INSOMNIA ENT

Call Directions Website Contact the establishment

INSOMNIA ENT INSOMNIA ENTERTAINMENT berdiri pada bulan september 2008. Terbentuknya INSOMNIA ENT didasari oleh ke

Regenerasi musisi indonesia seperti tidak mengenal kata putusnya. Kini industri musik mulai diwarnai dengan anak 9 tahun...
20/09/2026

Regenerasi musisi indonesia seperti tidak mengenal kata putusnya. Kini industri musik mulai diwarnai dengan anak 9 tahun, Ranubara, setelah merilis singlenya 'Jangan Takut'.

Lagu yang dibawakannya pun sangat dekat dengan rutinitas anak-anak. Menceritakan tentang bangun pagi, belajar, dan menggunakan gawai dengan bijak. Namun dibalik itu, terdapat pesan untuk anak-anak untuk 'Jangan Takut' untuk melakukan kesalahan, bertanya, dan berkembang dengan jalannya masing-masing.

Kembalinya Zzuf diwarnai dengan album barunya 'Self-Titled'. Menghadirkan beberapa eksperimen bermusik yang sebelumnya t...
19/09/2026

Kembalinya Zzuf diwarnai dengan album barunya 'Self-Titled'. Menghadirkan beberapa eksperimen bermusik yang sebelumnya tidak pernah mereka lakukan. Mulai dari lirik berbahasa indonesia, sampai kolaborasi lintas negara.

Sudut pandang paranoise dalam mengolah 'gugur' menjadi sebuah keberanian. Disaat lagu galau lebih mendramatisasi lirikny...
13/09/2026

Sudut pandang paranoise dalam mengolah 'gugur' menjadi sebuah keberanian. Disaat lagu galau lebih mendramatisasi liriknya, paranoise mengambil sudut penerimaan tanpa dramatisasi berlebih.

Keberaniannya dalam merawat narasi panjang ditengah tren musik yang serba instan membuat tantangan tersendiri. Kini babaknya untuk paranoise menjaga formula cerita berantai yang dirangkainya tidak terdengar monoton saat dirangkum utuh.

INSOMNIAEnt.id – Setelah bertahun-tahun membangun perjalanan bersama Billkiss, bassist sekaligus songwriter Helvi Eriyan...
16/08/2026

INSOMNIAEnt.id – Setelah bertahun-tahun membangun perjalanan bersama Billkiss, bassist sekaligus songwriter Helvi Eriyanti kini membawa cerita bandnya ke dunia literasi melalui buku BILLKISS: Cerita #1 — Dari Nol Sampai Bunyi.

Diterbitkan oleh H.Y.D.R.A., buku setebal 102 halaman ini resmi memasuki masa pre-order pada 10 Agustus 2026 dengan harga Rp70.000.

Buku ini mendokumentasikan perjalanan Billkiss sejak akar awalnya sebagai Bilqis, proses pergantian personel, berbagai tantangan dalam produksi musik, pandemi, kehilangan, hingga akhirnya berhasil melahirkan album pertama Cerita #1.

“Awalnya aku menulis buku ini untuk dokumentasi perjalanan Billkiss. Setelah bukunya selesai, aku baru sadar ternyata perjalanan Billkiss sudah sejauh ini dan banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa dipetik, tidak hanya untuk aku, tapi bagi siapa pun yang membaca buku ini,” ujar Helvi.

Bukan Sekadar Cerita Band

Menurut Helvi, Dari Nol Sampai Bunyi menggambarkan perjalanan Billkiss dari masa ketika mereka belum memiliki karya hingga akhirnya berhasil memiliki album.

“Dari nol sampai bunyi benar-benar Billkiss yang awalnya belum punya karya, sampai bisa punya album,” katanya.

Buku ini tidak hanya membahas musik dan panggung, tetapi juga berbagai hal yang terjadi di baliknya: latihan, perdebatan, keterbatasan, pergantian personel, kehilangan, rasa lelah, keraguan, hingga keputusan untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Penerbit H.Y.D.R.A. melihat hal tersebut sebagai salah satu kekuatan buku.

“BILLKISS: Cerita #1 enggak hanya berbicara soal musik, panggung, lagu, ataupun pencapaian sebuah band saja. Buku ini justru mengajak pembaca buat melihat apa yang terjadi di balik layar.”

