31/07/2023
CETAK BIRU JIWA ADALAH CINTA
Oleh : Syaiful Karim
Secara NATURAL sebenarnya cetak biru jiwa manusia adalah CINTA. Kebencian, persaingan, permusuhan, rasa takut, dan khawatir adalah hasil dari DIAJARKAN dan TERBENTUK selama hidup di bumi.
Rasisme, kebencian dan permusuhan terhadap kelompok keyakinan lain, dan persaingan politik, lebih banyak didapatkan karena diajarkan. INTOLERANSI, ketidakmampuan menerima dan menghargai perbedaan, menganggap kelompok lain yang berbeda dengan kelompoknya adalah SALAH dan SESAT, itu juga produk pembelajaran lingkungan dimana ia dibesarkan.
Secara natural sebenarnya cetak biru jiwa manusia adalah CINTA . Setiap JIWA adalah PERCIKAN CAHAYA ILLAHI. Setiap JIWA adalah Cahaya Illahi yang akan memancar TERANG dengan KUALITAS CINTA . Jiwa-jiwa manusia PADA UMUMNYA lupa pada jati dirinya, lupa CARA MEMANCARKAN cinta.
Setiap jiwa adalah percikan Cahaya Illahi, Cahaya Illahi yang memancar dengan kualitas cinta. Saat KUALITAS CINTA itu menurun, tubuh tidak berfungsi dengan optimal, mudah sakit, dan akhirnya tidak LAIK PAKAI lagi, dan siap didaur ulang.
Jiwa-jiwa manusia hanya lupa akan jati dirinya, lupa cara memancarkan cinta. Akan tetapi sekalipun demikian, PANGGILAN JIWA itu akan tetap terus-menerus berdering di bawah sadar dalam bentuk kerinduan akan CINTA dan DICINTAI. Semua hanya sejenak lupa oleh karena bombardir informasi yang menyulut EMOSI MANUSIA, fokus pada isu-isu pertengkaran, dan terbawa pada arus permainannya.
MEMBANGUN KESADARAN adalah bagaikan pohon besar yang perlu waktu ratusan tahun untuk tumbuh dan terlindung di pedalaman hutan lebat yang tak terjamah manusia.
Menyingkir, menyepi, melepaskan diri dari KEGADUHAN, menjadi alternatif untuk penyembuhan diri. Bukan merupakan tindakan lari dari masalah, melainkan menghadapi SUMBER MASALAH itu sendiri. Sebab dengan DIAM DALAM KEHENINGAN, maka PIKIRAN yang semrawut akan berhenti sejenak. Memasuki KEHENINGAN adalah cara untuk melihat REALITA KEHIDUPAN secara jernih dan menemukan wajahnya yang sesungguhnya.
CINTA selalu ada DI SANA, seperti pohon besar yang dapat terjaga aman di tempatnya yang tersembunyi di tengah hutan lebat. Cinta memang TAK TERPAHAMI oleh pikiran-pikiran YANG GADUH, sehingga komunitas-komunitas yang hidup berbasis cinta juga lebih memilih MENYINGKIR untuk memelihara api spiritual, menjaga daya hidup untuk pertumbuhan kehidupan di bumi.
Smoga Semua Makhluk Hidup, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, di setiap ruang dan waktu, di semua tingkatan....senantiasa HIDUP BERBAHAGIA.....