehingga mudah diterima oleh berbagai kalangan.

“Hidup terlalu singkat kalau dihabiskan untuk hal-hal yang bikin capek mental. Kadang memang harus belajar bilang ‘skip dulu’,” tambah Zia. Dari sisi musikalitas, “Skip Dulu” menawarkan warna yang fresh dengan perpaduan antara : kendang koplo khas dangdut, beat DJ modern dan flow rap yang kuat. Menariknya, proses produksi lagu ini tergolong cepat, hanya dalam waktu satu hari namun tetap menghasilkan energi yang solid berkat improvisasi spontan di studio.

“Suasananya seru banget waktu rekaman, banyak improvisasi, jadi vibe lagunya juga terasa hidup dan fun,” tambah Mikky. Perpaduan antara lirik yang to the point dengan beat yang catchy membuat lagu ini berpotensi menjadi anthem baru bagi anak muda yang ingin move on tanpa drama. Tidak hanya dari sisi audio, konsep visual video klip “Skip Dulu” juga dirancang penuh warna dan energi. Mengusung tema fun dan playful, video ini menampilkan berbagai skenario kehidupan yang relatable mulai dari drama percintaan hingga situasi toxic yang kemudian dihadapi dengan satu solusi sederhana: skip dulu. Melalui “Skip Dulu”, Mikky Zia dan CDR berharap lagu ini bisa menjadi representasi semangat generasi muda masa kini yang lebih berani memilih kebahagiaan dan tidak terjebak dalam drama. “Semoga lagu ini bisa jadi anthem buat anak muda biar nggak baperan, bisa move on, dan pastinya bikin suasana makin seru apalagi kalau dibawain di panggung,” kata Mikky.

INSOMNIAEnt.id – Penyanyi dan kreator konten Mindy Sabrina resmi menandai babak baru dalam perjalanan musikalnya dengan ...
12/05/2026

INSOMNIAEnt.id – Penyanyi dan kreator konten Mindy Sabrina resmi menandai babak baru dalam perjalanan musikalnya dengan merilis single orisinal perdananya berjudul "SHE DEVIL". Berbeda jauh dari citra sebelumnya yang lekat dengan nuansa Jazz dan Japanese City Pop, Mindy kini muncul dengan persona yang lebih gelap, seduktif, dan teatrikal.

"SHE DEVIL" bukan sekadar lagu tentang godaan; ini adalah sebuah perayaan atas agensi dan kekuatan perempuan. Terinspirasi dari literatur dark romance dan film-film klasik seperti Bram Stoker’s Dracula, lagu ini mengeksplorasi dinamika kekuasaan dalam hubungan di mana sang perempuan memegang kendali penuh. Ini menjadi sebuah pesan yang sederhana, bahwa lagu ini merupakan sebuah Manifesto Hasrat dan Kekuatan Perempuan dari Mindy.

"Aku memilih judul 'Shedevil' karena ia merepresentasikan perempuan yang sering dilabeli sebagai sumber godaan. Alih-alih menolaknya, ia justru memeluk identitas itu dan mengubahnya menjadi kekuatan," ungkap Mindy. "Lagu ini tentang memilih godaan di atas keselamatan dan merangkul 'dosa' sebagai bentuk intimasi yang jujur."

Proses penciptaan lagu ini diakui Mindy sebagai tantangan besar yang sangat personal. Berkolaborasi dengan produser sekaligus sahabat dekatnya, JVSAN, mereka berhasil menciptakan beat yang berat dan atmosferik—sebuah eksplorasi baru bagi JVSAN yang biasanya dikenal dengan karya lo-fi dan R&B. Mindy mengenang bagaimana melodi lagu ini baru "menemukannya" pada jam 3 pagi setelah sempat mengalami kebuntuan kreatif yang cukup melelahkan. Semua Sinergi Kreatif di Balik Layar ini juga merupakan sebuah pengalaman baru yang menantang bagi Mindy.

