Nurhaimi Zettu

Nurhaimi Zettu Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Nurhaimi Zettu, Pajakoemboeh.

1Azra sedang membersihkan lantai utama gedung bertingkat lima itu. Ini adalah hari pertamanya bekerja sebagai office gir...
22/12/2025

1
Azra sedang membersihkan lantai utama gedung bertingkat lima itu. Ini adalah hari pertamanya bekerja sebagai office girl di perusahaan ternama ini. Padahal dia itu baru beberapa bulan yang lalu menamatkan kuliahnya di jurusan manajemen bisnis.

Sudah tiga puluh menit berlalu sejak jadwal masuk kantor tadi. Suasana lobi mendadak lebih ramai dan lebih sibuk dari sebelumnya. Azra yang masih sibuk dengan pekerjaannya di salah satu bagian lobi, tidak memperhatikan perubahan yang sedang terjadi. Sampai-sampai seorang pria memanggil namanya.

"Mba Azra! Hentikan dulu kerjanya. Berdiri di sini," panggil pria yang memakai topi hitam.

Azra menoleh ke arah sumber suara. Beberapa langkah dari tempatnya berdiri sudah tampak beberapa orang yang berbaris rapi.

"Tarok aja sapu pelnya di situ," pria itu memberikan perintah.

Azra menurut. Setelah meletakkan benda itu, Azra berlari kecil ke arah pria itu.

"Ada apa, Mas Denis?" tanya Azra heran.

"Tuan Muda akan segera sampai. Kita harus menyambutnya dengan baik," jawab pria yang dipanggil Denis itu.

"Siapa Tuan Muda itu, Mas?" kembali Azra bertanya.

"Pemilik perusahaan ini," jawab Denis pendek.

"Ooo..."

Azra hanya manggut-manggut. Tapi tetap dia tidak habis pikir. Apakah memang harus disambut seperti ini p**a saat pimpinan perusahaan itu datang? Kok, sepertinya berlebihan sekali.

'Hmm, berarti urutan barisan ini, makin ke pintu makin tinggi jabatannya. Sedangkan makin ke sini, makin rendah jabatannya di perusahaan ini,' simpul Azra dalam hati.

Beberapa saat kemudian, tampak sebuah mobil sedan hitam mengkilat berhenti di depan pintu lobi utama itu. Beberapa orang pria berjas dan berkaca mata hitam yang sejak tadi sudah berdiri di teras, menghampiri mobil yang baru berhenti tersebut.

Tampak salah seorang dari mereka membukakan pintu mobil. Tidak berapa lama kemudian, seorang pria berperawakan tinggi tegap keluar dari mobil. Dia juga memakai kaca mata hitam. Mukanya putih.

Azra yang tidak terlalu tinggi, mencondongkan tubuhnya agak ke depan. Dia ingin melihat sosok yang disebut-sebut sebagai Tuan Muda itu. Dua orang perempuan berpakaian seperti staf, memandang ke arah Azra.

Salah seorang di antara mereka berbisik ke telinga perempuan yang di sebelahnya. Beberapa saat kemudian, keduanya terlihat menahan tawa sambil melihat ke arah Azra.

Azra melihat sikap keduanya itu. Sangat jelas jika kedua wanita itu sedang menertawakan dirinya. Azra merasa tersing gung dan ma rah. Dia hendak melangkah ke arah kedua wanita itu. Tapi urung, karena sudah terdengar derap sepatu beradu dengan lantai dari arah pintu.

Rupanya Tuan Muda sudah masuk lobi. Azra hanya memandang ge ram ke arah keduanya. Salah seorang dari mereka hanya mengibaskan tangannya sambil tersenyum mere mehkan.

"Sabar Azra. Sabar," Azra berbisik menenangkan dirinya. Kini matanya sudah dialihkan ke sosok yang baru saja masuk. Paling depan berjalan seorang pria muda berkaca mata hitam. Rambutnya disisir rapi. Menggunakan setelan jas dan dasi dengan warna senada.

"Sepertinya orang itu pemilik perusahaan ini," kembali Azra berbisik sendiri.

Beberapa orang juga berjalan di samping dan di belakang pria itu. Semuanya berjas dan berkaca mata hitam. Azra melihat orang-orang yang berbaris sedikit menundukkan tubuhnya saat rombongan itu melewati mereka. Azra menjadi paham apa yang akan dia lakukan jika rombongan itu melewati dirinya.

