WUNA INFO

WUNA INFO Pusat Informasi & Hiburan
Wuna Wite Barakati
📖 Repost Berbagai Sumber
Messenger atau WA kami untuk Informasi disekitar anda.
📞Hp/Whatsapp : 082267523614

21/06/2026

Ironi di Desa Lasunapa Muna: Warga Banting Tulang Perbaiki Jalan, Pemda Muna Malah Sebut "Kemandirian Desa".

​MUNA - Sebuah pemandangan yang memprihatinkan sekaligus menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna datang dari Desa Lasunapa. Di saat warga harus turun tangan memeras keringat secara swadaya menimbun dan memperbaiki jalan poros desa yang rusak parah, respons dari pihak Pemda justru dinilai sangat nirempati dan lepas tangan. (Sabtu, 20/06/2026)

​Dalam sebuah video yang beredar, tampak puluhan warga mulai dari bapak-bapak hingga ibu-ibu berkumpul dan bergotong royong memindahkan tumpukan batu karang untuk meratakan akses jalan yang tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah.

​Alih-alih merasa malu karena gagal menyediakan infrastruktur yang layak, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Muna justru mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi. Ia menyebut aksi warga tersebut sebagai "Bukti Kemandirian Desa".

​Pernyataan yang dinilai sebagai dalih untuk menutupi ketidakmampuan Pemda ini sontak memicu badai kritik di media sosial. Melalui grup Facebook MUNA FORUM melalui akun Fajar Bungi, masyarakat menumpahkan kekesalannya terhadap kinerja Pemda Muna dan menagih janji-janji manis Bupati saat Pilkada.

​"Bupati tidak malu yeii🤣 ko mundur woi jadi bupati, percuma jadi bupati baru janji mu di pilkada masyarakat sendiri yang perbaikikan," tulis salah satu pengguna akun yang geram melihat situasi tersebut.

​Pernyataan Kadis PMD seolah menjadi bumbu penyedap bagi kemarahan warga. Publik menilai, mengkategorikan perbaikan infrastruktur jalan poros sebagai "kemandirian desa" adalah bentuk pengalihan tanggung jawab pemerintah yang seharusnya mengelola anggaran daerah (APBD) untuk fasilitas publik.

​Kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi sindiran tajam dari warganet yang memperingatkan agar Pemda tidak serta-merta mengambil keuntungan dari keringat rakyat:

​Antisipasi Klaim Sepihak: "Sekedar Saran, buatkan Plakat dengan Tulisan 'Jalan Ini Di bangun atas Swadaya Masyarakat'. Karena awas nanti Diclaim Sama Pemerintah 😅," sindir seorang warganet.

​Sindiran Seremoni: "Jangan sampai peresmian jalan nanti ada LG yg datang gunting pita 😅😅," timpal pengguna lain.

​Kritik Fasilitas Pejabat: "Pejabat BERHARAP semua desa mandiri. Mrk duduk santai diruang berAC sambil memantau dan mencari alasan klo ada masyarakat yg melakukan aksi 😅... mau membangun tidak ada uang 🤦‍♂️🤣."

​Aksi gotong royong warga Desa Lasunapa memang menunjukkan tingginya solidaritas sosial. Namun, menjadikan hal tersebut sebagai tameng atas abainya pemerintah adalah sebuah ironi. Masyarakat Muna kini menuntut bukti nyata dari Pemda, bukan sekadar retorika yang berlindung di balik jerih payah warganya sendiri.

Sudah saatnya Pemda Muna membuka mata dan merealisasikan anggaran untuk kepentingan rakyat yang sebenarnya.

Sumber : FB/fajar Bungi
Link Postingan :
https://www.facebook.com/share/p/1KNMDjRRTD/


21/06/2026

Kecelakaan Tunggal! Truk Boks Terperosok dan Tabrak Tiang Listrik di Laea Buton Utara

​Buton Utara - Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil truk boks berwarna putih terjadi di kawasan Laea Buton utara pada hari Minggu (21/6/2026). Peristiwa ini viral di media sosial setelah video dan foto kejadian dibagikan oleh warga setempat.

