22/05/2017
💲💲 MANAJEMEN UANG SAKU ANAK 💲💲
====================================
Barusan cek dompet anakku Rafif. Ternyata uang sakunya sdh berjumlah 125rb. Cukup banyak untuk ukuran anak SD :-)
Setiap minggu Rafif & Najwa kami beri uang saku 18rb.
Per hari 3rb x 5 hari sekolah = 15rb.
Untuk infaq tiap hari Jumat = 3rb
Sejak masuk SD kami beri mereka dompet & uang saku per minggu. Kami minta untuk mengatur dan membelanjakan uangnya sendiri. Paling kami hanya mengingatkan jajanan yg bisa bikin batuk & tdk sehat sebaiknya tdk dibeli.
Pertama masuk SD keinginan jajannya memang cukup besar. Namun seiring waktu, keinginan jajannya berkurang. Rupanya mereka lebih s**a melihat uang di dompetnya bertambah banyak 😃
Sebenarnya kami punya tujuan memberi anak-anak kepercayaan memegang uangnya sendiri. Supaya mereka belajar mempertimbangkan sendiri mana barang yg perlu dibeli atau tidak. Bijaksana mengelola uangnya.
Contoh : Setiap Rafif atau Najwa punya keinginan utk membeli barang yg menurut kami tdk terlalu penting, kami persilakan. Tapi pakai uangnya sendiri. Ternyata makin kesini mereka tdk banyak meminta mainan atau yg lainnya.
Selain itu, untuk melatih rasa tanggung jawabnya kami buat peraturan jika alat tulisnya hilang maka mereka harus membeli dengan uang sakunya sendiri. Tapi kalau krn habis/rusak maka ayah bunda yg menggantinya. Alhamdulillah dengan cara ini alat tulis anak-anak jarang sekali hilang, hanya 2 - 3x saja.
👉 Berikut ulasan cara melatih anak memanage uang sakunya.
=================================================
➡ Pertama,
Latihan Manajemen uang saku sebaiknya dilakukan ketika anak mulai masuk SD, karena anak-anak sdh bisa diberi tanggung jawab yg lebih besar.
➡ Kedua,
Ajaklah anak untuk berdialog. Jelaskan tujuan dari aturan ini. Contohnya : “Kak, mulai besok ayah bunda beri uang sakunya seminggu sekali ya. Supaya Kakak bisa belajar mengelola uang sendiri & berhemat. Uang itu hak Kakak. Kakak bebas menggunakannya, tapi kalau habis sebelum satu minggu ga boleh minta lagi ke ayah atau bunda. Jadi gunakan dengan bijak ya.”
Diskusikan apa saja kebutuhannya selama di sekolah. Ini penting untuk mengetahui jumlah uang saku yang pantas kita berikan pada anak. Misalkan ternyata kebutuhan anak di sekolah yaitu transport, membeli makan siang, infaq, maka jumlah uang sakunya disesuaikan dengan kebutuhannya tersebut. Diskusikan juga tiap berapa hari sekali mereka ingin diberi uang saku. Bisa 3 hari sekali, bisa seminggu sekali.
Melibatkan anak dalam diskusi mengenai uang sakunya akan membuat mereka merasa lebih bertanggungjawab terhadap uangnya, karena kesepakatannya dibuat bersama-sama.
➡ Ketiga,
Aturan ini harus disepakati & kompak dijalankan oleh kedua orangtua, sehingga anak tidak meminta ke ayah atau bunda jika ternyata uangnya sudah habis sebelum waktu yang disepakati.
Jika anak mendapat hadiah uang dari saudara atau kerabat, biarkan mereka menyimpannya karena itu adalah hak mereka. Toh biasanya hanya pada momen-momen tertentu saja kan…
➡ Keempat,
Konsisten dalam menjalankan aturan. Jika belum waktunya ternyata uang saku sdh habis, maka kita harus TEGA membiarkan anak merasakan akibat dari ketidakbisaannya mengelola uang. Kalau Anda memberi uang lagi, maka aturan yg diterapkan jadi tidak konsisten. Biarkan anak merasakan konsekuensi dari perbuatannya, supaya mereka dapat belajar dari pengalaman.
➡ Kelima,
Berikan tempat untuk menyimpan uang anak. Bisa dompet atau tas kecil. Biarkan mereka menyimpannya sendiri. Jika khawatir dompet/uangnya hilang, sebaiknya dompet tidak dibawa ke sekolah. Cukup membawa uang sesuai kebutuhan saja.
➡ Keenam,
Jika anak meminta sesuatu barang yg tidak terlalu penting, persilakan untuk membeli dengan uangnya sendiri. Dari sini anak akan belajar berfikir bagaimana mengelola uangnya agar bisa membeli barang yang diinginkan.
Kalau orangtua sesekali ingin membelikan barang/makanan, boleh2 saja. Anggap saja sebagai hadiah atau traktiran….
➡ Ketujuh,
Ada kekhawatiran kalau aturan ini bikin anak jadi pelit. Bisa ya, bisa tidak. Kembali lagi bagaimana peran orangtua dalam menyikapinya. Tanamkan pengertian & ajak anak utk sesekali berbagi dengan teman, saudara atau orang yg tdk mampu.
Semoga aturan manajemen uang saku yg kami terapkan pada putra kami ini bisa menginspirasi Ayah & Bunda untuk mendidik putra putrinya agar bijaksana mengelola uang sejak kecil.
Silakan SHARE agar bermanfaat juga untuk orang lain :-)