Lahirnya "SHE DEVIL" juga merupakan buah dari kolaborasi organik di lingkaran pertemanan terdekatnya. Lagu ini mendapatkan nyawanya melalui sentuhan Mas Adi, yang memberikan eksplorasi solo gitar magnetis dengan inspirasi riff ala alternative metal seperti Sleep Token. Untuk memperkuat aspek penceritaan, Mindy menggandeng pengisi suara profesional Billy (Billy Yandere Cyrus); kolaborasi yang bermula dari kekaguman Mindy ini berhasil memberikan narasi yang intens dan emosional pada bagian intro dan outro lagu.

Seluruh elemen tersebut kemudian dijahit dengan apik oleh Ecang pada proses mixing dan mastering. Meskipun Mindy lebih banyak berkomunikasi menggunakan rasa dibandingkan istilah teknis musik, Ecang dengan sabar berhasil menerjemahkan arahan intuitif tersebut ke dalam kualitas audio yang megah dan atmosferik.

Visi visual Mindy sama kuatnya dengan musiknya. Video musik "SHE DEVIL" digarap oleh videografer Yusuf, mengusung estetika sinema 1980-an dengan tekstur grainy dan kontras warna merah yang tajam. Konsepnya terinspirasi dari pementasan teater Dracula (1920) karya Deane Hamilton, menampilkan adegan simbolik seperti tarian waltz dan upacara penobatan ksatria (knighting ceremony) menggunakan pedang asli dari komunitas HEMA Club Indonesia.

Mindy juga turun tangan langsung dalam urusan makeup, mengambil inspirasi dari sosok Carmilla dan Dewi Lilith untuk mempertegas aura Dark Femininity. Salah satu detail menarik adalah perubahan mata aktor pria dalam video yang perlahan kehilangan cahayanya, melambangkan kekuatan kehadiran sang "SHE DEVIL" yang mampu menaklukkan tanpa perlu merapal mantra.

Meskipun "SHE DEVIL" adalah sebuah putaran 180 derajat dari karya-karya sebelumnya, Mindy merasa inilah identitas sejatinya. Perpaduan jujur antara kecintaannya pada musik metal, musik klasik film, hingga elemen Gregorian chants menjadi fondasi musiknya saat ini. Mindy membocorkan bahwa ia tidak akan berhenti di sini.

"Aku sudah merencanakan langkah selanjutnya bahkan sebelum lagu ini rilis. Aku sedang menuju sebuah album dan sudah mulai berbagi materi dengan beberapa produser. Rahasia, tapi akan segera datang!" pungkasnya dengan antusias.

"SHE DEVIL" kini sudah tersedia di berbagai platform layanan musik digital dan video musiknya dapat disaksikan di kanal resmi YouTube Mindy Sabrina.

INSOMNIAEnt.id – Awakening Music dengan bangga mengumumkan perilisan penuh Back To You, album studio terbaru yang sangat...
11/05/2026

INSOMNIAEnt.id – Awakening Music dengan bangga mengumumkan perilisan penuh Back To You, album studio terbaru yang sangat dinantikan dari Maher Zain. Proyek ini menandai album studio penuh keempatnya sekaligus yang pertama dalam satu dekade, setelah periode yang ditandai oleh berbagai rilisan berdampak global, termasuk singel-singel yang menduduki puncak tangga lagu seperti Rahmatun Lil’Alameen dan Qalbi Fil Madinah, yang menjangkau jutaan pendengar di seluruh dunia.

Album yang terdiri dari 16 lagu ini mencerminkan evolusi artistik Maher Zain yang berkelanjutan—luas secara musikal, berakar kuat secara spiritual, dan sangat personal. Menggabungkan penulisan lagu dalam bahasa Arab dan Inggris dengan pengaruh ritmis Afrika dan Afrika Utara. Back To You tetap berlandaskan tema-tema yang terinspirasi dari iman, seperti refleksi, harapan, zikir, dan tawakal kepada Tuhan.

