LPTQ Provinsi Kalimantan Barat

LPTQ Provinsi Kalimantan Barat Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an

Ketua LPTQ KALBAR Andi Musa Meneriama Audiensi MAN 2 Pontianak terkait Kegiatan Program Tahfidz. Kamis, 27 Agustus 2026 ...
28/08/2026

Ketua LPTQ KALBAR Andi Musa Meneriama Audiensi MAN 2 Pontianak terkait Kegiatan Program Tahfidz.
Kamis, 27 Agustus 2026 di Sekretariat Graha LPTQ PROV KALBAR

Bersama Andi Musa Alfian Salam Salman Busrah Deni Firdaus

25/08/2026

LPTQ KALBAR Matangkan Persiapan, Siap Berlaga di MTQ Nasional ###I Semarang 2026

Pontianak, 21 Agustus 2026.

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat terus mematangkan persiapan Kafilah Kalbar yang akan berlaga pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-###I Tahun 2026 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Berbagai rangkaian persiapan akhir telah dibahas secara komprehensif dalam rapat koordinasi LPTQ pada tanggal 21 Agustus 2026.

Ketua Umum LPTQ Kalimantan Barat, Brigjend Pol (Purn) Drs. H. Andi Musa, SH, MH., memaparkan kesiapan tim serta merincikan
kekuatan kontingen yang akan diutus mewakili provinsi.

"Kafilah Kalimantan Barat tahun ini akan memberangkatkan total 87 orang. Kekuatan ini terdiri dari 47 peserta (termasuk 1 cadangan), 14 pelatih, 19 pendamping atau ofisial, serta 6 orang pendamping dari orang tua peserta," tegas Andi Musa.

Sesuai dengan surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor B-81/DJ.III/HM.01/01/2026. Jadwal pelaksanaan MTQ Nasional ###I yang semula direncanakan pada tanggal 11 hingga 21 September 2026 direvisi menjadi 11 hingga 20 September 2026. Babak penyisihan akan dilaksanakan pada 13–17 September 2026, babak final pada 18 September 2026, dan penutupan pada 19 September 2026.

Menjelang hari keberangkatan, LPTQ Kalbar telah menyusun agenda pemusatan latihan secara ketat. "Sebelum bertolak ke Jawa Tengah, seluruh peserta akan mengikuti Training Centre (TC) pada 9 September 2026 bertempat di BPSDM Kalbar. Keesokan harinya pada 10 September 2026, Kafilah Kalbar akan dilepas secara resmi pada pukul 09.00 WIB di Balai Petitih, Kantor Gubernur," jelas Ketua Umum LPTQ Kalbar.

Untuk armada transportasi, Kafilah Kalbar dijadwalkan terbang menuju lokasi pada 11 September 2026 menggunakan maskapai Super Air Jet pada pukul 10.40 WIB. Sesampainya di Semarang, kafilah akan melakukan registrasi ulang dan langsung mengikuti agenda Malam Ta'aruf di hari yang sama.

Selain memfokuskan pada cabang perlombaan seperti Tilawah, Hafalan, Syarh, Fahm, KTIQ, dan Kaligrafi, Kafilah Kalbar juga menyiapkan penampilan untuk Pawai Ta'aruf. Andi Musa menyebutkan bahwa mobil hias Kalbar akan menampilkan miniatur kebanggaan daerah, yakni Tugu Khatulistiwa, yang dipadukan dengan struktur arsitektur lokal Kalimantan Barat.

Kesiapan ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Bank Kalbar yang memfasilitasi kebutuhan perlengkapan kafilah.

"Kami memohon dukungan dan doa restu dari seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Barat. Semoga Kafilah Kalbar senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan dapat membawa pulang prestasi gemilang di tingkat nasional," pungkas Andi Musa.

