Komplek Imam al-Ghazali Pondok Pesantren Al-Fathaniyah

Komplek Imam al-Ghazali Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Komplek Imam al-Ghazali Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele Serang Banten

بسم الله الرحمن الرحيم....KAROMAH GURU SEKUMPUL DALAM PENGLIHATAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ"Pada suatu hari Habib Umar mengi...
14/03/2021

بسم الله الرحمن الرحيم....
KAROMAH GURU SEKUMPUL DALAM PENGLIHATAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ"

Pada suatu hari Habib Umar mengisahkan kewalian Syaikh Zaini Martapura yg biasa dikenal dgn Guru Sekumpul. Ketika Syaikh Zaini telah wafat, aku sering melihat Syaikh Zaini di makam Zanbal, Hadramaut, mengunjungi dan bertemu bertatap muka dgn para Auliya. Ketika wafatnya Syaikh Zaini pada tahun 2005, aku lihat langit terbelah, para malaikat semuanya turun mendatangi Syaikh Zaini.

Sewaktu Syaikh Zaini masih hidup, setiap malam Senin terdengar suara gemuruh di Arsy karena lantunan suara Syaikh Zaini yg sedang membaca Maulid Simtud-Duror Al Habsyi di majlis maulid di Sekumpul, Martapura. Habib Umar menegaskan bahwa pemegang wali qutub saat itu ada dua orang, yaitu Habib Abdul Qadir bin Ahmad As-Seggaf di Jeddah dan Syaikh Zaini di Sekumpul, Martapura.

Aku dibukakan futuh melihat wali qutub Syaikh Zaini berada di dalam istana yg sangat megah. Istananya bertingkat dgn banyak kebun². Istana Syaikh Zaini berada di bawah naungan Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari, datuknya (Datu Kalampayan), dibawah bimbingan Syaikh Samman dan Syaikh Abdul Qadir al-Jilani yg diterimanya langsung dari Rasulullah Saw. Istana itu dipenuhi oleh murid² Syaikh Zaini.

Habib Umar juga menegaskan, sungguh luar biasa Syaikh Zaini bersama murid²nya. Sungguh beruntung orang yg menjadi murid Syaikh Zaini dan yg mengikuti jejak langkahnya. "Akupun kalau datang ke Banjar pasti ziarah ke makam Syaih Zaini minta berkah Beliau. Disampaikan oleh Habib Umar saat menginap di asrama haji Banjarbaru tahun 2009 bersama istri Beliau, Syarifah Nuur Al Haddar.

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ .
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين

Baju Kiai Marzuqi dan Tangis Kiai MahrusSuatu hari Kiai Mahrus Aly mengajak Abdul Halim Zainuddin (salah seorang penguru...
17/02/2021

Baju Kiai Marzuqi dan Tangis Kiai Mahrus
Suatu hari Kiai Mahrus Aly mengajak Abdul Halim Zainuddin (salah seorang pengurus NU kota Kediri yang biasa melayani beliau) untuk menghadiri sebuah acara. Sebelum menuju ke tempat acara, mereka mampir ke rumah Kiai Marzuqi Dahlan untuk mengajaknya sekalian karena beliau termasuk orang mendapat undangan acara itu juga.
Sesampainya di muka jalan menuju rumah beliau, Kiai Mahrus menyuruh Abdul Halim ngaturi (memanggil) Kiai Marzuqi, sementara Kiai Mahrus menunggu di kendaraan dengan sang sopir.
Setelah dipersilahkan masuk, Abdul Halim segera menyampaikan maksud kedatangannya. "Masya Allah, kulo supe menawi dinten meniko acaranipun" (Masya Allah saya lupa kalo acaranya hari ini) kata Kiai Marzuqi yang waktu itu hanya mengenakan sarung saja dan bertelanjang dada.
Kemudian beliau berjalan menuju kebelakang mengambil sesuatu dari bak yang biasa digunakan untuk mencuci baju. Ternyata yang beliau ambil itu baju belliau yang belum sempat dicuci, lalu dengan tenang tanpa canggung dan risih, beliau kenakan kembali baju itu.
Sepertinya hal-hal yang bersifat duniawi begitu simpel & sederhana sekali di mata beliau serta tidak perlu dibikin ribet. Sambil tersenyum beliau berkata "Alhamdulillah durung sido diumbah" (Alhamdulillah, bajunya belum sempat dicuci). Ternyata pada waktu itu beliau hanya memiliki satu baju. Ketika baju itu dicuci, otomatis beliau tidak mengenakan baju lagi. Padahal beliau seorang kiai besar dengan ribuan santri yang diasuhnya.
Selesai mendatangi tempat acara dan mengantarkan kembali Kiai Marzuqi ke rumah beliau, Abdul Halim menceritakan apa yang ia ketahui perihal Kiai Marzuqi tadi kepada Kiai Mahrus. Sontak Mbah Yai Mahrus sesenggukan tidak kuasa menahan tangis, merasa iba, prihatin, trenyuh dan haru berbaur menjadi satu dalam dada beliau melihat pilihan hidup yang sedang dilakoni Kiai Marzuqi, partner beliau dalam mengelola dan melestarikan Pondok Pesantren Lirboyo peninggalan dari mertua beliau berdua.
Lahumal faatihah