Sebagian perilisan bertahap yang diselaraskan dengan Ramadan, 11 lagu telah dirilis secara bertahap selama tiga bulan terakhir: Take My Hand, Habibi, Ya Muhammad, Qamarun, Allahu Ya Allahu, Sallou, Yama Wo Yama, Da’iman Wa Abada, Al-Hawdh, Yawmuldirilis secara bertahap selama tiga bulan terakhir: Take My Hand, Habibi, Ya Muhammad, Qamarun, Allahu Ya Allahu, Sallou, Yama Wo Yama, Da’iman Wa Abada, Al-Hawdh, Yawmul Eid, dan Never Let Me Down.

Hari ini, album tersebut disempurnakan dengan perilisan lima lagu terakhir: Hikaya Jamila, Queen of Our Deen, Thank You, I Could’ve Been You, dan Not Ready To Die. Disetiap lagu menghadirkan dimensi emosional dan spiritual yang berbeda, menawarkan momen perenungan, pengabdian, dan penguatan bagi para pendengar sepanjang perjalanan dari Ramadan hingga penutupnya.

Maher Zain mengatakan : “Album ini diberi judul Back To You karena pada intinya, ini adalah tentang kembali — kembali kepada Tuhan, kepada ketulusan, kepada tujuan hidup, dan kepada hal-hal yang benar-benar penting. Dalam beberapa tahun terakhir, saya telah bertumbuh secara pribadi dan spiritual, dan proyek ini mencerminkan perjalanan tersebut. Saya ingin musiknya terasa jujur, reflektif, dan hadir — khususnya selama Ramadan, ketika hati lebih terbuka dan sedang mencari.”

Album ini dikembangkan melalui serangkaian kemah penulisan lagu internasional yang diselenggarakan di Maroko, Turki, Swedia, dan Indonesia, yang mempertemukan berbagai suara kreatif dari dunia Muslim dan sekitarnya. Para kolaborator dalam proyek ini termasuk tim penulis lagu global, sesama artis Awakening Music Harris J, serta kolaborator lama Maher Zain, Bara Kherigi.

Tidak seperti cara konvensional yang dirilis dalam satu hari, Back To You hadir sebagai perjalanan musikal yang terstruktur dengan cermat—mengiringi pendengar dari minggu ke minggu selama Ramadan, memungkinkan setiap lagu berdiri sendiri sebelum akhirnya berpuncak pada perilisan album secara penuh hari ini. Bara Kherigi, Managing Director Awakening Music, menambahkan: “Maher Zain adalah artis langka yang hadir sekali dalam satu generasi, yang musiknya telah menjadi bagian dari spiritual dan budaya Ramadan di seluruh dunia. Ini adalah album studio penuh pertamanya dalam sepuluh tahun, dan kami sangat berhati-hati dalam merancang cara perilisannya. Kami mendesain Back To You sebagai sebuah perjalanan, memberikan setiap lagu ruang, makna, dan penghormatan yang layak, sebelum akhirnya menyatukannya menjadi sebuah karya utuh.”

Beberapa lagu mengeksplorasi tema ketergantungan kepada Tuhan di tengah kesendirian dan ketidakpastian, cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad ﷺ, serta kerinduan manusia akan makna, petunjuk, dan keterhubungan. Secara keseluruhan, album ini membentuk pengalaman musikal yang utuh—untuk dihayati, bukan sekadar didengarkan.

Melalui Back To You, Maher Zain menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu suara paling berpengaruh dalam musik bernuansa spiritual saat ini—menghadirkan karya yang melampaui batas budaya, bahasa, dan generasi Informasi lebih lanjut mengenai konten visual pendamping dan rilisan tambahan akan diumumkan pada waktunya.

