Yayasan Ujung Tanjung Langkat

Yayasan Ujung Tanjung Langkat Ujung Tanjung Langkat Organisasi Sosial yang bergerak dibidang Kemasyarakatan dan Budaya .

Ketika identitas sudah berubah jadi sesuatu yang harus "dipelajari kembali", di situlah tanda bahwa kekosongan "Leadersh...
28/07/2026

Ketika identitas sudah berubah jadi sesuatu yang harus "dipelajari kembali", di situlah tanda bahwa kekosongan "Leadership" itu sudah bekerja sempurna — dan kita, orang Melayu Langkat sendiri, tidak boleh lagi diam menyaksikannya.Tabek..

Menyalakan Jati Diri Melayu

26/07/2026
Gelar Sultan, dalam pengertian yang utuh, adalah titik temu dari kedua hal ini yaitu Hablum minallah (حبل من الله) dan H...
22/07/2026

Gelar Sultan, dalam pengertian yang utuh, adalah titik temu dari kedua hal ini yaitu Hablum minallah (حبل من الله) dan Hablum minannas (حبل من الناس) — bukan pilihan salah satu, apalagi sekadar prosesi yang menyandingkan busana kebesaran dengan shalawat tanpa keduanya benar-benar menyatu dalam substansi kepemimpinan.

Fiqih Siyasah dan Adat Melayu tentang Beban Vertikal-Horizontal Seorang Sultan

Bukan tuah yang hilang, bukan p**a tulah yang datang — melainkan amanah yang terus-menerus dikhianati, oleh manusia yang...
19/07/2026

Bukan tuah yang hilang, bukan p**a tulah yang datang — melainkan amanah yang terus-menerus dikhianati, oleh manusia yang punya nama, punya keluarga, dan punya pilihan setiap kali mereka duduk di kursi itu.

Otokritik atas Amanah yang Terus Dikhianati Oleh: Tengku Irham Kelana

Terpuruknya Orang Melayu Langkat: Suatu RenunganMelayu Langkat suatu ketika dahulu berdiri megah sebagai bangsa yang ber...
17/07/2026

Terpuruknya Orang Melayu Langkat: Suatu Renungan

Melayu Langkat suatu ketika dahulu berdiri megah sebagai bangsa yang bermaruah. Negeri ini masyhur dengan adat yang luhur, bahasa yang halus, budi yang santun, serta warisan Kesultanan yang menjadi payung kepada rakyat. Namun, berlalunya zaman telah membawa berbagai perubahan sehingga ramai anak Melayu Langkat kini merasakan dirinya semakin jauh daripada kegemilangan yang pernah dimiliki.
Hari ini, tidak sedikit orang Melayu yang hidup dalam serba kekurangan. Tanah pusaka semakin berkurang, peluang ekonomi semakin sempit, sementara ilmu dan pendidikan masih belum menjadi kekuatan yang menyeluruh. Anak-anak muda semakin ramai yang tidak lagi mengenal sejarah negerinya, tidak fasih berbahasa Melayu, bahkan ada yang tidak mengetahui asal-usul bangsanya sendiri.
Lebih mendukacitakan, semangat persaudaraan dan muafakat yang dahulu menjadi sendi kekuatan Melayu kian pudar. Perbezaan kepentingan sering mengatasi kepentingan bersama, sehingga maruah bangsa semakin sukar dipertahankan.
Namun demikian, orang Melayu tidak boleh terus hanyut dalam rasa kecewa. Bangsa yang besar ialah bangsa yang sanggup bangkit daripada kelemahan. Kebangkitan Melayu Langkat hendaklah dimulai dengan menuntut ilmu, memperkukuh perpaduan, memelihara adat dan budaya, serta melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan berani memikul amanah.
Maruah Melayu tidak akan kembali hanya dengan mengenang sejarah. Maruah itu hendaklah ditegakkan melalui usaha, kebijaksanaan, perpaduan, dan pengabdian kepada agama, bangsa, dan negeri.
Jika Melayu mahu kembali dihormati, maka orang Melayu sendiri hendaklah terlebih dahulu menghormati sejarahnya, memelihara budayanya, mengangkat ilmunya, dan bersatu hati membina masa depannya.