​Berdasarkan rekaman video berdurasi singkat yang beredar, truk boks tersebut tampak terperosok keluar dari bahu jalan dan masuk ke dalam semak-semak yang cukup rimbun. Tak hanya itu, truk tersebut juga menabrak sebuah tiang listrik hingga menyebabkan tiang tersebut miring dan nyaris roboh.

​Dalam video tersebut, terdengar suara perekam dan beberapa warga di lokasi kejadian yang menyebutkan bahwa tiang listrik tersebut patah akibat hantaman kendaraan. "Patah tiang listrik," ujar salah satu warga dalam video tersebut.

​Kondisi truk terlihat miring dengan pintu kabin di sisi sopir dalam keadaan terbuka lebar. Warga yang berada di lokasi kejadian tampak menduga-duga apakah sang sopir sudah berhasil keluar menyelamatkan diri.

​Insiden ini pertama kali mencuri perhatian netizen setelah diunggah oleh akun Facebook bernama Naila Furqon. Dalam postingannya, ia menyematkan rasa khawatir dan doa untuk keselamatan pengemudi truk nahas tersebut.

​"Semoga sopirnya baik-baik saja. Minggu Laea, 21 Juni 2026," tulis Naila Furqon dalam keterangan unggahannya yang disertai dengan foto dan video di lokasi kejadian.

​Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apa penyebab kecelakaan tunggal tersebut apakah karena rem blong, sopir mengantuk, atau faktor kondisi jalan. Belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai kronologi pasti serta kondisi terkini dari sopir maupun kernet truk tersebut.

​Namun, dari pintu mobil yang terbuka, warga berharap sopir telah berhasil dievakuasi atau keluar dengan selamat sebelum warga berkerumun. Para pengendara yang melintas diimbau untuk terus berhati-hati, mengingat posisi truk dan tiang listrik yang miring bisa membahayakan pengguna jalan lainnya.

Sumber : FB/Naila Furqon
Link Postingan : https://www.facebook.com/share/v/1JN39fbzPj/


Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Muna Barat Dirusak OTK. MUNA BARAT - Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten M...
20/06/2026

Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Muna Barat Dirusak OTK.

MUNA BARAT - Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Muna Barat yang terletak di Desa Waukuni, Kecamatan Sawerigadi, dirusak Orang Tak Dikenal (OTK). Peristiwa pengrusakan tersebut terjadi pada Kamis (18/06/2026) malam.

Kejadian itu membuat sejumlah pegawai di kantor tersebut merasa geram. Salah satunya pegawai bernama Asnam Rabbi, langsung membuat laporan pengaduan ke Polsek Sawerigadi.

Berdasarkan keterangan dari Asnam Rabbi, pengrusakan ini terjadi sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu dirinya mendapat telepon dari temannya bernama Jakri, yang menyampaikan bahwa di kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Muna Barat sedang terjadi keributan.

Saat itu juga, Asnam langsung ke lokasi dan mengecek kondisi kantor. Ia melihat papan sekat atau pembatas ruangan yang ada di antara gedung depan dan gedung belakang yang terbuat dari bahan kayu telah rusak dan patah.

“Saat kejadian saya masih di rumah, tiba-tiba mendapat telepon dari teman, saya langsung ke kantor dan mengecek kondisi kantor ternyata pembatas ruangan yang di rusak dan di kasi patah,” ujarnya, Jumat (19/06/2026).

Saat di lokasi, ia melihat sejumlah orang di area kantor dan sempat menanyakan penyebab sehingga terjadi pengrusakan namun mereka tidak yang mengetahuinya.

“Saya merasa keberatan, saya sudah laporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk menyelidiki pelaku dan diproses hukum,” jelasnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Muna Barat, Sukarti Lykra, membenarkan bahwa pegawainya telah mengadukan kasus ini ke pihak kepolisian agar diusut tuntas.