16 Track List Alb Back To You :

1. Ya Muhammad
2. Take My Hand
3. Da’iman Wa Abada
4. Yama Wo Yama
5. Habibi
6. Never Let Me Down
7. Qamarun
8. Thank You
9. Yawmul Eid
10. Sallou
11. Hikaya Jamila
12. Queen of Our Deen
13. I Could’ve been you
14. Al Hawdh
15. Not Ready To Die
16. Allahu Ya Allahu

Tentang Maher Zain :

Maher Zain secara luas dianggap sebagai figur paling berpengaruh dalam musik Islami di dunia, dengan jangkauan global yang telah mendefinisikan ulang genre ini dalam satu dekade terakhir. Seorang penyanyi, penulis lagu, dan produser asal Swedia berdarah Lebanon, ia merupakan artis Muslim dengan jumlah pengikut terbanyak di media sosial serta salah satu artis dengan jumlah penayangan tertinggi di YouTube secara global, dengan lebih dari 40 miliar penayangan hingga saat ini.

Maher memulai kariernya di Swedia dengan berkolaborasi bersama produser ternama internasional RedOne, sebelum bergabung dengan Awakening Music pada tahun 2009— sebuah momen penting yang menandai awal terobosannya di tingkat global. Sejak saat itu, ia telah merilis berbagai album terlaris dan membangun katalog lagu ikonik yang memadukan produksi musik kontemporer dengan tema-tema berbasis iman. Karyanya mencakup lagu-lagu terkenal secara global seperti Ya Nabi Salam Alayka, Insha Allah, Rahmatun Lil’Alameen, Qalbi Fil Madinah, serta Tahayya, lagu resmi Piala Dunia FIFA 2022. Dengan karier yang melintasi benua, bahasa, dan budaya, musik Maher Zain terus menjangkau ratusan juta pendengar di seluruh dunia—membawa pesan iman, harapan, dan persatuan melalui nuansa musik yang modern.

Tentang Awakening Music

Awakening Music adalah label rekaman berbasis nilai terkemuka di dunia yang telah meraih berbagai penghargaan, sekaligus label musik utama di dunia Muslim. Didirikan pada tahun 2000 dan berkantor pusat di London, Inggris, Awakening telah membangun kehadiran global yang kuat di bidang musik, media, dan pertunjukan langsung. Selama lebih dari seperempat abad, Awakening bukan sekadar label rekaman—melainkan

rumah bagi para seniman yang berkarya dengan tujuan, menyampaikan pesan yang menginspirasi, menguatkan, dan menghubungkan manusia di seluruh dunia. Pada intinya, Awakening meyakini musik yang menyentuh hati—memadukan kreativitas, integritas, dan penceritaan bermakna untuk menghasilkan karya yang benar-benar berarti.



Maher Zain

INSOMNIAEnt.id – Setelah perjalanan panjang, Zulfikar T. Sucipto, melalui proyek solo PEMUJA MELAKA, merilis album penuh...
11/05/2026

INSOMNIAEnt.id – Setelah perjalanan panjang, Zulfikar T. Sucipto, melalui proyek solo PEMUJA MELAKA, merilis album penuh perdana bertajuk The Other Chance. Album berisi 11 nomor bernuansa Alternative/Indie Pop ini hadir di berbagai Digital Streaming Platform pada 8 Mei 2026.

Perilisan The Other Chance menjadi titik temu dari narasi musik Pemuja Melaka yang dibangun sejak debut single "Kita Berpisah di Bulan Juni" pada Juni 2024, serta peluncuran official visualizer untuk "Pretty Words" di awal tahun ini.

Secara tema, album ini merangkum narasi personal tentang penerimaan diri dan sebuah garis start yang baru. Terdapat transisi emosional yang kentara dari pertanyaan eksistensial dan rasa sakit di awal album, lewat nomor pembuka "Lantas Apa Yang Kau Cari Dalam Hidup Ini?", menuju penerimaan hidup dan kedamaian di akhir pada lagu penutup "We're Gonna Be Alright". Keseluruhan liriknya sangat kental dengan prinsip Amor Fati, sebuah sikap untuk mencintai dan menerima takdir, baik maupun buruk, untuk terus melangkah maju. Hal ini membuat penceritaan dalam The Other Chance terasa matang dan berdaya.

