03/06/2026
Sumber Renungan Harian Toraya edisi Rabu, 3 Juni 2026
2 Tawarikh 5:2-14
SEBAB IA BAIK
Belanna Masokan lA
Bacaan kali ini memperlihatkan sebuah perayaan yang tertata dengan sangat baik di Rumah TUHAN. Para pelaku perayaan pun sangat lengkap, para imam, orang Lewi, para pemusik dan penyanyi dengan pakaian lenan halus, serta alat musik seperti nafiri, simbal, gambus dan kecapi. Sebuah ibadah yang dipersiapkan bagi kemuliaan TUHAN.
Raja Salomo dan semua orang lsrael serta para Imam dan orang Lewi merasakan kehadiran TUHAN yang disimbolkan dengan Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian, yang dikatakan dalam bacaan hanya berisi dua loh yang ditaruh Musa di gunung Horeb, yang menegaskan bahwa yang paling penting ada di tengah umat Israel adalah TUHAN dan Firman-Nya. Mereka menyanyikan pujian bagi TUHAN dalam sebuah lagu yang kedengaran sangat sederhana: "Sebab la baik! Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." Tentunya ada kenangan terhadap sejarah mereka di masa lalu di tengah perayaan itu. Masa lalu perjalanan nenek moyang mereka dari Mesir dan juga keberadaan mereka setelah diam di tanah yang dijanjikan, penuh perjuangan dan kenangan akan kebaikan TUHAN. Tabut perjanjian tanda kehadiran TUHAN dan Firman-Nya terus mereka jaga. Ketika Rumah Tuhan dipenuhi kemuliaan TUHAN, para imam tidak tahan berdiri menyelenggarakan ibadah. Kemuliaan dan kebaikan TUHAN tetap menjadi tujuan utama dalam perayaan itu.
Pujian “Sebab la baik" mau mnengajar kita bahwa kebaikan-Nya terlalu besar bahkan di saat sejarah hidup kita berat dan kelam. Perayaan kita boleh saja meriah, tapi jangan menggeser kemuliaan Tuhan. Hidup dan perayaan bukanlah panggung kita, melainkan “Theatrum gloriam Dei“ dunia dan seluruh kehidupan kita sebagai panggung kemuliaan Allah, "Sebab la baik“ menuntun hidup ini. Amin