Brahms wear

Brahms wear ๐Ÿ›๏ธ Brahms Wear
๐Ÿ‘• Kaos Premium 20s
๐Ÿ”ฅ Tebal โ€ข Adem โ€ข Nyaman
๐Ÿ’ฐ Harga bersahabat
๐Ÿ“ฆ Model best seller (random)
๐Ÿšš Kirim seluruh Indonesia
๐Ÿ“ฉ Order sekarang!

18/10/2025

Belajar

30/03/2025

Bukan aku tak berusaha tapi gimana lah perut ini gak kecil juga

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Efriani Sahriana RHambhe, Yenni Munthe
15/01/2025

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Efriani Sahriana RHambhe, Yenni Munthe

31/12/2024
13/10/2024

Lagu Simalungun Haroan Bolon

02/05/2024
GURU RAYA SIMALUNGUN :GURU BORAHIM PURBA SIDASUHAGuru Raya Ibrahim Purba Sidasuha atau biasa disapa Guru Borahim lahir d...
30/04/2024

GURU RAYA SIMALUNGUN :

GURU BORAHIM PURBA SIDASUHA

Guru Raya Ibrahim Purba Sidasuha atau biasa disapa Guru Borahim lahir di Pamatang Raya sekitar tahun 1874. Ia merupakan anak dari Guru Raya Taraluan Purba Sidasuha dari pernikahan dengan Hormain boru Saragih Garingging (Panak Boru Raya Simbolon). Ia memiliki saudara seibu bernama Nongat Purba Sidasuha, Garanti Purba Sidasuha, dan Unnik br Purba Sidasuha. Orang Simalungun yang hidup sezamannya lebih banyak mengenalnya dengan panggilan Guru Raya atau Guru Taon (Guru Huta On). Fotonya banyak menyebar di sejumlah museum dan perpustakaan baik dalam dan luar negeri. Guru Borahim diangkat sebagai Guru Raya pada tahun 1917 menggantikan abangnya, Nongat Purba Sidasuha yang gagal mengikuti ujian seleksi. Masa pengangkatannya sezaman dengan masa pemerintahan Tuan Sumayan Saragih Garingging (Tuan Hapultakan) dan terus berlanjut hingga masa kepemimpinan Tuan Gomok Saragih Garingging dan berakhir pada masa meletusnya Revolusi Sosia tahun 1946. Guru Borahim hidup selama empat zaman yaitu zaman Belanda, Jepang, Revolusi, dan Kemerdekaan.

KETURUNAN GURU RAYA

Keturunan Guru Raya berasal dari Bajalinggei (daerah Sipispis, Serdang Bedagai sekarang) dan secara turun temurun menjadi tondong sekaligus penasehat spiritual Raja Raya. Ada 7 nama yang tercatat pernah menjabat Guru Raya, yaitu:
1. Guru Rasaim Purba Sidasuha
2. Guru Murtili Purba Sidasuha
3. Guru Sahama Purba Sidasuha
4. Guru Nainta Purba Sidasuha
5. Guru Murjama Purba Sidasuha
6. Guru Taraluan Purba Sidasuha
7. Guru Ibrahim Purba Sidasuha

Semua Guru Raya ini adalah penganut agama Habonaron, dari agama inilah filosofi Habonaron Do Bona berasal. Guru Borahim memiliki satu karya tulis berjudul "Bonani Bajalinggei" yang isinya menceritakan sejarah kehadiran Purba Sidasuha di Kerajaan Raya.

Pada masa hidupnya, ia sering menerima kunjungan dari para pejabat Hindia Belanda antara lain Kontelir Onderafdeling Simeloengoen J. Tideman, kedatangannya bertujuan untuk menggali informasi tentang konsep spiritual di Simalungun seperti masalah roh (tondui), hantu (begu), dan lain-lain. Kepada Tideman, ia menjelaskan bahwa suku Simalungun mengenal beberapa jenis roh yang hinggap dalam bagian tubuh manusia yaitu:
1. Si Tarihat yang berada di kulit.
2. Si Rambuni yang berada di daging.
3. Si Guliman yang berada di urat dan pembuluh darah.
4. Si Pangutan yang berada di tulang.
5. Si Jungjungan yang berada di kepala.
6. Si Harahara/Si Raharaha.
7. Si Iringiring.
8. Si Ratiman.
9. Si Pamatang.
10. Si Mudiman.
11. Si Talimbubu, roh nomor 6-11 bertugas membantu roh nomor 1-5.

Selain itu, ia juga pernah mendapat kunjungan dari G.L. Tichelman Kontelir Onderafdeling Simeloengoen (pengganti J. Tideman) dan Dr. Petrus Voorhoeve (ahli bahasa pemerintah Hindia Belanda).

