29/01/2026
Tragedi longsor di kawasan tambang nikel PT Halmahera Transportasi Energi (HTE), Subkontraktor PT Mega Haltim Mineral (MHM), di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), merenggut nyawa tiga karyawan.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat sore, 16 Januari 2026, saat para korban tengah melakukan aktivitas penimbunan tanah sisa produksi di tepi jurang lokasi tambang. Longsor besar tiba-tiba terjadi dan menimbun para pekerja.
Ketiga korban diketahui bernama Alief Alrasyid, (Sulawesi Selatan), Kenel Palilingan (Sulawesi Utara), dan Rifaldi Datunsolang (Sulawesi Utara). Mereka masing-masing bertugas sebagai operator dozer, operator produksi, dan pengawas produksi.
Tim SAR gabungan dikabarkan langsung melakukan pencarian sejak kejadian. Namun, proses evakuasi terkendala material longsoran yang sangat tebal dan luas, sehingga menyulitkan upaya pencarian dan penyelamatan.
Korban pertama, Alief Alrasyid, ditemukan pada Sabtu, 24 Januari 2026, dan telah dimakamkan di kampung halamannya di Pasaran-Cakke. Korban kedua, Rifaldi Datunsolang, baru berhasil ditemukan dini hari Selasa, 27 Januari 2026, dan telah dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan di Bintauna, Kabupaten Bolmut. Sementara itu, korban Kenel Palilingan, sudah ditemukan kemudian telah dimakamkan di Desa Kombi, Kabupaten Minahasa, pada Kamis (29/1/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, longsor tersebut tergolong berskala besar, dengan lebar material mencapai sekitar 200 meter dan ketebalan hingga 20 meter, sehingga menyulitkan proses pencarian. Ironisnya, pasca insiden hingga memasuki hari ke-12 proses pencarian berlangsung, pihak PT HTE terkesan memilih bungkam di ruang publik. Sikap serupa juga ditunjukkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Halmahera Tiys serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmiga Provinsi Maluku Utara.
ππ»π₯