OSIS Al-Fathaniyah, Cetak Generasi yang PASTI Melalui LDKS
14/02/2021

OSIS Al-Fathaniyah, Cetak Generasi yang PASTI Melalui LDKS

Serang, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Al-Fathaniyah Menyelenggarakan Kaderisasi Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) selama tiga hari dua malam be…

"Islam itu agama yang penuh dengan kasih sayang, karena itu berprasangka, menuduh orang munafik, mengkafirkan orang, tid...
30/01/2021

"Islam itu agama yang penuh dengan kasih sayang, karena itu berprasangka, menuduh orang munafik, mengkafirkan orang, tidak boleh. Apalagi sesama muslim". (KH. Matin Syarkowi, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang)

______________________

21/01/2021

THE GOLDEN RULE

Di dalam situasi karut marut kehidupan dunia, moralitas publik yang runtuh berantakan dan "kegilaan" sosial masif itu lalu kita harus bagaimana?. Kita yang waras harus berbuat apa?. Begitu pertanyaan banyak orang.

Para sufi dan masyarakat spiritual dari segala agama dan kepercayaan menyebut keadaan di atas sebagai kondisi masyarakat yang sedang kehilangan saling Kasih dan Cinta seraya amat tega dan seakan senang membiarkan orang lain menderita.

Oleh karena itu menurut mereka tak ada cara lain kecuali masing-masing kita menengok kembali ke pusat jiwa.

Agama dan etika spritual berharap sungguh-sungguh agar setiap kita melihat ke dalam diri untuk menemukan apa yang membuat kita tersakiti. Lalu kita melangkah tegap dengan menolak dalam keadaan apapun dan atas nama apapun untuk menimbulkan rasa sakit itu kepada orang lain.

The Golden Role mengatakan : "Jangan perlakukan orang lain dengan cara-cara yang engkau sendiri tidak menginginkan itu terjadi terhadap dirimu". Atau dalam redaksi positif : "Perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan".

Seorang guru bijak Cina, Konfusius ( 551-479 SM) saat ditanya ajaran yang perlu dijalani sepanjang hari dan setiap hari, menjawab : "tasamuh/toleransi" (tenggang rasa). Jangan pernah lakukan kepada orang lain apa-apa yang kau sendiri tidak ingin mereka lakukan terhadapmu. Atau dengan redaksi yang singkat : "lakukan yang terbaik untuk orang lain. Lakukan sikap altruistik".

15 abad lampau Nabi saw (w. 632 M) bersabda :

لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

"Seseorang belum beriman dengan baik, sampai dia mencintai orang lain seperti mencintai dirinya".

Dalam redaksi lain dari Abu Hurairah dikatakan :

وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا …

"Berikan dengan senang hati untuk orang lain, apa-apa yang kau senangi untuk dirimu, kau menjadi seorang yang beriman".

Hadits lain menyebutkan :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأحدهم :
أَتُحِبُّ الْجَنَّةَ ؟ قُلْتُ : نَعَمْ، قَالَ : فَأَحِبَّ لِأَخِيكَ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ (رواه احمد)

Nabi mengatakan kepada salah seorang sahabatnya : "Apakah kau ingin masuk sorga?. Ia menjawab : "Benar". Nabi berkata : " Berikan dengan senang hati untuk sahabatmu apa saja yang engkau sendiri senang untuk dirimu".

