25/10/2025
Pada hari pertempuran Uhud, Rasulullah ﷺ memimpin kaum Muslimin melawan pasukan musyrikin. Dalam keadaan pertempuran yang semakin sengit dan penuh hujan panah serta batu, wajah beliau ﷺ mengalami luka cukup serius: disebutkan bahwa “wajah Rasulullah ﷺ terluka dan salah satu gigi depannya patah serta helm di atas kepalanya remuk”.
Ketika darah mengalir dari luka beliau ﷺ, putri beliau, Fatimah bint Muhammad, membantu membersihkan darah, dan sepupu beliau, Ali ibn Abi Talib, menyediakan air untuk membersihkan luka tersebut. Karena pendarahan semakin deras, Fatimah kemudian menggunakan abu dari tikar daun kurma yang dibakar untuk menutup luka sehingga pendarahan berhenti.
Dalam kondisi tersebut, Rasulullah ﷺ berkata:
> “Bagaimana kaum ini akan selamat yang telah melukai Nabi mereka dan mematahkan giginya, padahal ia menyeru mereka kepada Allah?”
Peristiwa ini menunjukkan betapa besar pengorbanan beliau ﷺ — meskipun terluka dan dalam bahaya, beliau tetap berdiri di medan juang, tetap menjaga kesabaran dan kepemimpinan beliau bagi umatnya.