16/03/2017
IBLIS ITU BISA BERJALAN DI DALAM DARAH MANUSIA!!
mengapa QALBU harus BERZIKRULLAH ??
gumpalan darah hitam yang menjadi istana iblis di dalam jantung kita akan hancur setelah QALBU senantiasa BERZIKRULLAH,sehingga memancar NUR ILLAHI ROBBI di dalam QALBU!!!! Tempat Iblis Bersemayam Dan Berkuasa Dalam Tubuh Manusia:
Didalam wadah maksiat mereka bersemayam.
Didalam wadah Amarah mereka bersemayam,
Didalam wadah takabbur mereka bertengger,
dan banyak lagi tempat mereka dapat membangun kerajaannya.
Makanya jangan heran apabila pada diri peribadi seorang manusia akan terkandung sifat-sifat tercela yang mengotori jiwa seperti:
☑Hasad atau Iri hati
☑Haqad atau Dengki / benci
☑Suuzzan atau Prasangka buruk
☑Kibir atau Sombong
☑Ujub atau Merasa sempurna diri dari orang lain
☑Riya atau Mempamerkan kelebihan Suma’ atau Cari-cari nama atau kemashuran
☑Bukhul atau Kikir
☑Hubbul mal atau Cinta kebendaan
☑Tafahur atau Membanggakan diri
☑Ghadab atau Pemarah
☑Qhibah atau Pengupat
☑Namimah atau Bicara ngelantur dibelakang orang
☑Kijib atau Dusta
☑Khianat atau Munafik
↝Istana Iblis Dimana?
Subhanallah… Istananya adalah diri peribadi seorang manusia.
↝Tempat Masuknya Iblis
•Melalui mata mereka merasuk,
•melalui telinga mereka menusuk,
•melalui hidung mereka berjalan,
•melalui mulut mereka berkendaraan dengan kencangnya.
Dan seterusnya segala lubang ditubuh seseorang jadi sarana masuknya iblis keistana.dan qalbu itu terbagi menjadi 1. Qasrun = Merupakan unsur jasmaniah, berarti istana yang menunjukan betapa keunikan struktur tubuh manusia.
2. Sadrun = (Latifah al-nafs) sebagai unsur jiwa
3. Qalbun = (Latifah al-qalb) sebagai unsur rohaniah
4. Fuadun = (Latifah al-ruh) Unsur rohaniah
5. Syagafun = (Latifah al-sirr) unsur rohaniah
6. Lubbun = (Latifah al-khafi) unsur rohaniah
7. Sirrun = (Latifah al-akhfa) unsur rohaniah
Hal ini relevan dengan firman Allah SWT dalam hadist qudsi :
“Aku jadikan pada tubuh anak Adam (manusia) itu qasrun (istana), di situ ada sadrun (dada), di dalam dada itu ada qalbu (tempat bolak balik ingatan), di dalamnya ada lagi fu’ad (jujur ingatannya), di dalamnya p**a ada syagaf
(kerinduan), di dalamnya lagi ada lubbun (merasa terlalu rindu), dan di dalam lubbun ada sirrun (mesra), sedangkan di dalam sirrun ada “Aku”.