Karena itu, buku ini tidak hanya ditujukan kepada penggemar Billkiss maupun musisi. Cerita di dalamnya juga ditujukan kepada masyarakat umum yang sedang membangun sesuatu, mengejar mimpi, berkarya, atau berada dalam fase ketika usaha yang dilakukan belum menunjukkan hasil.

Dari Kehilangan Personel hingga Panggung Jakarta Fair

Salah satu bagian yang cukup emosional dalam buku ini adalah perjalanan Billkiss menghadapi perubahan personel.

Pada 2025, gitaris Billkiss, Qpot, memutuskan mengundurkan diri hanya beberapa hari sebelum Billkiss tampil di panggung utama Jakarta Fair 2025.

Bagi Helvi, perubahan tersebut merupakan bagian dari perjalanan.

“People come and go itu wajar, dan enggak apa-apa banget, selama kita tetap bisa fokus sama tujuan awal.”

Setelah akhirnya melanjutkan perjalanan hanya bersama Maulin, Helvi justru merasa proses Billkiss semakin ringan.

“Aku ingat tujuan awalku, aku ingin Billkiss punya album. Jujur, ternyata setelah jalan hanya berdua, jalan Billkiss malah makin ringan,” ungkapnya.

Perjalanan tersebut kemudian membawa mereka menyelesaikan album pertama Cerita #1, yang menjadi salah satu pencapaian terbesar Billkiss.

Musisi yang Mulai Masuk ke Dunia Literasi

Penerbitan buku ini juga menjadi langkah baru Helvi untuk memperluas medium berkaryanya.

Selama ini aktif sebagai musisi, bassist, dan songwriter, Helvi kini ingin menggunakan tulisan sebagai medium lain untuk berbagi pengalaman dan memberikan dampak.

“Aku ingin berkontribusi di dunia literasi. Selama ini aku berkarya lewat musik dan menulis lagu. Sekarang aku mencoba menyampaikan cerita melalui buku. Aku ingin karya yang aku buat tidak hanya didengar, tetapi juga dibaca dan bisa memberikan sesuatu untuk orang lain,” tutur Helvi.

Bagi Helvi, musik dan literasi memiliki kesamaan: keduanya dapat menjadi medium untuk menyampaikan cerita dan memberikan pengaruh kepada orang lain.

Karena itu, BILLKISS: Cerita #1 diharapkan bukan hanya menjadi dokumentasi perjalanan sebuah band, tetapi juga menjadi langkah awal Helvi untuk terus berkarya di dunia literasi.

Setiap Orang Punya “Billkiss”-nya Masing-Masing

Helvi berharap pembaca dapat menemukan bagian dari perjalanan mereka sendiri melalui buku ini.

“Jatuh boleh, tapi abis itu bangkit lagi, jalan lagi, nulis lagu lagi, rilis lagi.”

Ia juga ingin buku ini menjadi pengingat bagi siapa pun yang sedang mengejar mimpi bahwa proses yang panjang bukan berarti perjuangan tersebut sia-sia.

“Kalau kamu terus berjalan, kamu akan sampai ke tujuan kamu. Buktinya ini, kamu sampai kan? Kamu bunyi kan? Keren.”

Sementara itu, H.Y.D.R.A. berharap pembaca tidak hanya melihat Billkiss dari apa yang tampak di atas panggung.

“Ada banyak hal di balik sebuah lagu yang mungkin enggak pernah sampai ke telinga pendengar: latihan, kegagalan, kehilangan, rasa lelah, keputusan-keputusan sulit, sampai keberanian untuk memulai lagi.”

Buku ini menjadi cerita pertama dari perjalanan Billkiss yang masih terus berjalan.

Setelah Cerita #1, Helvi dan Billkiss telah menyiapkan perjalanan berikutnya: album kedua, buku kedua, dan berbagai karya baru.

Karena bagi mereka, perjalanan belum selesai.