"Album ini bisa dibilang penebusan dosa atau hutang dari diriku sendiri untuk diriku sendiri," jelas Zulfikar mengenai pengerjaan album ini. "Dulu, aku seharusnya merilis album debut bersama Lily Ayu waktu masih nge-band bareng, namun terhalang pandemi dan kami hanya bisa merilis EP. Pada akhirnya, aku memilih untuk melanjutkan jalan ini sendirian dengan membuat proyek solo PEMUJA MELAKA. Sebagai musisi, goals-nya sudah pasti memiliki album penuh. Terserah pada akhirnya karya ini akan didengar banyak orang atau tidak."

Aransemen dalam album ini mempertemukan estetika indie pop lokal dengan struktur alternatif yang padat. Zulfikar meleburkan pengaruh dari Hindia, Kunto Aji, dan Perunggu dengan referensi global seperti The Killers, Oasis, Muse, dan 1975. Pada departemen lirik berbahasa Inggris, ia mengadaptasi gaya penulisan The Cure yang melankolis namun lugas.

Zulfikar bertindak sebagai penulis utama sekaligus co-producer. Produksi audio secara dominan dipercayakan kepada produser Bio Satriowaskito, yang sebelumnya menangani produksi untuk Nuh hingga Oslo Ibrahim. Sementara itu, trek "Kita Berpisah di Bulan Juni" dan "Samsara" dieksekusi bersama produser Adrian Timothys dari Psychotic Villager.

Kolaborator lain yang terlibat adalah rapper asal Medan, Nartok, pada lagu "Sendiri" yang menyoroti realitas dinamika kehidupan. Xcorpio turut meminjamkan vokalnya untuk memberikan dimensi emosional pada lagu penutup, "Ode To The Light".

Pemuja Melaka menetapkan empat lagu sebagai focus tracks: nomor eksistensial "Lantas Apa Yang Kau Cari Dalam Hidup Ini?", balada "Kita Berpisah di Bulan Juni" dan "Pretty Words", serta lagu kolaborasi "Sendiri (ft. Nartok)".

Di bawah naungan dan distribusi SIN RECORDS, The Other Chance dapat diakses secara serentak di Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan layanan streaming digital lainnya mulai Jumat, 8 Mei 2026. Bersamaan dengan peluncuran digital, PEMUJA MELAKA membuka sesi pre-order untuk format fisik terbatas berupa 50 kaset pita dan 100 keping CD. Paket penjualan fisik ini menyertakan merchandise pendukung seperti t-shirt eksklusif.

TRACKLIST "THE OTHER CHANCE":

Lantas Apa Yang Kau Cari Dalam Hidup Ini?
Sendiri ft Nartok
Diriku Yang Ini, Diriku Sendiri…
Pretty Words
My Sally
Kita Berpisah di Bulan Juni
Samsara
No Way Home
Faith
Ode To The Light ft Xcorpio
We’re Gonna Be Alright

TENTANG PEMUJA MELAKA

PEMUJA MELAKA adalah proyek solo Zulfikar T. Sucipto, musisi dan penulis lagu asal Medan. Nama ini merupakan akronim dari “Pemuda Jawa yang lahir dan tumbuh di tanah Melaka (Melayu)”. Melalui moniker ini, Zulfikar mengekspresikan perjalanan hidupnya lewat lirik dan melodi yang memadukan akar tradisi dengan eksplorasi modern.

Kata "Melaka" berakar dari bahasa Sanskerta “Amalaka”. Dalam proyek musik ini, Melaka merepresentasikan identitas budaya dan tempat asal yang membentuk karakter setiap karyanya. Penulisan lagunya menitikberatkan pada observasi psikologis terhadap perilaku manusia serta prinsip ketenangan dalam menerima takdir.

