KSBN Kabupaten Pemalang

KSBN Kabupaten Pemalang Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from KSBN Kabupaten Pemalang, Art, Pemalang.

Selamat Hari Kartini 21 April 2021 - Habis Gelap Terbitlah Terang.KSBN Kabupaten Pemalang
21/04/2021

Selamat Hari Kartini 21 April 2021 - Habis Gelap Terbitlah Terang.

KSBN Kabupaten Pemalang

Marhaban Ya Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan 1442 H.
13/04/2021

Marhaban Ya Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan 1442 H.

04/04/2021

Kamis Putih, Jum'at Agung, Minggu Paskah.

4 April 2021



02/04/2021

Selamat pagi sobat apa kabar hari ini? Semoga senantiasa dalam rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Yuk sejenak menikmati alunan masik cover lagu Cidro yg dipopulerkan oleh Didi Kempot, kali ini diaransemen ulang oleh musisi-musisi muda Pemalang dan wah bagus banget ya.

Video oleh



18/03/2021

Sugeng ndalu sobat , Mugi Sang Hyang Jagatnatha pinaring waranugraha kagem Bumi Pertiwi 🇮🇩 Aamiin Yra....

Judul lagu : Pasuryan Ibu Pertiwi
Pencipta lagu : Ki Setya Aji
Penyanyi : Yollan Ichis

Video oleh CLIA akustik




SEJARAH DESA PENGGARITDesa Penggarit terbentuk setelah tahun 1730. Dahulu, Desa Penggarit merupakan 2 wilayah yang terdi...
18/03/2021

SEJARAH DESA PENGGARIT

Desa Penggarit terbentuk setelah tahun 1730. Dahulu, Desa Penggarit merupakan 2 wilayah yang terdiri dari wilayah timur yang disebut Siber dan wilayah barat disebut Sirandu. Di sebelah selatan wilayah kedua desa tersebut terdapat sebuah makam leluhur Mbah Buyut Jamur Apu dan Pangeran Benowo, wilayah itu disebut Candi Jamban Ndalem.

Saat itu masih dikuasai oleh seorang tokoh dari Desa Pegongsoran bernama Kyai Martoloyo. Sementara untuk wilayah Siber dan Sirandu dikuasai oleh Kyai Martojoyo. Kedua tokoh tersebut, setiap harinya bertengkar dan berkelahi dari pagi hingga sore memperebutkan Candi Jamban Ndalem hingga keduanya mengalami luka-luka yang cukup parah namun setelah keduanya mandi di Sungai Jamban Ndalem, maka seluruh luka-lukanya akan sembuh. Begitu seterusnya hingga Adipati Pemalang pada saat itu (Kanjeng Sawergi) mengetahui dan mengadakan sayembara untuk memperebutkan wilayah tersebut. Kanjeng Sawergi selanjutnya mengumpulkan warga dari kedua desa tersebut.

Pada hari Jum’at Kliwon dalam penanggalan jawa bulan Aji tanggal 15 tahun Alif, digelar sayembara “Adu Silem”, yaitu menyelam dalam Sungai Jamban Ndalem. Segala perlengkapan sayembara dipersiapkan antara lain meminjam gamelan Lokananta dari Cirebon yang konon pada waktu itu gamelan tersebut bisa berbunyi sendiri tanpa ditabuh untuk mengiringi kedua tokoh dalam Adu Silem. Para panitia (dahulu disebut upas-upas) membuat Ajir (Galah) sepanjang 5 meter sebanyak 2 batang kemudian ditancapkan di tengah (kedhung) Jamban Ndalem. Seluruh masyarakat dan pejabat di Kadipaten Pemalang berkumpul di suatu tempat yang disebut Rengas Doyong untuk menyaksikan acara Adu Silem dua tokoh tersebut. Adu Silem dimulai jam 8 tepat. Kyai Martoloyo dan Martojoyo turun ke Sungai Jamban Ndalem menuju pada Ajir (Galah) yang sudah ditancapkan sesuai dengan posisi masing-masing. Pada jam 12 Kyai Martoloyo yang mewakili Pegongsoran muncul ke permukaan.

Rakyatpun bersorak kemudian pada jam 2 (lingsir) lebih 6 menit, Kyai Martojoyo dari wilayah Sirandu dan Siber muncul ke permukaan. Rakyatpun bersorak sekaligus menyambut kemenangan Kyai Martojoyo yang menyelam lebih lama. Selanjutnya, Kanjeng Sawergi dan Kanjeng Pontang (Wedana Pemalang) mencabut keris Sitapak dan Simongklang kemudian menorehkan (Nggarit) di dahan (Pang) pohon Kesambi sebagai pertanda bahwa wilayah Candi Jamban Ndalem masuk dalam wilayah Sirandu dan Siber, selanjutnya wilayah tersebut dinamakan Desa Panggarit (Pang sing digarit) kemudian disebut Penggarit.

Foto by

Sumber cerita : Pemerintah Desa Penggarit.




15/03/2021

Budaya merupakan aset terpenting yang dimiliki suatu negara. Begitupun di negara ini (Indonesia) yang sangat terkenal dengan keanekaragaman budayanya. Di Indonesia sendiri, budaya termasuk bentuk eksistensi di kancah internasional, dimana banyak negara asing mengakui dan mengenal Indonesia dari keanekaragaman dan keunikan budaya-budayanya yang juga sebagai tata cara hidup manusia yang dilakukan secara kelompok atau masyarakat yang diwariskan dari leluhur turun temurun dari generasi ke generasi.

Budaya merupakan identitas bangsa. Maka kemudian ada keharusan menjaga dan melestarikan identitas bangsa ini. Upaya menjaga dan melesetarikan budaya merupakan tanggung jawab orang-orang didalamnya. Peranan masyarakat sangatlah penting dalam melestarikan budaya, termasuk generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa. Tidak hanya dalam kanca politik saja, aset bangsa ini pun menjadi tanggung jawab besar bagi generasi muda, dilesatarikan atau dihilangkan, itu semua ada ditangan generasi penerus bangsa.

NB : Terlihat 6 siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Pemalang yang sedang mengerjakan tugas sekolah untuk menari. Mereka menggunakan objek wisata Taman Rancah Belik Pemalang sebagai tempat untuk berlatih.

Video by




15/03/2021

Era digital membuat manusia lebih banyak berinteraksi dengan sosial media melalui platform seperti Instagram, Facebook, Twitter, WhatsApp, Tik Tok dan lain sebagainya. Hal tersebut menjadi tantangan untuk kita semua para pelaku dan pegiat Budaya yang ada di Nusantara. Apabila kita tidak mengikuti perubahan zaman maka kita akan tergeser. Tapi bukan berarti itu menjadi suatu alasan. Canggihnya teknologi serta modern zaman digital harus kita manfaatkan untuk terus berkarya, tentu saja dengan terus mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan Budaya yang ada di Nusantara. Salah satu contoh anak-anak muda Pemalang yang kreatif dan yang menggunakan Tik Tok untuk terus memperkenalkan Budaya Nusantara dengan menarikan Tari Turun Sintren. Wow sangat menarik bukan?




15/03/2021

Bapak Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat, ST sedang memakai ikat khas Pemalang-an sebelum mengikuti acara Pengukuhan Pengurus KSBN Kabupaten Pemalang pada 10 Maret 2021 kemarin.




15/03/2021

Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada acara upacara Pengukuhan Pengurus Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten Pemalang periode tahun 2021-2026.




Address

Pemalang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KSBN Kabupaten Pemalang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category