wayangsasak.org

wayangsasak.org Agar Kita tak Hilang Jejak

Kawan2 ini info terbaru, kesempatan untuk menjadi bagian JIAPICH 2026 telah dibuka. Sila para pegiat Kekayaan Budaya Tak...
28/01/2026

Kawan2 ini info terbaru, kesempatan untuk menjadi bagian JIAPICH 2026 telah dibuka. Sila para pegiat Kekayaan Budaya Takbenda (ICH), form aplikasi bisa diisi mulai 1 Februari 2026.

Pergelaran Wayang Botol SPWS: Octo Si Penjaga Laut,  Rayakan 75 Tahun Persahabatan Indonesia-Perancis.Mataram - Hake, se...
23/04/2025

Pergelaran Wayang Botol SPWS: Octo Si Penjaga Laut, Rayakan 75 Tahun Persahabatan Indonesia-Perancis.

Mataram - Hake, seekor ikan kecil dari Teluk Biscay Prancis terdampar di perairan Indonesia. Ia bertemu Octo, Gurita yang baik hati. Octo berjanji menolong Hake kembali ke rumahnya. Dialog dua makhluk laut itu tiba-tiba terganggu bau tak sedap. Hake pusing lalu pingsan, tak kuat menahan bau yang menyengat. Rupanya sumber bau itu adalah tumpukan sampah yang sudah berubah menjadi raksasa sampah.

Potongan cerita dalam lakon wayang Botol bertajuk Octo Si Penjaga Laut itu, dimainkan anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) 1 Mataram, dan Sekolah Pedalangan Wayang Sasak (SPWS) di Hari Bumi, 22 April 2025. Pertunjukan itu adalah bagian dari perayaan 75 tahun persahabatan Indonesia Prancis dan satu dekade SPWS. Pertunjukan yang mengangkat tema persahabatan anak-anak dunia membangun kesadaraan menjaga lingkungan itu berhasil memukau ratusan penonton yang sebagian besar adalah siswa SLB, SMK, dan SMA se pulau Lombok.

"Saya sangat terinspirasi dengan pertunjukan ini," kata Lia seorang pelajar SMK 1 Narmada sambil memainkan wayang botolnya. "Saya tertantang, anak-anak SLB yang memiliki keistimewaan saja berani tampil, kenapa saya tidak."

Usai pertunjukan, sejumlah anak dari beberapa SLB terlihat sangat berani untuk tampil, bercerita tentang cita-cita dan sekolah mereka. Setiap anak yang tampil membawa wayang botol yang disediakan panitia, sebagai cinderamata.

Kepala SLBN 1 Mataram, Kamtono menyatakan kegembiraanya melihat penampilan anak didiknya. Pertunjukan yang dihasilkan dari kolaborasi SLB 1 Mataram, SPSW dan Prodi Sendratasik UNU NTB dan dukungan Kedutaan Prancis itu bisa berjalan dengan baik. "Saya berharap sekolah-sekolah yang lain juga bisa melakukan kegiatan agar warisan budaya wayang bisa tetap lestari di Lombok dan mendunia." Ungkapnya.

Selain ditonton langsung di Taman Budaya Mataram, Octo si Penjaga Laut juga disaksikan melalui saluran zoom dan kanal YouTube Sekolah Wayang Sasak. "Seru sekali pertunjukannya," kata Rizkiyah, seorang penonton online yang hadir bersama, "Dalam waktu dekat Watol juga akan berjalan-jalan ke Eropa," kata Rizkiyah dalam dialog interaktif usai pertunjukan.

Rizkiyah menyebut wayang Botol adalah media yang efektif untuk mengkampanyekan berbagai hal, "Anak-anak di Lombok Tengah menggunakan wayang Botol untuk kampanye pencegahan pernikahan anak." Katanya.

Penggagas Sekolah Pedalangan Wayang Sasak, sekaligus penulis naskah dan Sutradara lakon Octo Si Penjaga Laut, Pikong Fitri Rachmawati menyampaikan apresiasi dan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu jalannya pertunjukan.