INSOMNIAEnt.id – Ikatan Keluarga Midwest merayakan satu tahun perjalanannya melalui sebuah perhelatan musik bertajuk Kel...
10/05/2026

INSOMNIAEnt.id – Ikatan Keluarga Midwest merayakan satu tahun perjalanannya melalui sebuah perhelatan musik bertajuk Keluarga Midwest #1 yang digelar pada 25 April 2026 di Bento Kopi UMM, Tegalgondo. Antusiasme pengunjung yang full house dan datang sejak awal acara menjadi penanda kuat atas suksesnya penyelenggaraan perayaan satu tahun eksistensi IKM ini sebagai event musik perdana mereka. Dimulai pukul 16.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB, perhelatan ini menjadi pertemuan lintas kota bagi pelaku dan penikmat skena midwest emo Jawa Timur.

Ikatan Keluarga Midwest sendiri merupakan kolektif dokumentasi dan pengembangan wacana yang berfokus pada skena midwest emo dan emo revival di Indonesia. Melalui esai, arsip, siaran pers dan postingan informatif, kolektif ini berupaya memetakan keterhubungan band, pengaruh musikal, serta dinamika komunitas yang membentuk gelombang emo modern di berbagai kota di Indonesia.

Digagas oleh Alfan dan Albert, Ikatan Keluarga Midwest berangkat dari sebuah akun Instagram yang sejak Februari 2025 konsisten membagikan sh*tpost, press release, serta arsip dan sejarah musik emo. Dalam waktu satu tahun, platform ini berkembang menjadi ruang dokumentasi dan wacana yang menghubungkan berbagai titik dalam skena emo revival Indonesia. Awalnya hendak digelar di Februari 2026, karena masih dalam keadaan Ramadhan hingga Maret, akhirnya ACARA KELUARGA MIDWEST #1 pun meluncur pada April 2026 dengan desain poster dan desain stage dan dekor sepenuhnya oleh Albert. Tidak ada pertunjukan visual 3d maupun motion, namun flag sederhana dan besar-besar memberikan nuansa bahwa KELUARGA MIDWEST SUDAH PULANG KE RUMAH.

Memasuki hari pelaksanaan, antusiasme sudah terlihat sejak awal. Berbeda dari kecenderungan umum acara musik di Indonesia yang ramai setelah petang, sekitar 50 orang penonton telah hadir tepat saat pintu dibuka pukul 16.00 WIB. Kehadiran awal ini turut dipicu oleh pembagian free flag untuk 20 pengunjung pertama yang langsung habis dalam waktu singkat. Semua hiruk pikuk pemesanan tiket digital dan registrasi ulang ini disupport oleh The Mastej Live sebagai rekan media partner sekaligus platform TMS (Ticket Management Service).

Sesi pembuka diisi oleh Nevenue dan Candles sebagai representasi Tulungagung dan Kediri. Keduanya berhasil membangun atmosfer awal dan memanaskan panggung hingga menjelang break maghrib. Nevenue tampil dalam momentum khusus, sehari setelah merilis single terbaru mereka “Unsafe Zone You Could Enter”, yang sekaligus menjadikan panggung ini sebagai debut live untuk rilisan tersebut.

Setelah jeda maghrib, acara kembali berjalan dengan sedikit perubahan susunan tampil. The Polar Bears dan Blindphase membuka sesi malam, dilanjutkan oleh Encounter, band skramz asal Sidoarjo yang tiba setelah perjalanan dari sore hari. Rangkaian ini meningkatkan intensitas pertunjukan dan menjaga energi audiens tetap terjaga.

Memasuki puncak acara, jumlah penonton meningkat signifikan. Kurang lebih 350 hingga 400 orang pada malam itu memadati area Bento Kopi UMM saat Beeswax naik ke panggung. Mereka membawakan setlist lintas era, mulai dari Saudade, Growing Up Late, hingga First Step. Dalam penampilan tersebut, Beeswax juga memainkan “Bridge of Emptyness”, single pertama dari album self-titled mereka yang dijadwalkan tur pada Mei 2026 mendatang. Dimulai dari 5 Mei di Jombang hingga 15 Mei di Surabaya dan pulang ke Malang pada 16 Mei.

