02/06/2026
Tragedi memilukan baru saja mengguncang Biak Numfor, Papua. Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II menelan korban jiwa sebanyak lima orang dan mengakibatkan tiga lainnya hilang. Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan asal-usul proyektil mematikan tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa perang tidak benar-benar berakhir ketika senjata diletakkan. Di seluruh dunia, jutaan bahan peledak yang belum meledak (UXO) masih tertanam di bawah tanah. Jerman, misalnya, menemukan puluhan ribu granat dan ratusan bom berat setiap tahunnya, terutama di wilayah bekas sasaran pengeboman Sekutu seperti Berlin dan Hamburg. Bahkan di Inggris dan Polandia, evakuasi besar-besaran masih sering dilakukan ketika bom seberat ribuan kilogram ditemukan di area pemukiman.
Ancaman serupa juga nyata di Asia Tenggara. Negara-negara seperti Vietnam, Laos, dan Kamboja terus berjuang melawan warisan bom curah yang masih aktif sejak tahun 1960-an. Fenomena ini menunjukkan bahwa infrastruktur sipil dan keselamatan warga dunia masih dihantui oleh residu konflik masa lalu yang bisa meledak kapan saja tanpa peringatan.
Bagaimana pendapatmu mengenai penanganan sisa-sisa perang yang masih banyak tertimbun di wilayah pemukiman seperti ini? Apakah daerah tempat tinggalmu juga memiliki sejarah terkait peninggalan perang?