Bersama Andi Musa Alfian Salam Salman Busrah Nurdin Wahyudi Deni Firdaus Sigit Prabowo

Dokumentasi Sesi II Malam Penutupan MTQ ###IV KALBAR 2026Sukadana, 8 Agustus 2026Kayong UtaraBersama Andi Musa Alfian Sa...
10/08/2026

Dokumentasi Sesi II Malam Penutupan MTQ ###IV KALBAR 2026
Sukadana, 8 Agustus 2026
Kayong Utara

Bersama Andi Musa Alfian Salam Salman Busrah Deni Firdaus

Photo Acik Saad

Malam Penutupan MTQ ###IV KALBAR 2026Sukadana, 8 Agustus 2026Kayong UtaraMTQ ###IV Kalbar di Kayong Utara Resmi Ditutup....
08/08/2026

Malam Penutupan MTQ ###IV KALBAR 2026

Sukadana, 8 Agustus 2026
Kayong Utara

MTQ ###IV Kalbar di Kayong Utara Resmi Ditutup.

SUKADANA, KAYONG UTARA — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ###IV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 resmi mengakhiri rangkaian pelaksanaannya di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu malam, 8 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari, sejak 1 hingga 8 Agustus 2026, tersebut diikuti 633 peserta dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, terdiri atas 316 peserta laki-laki dan 317 peserta perempuan. Para peserta berkompetisi dalam delapan cabang lomba yang terbagi ke dalam 24 golongan putra dan putri atau secara keseluruhan sebanyak 48 golongan yang diperlombakan.

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat, Brigjend Pol. (Purn.) Drs. H. Andi Musa, SH, MH, dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga penyelenggaraan MTQ ###IV dapat berjalan dengan baik.

Menurut Andi Musa, pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para peserta, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan dan pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an.

“Atas nama Pengurus LPTQ Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat yang dengan antusias turut serta memberikan dukungan dan doa,” ujar Andi Musa dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara beserta seluruh panitia dan jajaran pemerintahan daerah yang telah mempersiapkan dan mendukung pelaksanaan MTQ ###IV.

“Penyelenggaraan MTQ 34 Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kabupaten Kayong Utara berjalan dengan baik, lancar, meriah dan sukses,” katanya.

Apresiasi untuk Dewan Hakim dan Seluruh Kafilah

Andi Musa secara khusus memberikan apresiasi kepada Dewan Hakim yang dinilai telah menjalankan tugas secara istiqamah, amanah dan profesional.

Ia menyebut proses penilaian menghasilkan keputusan yang objektif serta dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada seluruh pendamping, pelatih dan peserta MTQ ###IV yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami berharap para peserta terus berlatih secara kontinu untuk meningkatkan kualitas pada MTQ ke-35 tahun 2027 yang insya Allah akan dilaksanakan di Kota Pontianak,” ungkapnya.

Juara MTQ Disiapkan Menuju Tingkat Nasional

Kepada peserta yang berhasil meraih juara pertama, Ketua Umum LPTQ Kalbar meminta agar segera mempersiapkan diri sebagai calon peserta yang akan mewakili Kalimantan Barat pada MTQ Nasional ###II Tahun 2027.

“Bagi peserta yang dinyatakan sebagai juara saya ucapkan selamat atas prestasi yang diraih. Bagi peserta yang meraih Juara 1 supaya mempersiapkan diri menjadi calon peserta Provinsi Kalimantan Barat pada MTQ Nasional ke-32 Tahun 2027,” tutur Andi Musa.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, ia berpesan agar tidak berhenti berlatih dan menjadikan hasil MTQ ###IV sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan menghadapi MTQ berikutnya.

Tujuh Layanan Dasar Mendukung Kafilah

Dalam laporan penyelenggaraan, Andi Musa juga mengungkapkan bahwa pelayanan terhadap kafilah dan Dewan Hakim menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan MTQ.

Sedikitnya terdapat tujuh pelayanan dasar yang dikelola bersama oleh LPTQ Provinsi Kalbar dan panitia penyelenggara, yakni akomodasi, tempat lomba serta acara pembukaan dan penutupan, konsumsi, transportasi lokal, kesehatan, keamanan, serta pelayanan Liaison Officer (LO).

Untuk bidang kesehatan, pelayanan didukung Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MTQ. Sementara aspek keamanan melibatkan Polres, perwakilan Kodim, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kayong Utara.

LPTQ Akui Masih Ada Kekurangan

Meski menyatakan pelaksanaan MTQ ###IV berlangsung sukses, Andi Musa secara terbuka mengakui masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan.

