06/09/2021
Cowongan adalah bentuk ritual budaya yang dilaksanakan untuk mengundang hujan yang dilakukan oleh masyarakat Banyumas terutama para petani yang mengalami kemarau panjang. Ritual Cowongan biasanya dilaksanakan pada akhir masa kapat (hitungan masa pada kalender Jawa). Dalam pelaksanaannya, Cowongan dilakukan pada hitungan ganjil misalnya 1 kali, 2 kali, 5 kali, dan 7 kali. Apabila ketika dilaksanakan Cowongan dalam 1 kali belum turun hujan maka akan dilaksakan dalam 3 kali dan seterusnya hingga terjadi hujan.
Menurut kepercayaan masyarakat Banyumas, permintaan datangnya hujan dengan perantara Cowongan, dilakukan dengan bantuan bidadari, Dewi Sri yang merupakan dewi padi, lambang kemakmuran dan kesejahteraan. Melalui doa-doa yang dilakukan penuh keyakinan, Dewi Sri akan datang melalui lengkung bianglala (pelangi) menuju ke bumi untuk menurunkan hujan.
Saat ini, Cowongan selain sebagai prosesi ritual, bagi masyarakat Banyumasan juga sering diselenggarakan sebagai seni pertunjukan.
Cowongan dicatat sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2012
Sumber:
dinporabudpar.banyumaskab.go.id
warisanbudaya.kemdikbud.go.id
Kadipaten Wirasaba