12/06/2026
H. Asip Kholbihi, S.H., M.Si., kembali dipercaya memimpin DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2031. Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Asip menegaskan bahwa PKB akan segera menyiapkan langkah-langkah organisasi sekaligus menyusun strategi untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
Meski telah ditetapkan sebagai ketua terpilih, Asip menjelaskan bahwa proses kepengurusan masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
“Jadi kemarin itu masih ketua terpilih, tetapi belum definitif karena masih menunggu SK. Nanti akan ada tim formatur yang terdiri dari unsur DPP, DPW, dan ketua terpilih untuk merumuskan susunan kepengurusan DPC PKB Kabupaten Pekalongan periode 2026–2031,” ujarnya.
Setelah proses penetapan dan pembentukan kepengurusan, PKB Kabupaten Pekalongan langsung menatap agenda politik ke depan. Sebagai partai pemenang Pemilu di Kabupaten Pekalongan, Asip mengaku memiliki target realistis untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif sekaligus mempertahankan pengaruh PKB di tingkat eksekutif.
“Kalau target kuantitatif kita, sekarang 14 kursi. Maksimal kalau bisa bertambah satu dapil satu kursi, sekitar 19 kursi. Ini realistis, tetapi harus diperjuangkan dengan sangat keras dan tetap memperhatikan etika berpolitik,” katanya.
Selain Pemilu Legislatif, PKB juga menargetkan kembali memenangkan kontestasi eksekutif melalui kader-kader terbaik yang dimiliki partai. Menurut Asip, keberhasilan kader yang saat ini berada di pemerintahan menjadi kunci untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat.
“Tentu PKB akan memasang target maksimal di eksekutif. Kita sudah menyiapkan kader-kader yang layak memimpin. Termasuk sekarang kita punya Plt Bupati Pak Haji Sukirman yang harus kita dukung agar kepemimpinannya sukses dan nantinya dipilih kembali oleh masyarakat,” ungkapnya.
Lebih jauh, Asip menegaskan bahwa kepemimpinannya memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga legasi PKB yang telah dibangun sejak partai tersebut berdiri di Kabupaten Pekalongan pada 1998. Ia menyebut PKB telah menjadi partai pemenang Pemilu Legislatif secara beruntun sejak 2004 hingga 2024.
“PKB di Kabupaten Pekalongan ini harus kita jaga sambung menyambung. Kita mewarisi legasi kemenangan sejak tahun 2004 sampai 2024 yang diberikan oleh masyarakat. Karena itu menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk mempertahankan kepercayaan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan ke depan tidak ringan. Menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik maupun kinerja pemerintahan harus dijawab dengan kerja nyata dan perbaikan berkelanjutan.
“Kami harus bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih teliti dalam menelisik persoalan yang terjadi di masyarakat. Justru ketika ada penurunan kepercayaan masyarakat, itu menjadi PR bagi PKB untuk terus melakukan perbaikan,” kata Asip.
a juga menekankan bahwa kader-kader PKB yang berada di legislatif maupun eksekutif merupakan wajah partai di tengah masyarakat. Karena itu, mereka dituntut mampu menunjukkan kinerja yang baik, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Fraksi PKB adalah etalase partai. Begitu juga kader-kader yang ada di eksekutif. Kepemimpinan PKB harus membawa manfaat, memiliki daya serap aspirasi yang kuat, menjalankan tata kelola yang akuntabel dan transparan, serta mencerminkan nilai-nilai amanah dan keadilan,” tuturnya.
Asip menegaskan bahwa bagi PKB, kekuasaan bukanlah tujuan utama, melainkan sarana untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Bagi kita, kekuasaan itu bukan tujuan. Kekuasaan adalah instrumen atau wasilah. Yang paling esensial adalah masyarakat merasakan manfaat ketika mereka memberikan mandat kepada partai. Tugas kami adalah menyampaikan aspirasi, mengawasi, dan mengevaluasi kader-kader yang ada di legislatif maupun eksekutif,” tegasnya.
Dengan semangat tersebut, PKB Kabupaten Pekalongan berkomitmen menjaga tradisi kemenangan politik sekaligus memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
*Sumber: Radar Pekalongan