“Atas nama seluruh Pengurus LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu sekalian. Insya Allah penyelenggaraan MTQ berikutnya akan kami usahakan semakin berkualitas dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa evaluasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ pada masa mendatang.

MTQ ###V 2027 Digelar di Kota Pontianak

Setelah MTQ ###IV berakhir di Kayong Utara, penyelenggaraan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kota Pontianak pada 2027.

Andi Musa berharap seluruh kabupaten/kota mulai mempersiapkan kader-kader terbaiknya sejak dini.

“Terus berlatih secara kontinyu untuk meningkatkan kualitas pada MTQ ke-35 tahun 2027 yang insya Allah akan dilaksanakan di Kota Pontianak,” katanya.

Menutup sambutannya, Andi Musa mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan MTQ sebagai momentum memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Ia mengutip QS. Al-Baqarah ayat 148, “Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan,” serta mengingatkan pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan terus belajar serta mengajarkan Al-Qur’an.

Dengan berakhirnya MTQ ###IV di Kayong Utara, seluruh perhatian kini diarahkan pada pembinaan berkelanjutan para juara dan persiapan menghadapi MTQ Nasional 2027, sekaligus menyongsong MTQ ###V Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kota Pontianak.

Bersama Andi Musa Alfian Salam Salman Busrah Deni Firdaus

Acara Penutupan MTQ ###IV KALBAR 2026
08/08/2026

Acara Penutupan MTQ ###IV KALBAR 2026

Acara Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an MTQ ###IV Tingkat Provi...

Ketua Umum LPTQ Kalbar Evaluasi MTQ ###IV, Dorong Peningkatan Kualitas dan Profesionalisme**SUKADANA, KALIMANTAN BARAT**...
08/08/2026

Ketua Umum LPTQ Kalbar Evaluasi MTQ ###IV, Dorong Peningkatan Kualitas dan Profesionalisme

**SUKADANA, KALIMANTAN BARAT** — Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat, **Brigjend Pol. (Purn.) Drs. H. Andi Musa, SH, MH**, menyampaikan evaluasi sekaligus sejumlah catatan strategis dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu, 8 Agustus 2026 di Balai Praja, Sukadana,.

Materi tersebut menjadi bagian penting dalam evaluasi pelaksanaan **Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ###IV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kabupaten Kayong Utara**, sekaligus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ di masa mendatang.

Dalam paparannya, Andi Musa menegaskan bahwa MTQ tidak semata-mata merupakan ajang perlombaan untuk mencari juara, tetapi memiliki misi yang jauh lebih besar, yakni memelihara, mengembangkan, meningkatkan pemahaman, penghayatan, pengamalan serta penyebarluasan nilai-nilai Al-Qur’an dan Al-Hadits.

“**MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih utama adalah bagaimana Al-Qur’an dan Al-Hadits benar-benar menjadi spirit dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan, sehingga nilai-nilai agama dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari**,” ujar Andi Musa dalam paparannya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MTQ ###IV Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara diikuti **633 peserta dari 14 kabupaten/kota**, terdiri atas 316 peserta putra dan 317 peserta putri. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya partisipasi daerah dalam penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi.

Menurut Andi Musa, penyelenggaraan MTQ harus terus diarahkan pada peningkatan kualitas, baik dari sisi peserta, dewan hakim, tata kelola perlombaan maupun pelayanan kepada seluruh kafilah.

“**Kita ingin MTQ Kalimantan Barat semakin berkualitas dan bermartabat. Karena itu, evaluasi harus dilakukan secara terbuka dan objektif. Apa yang sudah baik kita pertahankan, sedangkan hal-hal yang masih menjadi catatan harus kita perbaiki bersama**,” katanya.

# # # Evaluasi Tata Kelola dan Sistem Perlombaan

Salah satu pembaruan yang diterapkan dalam MTQ ###IV adalah pengaturan dewan hakim pada sejumlah cabang seni baca Al-Qur’an, qira’at Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an dan hafalan hadits agar tidak melihat peserta saat tampil.