Setelah energi mencapai titik tinggi, Eastcape tampil sebagai penutup dengan pendekatan yang lebih atmosferik. Lagu-lagu mereka menghadirkan nuansa syahdu yang perlahan menurunkan tensi, sebelum akhirnya menutup keseluruhan acara melalui lagu “Hope You Found Me”. Perhelatan pun resmi berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Selain pertunjukan musik, acara ini juga diramaikan oleh lapakan merchandise dan rilisan fisik dari Stevenhouse Records, serta photobox persembahan The Mastej Live dan Sinpix yang menjadi ruang interaksi dan dokumentasi bagi pengunjung sepanjang acara berlangsung.

Ikatan Keluarga Midwest juga mengucapkan terima kasih kepada kru-kru yang sigap dan siap sedia mengkondisikan jalannya acara yaitu Renzha Ramadhani, Rizalwa, Dhaifina Khai, Rizki Dharma, Rama Kusuma, dan Iqbal Mahfud. Tanpa mereka, acara ini tak akan berjalan lancar. Acara ini juga ada berkat dukungan semua pihak yang terlibat dalam show ini dari awal hingga akhir.

Melalui kesuksesan show pertama ini, Ikatan Keluarga Midwest tidak hanya menghadirkan sebuah perhelatan musik, tetapi juga mempertegas perannya sebagai penghubung, arsip, dan ruang refleksi bagi berkembangnya skena emo revival dan midwest emo di Indonesia.

INSOMNIAEnt.id – Trio sophisti-pop asal Malang, One More Light, telah hadir kembali untuk memperkenalkan karya terbaruny...
10/05/2026

INSOMNIAEnt.id – Trio sophisti-pop asal Malang, One More Light, telah hadir kembali untuk memperkenalkan karya terbarunya bertajuk “Save My Heart”. Dirilis di DSP sejak 17 April 2026, lagu ini mengangkat narasi emosional tentang kehilangan, ketidakhadiran, dan kebutuhan akan dukungan di masa paling sulit dalam hidup. Lagu ini terinspirasi oleh pengalaman Rezy sendiri.

Single “Save My Heart bercerita tentang seorang wanita yang ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, tepat saat ia sedang berada di fase paling sulit dalam hidupnya. Di sisi lain, si lelaki merasa bahwa keputusannya untuk pergi adalah yang terbaik saat itu. Padahal, yang dibutuhkan si wanita hanyalah kehadiran lelaki tersebut di sampingnya untuk menyemangati dan membantunya menemukan cara untuk bangkit kembali. Cerita dari single ini terinspirasi dari masa lalu aku sendiri,” ujar Rezy

Lagu ini dikomposeri sekaligus ditulis liriknya oleh Pradhita Wahyu Alfarezy (Rezy), dengan vokal dibawakan oleh Nindi Cahya Sahputra (Cahya). Aransemen gitar diisi oleh Randa Kresna Putra Pangestu (Randa) dan Rezy. Proses produksi melibatkan Decky Anugrah bersama seluruh personel, yaitu Rezy, Randa, dan Cahya, yang turut berperan sebagai produser. Rekaman dilakukan di Paraduta Record, sementara tahap mixing dan mastering ditangani oleh Rama Satria Mahriadi. Untuk aspek visual, artwork dikerjakan oleh Nindi Cahya Sahputra. Untuk band photo digarap di Kuy Studio.

Setelah merilis single ini, One More Light berencana melanjutkan perjalanannya melalui rangkaian Road To Showcase atau hearing session sebagai langkah untuk lebih dekat dengan para pendengar. Melalui agenda ini, mereka ingin menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih intim, sekaligus menjadi ruang interaksi langsung untuk membagikan cerita di balik lagu serta proses kreatif yang mereka jalani.

“Setelah perilisan single ini, One More Light berencana menggelar rangkaian Road To Showcase atau hearing session,” ujar Randa.

Single “Save My Heart” sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming digital. Dengarkan sekarang, bagikan ke teman terdekatmu, dan ikuti perjalanan One More Light menuju rangkaian Road To Showcase serta hearing session mereka selanjutnya.