Billkiss masih terus bunyi.

https://insomniaent.id/helvi-eriyanti-abadikan-perjalanan-billkiss-dalam-buku-cerita-1-dari-nol-sampai-bunyi/

INSOMNIAEnt.id – Setelah merilis lagu “Merelakanmu”, Endah N Rhesa menghadirkan karya baru berjudul “Terang Bulan” yang ...
16/08/2026

INSOMNIAEnt.id – Setelah merilis lagu “Merelakanmu”, Endah N Rhesa menghadirkan karya baru berjudul “Terang Bulan” yang merupakan bagian dari mini album yang akan datang. Jika “Merelakanmu” berbicara tentang proses seseorang menghadapi kehilangan orang yang disayangi, maka “Terang Bulan”menjadi fase berikutnya : ketika seseorang sudah menjalani hari-hari setelah kehilangan, berusaha menerima kenyataan, dan memerlukan waktu untuk bisa memulihkan perasaan. “Terang Bulan” menangkap momen-momen yang sering luput dari perhatian yaitu ketika malam tiba, kesibukan mereda, dan tidak ada lagi yang tersisa selain suara hati sendiri. Di ruang yang hening itulah muncul berbagai pertanyaan, keraguan, dan upaya untuk tetap tegar meski belum sepenuhnya tahu bagaimana menghadapi hari esok.

Refleksi dan Introspeksi Endah N Rhesa menyadari bahwa mereka sedang berada di fase kehidupan yang penuh dinamika. Di usia mereka yang tidak lagi muda, rasa takut kehilangan menjadi semakin nyata. Kabar duka yang datang silih berganti dari orang-orang terdekat membuat mereka semakin menyadari bahwa hidup selalu bergerak, dan manusia hanya bisa belajar menerima dari hal-hal yang berada di luar kendalinya. Pengalaman dan perasaan tersebut kemudian bertransformasi menjadi dialog-dialog pribadi yang selama ini hanya tersimpan di dalam hati. “Haruskah aku bermain peran, seakan kuat tak terkalahkan.”

Lirik tersebut lahir dari pertanyaan apakah kita benar-benar harus selalu terlihat kuat, bahkan ketika sedang rapuh? “Proses refleksi dan introspeksi sering aku lakukan saat malam hari. Ada rasa nyaman yang muncul di tengah keheningan, ketika distraksi mulai berkurang dan aku bisa menumpahkan emosi tanpa merasa canggung karena harus kembali beraktivitas. Pada momen itulah aku bisa lebih jujur pada diri sendiri dan perlahan mendapatkan kelapangan hati,” ujar Endah.Melalui “Terang Bulan”, Endah N Rhesa tidak berusaha menawarkan jawaban atas kehilangan. Lagu ini justru mengajak pendengarnya menemani proses yang sering kali berlangsung diam-diam, yaitu menerima bahwa rasa sedih, takut, dan ragu adalah bagian dari perjalanan menjadi manusia. Sebab, terkadang yang paling dibutuhkan bukanlah seseorang yang mampu menghapus kesedihan, melainkan ruang yang membuat kita berani mengakuinya.

Menuju Mini Album Menyambut Matahari “Merelakanmu” dan “Terang Bulan” menjadi bagian dari mini album terbaru Endah N Rhesa bertajuk “Menyambut Matahari”, yang dijadwalkan rilis beberapa bulan mendatang. Berisi lima lagu berbahasa Indonesia, mini album ini merekam perjalanan emosional tentang kehilangan, penerimaan, dan harapan. “Mini album ini memang terasa lebih sendu dibandingkan karya-karya kami sebelumnya. Mungkin karena mengikuti fase hidup yang sedang kami jalani. Tapi justru lewat lagu-lagu ini, kami merasa punya ruang untuk mencurahkan semuanya. Rasanya melegakan,” ujar Rhesa, bassis sekaligus produser lagu-lagu Endah N Rhesa. Mulai hari ini, “Terang Bulan” sudah dapat didengarkan di berbagai layanan musik digital. Semoga lagu ini dapat menjadi teman bagi siapa pun yang sedang menjalani malam-malam penuh pertanyaan, belajar menerima kehilangan, atau sekadar membutuhkan ruang untuk beristirahat sejenak bersama perasaannya.

https://insomniaent.id/endah-n-rhesa-merilis-single-yang-akan-menjadi-bagian-mini-album-mendatang-berjudul-terang-bulan/

INSOMNIAEnt.id – Band Metal asal Bandung, Invicta kembali memperkenalkan karya terbaru bertajuk "Anguish" feat Anggi Arr...
16/08/2026

INSOMNIAEnt.id – Band Metal asal Bandung, Invicta kembali memperkenalkan karya terbaru bertajuk "Anguish" feat Anggi Arriadi vokalis dari band deathcore Revenge The Fate, sebuah single yang menjadi langkah awal menuju EP terbaru mereka. Lebih dari sekadar rilisan baru, lagu ini juga menandai debut Lutvy sebagai bassist terbaru Invicta.