Beberapa langkah lagi mereka akan sampai di tempat Azra berdiri. Azra juga sudah bersiap-siap sambil mencu ri pandang ke arah rombongan itu. Rombongan itu tinggal selangkah lagi untuk melewatinya. Azra sudah mulai membungkukkan wajahnya sedikit seperti yang dilakukan oleh orang-orang sebelumnya.

Tiba-tiba rombongan itu berhenti tepat di depannya.

Sudah tamat di KBMApp ya...
Judul: Wanita yang Kalian Hina Itu, Adalah Adikku
Penulis: Nurhaimi_Zettu

😊
29/04/2022

😊


Terkadang prasangka buruk manusia terlalu menjadi beban dalam hidup ini.Namun, saat pandangan Allah sedang tidak baik pa...
22/04/2022

Terkadang prasangka buruk manusia terlalu menjadi beban dalam hidup ini.
Namun, saat pandangan Allah sedang tidak baik pada diri, ironisnya diri tidak menyadari.

Mari kita berlindung dari hal yang demikian.
😊


06/02/2022

KENA TUSUK

"Mak, aku kena tusuk duri, Mak. Sakit sekali, Mak. Hu..hu..hu.." Bocah perempuan berambut panjang itu sudah duduk di atas dipan. Sebelumnya dengan menjinjitkan kaki kanannya dia berjalan menuju wanita yang dipanggil Mak itu. Diiringi dengan irama tangisan. Kini tangan kecilnya sudah mengurut punggung kaki kanan. Seolah memberi kekuatan kepada kaki itu untuk bersabar sampai pertolongan pertama datang.

Wanita tiga puluhan itu menghentikan aktivitasnya dari android. Meletakkan benda itu di sembarang tempat. Detik berikutnya mulai memeriksa kaki si anak.

"Oo, Kakak terinjak duri, ya. Tadi mainnya nggak pakai sendal, ya?" Ibu jari wanita itu meraba lembut telapak kaki anaknya. Ada titik hitam di telapak bagian belakang. Jika diraba, akan terasa tonjolan ujung benda kecil yang sudah menancap itu.

Si anak sedikit terkejut saat bagian itu diraba.

"Aduh, sakit, Maaak." Tangisnya kembali menuju volume maksimal, yang sebelumnya sudah turun lima puluh persen.

"Nggak apa-apa, Nak. Sini Mama keluarkan, biar segera hilang sakitnya."

Entahlah, padahal wanita itu sudah mengajarkan si anak untuk memanggil 'mama' kepadanya. Tapi entah bagaimana muasalnya, anak pertamanya itu memanggilnya 'mak'.

Wanita itu mengambil sebuah peniti di salah satu bagian daster yang dikenakannya. Membuka salah satu ujung yang dikaitkan. Melihat ujung yang runcing dan tajam itu, semakin bertambahlah volume tangisan si anak, yang sebelumnya sudah turun tiga puluh persen.

"Tahan sebentar ya, Nak. Sakitnya sebentar, kok. Setelah dibuang durinya, Kakak pasti sehat. Percaya sama Mama, ya."

Maka dengan diiringi hujan air mata si anak, serta keringat si mama, duri itu berhasil dikeluarkan. Tidak detik berikutnya sudah terdengar isak bersamaan helaan nafas.

"Nah, Alhamdulillaah sudah baikan, kan?" Sang mama mengusap lembut kepala kecil berambut panjang itu. Bocah itu tidak menjawab. Masih disibukkan oleh irama tangis yang tersisa.

"Kalau salah satu bagian kulit kita yang kena tusuk, sakitnya itu cuma sebentar. Kalau sudah dikeluarkan dan diobati, in syaa Allaah bakalan sembuh. Tapi kalau hati yang kena tusuk, baik oleh benda tajam atau kata-kata yang tajam, itu sakitnya bisa membawa kematian." Tambah si wanita sambil menusukkan kembali peniti ke salah satu bagian dasternya.

Si anak kembali tidak menanggapi. Sepertinya sudah ketiduran karena lelah dengan perjuangan sebelumnya.

End


Seperti pengemudi yang mengemudikan kendarannya, kamu hanya perlu memandang ke depan untuk cepat sampai pada tujuanmu de...
22/06/2021

Seperti pengemudi yang mengemudikan kendarannya, kamu hanya perlu memandang ke depan untuk cepat sampai pada tujuanmu dengan selamat.

Tetaplah menanam bibit pohon yang kamu inginkan untuk tumbuh. Meski besok adalah hari kiamat. 😁
20/06/2021

Tetaplah menanam bibit pohon yang kamu inginkan untuk tumbuh. Meski besok adalah hari kiamat. 😁

Address

Pajakoemboeh

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nurhaimi Zettu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share