Artikel selengkapnya :
https://detiksultra.com/hukum/kantor-dinas-perikanan-dan-kelautan-muna-barat-dirusak-otk/?fbclid=IwdGRjcASjswNjbGNrBKOy_WV4dG4DYWVtAjExAHNydGMGYXBwX2lkDDM1MDY4NTUzMTcyOAABHlu0W8flJSgBzlsZGCPuxEl8oUIa4_4clmWnmb3TZhvnnRD8C9V6EHdgot5L_aem_POJXIDPT9_ZqF5ArDgQMpw

Sumber : detiksultra.com


20/06/2026

Aksi Heroik Damkar Kabupaten Muna, Selamatkan Kucing yang Terjebak di Sumur Sedalam 18 Meter.

​MUNA - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Muna kembali menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat. Bukan memadamkan api, kali ini tim Damkar berhasil melakukan operasi penyelamatan (rescue) seekor kucing peliharaan yang terjebak di dalam sumur yang sangat dalam.

​Berdasarkan unggahan dari akun Facebook La Ode Hasiruddin Hasidu, peristiwa ini terjadi pada Jumat (19/6/2026). Lokasi kejadian berada di Desa Bonea, Kecamatan Lasalepa, tepatnya di sebuah sumur yang terletak di depan kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

​Tidak tanggung-tanggung, sumur tua berlapis batu berlumut tersebut diperkirakan memiliki kedalaman mencapai 16 hingga 18 meter.
​Dalam rekaman video amatir yang beredar, proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh dengan semangat gotong royong. Seorang anggota Damkar yang dilengkapi dengan alat penerangan dan perlengkapan keselamatan turun langsung ke dasar sumur yang gelap.

​Momen haru sekaligus membanggakan terlihat saat proses penarikan petugas ke atas. Warga sekitar, termasuk puluhan anak sekolah dasar (SD) berseragam pramuka dan merah putih, tampak antusias berbaris bahu-membahu menarik tali evakuasi bersama anggota Damkar lainnya.

​Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Kucing berwarna oranye putih itu berhasil dibawa naik ke permukaan dengan aman menggunakan sebuah kantong kain hitam. Kucing tersebut dalam kondisi selamat dan langsung disambut gembira serta digendong oleh anak-anak di lokasi kejadian. Setelah itu, petugas yang turun juga berhasil ditarik ke atas dengan selamat.

​Aksi sigap Damkar Kabupaten Muna ini langsung menuai banjir pujian dari warganet di media sosial. Banyak masyarakat yang mengapresiasi kinerja tim yang dinilai sangat tanggap.
​Salah satu warganet, Rismawati, yang diduga merupakan bagian dari keluarga pemilik kucing, turut menyampaikan rasa syukurnya.

​"Terimakasih Pak, sdh menyelamatkan kucing kami yg terjebak di dlam sumur. Tim Damkar hebat, bkan cman memadamkan api tpi jga bisa menyelamatkan kucing yg terjebak atau hewan lainnya, baik itu hewan yg minta tolong atau hwan yg mengganggu masyarakat," tulisnya di kolom komentar.

​Kejadian ini kembali menjadi bukti nyata bahwa tugas dan fungsi Pemadam Kebakaran kini semakin luas. Tidak hanya menangani insiden kebakaran, tim Damkar senantiasa siap siaga memberikan pertolongan pertama dalam berbagai kondisi darurat, termasuk menyelamatkan nyawa hewan peliharaan.

Sumber : FB/La Ode Hasiruddin Hasidu
Link Postingan : https://www.facebook.com/share/r/1JFUHbgz9a/


20/06/2026

VIRAL! Ngamuk Soal Jalan Rusak di Muna, Pria Ini Sentil Bupati hingga Andi Sumangerukka Langsung dari Australia.

​MUNA - Sebuah video bernada protes keras terkait infrastruktur jalan rusak di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, mendadak viral di media sosial. Uniknya, pria dalam video tersebut tak hanya memprotes sambil memamerkan jalanan yang berbatu, namun juga melayangkan ultimatum kepada para pejabat daerah langsung dari depan Sydney Opera House, Australia. (Sabtu, 20/06/2026)

​Dalam video yang beredar, pria bergaya nyentrik dengan kacamata hitam dan jaket kulit itu tampak sangat kesal dengan kondisi jalan di Lorong Liwu, Desa Wapunto, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna. Ia mengeluhkan jalanan yang tak kunjung diaspal selama puluhan tahun hingga membuat mobil warga cepat rusak.

