Aku menulis karena aku memiliki masa lalu , masa kini , dan masa depan dan aku menulis karena itu aku meruang dan mewaktu , serta aku menulis karena itu aku kontektual.. “ . Fren, mungkin sesorang ingin menumpahkan itu semua di ruang publik, tapi tidak berani demi nama baik, demi menjaga personal branding, demi menjaga citra diri. Sejujurnya, dulu saya pun seperti itu. Banyak orang yang kemudian m
engenal saya sebagai pribadi yang bijak, inspiratif, bahkan menjuluki saya motivator. Namun sejak sekitar setahun lalu, saya TERSADAR bahwa "menipu diri sendiri" itu tidak baik. Saya pun berubah haluan, kembali menjadi The Real Me yang ceplas ceplos, bicara apa adanya, memposisikan diri sebagai orang kebanyakan, bukan sebagai tokoh. Karena saya memang merasa bukan tokoh. Banyak orang yang heran pada perubahan saya itu. "Khoriony sekarang kok berubah, ya? Saya merasa kehilangan dia yang bla... bla.. bla... Sekarang Khoirony tampil aneh dan menyebalkan." Namun, alhamdulillah, orang yang s**a dan mendukung perubahan saya pun tak kalah banyak. Bahkan boleh dibilang, jumlahnya jauh lebih banyak. Saya belum pernah melakukan survey. Tapi indikasinya terlihat dari perkembangan jumlah follower Twitter dan likers fan page saya. Sejak saya berubah, mencoba jadi diri sendiri, menjadi saya yang apa adanya, tidak lagi berlindung di balik topeng sok bijak sok motivator, sok jadi tokoh dst, ternyata jumlah follower Twitter dan likers fan page saya meningkat drastis. Boleh dibilang, meningkat PULUHAN KALI dibanding sebelumnya. Alhamdulillah...
Mungkin ada di antara teman-teman yang tidak menyukai gaya saya saat ini. Tapi bagi saya, menjadi diri sendiri itu jauh lebih baik..
:D