"Anguish" lahir sebagai gambaran tentang penderitaan yang sering kali tak terlihat. Lagu ini berbicara mengenai tekanan, kehilangan, amarah yang dipendam, hingga pergulatan batin yang perlahan mengikis seseorang dari dalam. Namun di balik semua itu, "Anguish" tidak bercerita tentang menyerah. Justru sebaliknya, lagu ini mengajak pendengar menerima bahwa rasa sakit adalah bagian dari perjalanan hidup, dan dari titik terendah itulah keberanian untuk terus melangkah bisa tumbuh.

Dari sisi musikal, Invicta tetap mempertahankan identitas metal mereka melalui riff cepat, tempo agresif, dan atmosfer gelap yang diperkaya sentuhan synth yang megah. Perpaduan tersebut menghadirkan energi yang keras sekaligus memperkuat tatanan emosi yang ingin disampaikan tanpa perlu memperindah rasa sakit yang ada.

Formasi Invicta 2026

Auryn – Vokal
Jaenalalim – Gitar
Chamoth – Gitar
Lutvy – Bass
Nadzir Rabbani – Drum

Video Lirik "Anguish" kini telah tersedia dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Invicta Music Official per tanggal 10 Agustus 2026, dan untuk Digital Streaming per bulan September 2026.

https://insomniaent.id/invicta-rilis-anguish-feat-anggi-arriadi-awal-perjalanan-menuju-ep-baru-sekaligus-debut-bassist-terbaru/

INSOMNIAEnt.id – Penyanyi muda J.hana kembali menyapa pendengarnya melalui single terbaru bertajuk "Fatamorgana" yang re...
16/08/2026

INSOMNIAEnt.id – Penyanyi muda J.hana kembali menyapa pendengarnya melalui single terbaru bertajuk "Fatamorgana" yang resmi dirilis di seluruh platform musik digital pada 7 Agustus 2026.

Setelah sebelumnya menghadirkan "Bukan Kita", "Rumah Yang Sama", dan "Maaf Jika ku Buat Salah" yang masing-masing menyentuh tema hubungan dari sudut pandang yang berbeda, J.hana kembali hadir dengan cerita baru yang tidak kalah dekat dengan pengalaman sehari-hari: sebuah malam di Jakarta yang terasa seperti awal dari sesuatu namun ternyata hanya datang dari satu arah.

"Fatamorgana" adalah lagu tentang harapan yang dibangun dari detail-detail kecil yang terasa nyata: pertemuan di Jumat malam, perjalanan keliling kota, genggaman tangan, dan cerita-cerita tentang masa depan yang dibagikan hingga larut. Semua terasa seperti tanda sampai akhirnya satu kenyataan datang menjawab segalanya: ternyata hatimu tak siap.

"Single baru ini lahir dari satu malam di Jakarta yang rasanya kayak awal sesuatu yang baru. Tapi ternyata rasa itu cuma datang satu arah. Tentang berharap ke 'cowo bingung' — seseorang yang ternyata belum siap. Lagu ini dibuat untuk siapa pun yang pernah merasa, 'kayaknya dia juga ngerasain hal yang sama,' sebelum akhirnya sadar kalau kisah itu cuma fatamorgana."
— J.hana

Berbeda dari single-single sebelumnya yang lebih banyak mengeksplorasi nuansa pop ballad yang intim dan melankolis, "Fatamorgana" hadir dengan warna yang sedikit berbeda — lebih ringan di permukaan, namun menyimpan ketajaman yang sama dalam cara J.hana bercerita.

Lagu ini mengalir seperti catatan malam: dari ingatan tentang pertemuan itu, detail-detail kecil yang terasa romantis, rasa penasaran yang tumbuh perlahan, hingga momen ketika semuanya menjadi jelas dan perisai pun kembali dipasang. J.hana tidak melebih-lebihkan rasa sakit itu, ia hanya menggambarkannya apa adanya, dengan kejujuran yang sudah menjadi ciri khasnya sejak debut.