​"Coba lihat sendiri ini. Ini cepat rusak saya punya mobil ini hah. Sudah mau puluhan tahun kalian tidak diaspal, ini jalanan kurang ajar," keluhnya sambil menunjuk kondisi jalanan tanah dan berbatu tempat sebuah mobil putih melintas.

​Tak tanggung-tanggung, pria yang mengklaim mewakili suara masyarakat setempat ini "mengabsen" sederet nama tokoh politik asal Sultra. Ia secara spesifik menyentil anggota DPD RI dan wakil rakyat seperti Umar Bonte, Wa Ode Rabia, hingga Jaelani. Ia mengingatkan mereka agar tidak melupakan kampung halaman yang telah memberikan suara untuk mereka pada pemilu lalu.

​"Kalian sudah dimenangkan di daerah sini. Tolong segera datang ke leluhur di Wapunto, Lorong Liwu. Apakah anda sudi melihat jalanan kotor yang tidak diaspal? Jangan cuma di Jakarta, jangan tidur!" tegasnya.

​Kritik tajamnya juga menyasar kepada tokoh-tokoh yang hendak maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra. Ia menyindir agar para tokoh politik jangan terburu-buru melompat menjadi gubernur sementara masalah jalanan di desa sendiri tak mampu diselesaikan.

​Pada paruh kedua video, pemandangan kontras terlihat. Pria tersebut melanjutkan protesnya tidak lagi dari jalanan berdebu, melainkan berlatar belakang kemegahan Sydney Opera House, Australia. Dari Negeri Kangguru, ia secara khusus menyentil kandidat Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, untuk turun tangan mendesak Pemerintah Kabupaten Muna.

​"Bapak Andi Sumangerukka, dengarkan ini ya. Saya tahu Anda seorang jenderal, saudara harus menegur Bupati Muna yang cukup diam. Berarti Anda tidak berguna untuk masyarakat Sulawesi Tenggara kalau jalanan ini tidak diaspal," ujarnya lantang.

​Menutup videonya, pria yang menyebut dirinya 'Mister' tersebut memberikan tenggat waktu kepada para pemangku kebijakan. "Saya memerintahkan agar segera diaspal. Tidak pakai lama, pokoknya tahun ini harus dianggarkan! Salam dari Mister, langsung dari Australia," pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, video tersebut terus mendapat berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang mendukung aksi berani pria tersebut dalam menyuarakan aspirasi warga Muna yang mendambakan infrastruktur jalan yang layak.

Sumber FB : MrRyan Ld
Link Postingan : https://www.facebook.com/share/v/189Y37qbm5/

AKAR-SULTRA Desak Polres Muna Transparan Ungkap Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi PUPR. Muna - Aliansi Keadilan Rakyat S...
20/06/2026

AKAR-SULTRA Desak Polres Muna Transparan Ungkap Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi PUPR.

Muna - Aliansi Keadilan Rakyat Sulawesi Tenggara (AKAR-SULTRA) mendesak aparat penegak hukum (APH), khususnya Polres Muna, untuk segera memberikan transparansi terkait perkembangan penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muna.

Kasus tersebut merujuk pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2023, yang mengungkap adanya dugaan kerugian negara sebesar Rp3,1 miliar pada sejumlah paket pekerjaan. Namun hingga saat ini, publik belum mendapatkan kejelasan mengenai sejauh mana proses hukum kasus tersebut berjalan.

Koordinator AKAR-SULTRA, Eko Rama, menegaskan bahwa transparansi dalam penegakan hukum merupakan hal yang mutlak untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

“Kami meminta Polres Muna untuk terbuka kepada publik terkait perkembangan kasus ini. Sudah sejauh mana proses penyelidikan atau penyidikan dilakukan, dan siapa saja yang telah dimintai keterangan. Jangan sampai kasus ini terkesan mandek tanpa kejelasan,” tegas Eko Rama.