MEMELUK ISLAM

Pada waktu meletusnya Revolusi Sosial tahun 1946 Guru Borahim termasuk salah satu sasaran yang akan dieksekusi oleh Barisan Harimau Liar. Berkat bantuan ilmu parsialimunan ia berhasil menghilang dan menjauhkan diri dari orang-orang yang ingin menangkapnya.

Di tengah pelarian, beberapa orang makhluk halus membawanya ke puncak Gunung Simbolon, di tempat tersebut Guru Borahim menyaksikan para makhluk halus itu menggunakan jubah putih sembari mengatakan kepadanya: "Jangan kuatir! Saudara sekarang berada di tempat yang aman". Mereka lalu memberikannya makanan sejenis kacang, setelah memakan itu ia mengaku tidak merasa lapar hingga beberapa hari. Para makhluk halus tersebut kemudian membimbingnya untuk bersyahadat sekaligus memberikan nasehat mengenai masalah halal dan haram. Setelah itu Guru Borahim dibawa keluar dari gunung itu dan meninggalkannya dekat pinggir sungai. Sebelum pergi para makhluk halus itu berpesan apabila ia dalam kesulitan agar datang ke sungai itu untuk menemui mereka. Setelah siang hari, ia kemudian pergi ke ladangnya, kebetulan saat itu anak pertamanya (dari isteri pertama) bernama Ojik tengah berada di ladang. Dari sini mereka bersama-sama kembali ke rumah, Guru Borahim kemudian menceritakan semua yang dialaminya pada keluarganya. Menurut pengakuan keluarga, ia sudah meninggalkan rumah selama 3 bulan, sehingga pihak keluarga menganggapnya sudah meninggal di tangan Barisan Harimau Liar. Sementara Guru Borahim merasa baru 3 hari meninggalkan keluarganya. (Kisah ini diceritakan langsung oleh Guru Borahim pada mendiang ayah saya).

Keterangan Foto:
Guru Raya Borahim Purba Sidasuha (kanan) saat masih beragama animisme didampingi muridnya (susian) marga Purba Sigumonrong (kiri) sedang membaca pustaha laklak (naskah beraksara Simalungun terbuat dari kulit kayu gaharu) berpose di depan Museum Simalungun tahun 1939.

SISTEM PENDIDIKAN BARU DI JEPANGSangat revolusioner sehingga melatih anak-anak sebagai "Warga Dunia", bukan sebagai oran...
30/04/2024

SISTEM PENDIDIKAN BARU DI JEPANG

Sangat revolusioner sehingga melatih anak-anak sebagai "Warga Dunia", bukan sebagai orang Jepang.
Di Jepang, sebuah rencana pilot revolusioner yang disebut ยซ Brave Change ยป (Futoji no henko) sedang berlangsung berdasarkan program pendidikan Erasmus, Grundtvig, Monnet, Ashoka dan Comenius.
Ini adalah perubahan dalam konsep. Mereka akan memahami dan menerima budaya yang berbeda dan cakrawala mereka akan global, bukan nasional.
Program untuk anak usia 12 tahun didasarkan pada konsep:

- Nol materi pengisi.
- Nol PR.
- Dan hanya memiliki 5 subjek, yaitu:

1. Aritmatika bisnis.
Operasi dasar dan penggunaan kalkulator keuangan.

2. Membaca.
Mereka mulai dengan membaca lembar harian buku yang dipilih setiap anak dan akhirnya membaca buku seminggu.

3. Kesopanan.
Memahami hal ini, seperti penghormatan penuh terhadap hukum, nilai-nilai sipil, etika, penghormatan terhadap aturan koeksistensi, toleransi, altruisme dan penghormatan terhadap ekologi dan lingkungan.

4. komputer.
Kantor, internet, media sosial e bisnis online.

5. bahasa.
4 atau 5 Huruf, Budaya, Agama, termasuk Jepang, Latin, Inggris, Jerman, Cina, Arab; dengan sosialisasi kunjungan pertukaran ke keluarga dari masing-masing negara selama musim panas.

Apa konsekuensi dari program ini?

Anak muda yang berusia 18 tahun berbicara 4 bahasa, tahu 4 budaya, 4 huruf.

- Mereka ahli dalam menggunakan komputer dan ponsel mereka sebagai alat kerja.
- Mereka membaca 52 buku setiap tahun.
- Mereka menghormati hukum, ekologi, dan koeksistensi.
- Mereka mengelola aritmatika bisnis dan keuangan di awal.

Mereka akan siap menjadi warga dunia dan bukan hanya negara mereka.

Address

Pematangsiantar

Opening Hours

Monday 15:00 - 22:00
Tuesday 15:00 - 22:00
Wednesday 15:00 - 22:00
Thursday 15:00 - 22:00
Friday 15:00 - 22:00
Saturday 15:00 - 22:00
Sunday 15:00 - 22:00

Telephone

+6281260841700

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Brahms wear posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to Brahms wear:

Share