Salah satu momen paling mencolok dalam lagu ini hadir dalam bagian berbahasa Inggris yang terasa hidup dan spontan seolah menangkap percakapan di dalam mobil, dengan lagu Radiohead mengalun pelan di radio:

"Let's drive around Jakarta tonight / And put me on some Radiohead songs / Do you think I'm just a girl who's here for fun? / Are you really sure about that?"

Sebuah pertanyaan yang dilemparkan ke udara malam Jakarta, kepada seseorang yang mungkin tidak pernah benar-benar memahami bobotnya.

Aransemen yang digarap oleh Muhammad Haekal kembali menunjukkan kepekaannya dalam membangun suasana yang mendukung cerita, memadukan nuansa pop yang segar dengan sentuhan jazz yang halus, menciptakan latar yang hangat namun menyimpan kegetiran di dalamnya. Permainan gitar dari Varian Simorangkir dan Muhammad Haekal memberikan tekstur yang cinematik, sementara proses mixing dan mastering oleh Abror Samdya memastikan vokal J.hana terdengar intim dan terasa dekat di telinga pendengar.

"Fatamorgana" ditulis secara kolektif oleh Johana, Muhammad Haekal, dan Varian Simorangkir, kolaborasi yang sudah terjalin erat sejak rilisan-rilisan sebelumnya dan kini semakin menemukan ritmenya. J.hana membawa cerita dan keresahan personalnya, sementara Haekal dan Varian membantu membentuknya menjadi sebuah lagu yang tidak hanya terasa milik J.hana, tapi juga terasa milik siapa pun yang pernah berada di posisi yang sama.

Pendekatan penulisan yang personal dan apa adanya ini menjadi benang merah dari seluruh karya J.hana hingga saat ini dan "Fatamorgana" memperkuat identitas tersebut dengan cara yang terasa semakin matang.

https://insomniaent.id/j-hana-kembali-dengan-fatamorgana-tentang-harapan-yang-ternyata-hanya-datang-dari-satu-arah/

INSOMNIAEnt.id – Setelah sukses dengan album perdananya Berdamai yang banyak berbicara tentang self healing dan self lov...
09/08/2026

INSOMNIAEnt.id – Setelah sukses dengan album perdananya Berdamai yang banyak berbicara tentang self healing dan self love, Ghea Indrawari kembali menyapa pendengar lewat album keduanya yang bertajuk Rasi Bintang, yang resmi rilis disemua digital platform

Di album ini Ghea mengeksplorasi sisi lain manusia saat harus berhadapan dengan cinta dan segala misterinya. Melalui Rasi Bintang, Ghea menghadirkan perjalanan emosional tentang rasa takjub, takut kehilangan, hingga fase life after break up yang dekat dengan realita percintaan generasi masa kini. Pendengar juga akan diajak menikmati semesta baru yang dibangun Ghea melalui visual, cerita, dan musik yang merepresentasikan bahasa cinta generasi sekarang.

Album ini lahir dari sebuah pemikiran sederhana: dalam astrologi maupun astronomi, rasi bintang sering dianggap sebagai petunjuk. Begitu p**a cinta terkadang manusia membutuhkan tanda, arah, dan jawaban untuk memahami perasaannya sendiri.

“Di alam semesta yang penuh tanda tanya, biarkan rasi bintang menuntun kita dalam cinta.”

Rasi Bintang berisi 9 lagu yang dirangkai seperti perjalanan di bawah langit malam. Setiap lagunya merepresentasikan emosi yang sering dirasakan Gen Z, namun sulit untuk diungkapkan lewat kata-kata. Dengan lirik yang personal dan jujur khas Ghea, album ini diharapkan bisa menjadi tempat p**ang bagi siapa saja yang pernah jatuh cinta, kehilangan arah, atau mencoba memahami isi hatinya sendiri.

Di album ini, Ghea juga mengeksplorasi seluruh musikalitasnya dengan warna yang berbeda di setiap lagu. Beberapa lagu bahkan hadir dalam bahasa Inggris, memperlihatkan sisi baru dari Ghea yang lebih berani, intimate, dan eksploratif. Perpaduan tersebut menjadikan album ini terasa fresh namun tetap memiliki identitas yang “Ghea banget”.