Ia juga menambahkan bahwa lambannya penanganan kasus yang berpotensi merugikan negara tersebut dapat menimbulkan kecurigaan publik terhadap komitmen aparat dalam memberantas korupsi di daerah.

“Kasus ini menyangkut uang negara yang tidak sedikit, sehingga harus menjadi perhatian serius. Kami mendesak agar aparat penegak hukum bekerja secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam mengusut tuntas dugaan korupsi ini,” lanjutnya.

AKAR-SULTRA juga menekankan bahwa jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat, pihaknya akan mengambil langkah-langkah lanjutan sebagai bentuk kontrol sosial, termasuk melakukan aksi demonstrasi dan melaporkan kasus ini ke instansi yang lebih tinggi.

Dengan adanya tuntutan ini, AKAR-SULTRA berharap Polres Muna dapat segera memberikan kejelasan status hukum kasus tersebut, sekaligus menunjukkan komitmen nyata dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah Sulawesi Tenggara.

Selengkapnya : https://deliksultra.com/akar-sultra-desak-polres-muna-transparan-ungkap-perkembangan-kasus-dugaan-korupsi-pupr/

Sumber artikel : deliksultra.com


"Jumat bukan sekadar pergantian hari, melainkan kesempatan untuk kembali menyadari bahwa setiap napas adalah amanah, set...
19/06/2026

"Jumat bukan sekadar pergantian hari, melainkan kesempatan untuk kembali menyadari bahwa setiap napas adalah amanah, setiap waktu adalah ujian, dan setiap amal akan dimintai pertanggungjawaban."


Baru Seumur Jagung, Proyek Tanggul Pantai By Pass di SOR Kota Raha Muna Disorot! Beton Diduga Terkelupas, Warganet Perta...
19/06/2026

Baru Seumur Jagung, Proyek Tanggul Pantai By Pass di SOR Kota Raha Muna Disorot! Beton Diduga Terkelupas, Warganet Pertanyakan Kualitas Bangunan.

​MUNA - Sebuah proyek pembangunan infrastruktur pesisir (tanggul/pemecah gelombang) di Kabupaten Muna mendadak menjadi sorotan warga. Proyek yang dikabarkan baru rampung beberapa bulan lalu itu kini kondisinya diduga sudah mulai rusak dan terkelupas.

​Keluhan ini menjadi viral setelah akun Facebook bernama Allysia Rizky Adellia membagikan foto kondisi proyek tersebut di grup MUNA FORUM. Dalam foto yang diunggah, tampak bagian atas beton penahan ombak sudah hancur, memperlihatkan campuran kerikil yang terkelupas dari semennya. (Jumat, 19/06/2026)

​Dalam narasinya, pengunggah secara tajam mengkritik kualitas pengerjaan proyek tersebut. Meski mengaku bukan pekerja konstruksi profesional, ia membeberkan lima dugaan kuat penyebab rapuhnya beton tersebut:

1. ​Kurangnya takaran semen.
2. ​Diduga menggunakan air laut sebagai bahan campuran beton dan pasir.
3. ​Penggunaan material yang tidak bermutu.
4. ​Pengerjaan yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman.
5. ​Adanya indikasi korupsi serta rendahnya tingkat pengawasan dari instansi terkait.

​"Sepertinya tidak sampai 5 tahun akan banyak yang rusak. Proyek rentan, mari awasi bersama demi kemajuan daerah kita," tulis Allysia dalam unggahannya.

​Unggahan ini sontak memancing reaksi keras dari warganet Muna. Mayoritas netizen melontarkan komentar sinis dan kekecewaan terhadap kualitas proyek infrastruktur di daerah mereka.

​Akun Robert Robert berkomentar pesimis, "Tidak bisa berkata-kata, krn semua sektor pasti ada tikusnya di dalam." Sementara akun Bang Awingk Koke menyindir dengan kalimat, "Banyak Masuk Kantong Nya Jin."

​Lebih lanjut, akun Gilakalahpilkada mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa proyek ini kabarnya sempat didemo oleh masyarakat sejak awal pembangunannya.

