17/07/2026
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela pada Kamis, 16 Juli 2026.
Pembangunan fisik lapangan gas raksasa ini akhirnya dieksekusi setelah sempat mangkrak dan terkatung-katung selama 28 tahun sejak dicanangkan pada tahun 1998 akibat perdebatan konsep pengolahan darat vs laut.
Fakta Utama Proyek LNG Abadi Blok Masela
Nilai Investasi Fantastis
Pengembangan proyek hulu migas terbesar di Indonesia ini menelan investasi mencapai USD 20,9 miliar atau sekitar Rp390 triliun.
Lokasi Operasi
Terletak di Laut Arafura, sekitar 150 kilometer di selatan Pulau Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.
Kapasitas Cadangan
Lapangan Abadi diperkirakan memiliki cadangan jumbo sebesar 3,06 triliun kaki kubik (TCF) gas dan 119 juta barel kondensat.
Target Operasional
Konstruksi fisik berjalan intensif dengan target produksi gas pertama (first gas) dijadwalkan pada tahun 2029 hingga 2030.
Alokasi Produksi & Penyerapan Tenaga Kerja
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa 60% hasil produksi LNG Blok Masela akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik demi menjaga ketahanan energi nasional, sementara sisanya ditujukan untuk pasar ekspor.
Dari sisi ketenagakerjaan, proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 12.000 hingga 13.000 tenaga kerja lokal selama fase konstruksi.
Pemerintah memberikan prioritas utama (Ring 1) kepada pemuda lokal asal Tanimbar dan Maluku Barat Daya yang sebelumnya telah dikirim untuk menempuh pendidikan khusus migas di Cepu. Proyek strategis ini diharapkan menjadi motor utama percepatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Indonesia Timur.