Selain itu, urutan tampil peserta dilakukan secara acak pada setiap sesi. Peserta juga diwajibkan sudah berada di lokasi lomba 30 menit sebelum sesi dimulai. Pembawa acara memanggil peserta berdasarkan nomor urutan tampil, bukan nomor peserta.

“**Perubahan teknis ini merupakan bagian dari upaya menjaga objektivitas dan profesionalisme dalam pelaksanaan musabaqah. Kita ingin seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang adil dan proses penilaian berlangsung secara transparan**,” jelas Andi Musa.

Pembaruan lainnya adalah penggabungan cabang hafalan Al-Qur’an 10, 20 dan 30 juz dalam satu majelis. Sementara cabang hafalan hadits 100 dan 500 hadits ditambah dengan syarah sesuai petunjuk teknis dan ketentuan tambahan LPTQ Provinsi Kalimantan Barat.

Di sisi teknologi, nilai peserta juga diperbarui melalui aplikasi **e-MTQ**, termasuk penyediaan link penilaian setiap hari. Hal tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong penyelenggaraan MTQ yang lebih modern, transparan dan berbasis teknologi informasi.

# # # Tujuh Pelayanan Dasar Menjadi Perhatian

Dalam evaluasi penyelenggaraan MTQ, LPTQ Kalbar juga memberikan perhatian terhadap pemenuhan tujuh pelayanan dasar bagi peserta dan dewan hakim.

Ketujuh pelayanan tersebut meliputi tempat lomba serta lokasi pembukaan dan penutupan, akomodasi dewan hakim dan kafilah, konsumsi dan snack, transportasi lokal, fasilitas kesehatan, keamanan seluruh rangkaian kegiatan serta penyediaan Liaison Officer (LO) bagi 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Andi Musa menilai pelayanan tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan sebuah MTQ.

“**Penyelenggaraan MTQ tidak hanya dinilai dari kelancaran perlombaan. Pelayanan kepada kafilah, dewan hakim dan seluruh pihak yang terlibat juga harus menjadi perhatian. Kenyamanan, keamanan, kesehatan dan koordinasi harus berjalan dengan baik**,” tegasnya.

# # # Catatan dan Evaluasi Harus Menjadi Bahan Perbaikan

Dalam pelaksanaan MTQ ###IV, secara umum penyelenggaraan perlombaan dinilai terlaksana dengan baik. Namun, LPTQ Kalbar mencatat masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki, termasuk dalam aspek tata kelola, pengawasan, dewan hakim, panitera dan tim teknologi informasi.

Materi evaluasi juga mencatat adanya sejumlah komplain dari kafilah, yakni dari Kabupaten Kubu Raya sebanyak tiga kali, Kabupaten Ketapang dua kali, Kabupaten Melawi satu kali dan Kota Pontianak satu kali.

“**Setiap komplain harus kita jadikan bahan evaluasi. Jangan sampai komplain hanya berhenti sebagai persoalan, tetapi harus menjadi masukan untuk memperbaiki sistem. Kita ingin setiap pelaksanaan MTQ berikutnya semakin tertib, profesional dan memberikan rasa keadilan kepada seluruh peserta**,” kata Andi Musa.

Ia juga menekankan pentingnya proses rekrutmen dewan hakim yang berkualitas serta penguatan tata kelola penyelenggaraan.

Menurutnya, profesionalisme dewan hakim menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kredibilitas MTQ.

# # # Target Prestasi Menuju MTQ Nasional

Selain mengevaluasi penyelenggaraan, LPTQ Kalbar juga telah menetapkan standar nilai bagi para juara MTQ ###IV sebagai salah satu indikator kesiapan menghadapi **MTQ Nasional ###II Tahun 2027**.

Standar tersebut antara lain nilai minimal 92 untuk Tilawah Al-Qur’an, 94 untuk Qira’at Al-Qur’an, 95 untuk Hafalan Al-Qur’an, 95 untuk Hafalan Hadits Nabi, 93 untuk Seni Kaligrafi Al-Qur’an dan 90 untuk Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dan Hadits. Sementara Fahm Al-Qur’an ditetapkan pada angka 1.000 dan Syarh Al-Qur’an menggunakan penilaian per bidang.