Album Rasi Bintang tersedia di seluruh digital streaming platform Untuk informasi terbaru mengenai Rasi Bintang, kunjungi:�Spotify, Apple Music, dan seluruh platform streaming digital.

https://insomniaent.id/ghea-indrawari-hadirkan-album-kedua-rasi-bintang-kisah-cinta-yang-dituntun-oleh-semesta/

INSOMNIAEnt.id – Clara Riva mempersembahkan single terbarunya, 'Kenapa Ya?', sebuah lagu yang menangkap rasa penasaran, ...
06/08/2026

INSOMNIAEnt.id – Clara Riva mempersembahkan single terbarunya, 'Kenapa Ya?', sebuah lagu yang menangkap rasa penasaran, ragu, dan salah tingkah ketika masa lalu kembali hadir. Dengan cerita yang dekat dengan keseharian, Clara mengajak pendengar menyelami pertanyaan-pertanyaan yang sering kali hanya disimpan dalam kepala.

Alih-alih menjadikan lagu ini sebagai pesan untuk seseorang, Clara memilih mengolah ceritanya melalui sudut pandang imajinatif: isi kepala seseorang yang tiba-tiba dihubungi kembali oleh masa lalunya. Pendekatan tersebut membuat 'Kenapa Ya?' terasa seperti sebuah percakapan batin, tentang keinginan untuk bertemu lagi, tanpa benar-benar tahu harus memulai dari mana.

Sebagai penulis lagu, Clara kerap menjadikan pengalaman personal sebagai titik awal karyanya. Namun, ia tidak selalu menyampaikan cerita secara harfiah. Dalam 'Kenapa Ya?', Clara mengolah pengalaman tersebut menjadi narasi dari sudut pandang lain, sehingga pendengar dapat menemukan interpretasi dan pengalaman mereka sendiri di dalamnya. "Rata-rata lagu aku memang datang dari perasaan pribadi. Kadang POV-nya aku ambil dari orang lain, tetapi ternyata tetap berhubungan sama aku," lanjutnya.

Secara musikal, 'Kenapa Ya?' hadir dengan energi yang ringan, seru, dan mengajak pendengar untuk bergerak. Lagu ini cocok menemani perjalanan, pagi hari setelah bangun tidur, hingga momen olahraga saat membutuhkan dorongan semangat.

Lagu ini diproduseri oleh KREATE, dengan permainan keys dan synth dari Trinanda Imawan Wibisono, drums serta programming oleh Pefiri, gitar oleh Dimas Raditya, dan electric bass oleh Odi Purba. Warna brass turut dihadirkan melalui permainan saxophone Weber Marely, trumpet Bruno Brito, dan trombone Marco Almeida.

Bagi Clara, 'Kenapa Ya?' adalah sebuah cerita, layaknya curhat yang dituangkan ke dalam musik. Ia berharap lagu ini dapat menemani mereka yang pernah dihubungi kembali oleh mantan, masih menyimpan rasa penasaran, atau berada dalam hubungan yang menggantung tanpa benar-benar kembali bersama. "Semoga lagu ini sampai ke orang-orang yang merasa relate. Mungkin yang di-chat lagi sama mantannya, atau yang punya hubungan sama mantan tetapi enggak balikan, cuma ajak ketemu. Ada rasa penasaran, ingin bertemu, tapi juga ragu-ragu," tutup Clara Single terbaru Clara Riva, 'Kenapa Ya?', sudah tersedia di seluruh digital streaming platform di Indonesia.

https://insomniaent.id/clara-riva-cerita-mantan-datang-lagi-melalui-nomor-pop-yang-menyenangkan-berjudul-kenapa-ya/

INSOMNIAEnt.id – Penyanyi solo pendatang baru, Lusant, resmi memperkenalkan langkah pertamanya di industri musik Indones...
04/08/2026

INSOMNIAEnt.id – Penyanyi solo pendatang baru, Lusant, resmi memperkenalkan langkah pertamanya di industri musik Indonesia melalui single debut berjudul "Tak Pernah Jadi Rumah" yang akan dirilis di seluruh platform musik digital. Mengusung nuansa emotional pop, "Tak Pernah Jadi Rumah" hadir sebagai sebuah refleksi tentang cinta yang tulus, pengorbanan yang tak selalu berujung kebersamaan, serta proses belajar mengikhlaskan seseorang yang tak pernah benar-benar menjadikan kita tempat p**ang.