"Itu hari waktu dibangun sempat didemo supaya tdk ada korupsi. Tapi yg demo justru dituduh tdk mendukung pembangunan. Pasti cepat rusak, kalo cepat rusak yg rugi masyarakat," ungkapnya.

​Di tengah derasnya kritik, seorang warganet dengan akun Azhaji Demohama mencoba memberikan penjelasan dari sudut pandang teknis konstruksi. Ia menyebut bahwa bagian yang difoto tersebut kemungkinan adalah Beton Siklop (Cyclopean Concrete).

​"Campurannya memang menggunakan mutu rendah, biasanya digunakan untuk mengisi cincin beton penguat tebing pantai atau pemecah gelombang. Dia pengganti urugan pasir/tanah dalam cincin," jelas Azhaji.

​Meski terdapat penjelasan teknis, pengunggah tetap merasa kecewa. Ia menilai jika memang menggunakan kualitas rendah, lebih baik menggunakan batu kapur sekalian agar lebih hemat dan tidak memboroskan anggaran daerah.

Ia juga menyampaikan keluh kesahnya yang sudah puluhan tahun tinggal di Muna namun selalu disuguhkan dengan kualitas pembangunan yang dianggap kurang maksimal.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kontraktor pelaksana maupun dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Muna mengenai spesifikasi proyek dan kebenaran dari keluhan warga tersebut. Warga berharap pihak berwenang dapat segera turun tangan melakukan audit dan pengawasan fisik demi menjaga uang rakyat.

Sumber : FB/Allysia Rizky Adellia
Link Postingan : https://www.facebook.com/share/p/18zxKoPN8N/


AKTIVIS JANGAN ASAL TUNTUT! PAHAMI OPTIMUM PARETOOleh :  Asli Anak MunaKonsep Optimum Pareto yang diperkenalkan oleh Vil...
18/06/2026

AKTIVIS JANGAN ASAL TUNTUT! PAHAMI OPTIMUM PARETO

Oleh : Asli Anak Muna

Konsep Optimum Pareto yang diperkenalkan oleh Vilfredo Pareto menjelaskan bahwa dalam kondisi sumber daya yang terbatas, tidak mungkin meningkatkan kesejahteraan suatu kelompok tanpa menimbulkan biaya atau pengorbanan pada kelompok lainnya. Dalam bahasa sederhana, tidak ada kebijakan yang gratis. Setiap kebijakan selalu memiliki konsekuensi. Karena itu, tuntutan untuk menghentikan MBG, menghentikan KDKMP, menambah kesejahteraan guru honorer, memperbesar subsidi, menurunkan harga BBM, dan memperluas layanan publik harus dilihat secara menyeluruh.

Jika MBG dan KDKMP dihentikan, bagaimana nasib tenaga kerja, UMKM, petani, pemasok, dan berbagai pihak yang selama ini memperoleh manfaat ekonomi dari program tersebut?

Jika kesejahteraan guru honorer ditingkatkan, dari mana sumber anggaran tambahannya? Program mana yang harus dikurangi untuk membiayainya?

Masalah yang lebih mendasar adalah bahwa ruang fiskal pemerintah tidak sepenuhnya bebas. Kemampuan pemerintah membelanjakan anggaran sangat dipengaruhi oleh kondisi moneter. Dalam praktik negara modern, pemerintah tidak bisa begitu saja mencetak uang sesuai keinginannya untuk membiayai seluruh kebutuhan masyarakat karena terdapat risiko inflasi, pelemahan nilai tukar, dan instabilitas ekonomi.

Di sinilah muncul argumentasi bahwa fiskal pada akhirnya sangat bergantung pada kondisi moneter. Pemerintah boleh memiliki banyak program dan janji politik, tetapi pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi moneter yang dikelola oleh Bank Indonesia dan sistem keuangan secara keseluruhan. Ketika likuiditas terbatas, biaya pembiayaan meningkat, atau suku bunga tinggi, maka ruang gerak fiskal pemerintah ikut menyempit.

