Imaji Kita

Directions

Imaji Kita Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Imaji Kita, Visual Arts, Palembang.

Halaman Imaji Kita merupakan kumpulan cerita melalui visual foto atau video bertujuan untuk menghibur semata.

*Foto yang dipublish tidak boleh dicopy atau dipakai tanpa ijin pemilik karena itu melanggar hak cipta.

19/03/2026

Menjelang Idul Fitri, saya melangkah masuk ke pasar induk di Palembang dengan kamera di tangan dan ruang yang terasa semakin sempit oleh keramaian. Dari langkah pertama, saya langsung disambut suara yang bertumpukโ€”teriakan pedagang, tawar-menawar yang cepat, dan gesekan kantong belanja yang saling bersentuhan.

Saya bergerak perlahan di antara orang-orang yang datang dengan tujuan yang sama: memenuhi kebutuhan sebelum hari raya tiba. Di depan saya, seorang ibu berhenti cukup lama di satu lapak, menimbang pilihan dengan wajah serius. Saya mengangkat kamera, mencoba menangkap momen itu tanpa mengganggu alurnya. Semuanya terasa begitu cepat, tapi juga penuh makna.

Aroma rempah dan daging segar menyelinap di sela-sela napas. Di sisi lain, toples-toples kue kering berjejer rapi, memantulkan cahaya yang masuk dari celah atap pasar. Saya berhenti sejenak, memperhatikan bagaimana warna dan cahaya saling bertemu, lalu membingkainya dalam satu frame vertikalโ€”mencoba merangkum kepadatan dalam ruang yang terbatas.

Setiap beberapa langkah, saya harus berhenti. Bukan hanya karena sempit, tapi karena selalu ada sesuatu yang menarik perhatianโ€”ekspresi lelah pedagang, tangan yang sibuk menghitung uang, atau tatapan pembeli yang penuh harap. Saya tidak hanya melihat, tapi ikut merasakan ritme itu.

Di tengah hiruk-pikuk ini, saya menyadari bahwa yang saya rekam bukan sekadar keramaian. Ini adalah tentang pergerakan manusia, tentang tradisi yang terus berulang, dan tentang harapan-harapan kecil yang dibawa pulang dalam kantong belanja.

Melalui lensa saya, pasar ini bukan hanya tempat transaksi. Ia adalah cerita yang hidupโ€”dan saya hanya berusaha menangkap sebagian kecil darinya, sebelum semuanya kembali tenang setelah hari raya usai.๐Ÿฅณ๐Ÿฅณ ๐Ÿ•Œโ˜ช๏ธ ๐Ÿ’ซ ๐Ÿคฉ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•‹ ๐Ÿ•Œโ˜ช๏ธ ๐Ÿ•Œ๐Ÿ•‹

18/03/2026

Jalan Ahmad Yani di Palembang bukan sekadar jalur penghubung, melainkan ruang hidup yang terus bergerak. Dari pagi hingga malam, jalan ini menjadi panggung bagi beragam aktivitas: pedagang kaki lima yang membuka hari dengan harapan, kendaraan yang mengalir tanpa henti, hingga pejalan kaki yang menyelip di antara hiruk-pikuk kota.

Merekam ruang publik di Jalan Ahmad Yani berarti menangkap ritme urban yang apa adanya ketergesaan, interaksi singkat, dan momen-momen kecil yang sering luput dari perhatian. Cahaya matahari yang memantul di aspal, bayangan bangunan yang jatuh di trotoar, hingga ekspresi wajah orang-orang yang berlalu, semuanya membentuk narasi visual tentang kehidupan kota.

17/03/2026

Memotret di Pasar 16 Ilir dari sudut pandang POV terasa seperti masuk langsung ke denyut nadi kota. Kamera menjadi mata saya menyusuri lorong sempit yang riuh oleh suara tawar-menawar, langkah kaki yang tak pernah berhenti, dan panggilan pedagang yang saling bersahutan.

Di depan lensa, tangan-tangan sibuk menimbang, membungkus, dan menyerahkan barang. Warna-warni sayur, kain, dan plastik belanja bertumpuk tanpa pola, tapi justru di situlah hidup terasa nyata. Saya bergerak perlahan, mengikuti arus manusia kadang terhenti oleh ibu-ibu yang menawar, kadang menghindar dari gerobak yang lewat mendadak.

