Penggemar Wayang Kulit

Penggemar Wayang Kulit Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Penggemar Wayang Kulit, Arts and entertainment, Semarang.

"Seni wayang kulit yang penuh makna"

*disclaimer:
-Tidak menyinggung atau membahas SARA, hanya sebatas membahas seputar cerita wayang kulit
-Setiap daerah atau dalang memiliki pakem cerita masing-masing

24/08/2026

AKHIR KISAH DURSASANA
Dalam kisah wayang kulit, akhir hidup Dursasana terjadi secara tragis dan mengenaskan di tangan Bima (Werkudara) dalam perang Baratayuda. Kematian ini merupakan bentuk pembalasan karma atas dosa besar Dursasana yang telah mempermalukan Dewi Drupadi di hadapan publik dan sifat buruknya.

KEKALAHAN AJI CANDABIRAWAKekalahan Aji Candabirawa oleh Puntadewa terjadi pada perang Baratayuda, saat Puntadewa (Yudhis...
24/08/2026

KEKALAHAN AJI CANDABIRAWA
Kekalahan Aji Candabirawa oleh Puntadewa terjadi pada perang Baratayuda, saat Puntadewa (Yudhistira) berhadapan dengan Prabu Salya dari Kerajaan Mandaraka.Aji Candabirawa adalah ilmu gaib milik Prabu Salya yang mengeluarkan raksasa kerdil menyeramkan. Keunikan ajian ini adalah semakin diserang, raksasa tersebut akan membelah diri dan bertambah banyak, serta menjadi semakin kuat.
Raksasa Candabirawa hanya bisa dikalahkan dengan satu cara: dihadapi tanpa amarah dan kekerasan.
Sifat Candabirawa: Ajian ini hidup dan tumbuh dari energi negatif, amarah, nafsu membunuh, dan dendam musuhnya.Kesalahan Satria Lain: Ketika para kesatria Pandawa menyerang raksasa ini dengan senjata dan amarah, raksasa tersebut justru berlipat ganda menjadi ribuan hingga mencerai-beraikan pasukan Pandawa.
Sosok Puntadewa: Kresna menyadari bahwa hanya Puntadewa yang bisa menandinginya. Puntadewa adalah manusia berdarah putih yang tidak memiliki nafsu angkara murka, berhati suci, dan sangat penyabar.
Jalannya Pertempuran
Puntadewa Maju Tanpa Senjata: Sesuai arahan Kresna, Puntadewa maju ke medan laga tanpa memegang senjata tajam ataupun menunjukkan niat membunuh.Candabirawa Menyerang: Raksasa Candabirawa langsung menyerbu dan mencoba melukai Puntadewa.
Puntadewa Pasrah dan Tenang: Puntadewa tidak membalas. Ia menghadapi serangan tersebut dengan sikap pasrah, tenang, dan penuh kasih sayang.
Candabirawa Menyusut: Karena tidak mendapat "makanan" berupa amarah atau energi negatif, kekuatan raksasa Candabirawa terus melemah. Terdapat versi, raksasa-raksasa yang tadinya berjumlah ribuan mulai mengecil, menyusut, dan menghilang satu demi satu.
Dan terdapat versi bahwa resi bagaspati menyatu ke dalam tubuh puntadewa sehingga raksasa tersebut kembali kepada resi bagaspati ditubuh puntadewa.

SEMAR JADI BESARPernah melihat tokoh semar berubah menjadi besar sekali oleh pementasan salah satu dalang.. Kira-kira la...
24/08/2026

SEMAR JADI BESAR
Pernah melihat tokoh semar berubah menjadi besar sekali oleh pementasan salah satu dalang.. Kira-kira lakon apa ya?? 🙏

23/08/2026

KEMARAHAN WERKUDARA KEPADA DURSASANA
Kemarahan Werkudara kepada Dursasana memuncak karena Dursasana pernah menarik pakaian Drupadi secara paksa di hadapan para Pandawa dan Kurawa saat balairung Hastinapura.

RAKSASA KERDIL-Aji CandabirawaAjian Candabirawa adalah salah satu ilmu gaib paling mematikan dalam dunia pewayangan Jawa...
23/08/2026

RAKSASA KERDIL-Aji Candabirawa
Ajian Candabirawa adalah salah satu ilmu gaib paling mematikan dalam dunia pewayangan Jawa, yang mewujud sebagai sosok raksasa kerdil (buta bajang). Kesaktian utama dari ajian ini adalah kemampuannya untuk membelah diri menjadi ribuan setiap kali diserang atau dilukai. Semakin keras musuh menyerangnya dengan kemarahan, raksasa kerdil ini justru akan berlipat ganda menjadi semakin banyak dan kuat untuk menghancurkan lawan.
Pada hari ke-18 perang Bharatayuda, Prabu Salya diangkat menjadi panglima tertinggi pasukan Kurawa.Saat terdesak, Prabu Salya merapalkan mantra dan melepaskan Ajian Candabirawa dari dalam tubuhnya. Ribuan raksasa kerdil keluar membantai pasukan Pandawa. Setiap kali prajurit Pandawa mencoba menebas atau memanah raksasa tersebut, darah yang menetes ke tanah justru menjelma menjadi raksasa kerdil baru yang sama saktinya. Pasukan Pandawa pun kocar-kacir dilanda kepanikan luar biasa.

DEWA RUCIKisah Dewa Ruci menceritakan perjalanan spiritual Bratasena (Bima) mencari air kehidupan (perwita suci) atas pe...
23/08/2026

DEWA RUCI
Kisah Dewa Ruci menceritakan perjalanan spiritual Bratasena (Bima) mencari air kehidupan (perwita suci) atas perintah gurunya, Durna. Ia harus masuk ke dalam hutan lebat, mendaki gunung, hingga terjun ke dasar samudra. Di sana, ia melawan naga raksasa dan akhirnya bertemu dengan Dewa Ruci, sosok kerdil yang menyerupai dirinya di dalam goa batin.
Perintah Guru: Durna menyuruh Bima mencari air kesucian hidup demi menyesatkannya, tetapi Bima patuh dengan tulus.Ujian di Samudra: Bima melompat ke laut selatan dan bertarung melawan naga besar hingga menang.Masuk ke Tubuh Dewa Ruci: Bima melihat makhluk kecil bercahaya bernama Dewa Ruci, lalu masuk ke dalam telinga kiri dewa tersebut dengan mudah tanpa merasa sesak.
Pencerahan Jati Diri: Di dalam tubuh Dewa Ruci, Bima melihat jagat raya yang luas dan belajar mengenal diri sejati.Empat Warna Nafsu: Bima diajarkan tentang simbol warna nafsu manusia (hitam, merah, kuning, dan putih) yang harus dikendalikan.Sangkan Paran: Dewa Ruci memberikan ajaran tentang asal-usul manusia dan tujuan hidup kembali kepada Sang Pencipta (sangkan paraning dumadi).

SITIJA-GARUDA WILMUNAPrabu Sitija (Bomanarakasura) dan Garuda Wilmuna adalah pasangan raja kesatria dan wahana (kendaraa...
23/08/2026

SITIJA-GARUDA WILMUNA
Prabu Sitija (Bomanarakasura) dan Garuda Wilmuna adalah pasangan raja kesatria dan wahana (kendaraan) ikonik dalam jagat pewayangan Jawa. Hubungan keduanya melambangkan kekuatan dahsyat kombinasi antara kesaktian bumi dan penguasa langit.
Dalam lakon pewayangan (seperti Kikis Tunggarana atau Samba Sebit), kombinasi Sitija di atas punggung Garuda Wilmuna menjadi momok yang sangat ditakuti oleh musuh-musuhnya, termasuk saat berhadapan dengan Raden Gatotkaca dari Pringgadani.Namun, kesaktian tiada tanding ini menemui ajalnya dalam lakon Gozali Suta (Samba Juwing). Prabu Kresna (ayahnya sendiri) terpaksa membunuh Sitija menggunakan senjata Cakra Baskara karena amarah Sitija yang membabi buta. Kresna memotong tubuh Sitija di udara agar darah dan raganya tidak menyentuh bumi, sehingga Aji Pancasona miliknya tidak dapat aktif kembali. Garuda Wilmuna pun kehilangan tuannya setelah peristiwa tragis tersebut.

22/08/2026

Malem minggu ndengerin suluk wayang.
Adem dan ayem dengan suara khas.

UGRASENADalam pewayangan Jawa, Arya Ugrasena adalah tokoh kesatria dari bangsa Yadawa, ayah dari Arya Pragota, serta sau...
22/08/2026

UGRASENA
Dalam pewayangan Jawa, Arya Ugrasena adalah tokoh kesatria dari bangsa Yadawa, ayah dari Arya Pragota, serta saudara bungsu dari Dewi Kunti dan Prabu Basudewa (sehingga ia merupakan paman dari Kresna, Baladewa, dan Pandawa).
Sebagai bagian dari trah Yadawa yang berpihak penuh pada keadilan, Prabu Setyajid (Ugrasena) mengerahkan seluruh kekuatan Lesanpura untuk mendukung Pandawa. Ia gugur di medan laga Bharatayuda sebagai kusuma bangsa.

MAMANGMURKADitya Mamangmurka (juga dikenal sebagai Mukasura atau Momosimuka) adalah seorang tokoh raksasa (asura) sakti....
22/08/2026

MAMANGMURKA
Ditya Mamangmurka (juga dikenal sebagai Mukasura atau Momosimuka) adalah seorang tokoh raksasa (asura) sakti.
Peran Utama dalam Lakon MintaragaMengacaukan Pertapaan Arjuna: Mamangmurka diutus oleh rajanya, Prabu Niwatakawaca, untuk mencari dan menghancurkan pertapaan Arjuna (yang saat itu bergelar Begawan Ciptaning) di Gua Mintaraga, Gunung Indrakila. Misi ini bertujuan agar Arjuna gagal mendapatkan senjata sakti dari para dewa yang bisa mengancam kerajaan raksasa.Berubah Menjadi Babi Hutan (Celeng Demalung): Ketika mengamuk dan merusak hutan di sekitar tempat pertapaan, Mamangmurka terkena daya magis dari keteguhan tapa Begawan Ciptaning. Ia pun berubah wujud menjadi seekor babi hutan raksasa (celeng) sebesar kerbau yang sangat ganas.Kematian yang Tragis: Amukan babi hutan tersebut mengusik pertapaan Arjuna. Arjuna kemudian melepaskan panahnya untuk membunuh babi hutan itu. Pada saat yang sama, Batara Guru yang sedang menyamar sebagai pemburu liar bernama Kiratarupa juga melepaskan anak panah. Kedua anak panah tersebut menyatu dan menancap di tubuh Mamangmurka hingga ia tewas.
Peristiwa kematian Mamangmurka ini memicu perselisihan antara Arjuna dan Kiratarupa mengenai siapa yang berhak atas buruan tersebut, yang sebenarnya merupakan ujian akhir dari Batara Guru sebelum menganugerahkan Panah Pasupati kepada Arjuna.

Address

Semarang

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Penggemar Wayang Kulit posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share