11/06/2016
Video arogansi aparat satpol PP di Serang, Banten, yang menutup paksa warung makan dan menyita makanan (ditayangkan Kompas TV) benar-benar membuat saya mengurut dada. Di tayangan berita itu, tampak seorang ibu pemilik warung, usianya 50-an, ketakutan dan hampir menangis, sementara 'pasukan' satpol PP mengelilinginya dengan wajah yang bengis. Saat dagangan para penjual ini disita, mereka tak bisa menahan kesedihan: Mata pencaharian mereka telah dirampas!
Konon, dalih aparat untuk menutup paksa warung makan yang buka siang hari selama bulan Ramadhan itu adalah untuk menegakkan peraturan daerah tentang 'toleransi' kepada yang berpuasa... Bahwa warung-warung tak boleh buka siang hari untuk menghormati mereka yang berpuasa. Saya tak habis pikir, bagaimana cara berpikir kepala daerah yang mengeluarkan peraturan tersebut? Mereka pikir, sebegitu lemahnyakah iman umat muslim sehingga puasanya harus 'dihormati' dan mereka yang tidak berpuasa harus 'diserang' dan 'dipaksa' agar menghormati kita? Apalagi aparat-aparat itu, dasar moral dan dalil agama manakah yang bisa membenarkan tindakan mereka yang begitu bengis mempertontonkan iman yang angkuh?
Tulisan ini saya persembahkan untuk aparat yang menunjukkan iman mereka yang angkuh, untuk mereka yang menganggap puasa adalah pedang untuk menyerang, untuk serdadu-serdadu tanpa hati yang memakai topeng agama untuk melupakan nurani!