06/06/2024
SULTAN AGUNG MATARAM
•Pemerintahan panembahan Seda-ing-Krapyak, 1601-1613
»»Pengganti Senapati adalah putra bungsu dari putri Patio Putra sulungnya berasal dari wanita yang berpangkat lebih rendah. Panembahan kedua hanya dikenal dengan nama anumertanya Seda-ing-Krapyak.
Putra tertua yang masih hidup, yang diberi nama kehormatan Pangéran Puger, diangkat menjadi gubernur Demak. Ia bangkit memberontak melawan adiknya karena dendam, dan didukung oleh raja Surabaya. Beberapa catatan laksamana Belanda Jacob van Heemskerck yang berkunjung ke pelabuhan Demak dan Surabaya pada tahun 1602 merujuk pada peristiwa tersebut. Pangeran Puger dikalahkan oleh pasukan Mataram namun diampuni pada tahun 1605. Saudara laki-laki raja yang lain, bernama pangeran Jaga Raga, diangkat menjadi gubernur Panaraga, di selatan Madyun.
**Pada tahun 1608 dia dipanggil kembali ke Mataram dan dibuang ke pulau yang jauh sebelum pemberontakan yang dia pimpin menjadi berbahaya. Negara bagian Surabaya diperintah sekitar tahun 1600 oleh seorang raja yang mungkin merupakan kerabat jauh sunan Ngampel Denta, salah satu santo rune legendaris Islam Jawa.
••Gambaran Belanda tentang Surabaya pada tahun 1620 memberikan gambaran tentang kuatnya benteng dan kekuasaan raja. Buku harian dan surat Belanda awal abad ke-17 memberikan informasi tentang perluasan wilayah kekuasaan raja Surabaya di Jawa Timur dan pulau-pulau terluar. Surat-surat dari Perusahaan Hindia Timur Belanda V.O.C. Pos perdagangan di Gresik, sebelah utara Surabaya, kerap menyebut perang pedalaman antara Mataram dan Surabaya. Pabrik Gresik ditutup pada tahun 1615. Mataram mengganggu wilayah Surabaya dan Gresik dengan serangan tahunan dari tahun 1610 hingga 1613. Kota Gresik direbut dan dijarah pada tahun 1613.
**Pada masa pemerintahan panembahan Seda-in-Krapyak terdapat banyak aktivitas pembangunan di ibu kota kerajaan Mataram yang makmur. Disebutkan juga beberapa perkembangan sastra dan teater yang dipimpin oleh pemain wayang Calang Pafijang M