05/06/2022
Sebuah kolaborasi goreng dadakan bersama Mbak pada Pen Meetup kemarin, buah pembicaraan tentang si buah hati (yang sejujurnya agak ngalor-ngidul ๐
).
Kalau sudah menyangkut anak, orang tua mana yang tidak rela melakukan segala hal, bahkan kadang yang di luar batas masuk akal. Maka kami hanya bisa membayangkan beratnya ujian yang dirasakan oleh Pak dan ibu atas hilangnya putra sulung mereka.
Aku yang belum dewasa ini, belajar banyak tentang perpisahan darinya. Sekiranya terjadi padaku, aku pasti akan marah pada sungai,
dan mempertanyakan segalanya kepada Tuhan, "Mengapa anakku dipanggil dengan cara seperti ini? Tak sempat bertemu muka, sebelum berpisah selamanya," Tetapi Kang Emil dan Bu Cinta masih memuja-muja indah rupanya, dan mengingatkan bahwa kita semua hanyalah ciptaan-Nya: ya manusianya, ya sungainya. Masing2 kita hanya sedang memenuhi peran dalam kitab Lauh Mahfudz. Tugas kita hanya berputar antara berharap dan berpasrah.
Semoga Eril senantiasa dalam lindungan dan penjagaan Allah, baik dalam hidupnya maupun matinya. Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa'afihi, wa'fuanhu ๐คฒ๐ป
Credit: