12/04/2025
Tumbuh satu dasawarsa lalu, Makassar Biennale (MB) menjelma menjadi forum dan ruang berbagi pengetahuan seni dan kebudayaan yang dikelola dalam beragam bentuk peristiwa, mulai kesaksian, periwayatan, penciptaan karya, penulisan, membangun jejaring, dan kerja-kerja kebudayaan lintas disiplin dan lapisan warga.
Salah satu hal yang menampak jelas dalam praktik selama sepuluh tahun itu adalah kerja-kerja mandiri berupa pencatatan “dari-dalam”, juga kerja yang tumbuh dari kesadaran tentang program-program dalam lingkup MB mengutamakan, menekankan, dan berbasis proses.
Karena dibangun demi menstimulasi tumbuhnya kerja bersama seni dan kebudayaan dalam jaringan kerja komunitas dan kawanan di kawasan yang spesifik (lima kota di Indonesia Timur), program-program MB lantas sangat berorientasi dalam menelisik dan memandang persoalan-persoalan terdekat serta bekerja menyekitar dengan banyak kalangan, terutama warga.
Pada tahun kesepuluh MB membuka ruang berbagi pengetahuan dengan para pakar, praktisi, dan kalangan yang berkepentingan atas pertumbuhan di wilayah timur Nusantara.
Tujuannya ingin melihat apa saja yang sudah menampak dan hal-hal apa saja yang belum, dengan berusaha memicu percakapan atau menjawab pertanyaan-pertanyaan umum, sebagai berikut:
1. Bagaimana kancah seni rupa yang selama ini berlangsung dalam satu dasawarsa di Indonesia Timur?
2. Bagaimana p**a dalam korelasinya dengan perkembangan politik kebudayaan Indonesia mutakhir?
3. Bagaimana mendudukkan ini dalam kancah seni rupa di Nusantara, atau ranah yang lebih luas seperti konteks Asia Pasifik?
4. Bagaimana respons yang dibutuhkan dari para pelaku dan pihak-pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam seni dan kebudayaan di Indonesia?
___________
Terbuka untuk UMUM. Catat tanggalnya dan sampai jumpa 👋🏼