NGAJI NIHAYATUZZAIN: "Masuknya Waktu Sholat"Qori ' : Abah KH. Matin SyarkowiPimpinan Pondok Pesantren Al-FathaniyahTengk...
12/01/2021

NGAJI NIHAYATUZZAIN: "Masuknya Waktu Sholat"

Qori ' : Abah KH. Matin Syarkowi
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah
Tengkele, Kota Serang Banten

Ngaji Kitab Nihayatuz Zain: Penjelasan Masuknya Waktu Sholat | KH. Matin Syarkowi______Kitab Nihayatuz Zain merupakan salah satu kitab fiqih mazhab Syafi’i y...

10/01/2021

IBNU ATHAILLAH DAN WAHDAH AL- WUJUD

Membaca karya Ibn Athaillah yang sangat terkenal "Al-Hikam al-Athaiyyah", kita menemukan bahwa Ibn Athaillah adalah penganut teori "Wahdah al-Wujud", sebuah istilah populer dalam dunia Tasawuf Falsafi. Konon ia merupakan istilah yang dicetuskan oleh "Al-Syeikh al-Akbar", Muhyiddin Ibn Arabi.

Wahdah al-Wujud, Unity of Being, ingin menegaskan bahwa Tuhanlah Satu-Satunya Eksistensi yang Real dan Absolut. Segala hal dan segala sesuatu di seluruh ruang jagat raya ini, adalah nihil belaka, lenyap dan tak riil. Tuhan adalah Essensi Yang Esa dan Esksistensi Yang Wajib Ada, Mutlak (Absolut) dan La Nihayah. Tidak ada wujud selain Tuhan. Wujud (Maujud) yang lain tak lain dan tak bukan adalah sifat-sifat dan nama-nama-Nya.

Dalam “al-Hikam”, Ibn Athaillah antara lain mengatakan :

اللهُ كانَ وَلا شَيْئَ مَعَهُ . وَهُو الآنَ عَلى مَا عَلَيْهَ كَانَ

“Tuhan Ada dan tak ada apapun bersama-Nya. Dia sekarang Ada sebagaimana keber-Ada-an Dia dahulu kala”.

Pernyataannya yang lain:

Bagaimana mungkin terbayangkan Tuhan tertutup tirai, padahal Dialah Yang membuka tabir segala.
Bagaimana mungkin terbayangkan Dia terhalang tirai, padahal Dia Hadir bersama segala.
Bagaimana mungkin terbayangkan Dia terhalang tirai, padahal Dia Hadir dalam segala.
Bagaimana mungkin terbayangkan Dia terhalang tirai, padahal Dia Hadir untuk segala.
Bagaimana mungkin terbayangkan Dia terhalang tirai, padahal Dia Hadir sebelum segala.
Bagaimana mungkin terbayangkan Dia terhalang tirai, padahal Dia lebih benderang dari segala.
Bagaimana mungkin terbayangkan Dia terhalang tirai, padahal Dialah Satu-Satunya Yang Ada yang tanpa-Nya segalanya tak akan ada.
Oh, Betapa mengherankan, bagaimana mungkin segala keberadaan muncul dalam ketiadaan.
Atau bagaimana mungkin keberadaan baru hadir bersama Dia Yang Ada, Yang tak Diciptakan.

Di tempat lain, ia juga mengemukakan :

مَا حَجَبَكَ عَنْ اللهِ وُجودُ مَوجودٍ مَعَهُ، إذْ لا شَيْءَ مَعَهُ، وَلَكِنْ حَجَبَكَ عَنْهُ تَوَهُّمُ مَوجودٍ مَعَهُ.

“Wujud alam semesta tidak akan mampu menghalangimu melihat Tuhan. Karena tak ada yang lain di alam semesta ini kecuali Dia. Keberadaan yang lain hanyalah bayangan-bayanganmu belaka”.

07.01.21
HM

07/01/2021

Diriwayatkan dari Aus bin Aus, Rasulullah SAW bersabda: ان من افضل ايامكم يوم الجمعة فيه خلق ادم و فيه قبض وفيه النفخة وفيه الصعقة فاكثروا من الصلاة علي فيه فان صلاتكم معروضة علي
Artinya, "Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah Hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptaan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat kalian akan dipersembahkan kepadaku".

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/76046/nilai-lebih-baca-sholawat-pada-hari-jumat

Address

Jalan Raya Pandeglang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Kec. Cipocok Jaya
Serang
42126

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komplek Imam al-Ghazali Pondok Pesantren Al-Fathaniyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share