Selain itu ia juga mengajak anak-anak yang hadir menyaksikan pertunjukan untuk menjaga lingkungan mereka tetap bersih dari sampah, sekaligus mencintai budaya mereka.

"Saya berharap adik-adik yang menonton pertunjukan hari ini, kelak akan naik ke panggung ini menjadi dalang-dalang, memainkan wayang mereka." kata Pikong.

Lakon Octo Si Penjaga Laut berakhir dengan terusirnya dua sosok Raksasa Sampah. Hake si ikan kecil dari Prancis, selamat. Proses pengusiran Raksasa Sampah melibatkan aktor dan penonton. Adalah Raden Umar Maye, tokoh cerdas dan bijaksana dalam wayang kulit Sasak yang mengingatkan semua orang untuk bersatu melawan kejahatan.

Dalam setiap pergelaran wayang botol, karakter dan nuansa wayang kulit Sasak selalu dihadirkan. Termasuk adegan pembukaan dalam pertunjukan ini yang melibatkan Daang Sukardi, salah seorang dalang terkemuka di Lombok.

Menurut Pikong, wayang Botol adalah hasil inovasi SPWS yang akan menjadi jembatan mengenalkan wayang Sasak. Dia berharap setelah memainkan wayang Botol anak-anak tertarik mempelajari wayang Sasak, "Agar kita tak kehilangan jejak seni tradisi wayang Sasak," harapnya.

***

Siap Sedia... Bersama Lawan HoaxPasukan Sekehe wayang Botol Siswa SMP - SMA Darul Hikmah, Mataram telah bersiap memainka...
15/12/2024

Siap Sedia... Bersama Lawan Hoax

Pasukan Sekehe wayang Botol Siswa SMP - SMA Darul Hikmah, Mataram telah bersiap memainkan lakon JANGAN SALAHKAN BAKTAK--Pertunjukan wayang Botol Lawan Hoax.

Semoga semua bisa berjalan lancar.

# SPWS # unescojakarta

Tugas "..belajar--singkat-- ke Negeri Cina" sudah kami jalankan dengan segala kekurangan dan ketidaksempurnaan. Selanjut...
30/11/2024

Tugas "..belajar--singkat-- ke Negeri Cina" sudah kami jalankan dengan segala kekurangan dan ketidaksempurnaan.
Selanjutnya kami harus memulai lagi belajar dari rutinitas sehari-hari dan memadupadankan dengan semua pelajaran baik yang kami dapatkan dari perjalanan ini.

Sebagai pengingat, kami ingin menuliskan beberapa diksi yang kami dapatkan dari perjalanan ini;
Etos, Etik, Loyalitas, disiplin, Cinta, Detail, Fokus, kolaborasi, mandiri, harga diri, sederhana, megah, rendah hati, integritas!

Matur tampiasih kepada semua orang-orang baik yang memungkinkan kami menjalankan tugas belajar ini. Semoga suatu saat kami bisa membalasnya dengan cara terbaik yang kami bisa.
Panjang umur wayang Sasak!

***
Satu lagi, ternyata bukan kami yang membawa Jeyengrane, Munigarim, Umarmaye, dan kawan-kawannya berjalan-jalan ke China, ternyata merekalah yang membawa kami ke sana. Entahlah setelah ini mereka akan mengajak kami jalan-jalan ke mana lagi.



Al Apriaman Pikong Fitri Rachmawati Pikong Syafwan Ar Marco Kusumawijaya W***y Pramoedya Sayuti La Isdiana Putri Akmal Bajang Sasak Azhar Zaini Arief Rachman Heryadi Rachmat Ramli Bin Ilmar Eko Susilo Aan Indra Pratama

19/06/2023

Pertunjukan wayang Ki Dalang Sukardi, di Desa Mekarsari, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, 17 Juni 2023. Pergelaran ini bagian dari Festival Wayang Sasak, kerjasama Sekolah Pedalangan Wayang Sasak dan BRIN.

23/05/2022

Senang sekali menyaksikan adik2 siswa SLB 1 Lombok Timur memainkan wayang botol, Edukasi Sekolah Siaga Bencana.
Tetap semngaArt.