“**Kita tidak ingin juara MTQ tingkat provinsi berhenti hanya sampai di tingkat provinsi. Para juara harus dipersiapkan untuk menjadi duta Kalimantan Barat pada MTQ Nasional. Karena itu, standar prestasi harus jelas dan pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan**,” ungkapnya.

# # # Lima Sukses MTQ

Andi Musa juga menekankan bahwa keberhasilan MTQ harus dilihat secara menyeluruh. Dalam evaluasi LPTQ Kalbar, terdapat lima indikator sukses yang menjadi ukuran penting.

Kelima indikator tersebut adalah **sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ukhuwah Islamiyah, sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta sukses syiar dan pengamalan agama**.

“**Inilah yang harus menjadi orientasi kita. MTQ harus memberikan dampak yang luas, bukan hanya menghasilkan juara, tetapi juga memperkuat ukhuwah, menggerakkan ekonomi masyarakat, memperluas syiar Islam dan yang paling penting mendorong pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan**,” tutur Andi Musa.

Ia memberikan apresiasi terhadap berbagai unsur yang telah mendukung pelaksanaan MTQ ###IV di Kabupaten Kayong Utara. Dalam evaluasi LPTQ Kalbar, terdapat sejumlah faktor yang dinilai berkontribusi terhadap keberhasilan penyelenggaraan, antara lain kekompakan pemerintah daerah dan panitia, pemilihan lokasi lomba di kawasan Pelataran Eks Sail Karimata serta pemilihan event organizer yang tepat.

# # # Menuju MTQ yang Berkualitas dan Bermartabat

Ketua Umum LPTQ Kalbar berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi pijakan bersama bagi seluruh pengurus LPTQ kabupaten/kota.

Menurutnya, Rakerda bukan sekadar forum untuk menyampaikan laporan, tetapi momentum untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi dan merumuskan langkah strategis pengembangan tilawatil Qur’an di Kalimantan Barat.

“**Kita harus terus bergerak bersama. LPTQ provinsi dan LPTQ kabupaten/kota harus memiliki visi yang sama dalam membangun pembinaan Al-Qur’an. Prestasi penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana Al-Qur’an hadir dalam kehidupan masyarakat**,” ujar Andi Musa.

Ia menegaskan, evaluasi terhadap MTQ ###IV harus menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membangun sistem penyelenggaraan MTQ yang semakin baik.

“**Mari kita jadikan setiap MTQ sebagai proses perbaikan. Kita pertahankan keberhasilan yang sudah dicapai, kita perbaiki kekurangan, dan kita tingkatkan kualitas pembinaan. Dengan kebersamaan, kita wujudkan MTQ Kalimantan Barat yang berkualitas dan bermartabat**,” pungkasnya.

Rakerda LPTQ Kalimantan Barat diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang dapat memperkuat pembinaan, peningkatan prestasi peserta, profesionalisme dewan hakim, tata kelola penyelenggaraan serta pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan MTQ di Kalimantan Barat.

Bersama Andi Musa Alfian Salam Salman Busrah Deni Firdaus

Cabang 100 Hadits Dengan Sanad dan 500 Hadits Tanpa Sanad. Ponpes Baitul Qur'an.
07/08/2026

Cabang 100 Hadits Dengan Sanad dan 500 Hadits Tanpa Sanad.

Ponpes Baitul Qur'an.

Cabang 1 Juz dan 5 Juz Maatilawah. Masjid Darul Falah
07/08/2026

Cabang 1 Juz dan 5 Juz Maatilawah.

Masjid Darul Falah

Rapat Evaluasi Kegiatan MTQ ###IV Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di kayong Utara. Kamis, 6 Agustus 2026 di gedung ...
06/08/2026

Rapat Evaluasi Kegiatan MTQ ###IV Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di kayong Utara.
Kamis, 6 Agustus 2026 di gedung Nirmala sukadana.

Bersama: Andi Musa Alfian Salam Salman Busrah

Address

Jalan M. Sohor No. 27A
Pontianak
78121

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LPTQ Provinsi Kalimantan Barat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to LPTQ Provinsi Kalimantan Barat:

Shortcuts

Share