Menciptakan puisi

Menciptakan puisi Meluapkan perasaan hati dalam karya

26/07/2017

Kau dtg hdpkn rasa nmun ttp tak sprti mntari yg bisa kutunggu setiap hari
Kau pergi bagai ksmptan yg tak mungkin dtg kedua kali
kau buat rasa ini melayu
Kau tau aku bukn langit yg bisa berikn smua biru
Kau tau aku bkn laut
Dimn air hdp mnyatu
Mengapa sll kau arak awan diterangku
Mngp sll kau patahkn ranting di hatiku
oohh

05/04/2017

Aku
Yang datang padamu
Aku
Yang menyambut tanganmu
Aku
P**a yang kini berpegang pdmu
Jadi
Mungkin salahku
Jika butiran ini
Tak lg bisa dihapus
Cabikan ini
Ttp berserak
Aku sakit
Terduduk
Kuikatkn aku pdmu
Terlanjur kuat
Justru ketika kau
Tak lagi mampu
Menggenggamku

16/08/2016

aku ora ngira
yen puluhan taun kang wus lumaku
ora bisa ndadekna putihmu dadi maneka warna liya...

07/06/2016

ketika beku
maka satu huruf pun
tak mau terukir
bagaiana jika engkau
yang menguratnya?
hinga jadi sesuatu
yang
bermakna

01/02/2013

mutiara tetaplah mutiara
sama dengan batu tetaplah batu
tapi waktu telah mampu merubah mereka
menjadi butiran kecil
bahkan serpihan debu
yang meski setitik
bisa merubah
mata bening
berurai
luh

04/12/2012

Temen2 yang punya hasil karya, silahkan masukkan di status ini...

13/06/2012

berkorban
bertahan
mewujudkan harapan
cinta sejati
ga semudah
membalik telapak tangan

13/05/2012

selamat pagi
dua kata yang meluncur cepat karena selalu siap diucap
dua kata yang hanya muncul ketika mentari tak senyap
tapi selamat pagi kami
adalah padat kasih
sarat sayang
terpikirkan penuh harap
sebelum diucap
semua karib yang terundang
datang dg untaian pandang
melalui kata
terima kasih karib
puisimu,
adalah keajaiban hatimu
terbagi untuk semua karibmu....
kami tata tempat
untukmu
kami tata huruf untukmu
untuk hatimu
maka
curahkanlah
ciptakanlah.................................
selamat berkarya
selamat hari minggu
sampaikan tempat kami,sebagai salam hangat
kepada karibmu.....

09/05/2012

jika pagi adalah nafas
maka tak ingin berganti siang
jika siang adalah hati
maka biarlah selalu padang
jika malam adalah jiwa
maka biarlah bulan bintang tetap jadi penerangnya
namun pagi siang malam
adalah sebuah pergantian tak tertahankan
maka biarlah hati ada dalm jiwa yang terang
senantiasa jadi nafas
membalut hidup yang terang...

25/03/2012

Menikmati surya merekah dengan sebaris senyum...
Hati riang langkah pun ringan...
Nyanyian kutilang memuja Hyang Kuasa...
Berharap sebutir rizqi tercurah untuknya...
seulas sunggingan mengejek manusia...
Yang berebut sesuap nasi di altar sana...
Karna terhimpit harga yang merajalela...

25/03/2012

Kepalsuan tertata rapi di mayapada...
Hadirkan topeng-topeng pemburu harta karun...
Tak peduli derita yang tercipita...
Hanya diri semata dalam benaknya yang tersusun...

Taukah kau betapa rakyatmu sengsara...
Mengikuti hargamu yang melambung...
Menuntun kemiskinan yang semakin menggila...
Ciptakan keonaran dimana-mana tanpa untung...

24/03/2012

Ketika ku berlabuh di dermaga...
Justru Prahara mulai bermunculan...
Karna rasa cemburu yang berlebihan...
Dan tak berbalut cinta yang semestinya...

Haruskah ku melanglang buwana demi kedamaian...
Agar rasa tak tertambat pada sebuah tiang kepalsuan...
Berkelana mengunjungi sahabat2 tanpa rasa curiga...
Dan rasa dendam yang bersemayam di dada...

Maafkan bila ku harus melepaskan tali ikatan...
Biar semua makna berjalan apa adanya...
Menghalau prasangka dan problema...
Bebas berkarya tanpa ada rasa kecurangan...

Address

Semarang
58100

Telephone

087717052035

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Menciptakan puisi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share