Lagu ini lahir dari pengalaman pribadi Lusant yang kemudian berkembang menjadi cerita yang terasa dekat dengan banyak orang. Tentang seseorang yang telah memberikan seluruh perhatian, waktu, dan perasaannya, namun pada akhirnya tetap tidak mampu memiliki hati orang yang dicintai. Meski begitu, cinta yang tulus tetap menyisakan doa agar orang tersebut menemukan kebahagiaannya, walaupun bukan bersama dirinya.

"'Rumah' dalam lagu ini bukanlah bangunan, melainkan simbol dari tempat kita merasa diterima, nyaman, dan ingin kembali. Kadang kita sudah berusaha menjadi tempat itu bagi seseorang, tetapi ternyata kita memang tidak pernah menjadi rumah baginya," ujar Lusant.

Proses penulisan hingga produksi "Tak Pernah Jadi Rumah" memakan waktu sekitar tiga minggu. Dalam pengerjaannya, Lusant menggandeng Double D Production, yang digawangi oleh Ncex dan Yoga Patria sebagai composer sekaligus arranger. Nama Yoga Patria sendiri telah dikenal sebagai gitaris sekaligus penulis lagu utama band pop rock asal Bandung, Nineball, yang melahirkan sejumlah karya populer, termasuk lagu "Hingga Akhir Waktu". Sementara Ncex juga memiliki pengalaman panjang di industri musik Indonesia, salah satunya sebagai arranger album Sesungguhnya milik Joeniar Arif.

Kolaborasi tersebut menghasilkan aransemen yang dibangun secara bertahap. Lagu dimulai dengan nuansa yang tenang, kemudian berkembang menuju klimaks emosional yang memperkuat makna setiap lirik. Karakter vokal Lusant juga menjadi salah satu elemen utama yang membawa pendengar menyelami setiap fase emosi dalam lagu ini.

Sebagai debut, Lusant memilih "Tak Pernah Jadi Rumah" karena merasa lagu ini paling mewakili identitas musikal dan perjalanan emosinya sebagai seorang musisi. Ia ingin memperkenalkan warna musik yang ia sebut sebagai emotional pop, sebuah pendekatan yang menitikberatkan pada kekuatan cerita, dinamika aransemen, dan penyampaian emosi secara jujur.

Influence musikal Lusant banyak dipengaruhi oleh Korean emotional pop dan musik gospel, dua genre yang menurutnya memiliki kemampuan kuat dalam menyampaikan emosi melalui melodi, harmoni, hingga karakter vokal.

Lebih dari sekadar lagu patah hati, "Tak Pernah Jadi Rumah" juga mengajak pendengarnya memahami bahwa merelakan bukanlah bentuk kekalahan, melainkan proses menerima kenyataan dengan hati yang lebih lapang. Lagu ini menjadi pengingat bahwa cinta yang tulus terkadang diwujudkan lewat keberanian untuk melepaskan dan tetap mendoakan kebahagiaan seseorang.

"Bagi siapa pun yang pernah mencintai dengan sungguh-sungguh tetapi tidak bisa memiliki, semoga lagu ini bisa menjadi teman. Tidak semua cinta harus berakhir dengan memiliki, tetapi semua cinta bisa mengajarkan kita tentang keikhlasan," kata Lusant.

Single ini juga menjadi pintu pembuka menuju EP perdana Lusant yang akan dirilis secara bertahap. EP tersebut akan berisi tiga lagu yang saling terhubung sebagai rangkaian cerita mengenai kehilangan, luka, dan proses berdamai dengan diri sendiri. Melalui karya perdananya, Lusant berharap dapat menghadirkan lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan. Ia ingin setiap pendengar menemukan ruang untuk mengenali emosinya sendiri dan merasa tidak sendirian dalam menghadapi proses mencintai, kehilangan, maupun mengikhlaskan. "Tak Pernah Jadi Rumah" akan resmi tersedia di seluruh layanan streaming digital.

https://insomniaent.id/lusant-membawa-ketulusan-tentang-mencintai-tanpa-memiliki-melalui-nomor-debut-tak-pernah-jadi-rumah/

Address

Serang
42115

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when INSOMNIA ENT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to INSOMNIA ENT:

Shortcuts

Share