08/08/2026
Ketua Umum LPTQ Kalbar Evaluasi MTQ ###IV, Dorong Peningkatan Kualitas dan Profesionalisme
**SUKADANA, KALIMANTAN BARAT** — Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat, **Brigjend Pol. (Purn.) Drs. H. Andi Musa, SH, MH**, menyampaikan evaluasi sekaligus sejumlah catatan strategis dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu, 8 Agustus 2026 di Balai Praja, Sukadana,.
Materi tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi pelaksanaan **Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ###IV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kabupaten Kayong Utara**, sekaligus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ di masa mendatang.
Dalam paparannya, Andi Musa menegaskan bahwa MTQ tidak semata-mata merupakan ajang perlombaan untuk mencari juara, tetapi memiliki misi yang jauh lebih besar, yakni memelihara, mengembangkan, meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan serta penyebarluasan nilai-nilai Al-Qur’an dan Al-Hadits.
“**MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih utama adalah bagaimana Al-Qur’an dan Al-Hadits benar-benar menjadi spirit dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan, sehingga nilai-nilai agama dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari**,” ujar Andi Musa dalam paparannya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan MTQ ###IV Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara diikuti **633 peserta dari 14 kabupaten/kota**, terdiri atas 316 peserta putra dan 317 peserta putri. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya partisipasi daerah dalam penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi.
Menurut Andi Musa, penyelenggaraan MTQ harus terus diarahkan pada peningkatan kualitas, baik dari sisi peserta, dewan hakim, tata kelola perlombaan maupun pelayanan kepada seluruh kafilah.
“**Kita ingin MTQ Kalimantan Barat semakin berkualitas dan bermartabat. Karena itu, evaluasi harus dilakukan secara terbuka dan objektif. Apa yang sudah baik kita pertahankan, sedangkan hal-hal yang masih menjadi catatan harus kita perbaiki bersama**,” katanya.
# # # Evaluasi Tata Kelola dan Sistem Perlombaan
Salah satu pembaruan yang diterapkan dalam MTQ ###IV adalah pengaturan dewan hakim pada sejumlah cabang seni baca Al-Qur’an, qira’at Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an dan hafalan hadits agar tidak melihat peserta saat tampil.
Selain itu, urutan tampil peserta dilakukan secara acak pada setiap sesi. Peserta juga diwajibkan sudah berada di lokasi lomba 30 menit sebelum sesi dimulai. Pembawa acara memanggil peserta berdasarkan nomor urutan tampil, bukan nomor peserta.
“**Perubahan teknis ini merupakan bagian dari upaya menjaga objektivitas dan profesionalisme dalam pelaksanaan musabaqah. Kita ingin seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang adil dan proses penilaian berlangsung secara transparan**,” jelas Andi Musa.
Pembaruan lainnya adalah penggabungan cabang hafalan Al-Qur’an 10, 20 dan 30 juz dalam satu majelis. Sementara cabang hafalan hadits 100 dan 500 hadits ditambah dengan syarah sesuai petunjuk teknis dan ketentuan tambahan LPTQ Provinsi Kalimantan Barat.
Di sisi teknologi, nilai peserta juga diperbarui melalui aplikasi **e-MTQ**, termasuk penyediaan link penilaian setiap hari. Hal tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong penyelenggaraan MTQ yang lebih modern, transparan dan berbasis teknologi informasi.
# # # Tujuh Pelayanan Dasar Menjadi Perhatian
Dalam evaluasi penyelenggaraan MTQ, LPTQ Kalbar juga memberikan perhatian terhadap pemenuhan tujuh pelayanan dasar bagi peserta dan dewan hakim.
Ketujuh pelayanan tersebut meliputi tempat lomba serta lokasi pembukaan dan penutupan, akomodasi dewan hakim dan kafilah, konsumsi dan snack, transportasi lokal, fasilitas kesehatan, keamanan seluruh rangkaian kegiatan serta penyediaan Liaison Officer (LO) bagi 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Andi Musa menilai pelayanan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan sebuah MTQ.
“**Penyelenggaraan MTQ tidak hanya dinilai dari kelancaran perlombaan. Pelayanan kepada kafilah, dewan hakim dan seluruh pihak yang terlibat juga harus menjadi perhatian. Kenyamanan, keamanan, kesehatan dan koordinasi harus berjalan dengan baik**,” tegasnya.
# # # Catatan dan Evaluasi Harus Menjadi Bahan Perbaikan
Dalam pelaksanaan MTQ ###IV, secara umum penyelenggaraan perlombaan dinilai terlaksana dengan baik. Namun, LPTQ Kalbar mencatat masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki, termasuk dalam aspek tata kelola, pengawasan, dewan hakim, panitera dan tim teknologi informasi.