Keringat, cahaya matahari yang menembus sela atap, dan aroma khas pasar bercampur menjadi satu. Setiap frame yang tertangkap bukan sekadar gambar, tapi potongan cerita tentang kerja, harapan, dan rutinitas yang terus berulang.

Melalui POV ini, saya bukan hanya memotret pasar. Saya menjadi bagian dari keramaian itu sendiri.

Di bawah terik matahari Palembang, antrean mengular di depan layanan penukaran uang keliling. Orang-orang menggenggam pe...
04/03/2026

Di bawah terik matahari Palembang, antrean mengular di depan layanan penukaran uang keliling. Orang-orang menggenggam pecahan besar untuk ditukar menjadi lembaran kecil bukan sekadar soal nominal, tetapi tentang tradisi yang segera tiba.

Menjelang Idul Fitri, pecahan kecil menjadi simbol perhatian kepada keluarga . Ia akan diselipkan dalam amplop, berpindah tangan bersama senyum dan doa saat keluarga dan kerabat saling berkunjung.

Bagi mereka yang mengantre, ini adalah bagian dari ritual tahunan , persiapan sederhana untuk menjaga hangatnya silaturahmi.

seorang kakek berdiri tenang. Ia tidak banyak bicara, hanya tersenyum ketika ditanya untuk siapa pecahan itu. โ€œCucu-cucu,โ€ jawabnya, seolah itu sudah cukup menjelaskan segalanya.

Cahaya Dalam Fotografi sangat penting, Karena itulah orang sering menyebutnya kegiatan fotografi itu melukis dengan caha...
13/01/2025

Cahaya Dalam Fotografi sangat penting, Karena itulah orang sering menyebutnya kegiatan fotografi itu melukis dengan cahaya.

Saya beberapa bulan terakhir sangat s**a memotret street photo dengan kamera handphone selain ringkat dan tidak mencolok seperti ketika membawa kamera mirolles atau DSLR. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Jaring laba-laba adalah sebuah struktur yang dibuat oleh laba-laba dari jaringan protein yaitu sutra laba-laba yang dike...
13/01/2025

Jaring laba-laba adalah sebuah struktur yang dibuat oleh laba-laba dari jaringan protein yaitu sutra laba-laba yang dikeluarkan dari spineret mereka, umumnya digunakan untuk menangkap mangsa.

Aktivitas setiap Minggu ketika dahulu masih SMA dan Kuliah pasti ke Pasar Cinde hanya untuk melihat barang-barang bekas ...
12/01/2025

Aktivitas setiap Minggu ketika dahulu masih SMA dan Kuliah pasti ke Pasar Cinde hanya untuk melihat barang-barang bekas dengan harapan ketemu barang antik ๐Ÿ˜๐Ÿ˜.

Tadi Pagi aku menyusuri jalan di Pasar Cinde, Tidak seperti dulu bangunan yang berarsitektur tinggi kini telah dibongkar. Setahu saya bangunan dengan tiang cendawan seperti ini hanya ada di Pasar Semarang dan Palembang.

Ingat sekali ketika dahulu suasana dipasar ini sangat berbeda.. sirkulasi udaranya tidak seperti pasar-pasar pada umumnya.. sirkulasi udaranya sangat bagus sehingga tidak pengap seperti pasar pada umumnya.

Tapi sayang pasar ini hanya kenangan .. arsitektur dengan tiang cendawannya harus dibongkar.. dulunya gubernur saat itu ingin menjadikan pasar modern.. tapi nyatanya sudah terbengkalai hampir 8 Tahun..

"Terima kasih 2024 dan Selamat Datang 2025" kata ini selalu diucapkan banyak setiap orang. Ya malam pergantian tahun buk...
01/01/2025

"Terima kasih 2024 dan Selamat Datang 2025" kata ini selalu diucapkan banyak setiap orang. Ya malam pergantian tahun bukan hanya pergantian waktu tetapi mereka penuh harap di tahun 2025 agar lebih baik.

Akar Pohon
31/12/2024

Akar Pohon

Address

Palembang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Imaji Kita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category