06/03/2023
Sanggar Paringga Jati Raras Cetuskan Tari Cikgongsir, Tarian Asli Pati Jawa Tengah
PATI - Sanggar Seni Paringga Jati Raras Kabupaten Pati Jawa Tengah cetuskan tarian tradisional asli kota bandeng tersebut yang diberi nama Cikgongsir.
Tarian Cikgongsir pertama kalinya ditampilkan pada Gelar Tari Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng di Pendapa Taman Budaya Jawa Tengah Jl. Ir Sutami No 57 Surakarta pada Sabtu, (4/3/2023) malam.
Aji Sasongko sebagai penata gerak tari Cikgonsir mengatakan, dirinya terinspirasi dari gerakan silat yang ada di Kabupaten Pati, untuk itu kata Cik yang ia beri arti mencak-mencik.
"Awalnya terinspirasi dari gerakan silat warga Pati Utara, dan kata cik itu dari kata mencak mencik artinya silat. makannya gerakannya ekspresif, " ujarnya.
Lanjut Aji, kata Gongsir diambil dari alat musik gong yang menjadi pengiring tarian tersebut, dan kata sir artinya pesisir ia melihat dimana wilayah Kabupaten Pati berada di daerah pesirir utara.
Sementara itu Dhanu Prastiyo sebagai komposer musik Cikgongsir sekaligus pencetus tarian ini menjelaskan, ia ingin Kabupaten Pati memiliki kekhasan sendiri dalam gerak tari, disamping memang sebelumnya sudah ada tarian asli pati, tapi menurutnya belum ada yang mewakili satu kesenian dan kebanyakan masih mengangkat suatu tempat maupun suatu kerajinan daerah Pati.
"Kita memulai sekitar 2 bulan untuk latihan dan mendapatkan ide ini, semoga menjadi trobosan baru dengan adanya tarian Cikgongsir dan bisa diterima khalayak umum," kata Dhanu.
Rencananya Tari Cikgingsir akan didaftarkan hak cipta setelah nantinya berkoordinasi dengan stekholder Kabupaten Pati diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bupati, DPRD dan tokoh budaya di Pati.
Ia berharap Tari Cikgongsir bisa membangkitkan geliat seni budaya yang ada di Kabupaten Pati.
Sebagai Informasi, Tari Cikgongsir diprakarsai oleh Budiono sebagai penanggung jawab, Aji Sasongko penata gerak, Dhanu Prastiyo komposer arasemen, dan ditanpilkan oleh puluhan anak muda sanggar Paringga Jati Raras.
Penulis : Muhamad Waliyudin/Jurnalis Warga