Dalam sistem yang berlaku saat ini, pembiayaan defisit negara banyak dilakukan melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Akibatnya, sebagian anggaran negara harus dialokasikan untuk memenuhi kewajiban pembiayaan tersebut. Dari perspektif kritik ekonomi-politik, kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan negara menjalankan berbagai program tidak dapat dilepaskan dari mekanisme pembiayaan berbasis utang yang terus berlangsung. Karena itu, pemerintah selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit dalam menentukan prioritas anggaran, sebab sumber daya yang tersedia tidak mampu memenuhi seluruh keinginan secara bersamaan.

Maka, ketika sebagian aktivis mahasiswa menuntut penghentian program tertentu sekaligus meminta penambahan anggaran pada sektor lain, mereka sering kali mengabaikan fakta bahwa setiap kebijakan memiliki biaya, konsekuensi, dan kelompok yang terdampak. Mereka menuntut lapangan kerja, tetapi meminta penghentian program yang menyerap tenaga kerja. Mereka menuntut peningkatan kesejahteraan berbagai kelompok, tetapi tidak menjelaskan dari mana sumber pembiayaannya.

Padahal, dalam logika Optimum Pareto, membantu satu pihak sering kali berarti mengurangi ruang bagi pihak lain. Oleh karena itu, kritik yang matang bukan sekadar daftar tuntutan dan teriakan di jalanan, melainkan kemampuan memahami hubungan antara fiskal, moneter, keterbatasan sumber daya, serta dampak dari setiap pilihan kebijakan.

Tanpa pemahaman tersebut, aktivisme mudah terjebak menjadi sekadar slogan populis yang terdengar revolusioner, tetapi dangkal dalam analisis dan jauh dari realitas pengelolaan negara.


Gegara Sering Nonton P*rn0, Ayah di Kolaka Rvdvp4ks4 Anak Kandung hingga T*w4s.  Kepolisian Resor atau Polres Kolaka, Su...
17/06/2026

Gegara Sering Nonton P*rn0, Ayah di Kolaka Rvdvp4ks4 Anak Kandung hingga T*w4s.

Kepolisian Resor atau Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara, mengungkap motif di balik tindakan keji seorang ayah berinisial R (22) yang tega merudvp4ksa anak kandungnya sendiri yang masih berusia tiga tahun hingga t*w4s.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, pelaku mengakui bahwa perbuatan tersebut dipicu oleh kebiasaan buruknya yang kerap mengonsumsi konten tak senonoh.

"Motifnya karena pelaku keseringan menonton film p*rn0. Hasrat tersebut kemudian dilampiaskan kepada anak kandungnya sendiri," ujar Wakil Kepala Polres Kolaka, Komisaris Polisi (Kompol) Salman, saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).

Menurut keterangan kepolisian, aksi bejat tersebut dilakukan R sebanyak dua kali di rumah mereka di Kecamatan Kolaka.

Pelaku yang berprofesi sebagai pekerja tambang ini melancarkan aksinya pada waktu malam yang berbeda.

Kasus ini terungkap setelah korban mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian org4n vit4lnya.

Keluarga korban kemudian melarikan balita tersebut ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, ny4wa korb4n tidak tertolong dan dinyatakan m3ningg4l dunia.

Dari hasil pemeriksaan medis, dokter menemukan tanda-tanda kekerasan s3ks*4l yang dialami korban.

Temuan ini menjadi titik awal penyelidikan pihak kepolisian.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Elang Bandit Satreskrim Polres Kolaka segera melakukan pendalaman informasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Bukti-bukti yang dikumpulkan penyidik mengarah kuat pada keterlibatan sang ayah kandung.

"Setelah rangkaian bukti dan informasi terkumpul, kami langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pada Selasa (16/6/2026)," tambah Kasubsi Penmas Polres Kolaka, AIPTU Riswandi.

Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan tidak ada fakta lain yang tersembunyi.

Tersangka R kini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut di Mapolres Kolaka guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sumber artikel : tribunnews


Address

Raha
93612

Telephone

+6282267523614

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when WUNA INFO posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to WUNA INFO:

Share