Ketua Yayasan Ujung Tanjung Langkat
Tengku Yans Fauzie

14/07/2026

Paya Katil Puri Ujung Tanjung Langkat

Jejak Peradaban masa lalu dapat direka ulang dengan tekhnologi masa kini dengan dilakukan rekontruksi dan dengan menggunakan ilmu Tofografi dan diselaraskan dengan Folklore yang merupakan cerita yang tumbuh dan hidup dimasyarakat dan Jejak Artefak peninggalan masa lalu dan Arsip yang tersimpan di Leiden University..

Ujung Tanjung tepatnya sebuah wilayah nan elok yang merupakan p**au kecil yang berada dipertemuan Sungai Batang Durian dimana Sungai yang menuju Ke Istana Darussalam dan Sungai Batang Serangan. Dip**au Kecil ini berdiri Puri Istana Tengku Hamzah Al Hajj Indra Diraja Langkat yang digelar Pangeran Tanjung.

Ditapak Puri Istana Pangeran Tanjung yang berada di Ujung Tanjung masyarakat tempatan sering melihat di malam malam tertentu Katil atau tempat tidur yang berada di areal bekas Tapak Puri Istana dan masyarakat menyebut lokasi tersebut dengan nama Paya Katil

Secara Administratif Pada Masa Lampau Wilayah Pulau tempat Puri Istana Pangeran Tanjung Bahagian Tanjioeng Pura , dengan perkembangan Wilayah Administratif Pemerintah Kabupaten Langkat wilayah ini berada pada Kecamatan Hinai tepatnya Desa Cempa Secara Geografis Pulau Yang merupakan Areal Kawasan Ujung Tanjung ini memiliki struktur Kontur dengan derajat ketinggian yang berbeda setiap hamparannya dan pada Tapak Puri Istana Memiliki Ketinggian yang relatif lebih tinggi.

Dalam Arsip yang tersimpan di Leiden University dengan judull Woning van Pangeran Indera Diraja te Tandjong Poera, Langkat yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berbunyi Kediaman Pangeran Indera Diraja di Tanjung Pura, Langkat dengan Waktu Pengambilan: Sekitar tahun 1890–1898, masa saat itu Tengku Hamzah Al Hajj menjabat sebagai pemimpin Luhak Langkat Hilir dan berpusat di Tanjung Pura.

Arsip yang tertera Dicatat langsung oleh pejabat administrasi Hindia Belanda saat itu, bukan catatan turunan atau dugaan belakangan.Dimana disrbutkan "Pangeran Tandjong" adalah Gelar Pangeran Tandjong Poera adalah sebutan umum pada masa itu untuk pemimpin yang berkedudukan di pusat pemerintahan Tanjung Pura. Ini merujuk pada orang yang sama yaitu Tengku Hamzah Al Hajj bergelar Pangeran Indera Diraja.

Bentuk Bangunan: Puri Istana Pangeran Tanjung berbentuk Rumah panggung kayu ulin, atap limas berlapis, gaya arsitektur khas puri pemimpin wilayah Langkat Hilir — berbeda dengan Istana Sultan di Kota Langkat atau Istana Maimun, persis seperti tingkatan pangkatnya. Orientasi: Menghadap ke arah utara menuju jalur perdagangan dan tepi Sungai Batang Sarangan — cocok dengan tata letak pemerintahan lama yang berbasis aliran sungai.

Puri Istana Pangeran Tanjung ini khusus dibina untuk Pangeran Indera Diraja, pemimpin wilayah Langkat hilir, bentuknya sederhana namun tetap memegang adat kerajaan Langkat, Tampilan dalam Struktur bangunan ini sendiri telah Reka Ulang seperti Photo Aslinya Yang berbentuk Hitam Putih ,

Sumber : Leiden University
Kajian Oleh Yayasan Ujung Tanjung Langkat .







Suatu bangsa tidak mati karena perang atau bencana. Ia mati pelan-pelan, ketika anak-anaknya berhenti bertanya dari mana...
10/07/2026

Suatu bangsa tidak mati karena perang atau bencana. Ia mati pelan-pelan, ketika anak-anaknya berhenti bertanya dari mana mereka berasal.

Antara Kejayaan Sejarah dan Realita Masyarakat Langkat Hari Ini

Pertunjukan pagelaran seni malam berinai
20/12/2025

Pertunjukan pagelaran seni malam berinai

Sebelumnya, acara dibuka oleh Bupati Langkat Syah Afandin yang hadir bersama jajarannya, di antaranya, Asisten 1 Rudi Kinandung, Kadis Kominfo,

Address

Jalan Tanjung Kel Pekan Tanjung Pura
Langkat

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Ujung Tanjung Langkat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share