Materi evaluasi juga mencatat adanya sejumlah komplain dari kafilah, yakni dari Kabupaten Kubu Raya sebanyak tiga kali, Kabupaten Ketapang dua kali, Kabupaten Melawi satu kali dan Kota Pontianak satu kali.
“**Setiap komplain harus kita jadikan bahan evaluasi. Jangan sampai komplain hanya berhenti sebagai persoalan, tetapi harus menjadi masukan untuk memperbaiki sistem. Kita ingin setiap pelaksanaan MTQ berikutnya semakin tertib, profesional dan memberikan rasa keadilan kepada seluruh peserta**,” kata Andi Musa.
Ia juga menekankan pentingnya proses rekrutmen dewan hakim yang berkualitas serta penguatan tata kelola penyelenggaraan.
Menurutnya, profesionalisme dewan hakim menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kredibilitas MTQ.
# # # Target Prestasi Menuju MTQ Nasional
Selain mengevaluasi penyelenggaraan, LPTQ Kalbar juga telah menetapkan standar nilai bagi para juara MTQ ###IV sebagai salah satu indikator kesiapan menghadapi **MTQ Nasional ###II Tahun 2027**.
Standar tersebut antara lain nilai minimal 92 untuk Tilawah Al-Qur’an, 94 untuk Qira’at Al-Qur’an, 95 untuk Hafalan Al-Qur’an, 95 untuk Hafalan Hadits Nabi, 93 untuk Seni Kaligrafi Al-Qur’an dan 90 untuk Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dan Hadits. Sementara Fahm Al-Qur’an ditetapkan pada angka 1.000 dan Syarh Al-Qur’an menggunakan penilaian per bidang.
“**Kita tidak ingin juara MTQ tingkat provinsi berhenti hanya sampai di tingkat provinsi. Para juara harus dipersiapkan untuk menjadi duta Kalimantan Barat pada MTQ Nasional. Karena itu, standar prestasi harus jelas dan pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan**,” ungkapnya.
# # # Lima Sukses MTQ
Andi Musa juga menekankan bahwa keberhasilan MTQ harus dilihat secara menyeluruh. Dalam evaluasi LPTQ Kalbar, terdapat lima indikator sukses yang menjadi ukuran penting.
Kelima indikator tersebut adalah **sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ukhuwah Islamiyah, sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta sukses syiar dan pengamalan agama**.
“**Inilah yang harus menjadi orientasi kita. MTQ harus memberikan dampak yang luas, bukan hanya menghasilkan juara, tetapi juga memperkuat ukhuwah, menggerakkan ekonomi masyarakat, memperluas syiar Islam dan yang paling penting mendorong pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan**,” tutur Andi Musa.
Ia memberikan apresiasi terhadap berbagai unsur yang telah mendukung pelaksanaan MTQ ###IV di Kabupaten Kayong Utara. Dalam evaluasi LPTQ Kalbar, terdapat sejumlah faktor yang dinilai berkontribusi terhadap keberhasilan penyelenggaraan, antara lain kekompakan pemerintah daerah dan panitia, pemilihan lokasi lomba di kawasan Pelataran Eks Sail Karimata serta pemilihan event organizer yang tepat.
# # # Menuju MTQ yang Berkualitas dan Bermartabat
Ketua Umum LPTQ Kalbar berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi pijakan bersama bagi seluruh pengurus LPTQ kabupaten/kota.
Menurutnya, Rakerda bukan sekadar forum untuk menyampaikan laporan, tetapi momentum untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi dan merumuskan langkah strategis pengembangan tilawatil Qur’an di Kalimantan Barat.
“**Kita harus terus bergerak bersama. LPTQ provinsi dan LPTQ kabupaten/kota harus memiliki visi yang sama dalam membangun pembinaan Al-Qur’an. Prestasi penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana Al-Qur’an hadir dalam kehidupan masyarakat**,” ujar Andi Musa.
Ia menegaskan, evaluasi terhadap MTQ ###IV harus menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membangun sistem penyelenggaraan MTQ yang semakin baik.
“**Mari kita jadikan setiap MTQ sebagai proses perbaikan. Kita pertahankan keberhasilan yang sudah dicapai, kita perbaiki kekurangan, dan kita tingkatkan kualitas pembinaan. Dengan kebersamaan, kita wujudkan MTQ Kalimantan Barat yang berkualitas dan bermartabat**,” pungkasnya.
Rakerda LPTQ Kalimantan Barat diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang dapat memperkuat pembinaan, peningkatan prestasi peserta, profesionalisme dewan hakim, tata kelola penyelenggaraan serta pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan MTQ di Kalimantan Barat.
Bersama Andi Musa Alfian Salam Salman Busrah Deni Firdaus