Film Wayang Maye & Wayang MayaBagaimana Seni Modern dan Tradisi Bisa Hidup HarmoniFilm Wayang Maye & Wayang Maya berkisa...
13/04/2022

Film Wayang Maye & Wayang Maya
Bagaimana Seni Modern dan Tradisi Bisa Hidup Harmoni

Film Wayang Maye & Wayang Maya berkisah tentang dua dalang cilik yang mewakili genre mereka masing-masing. Sultan Adita Raja sebagai dalang wayang Sasak yang mewakili kelompok seni tradisi, dan Juang Alif Rachman berperan sebagai Dalang Wayang Botol--pertunjukan wayang modern.

Lewat film berdurasi 9 menit 27 detik ini, Umar Maye, tokoh kepercayaan raja Jayeng Rane dalam wayang Sasak hadir memberi pesan, mengingatkan kita bahwa seni tradisi dan seni modern bukanlah dua kubu yang saling bertentangan. Keduanya justru bisa hidup bersama dalam harmoni.

Film pendek ini diproduksi anak-anak Semesta Production, Sanggar Anak Semesta (SAS), penulis naskah dan sutradaranya Bentang Alif. Karya anak-anak SAS ini, adalah bagian dari Berayan Festival-Sekolah Pedalangan Wayang Sasak, bekerjasama dengan Gusdurian Peduli, Gerakan Islam Cinta, dan kitabisa.com.

Sebagai sebuah karya para pemula, Film Wayang Maye & Wayang Maya tentu masih jauh dari sempurna. Masukan berupa kitik dan saran, sangatlah kami butuhkan agar ke depan pasukan SAS bisa membuat karya yang lebih baik dari capaian mereka hari ini.

Matur Tampiasih. Selamat Menonton

Wayang Maye & Wayang MayaFilm pendek ini adalah karya sutradara Bentang Alif, produksi Semesta Production, Sanggar Anak Semesta (SAS). Wayang Maye & Wayang ...

Ki Dalang Subeki dan Otoritas Dalang wayang SasakBerbeda dengan daalang-dalang wayang Sasak lainnya, Ki Dalang Subeki me...
05/04/2022

Ki Dalang Subeki dan Otoritas Dalang wayang Sasak

Berbeda dengan daalang-dalang wayang Sasak lainnya, Ki Dalang Subeki memberikan tambahan aksesoris payung pada tokoh Raja Jayeng Rane, dalam setiap pertunjukannya. Menurutnya Jayeng Rane adalah tokoh mulia, jadi sangat pantas jika dipayungi.

Tampilan itu adalah bagian dari otoritas dalang wayang Sasak, bahwa meskipun dibatasi oleh pakem-pakem akan tetapi setiap dalang memiliki otoritas masing-masing ntuk berkreasi dalam memainkan sebuah lakon wayang Sasak. Hal ini yang membuat setiap pertunjukan wayang Sasak menjadi unik,

Pertunjukan Lakon Purwe Konde, Ki dalang Subeki adalah bagian dari Festival Berayan, Gerakan Peduli Dalang Wayang Sasak, Sekolah Pedalangan Wayang Sasak (SPWS) bekerjasama dengan Gusdurian Peduli, Gerakan Islam Cinta, dan kitabisa.com.

Seperti video pertunjukan dalang Sukardi sebelumnya, video pertunjukan Ki Dalang Subeki juga dibubuhi terjemahan dalam bahasa Indonesia. langkah ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan pertunjukan wayang Sasak ke publik yang lebih luas, tidak hanya dari kalangan suku Sasak.

Sebagai sebuah eksperimen, tentu saja masih banyak hal yang perlu diperbaiki. segala masukan dari penonton sangatlah dibutuhkan, untuk upaya penyempurnaan.
Selamat menonton.



https://youtu.be/zxjPvvBchLM

Lakon Purwe Konde, Ki Dalang Subeki, Sanggar Sekar Dwijan, Terara, Lombok Timur, adalah bagian dari Festival Berayan, Gerakan Peduli Dalang Wayang Sasak, Sek...

Address

Mataram

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when wayangsasak.org posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Establishment

Send a message to wayangsasak.org:

Share