INSOMNIAEnt.id – Dalam upaya mendorong penguatan ekonomi kreatif di lingkungan pelaku kreatif, Fekraf Banten dan Perpust...
09/05/2026

INSOMNIAEnt.id – Dalam upaya mendorong penguatan ekonomi kreatif di lingkungan pelaku kreatif, Fekraf Banten dan Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sukses menyelenggarakan Talkshow di kegiatan Pekan Literasi Untirta (PELITA) 2026 pada Kamis, 7 Mei 2026 bertempat di Auditorium Untirta Sindang Sari.

Mengusung tema "Mengupas IDE, Meraup Cuan di Platform Digital", acara ini fokus memberikan edukasi mengenai tata kelola konten profesional dan mekanisme monetisasi di platform YouTube.
Transformasi digital saat ini telah menempatkan konten video bukan hanya sebagai media ekspresi, melainkan aset ekonomi yang menjanjikan. Namun, banyak kreator lokal maupun mahasiswa yang belum memahami pentingnya manajemen hak cipta dan peran agregator dalam mengoptimalkan pendapatan.

Hadir sebagai narasumber utama, Miftah Farid, Co-founder & CBDO Indonesia Digital Entertainment (IDE), memaparkan materi mendalam mengenai mekanisme agregasi. Ia menekankan bahwa untuk menembus pasar global dan memaksimalkan potensi cuan, kreator memerlukan dukungan teknis dalam hal distribusi dan pelaporan royalti yang transparan.

"YouTube adalah ekosistem yang luas. Melalui agregasi yang tepat, seorang kreator tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memastikan karya mereka terlindungi secara hukum dan terdistribusi ke berbagai Digital Service Provider (DSP) secara efisien," ujar Miftah Farid di hadapan komunitas dan mahasiswa di Auditorium Untirta.

Sesi ini juga diperkaya dengan perspektif praktis dari IDE Bobby, Luthfi dan Arif, yang membagikan pengalaman nyata dalam mengelola konten secara profesional. Bobby menggarisbawahi bahwa kolaborasi dengan pihak agregator profesional adalah langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan karier di industri kreatif digital. Acara yang dimoderatori Nagar Juna (DJ MASJUN) terasa hidup dengan suasana kreatif sepanjang diskusi berlangsung.

Tujuan dari Talkshow Kreatif ini adalah untuk menjembatani kesenjangan literasi antara dunia akademik, komunitas dan industri digital. Dengan pemahaman komprehensif mengenai manajemen konten dan monetisasi, peserta diharapkan dapat melihat peluang karier baru yang inovatif dan mandiri secara ekonomi.

Melalui kegiatan ini, Fekraf Banten berkomitmen untuk terus menjadi wadah literasi digital bagi generasi muda, sekaligus memperkuat jejaring antara akademisi dengan para pelaku industri kreatif nasional.
-----------
Tentang Pekan Literasi Untirta (PELITA): Pekan Literasi Untirta adalah agenda tahunan yang bertujuan meningkatkan kapasitas literasi mahasiswa dalam berbagai bidang, termasuk literasi digital, keuangan, dan ekonomi kreatif, guna mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan zaman. (ast)

fekraf_banten Ovie Leonard

Unit Shoegaze Noise Rock, .temperature memasuki era baru. Hal ini ditandai dengan perilisan maxi single berlabel “Yes Yo...
09/05/2026

Unit Shoegaze Noise Rock, .temperature memasuki era baru. Hal ini ditandai dengan perilisan maxi single berlabel “Yes You’re Right”. Berisi dua track, karya ini menjadi proses pendewasaan mereka dalam bermusik.

Temperature menawarkan “Tears” di track pertama dan “Yes You’re Right” di nomor kedua. Kolektif musik asal Kota Serang ini juga melibatkan seniman Aghil sebagai kolaborator yang membidani urusan artwork.

Sebelum melepas maxi single ini, dkk sudah lebih dulu menelurkan debut single “Jingga di Perantara Raya” yang terbit pada tahun 2024.
————————————

Address

Serang
42115

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when INSOMNIA ENT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to INSOMNIA ENT:

Share